
Hari itu Fay nampak cantik dengan mengenakan busana pengantin dan riasan adat Jogja putri, kebaya model kutubaru dengan bawahan jarit bermotif sidomulyo dan prada emas. Pada bagian bustiernya terlihat sangat unik karena bertabur banyak kristal, sementara motif bordirnya bermotif rangkaian bunga.
Busana tersebut memang busana milik Fay yang rencananya akan ia kenakan untuk akad nikahnya bersama Kevin di Jogja, namun karena Fay mengalami kecelakaan dan terjadi perubahan tempat akad nikah, busana tersebut Icha bawa ke Jakarta.
"Cantik sekali anak ibu," puji Ratri. Beberapa kali ia memeriksa penampilan Fay, ia ingin putri sulungnya itu tampil sempurna di hari bahagianya meskipun acara tersebut hanya di gelar di rumah sakit.
Fay memegangi perban yang masih membalut kepalanya. "Apanya yang cantik bu, kepalaku masih di perban begini."
"Tidak apa-apa, kamu tetap cantik, anggap saja itu pemanis," ujar Ratri. "Sudah ayo senyum sebentar lagi penghulunya datang."
Fay memandangi dirinya di depan cermin. 'Ya, manusia memang hanya bisa berencana tapi Allah yang menentukan segalanya. Sekuat apa pun aku dan Kendra menjaga hubungan kami, jika Allah sudah berkendak lain maka berakhir juga hubungan yang sudah lima tahun kita bina. Sebentar lagi aku akan menjadi milik Kevin, aku harus bisa terbebas dari masa laluku dan mencintai Kevin sepenuh hatiku,' batin Fay.
Lamunannya terhenti ketika ia mendengar suara pintu terbuka, awalnya ia mengira jika penghulu yang datang, namun ternyata justru Kendra dan orangtuanya yang datang. Kendra masuk ke ruang rawat inap Fay sembari menggendong Lily, ia datang atas undangan dari Kevin yang semalam menghampirinya di ruang NICU.
Kevin meminta Kendra dan keluarganya untuk datang ke acara akad nikahnya, dan tentu saja Kendra mengiyakannya, selain ingin memberikan ucapan selamat secara langsung ia juga ingin mengetahui kondisi Fay.
Kendra terdiam memandangi wajah cantik mantan kekasihnya itu, ia tak bisa membohongi dirinya jika hatinya begitu sakit melihat Fay akan bersanding dengan pria lain, namun di satu sisi ia juga bahagia atas kebahagian wanita yang ia cintai. Kendra tersenyum sembari melangkah ke arah Fay, mengikuti ibundanya yang sudah terlebih dahulu menghampiri Fay.
Ajeng mengulurkan buket bunga serta hadiah untuk Fay. "Bagaimana kondisimu, Fay?" tanyanya, sembari memeluk Fay. Ajeng nampak prihatin melihat perban yang membalut kepala, tangan dan kaki Fay.
Fay membalas pelukan Ajeng, ia sedikit bingung dengan kedatangan Kendra dan orang tuanya pasalnya, Kevin tak mengatakan jika dia mengundang Kendra. "Hanya kecelakaan ringan, aku sudah jauh lebih baik kok tante." ia menerima bingkisan dan buket bunga tersebut kemudian memberikannya kepada Icha agar di simpan di meja. "Terima kasih tante."
"Cepat sembuh ya, nak." Ajeng mengelus bahu Fay dengan lembut. "Ngomong-ngomong, apa kami datang terlambat?" ia menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan penghulu.
Ratri menggeleng. "Belum mba, penghulunya belum datang," jawabnya. "Tapi tadi katanya sudah di dekat sini." ia mempersilahkan Ajeng dan keluarganyaduduk di kursi yang sudah di sediakan.
Tatapan Fay beralih ke Kendra dan Lily yang berada di belakang Ajeng. Ajeng bergeser memberikan kesempatan untuk putranya mendekat ke arah Fay.
"Hai, Fay. Selamat ya, semoga kebahagiaan selalu mengisi hari-hari kalian dan menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah," ucap Kendra dengan sepenuh hatinya.
__ADS_1
Fay mengangguk. "Terima kasih Ken," ia tak berani menatap mata Kendra, sehingga ia mengalihkan pandangannya ke Lily. "Boleh aku menggendongnya?" pinta Fay.
"Tentu," Kendra mengulurkan bayinya ke tangan Fay. "Maaf," ia menaruh kain di bahu Fay agar payet kebaya Fay tak mengenai pipi putrinya.
"So beautiful," tak hentinya Fay menciumi pipi chubby Lily. Fay semakin jatuh hati ketika Lily membuka matanya. "Subhanallah, indah sekali matanya." mendekap tubuh Lily, rasanya ia ingin sekali memberikan seluruh cintanya kepada kepada bayi mungil itu. "Apa hari ini Lily sudah boleh pulang?"
"Ya, dokter sudah memperbolehkannya pulang."
Fay mendongak menatap Kendra. "Ken, boleh aku tahu nama panjangnya?"
"Charity Lilybelle Tjaidjadi," jawab Kendra.
"Sungguh nama yang indah," Fay menelusuri hidung mancung Lily dengan jemarinya.
Fay terpaksa mengembalikan Lily pada Kendra saat penghulu tiba di ruang rawat inapnya. "Terima kasih ya Ken, sudah mengizinkanku menggendongnya. Aku sangat senang sekali."
Semuanya telah duduk di tempatnya, Adikara mengulurkan tangannya, menjabat tangan Kevin. “Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Muhammad Kevin Pribathama bin Indra Pribathama dengan anak saya yang bernama Anindira Fay Wijaya dengan maskawinnya berupa logam mulia seberat 14 gram di bayar, tunai.”
Kevin terdiam cukup lama, memory otaknya kembali memutar kejadian kemarin malam saat Fay dan Kendra berpelukan di taman rumah sakit, kejadian saat di IGD dimana Fay beberapa kali menyebut nama Kendra.
Kevin melepaskan tangan Adikara. "Maaf aku tidak bisa," ucapnya.
Ucapan Kenvin itu sontak saja membuat semua yang hadir nampak sangat terkejut, terlebih Fay. "Kenapa mas?"
"Maaf, aku tidak bisa menikahi wanita yang masih menyimpan perasaan kepada pria lain." Kevin menatap Fay yang duduk di sampingnya. "Bagaimana bisa aku menikahimu, jika kamu masih memimpikan dan menyebut pria lain? Bahkan dua hari menjelang hari pernikahan kita kamu masih berada dalam pelukan pria itu."
Ya, saat Kevin tiba di rumah sakit untuk menyampaikan belasungkawanya kepada Kendra, ia justru memergoki Kendra dan tunangannya tengah berpelukan di taman. Dengan jelas ia melihat tangan Fay memeluk erat Kendra seolah ia tak ingin lepas dari Kendra.
Kevin sempat meninggalkan rumah sakit ketika melihat keduanya berpelukan, namun baru beberapa meter meninggalkan rumah sakit, ia teringat akan janjinya kepada orangtua Fay untuk menjemput dan mengantarkan Fay ke hotel, untuk itulah ia kembali lagi ke rumah sakit, sayangnya begitu ia mobil yang di tumpanginya putar arah, dari kejauhan ia melihat Fay terserempet mobil, Kevin pun bergegas membawa Fay ke IGD.
__ADS_1
Fay terkejut, ternyata malam itu Kevin melihatnya bersama Kendra. "Mas, aku bisa jelasin semuanya...."
"Tidak perlu Fay, sorot mata kalian sudah bisa menjelaskan semuanya, Fay."
Kevin beranjak dari tempat duduknya, ia menghampiri Kendra. "Bahagiakan lah dia!!" ia mempersilahkan Kendra untuk duduk di samping Fay. "Aku ikhlas melepas Fay untuk kau bahagiakan."
Kendra menoleh ke arah kedua orangtuanya, kedua orangtuanya tersenyum sembari mengangguk. "Kami mendukung apa pun langkahmu, nak," ucap Ajeng, sembari mengelus lengan Kendra.
Kemudian ia menoleh ke kedua orangtua Fay, mereka berdua pun mengangguk. Sebenarnya kedua orangtua Fay sudah mengetahui jika Kevin ingin membatalkan pernikahannya, sebelum Kevin datang ke ruang NICU, Kevin sudah berbicara banyak dengan orangtua Fay, namun orangtua Fay tetap meminta Kevin untuk memikirkannya matang-matang.
"Sekarang aku punya Lily. Aku ingin menikah dengan wanita yang bukan hanya mencintaiku saja, tapi ia juga bisa menerima dan mencintai putriku seperti anak kandungnya sendiri," ucap Kendra menatap Fay. "Apa kamu bersedia membesarkan Lily bersama-sama?"
Fay tersenyum menganggukkan kepalanya. "Aku bersedia menyayanginya sepenuh hatiku."
Ajeng melepas salah satu cincin di jarinya. "Pakai ini saja," ia memberikan cincinya kepada Kendra.
"Tidak usah mah, aku masih menyimpan cincin pertunanganku di dompet."
Kendra beranjak dari tempat duduknya, ia berjalan mengampiri Fay dan duduk di sebelahnya. Dengan satu tarikan napasnya ia mengucapkan. "Saya terima nikahnya dan kawinnya Anindira Fay Wijaya Binti Adikara Wijaya dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”
Rasa haru bercampur bahagia menyelimuti seisi ruangan, Fay menitikan air matanya ketika Kendra melingkarkan cincin pertunangan mereka yang dulu di jari manisnya.
"Aku janji, setelah kamu keluar dari rumah sakit kita beli yang baru, sekalian untuk Lily," ucap Kendra.
Fay tak menjawab ucapan Kendra, baginya tak masalah memakai cincin apa pun dia tetap bahagia memulai kehidupan barunya bersama dua orang yang sangat ia cintai, Kendra dan Lily. Fay menangis haru bahagia dalam pelukan suaminya.
......-SELESAI-......
Note: Jangan di unfavorite dulu ya, karena besok masih ada 1 bab epilog.😊
__ADS_1