14 Februari

14 Februari
EPILOG


__ADS_3

14 Februari tahun ke tujuh.


"Sayang, sudah belum?" Sembari menggendong Lily, Kendra menghampiri Fay di kamar mandi. "Sayang ayo cepat sedikit nanti kita telat loh."


Sudah hampir tiga puluh menit Fay belum juga keluar dari kamar mandi, padahal seharusnya mereka sudah berada di balroom hotel tempat di langsungkannya acara pernikahan Kevin dan Icha.


Ya, setelah batalnya pernikahan Kevin dan Fay. Kevin kembali pada kesibukannya di rumah sakit dan di panti asuhan. Sementara Icha fokus menyelesaikan pendidikannya, setelah lulus ia bergabung menjadi salah satu staff legal di rumah sakit tempat Kevin bertugas.


Keduanya di pertemukan dengan rasa yang bebeda, dan tak butuh waktu lama keduanya memutuskan untuk melangkah ke jenjang pelaminan.


Fay membuka pintu kamar mandi, ia nampak menyembunyikan sesuatu di balik tubuhnya.


"Masih belum selesai make upnya?" Kendra mengira jika Fay menyembunyikan alat make up di belakang tubuh ya. "Kamu sudah sangat cantik sayang," ia mengecup pipi Fay kemudian meraih tangannya.


"Nanti dulu," Fay nenahan tangannya yang telah di gandeng oleh Kendra.


Kendra menoleh ke belakang. "Apa lagi sayang? Ini kita udah telat loh."


"Sebentar..." Fay mengajak Kendra duduk di sofa. "Ada hal penting harus aku beri tahu."


Kendra menuruti istrinya duduk di sofa bersamanya. "Okay, hal penting apa yang harus aku ketahui sekarang?" tanyanya penasaran.


Fay mengulurkan dua test pack yang sedari tadi ia sembunyikan di belakang tubuhnya. "Aku hamil," ucapnya dengan girang. "Lily akan punya adek." Fay menoleh ke arah Lily. "Sebentar lagi kamu akan seorang kakak."


Kendra terdiam untuk beberapa saat memandangi dua buan test pack bertanda positif di tangannya.


"Kamu tidak senang ya, Ken?" rasa bahagia Fay seketika hilang saat melihat suaminya tak mengeluarkan ekspresi kebahagiaan seperti kebanyakan pria di film romance. Padahal ia sudah berekspektasi Kendra akan memeluk dan menghujaninya dengan banyak ciuman. "Kalau kamu tidak mau, tidak apa-apa. Aku bisa mengurus bayiku sendiri."


Kendra terkejut mendengar ucapan yang di lontarkan Fay. "Kok kamu ngomong gitu?"


"Ya habisnya kamu diam saja dari tadi. Kamu tidak senang kita punya anak lagi?"


Kendra menggeleng. "Bukan begitu sayang, aku hanya teringat ketika Amanda mengandung dan melahirkan. Jujur saja saat itu kondisi Amanda sangat ringkih, sering sekali sakit. Aku takut kamu sakit, Fay." Kepergian Amanda saat melahirkan, membuat trauma tersendiri di benak Kendra, ia takut kondisi itu terjadi pada Fay.

__ADS_1


Fay meraih tangan Kendra. "Aku sudah menyiapkan semuanya kok, kamu tidak perlu khawatir."


"Menyiapkan apa? Popok bayi? Tabungan pendidikan anak?" ia menyebutkan halhal yang sudah Amanda persiapkan untuk Lily sebelum kepergiannya.


"Bukan itu sayang...."


"Aku sudah menyiapkan kondisi badanku, agar benar-benar siap di isi oleh calon buah hati kita. Jadi kamu tidak perlu khawatir, sayang."


Kendra memeluk Fay dan Lily bersamaan. "Maaf ya, aku benar-benar takut kehilanganmu," ia mengecup puncak kepala Fay. "Tapi aku senang sekali, Allah mempercayakan kita memiliki momongan yang kedua."


"Kamu beneran senang?"


"Iya dong, usahaku tiap malam akhirnya membuahkan hasil."


Fay menarik tubuhnya menjauh dari Kendra. "Enak saja hanya usahamu, aku juga tiap malam usaha, tidak diam saja. Malah kamu yang sering nyuruh-nyuruh aku mencoba banyak hal," Fay memelototi Kendra.


Kendra buru-buru mengelus bahu istrinya. "Iya sayang iya, usaha kita berdua. Sudah yuk kita ke bawah, acaranya sebentar lagi mau di mulai," tak ingin berdebat dengan istrinya, Kendra langsung menggandeng tangan Fay keluar dari kamar hotel dan berjalan menuju balroom.


"Kamu juga sudah memberiku banyak kebahagiaan." Fay tersenyum manis ke arah suaminya.


Acara akad nikah berlangsung dengan khidmat, aura kebahagiaan terpancar dari wajah Kevin dan Icha, terlebih saat Kevin telah mengucapkan ijab kabulnya, ia terlihat malu-malu untuk mencium Icha, karena keduanya tak ada masa pacaran.


"Maaf ya, Fay. Banyak janji-janjiku dulu yang tidak aku tunaikan." Kendra seringkali merasa malu kepada Fay karena dulu ia tak bisa menjaga pergaulannya.


Fay menggenggam erat tangan Kendra. "Sudahlah, yang penting kamu tidak mengulanginya lagi."


Kendra menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mau kehilanganmu lagi, terlebih sekarang sudah ada Lily dan calon buah hati kita di sini," ia mengelus perut Fay dengan lembut.


Malam harinya di lanjutkan dengan acara resepsi pernikahan, Kendra dan Fay di kejutkan dengan kehadiran Luna dan suaminya dalam acara tersebut.


"Kevin adalah teman masa kecilku dulu saat di Malang," ucap Brandon, suami Luna kepada Kendra.


"Lagi pula, Gavin rewel sekali tidak bertemu dengan Lily seharian." Luna menunjuk ke arah putranya yang tengah bermain bersama Lily dengan di temani oleh baby sitter mereka.

__ADS_1


Gavin dan Lily sekolah di sekolah yang sama, hampir setiap hari keduanya bersama entah itu di sekolah atau pun bermain di rumah. Fay tidak merasa keberatan putri sulungnya bermain bersama Gavin, ia justru senang Lily memiliki teman baik, Fay juga tak merasa cemburu pada Luna meski dulu ia pernah memergoki Kendra berciuman dengan Luna. Luna kini ini bisa menempatkan dirinya, ia lebih sering mengobrol dengan Fay, dan menjadikan Fay sahabat baiknya.


Di tengah acara resepsi pernikahan Kevin dan Icha, Kendra memberikan kejutan dengan mempersembahkan sebuah lagu untuk Icha dan Kevin, serta untuk istri tercintanya.


Fay nampak terkejut melihat Kendra mahir memaikan piano, padahal sebelumnya ia sama sekali tak pernah melihat Kendra memainkan piano.


Kendra membawakan lagu Nothing's Gonna Change My Love for You By George Benson.


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you


Nothing's gonna change my love for you


Di bait terakhir lagu yang ia nyanyikan, Kendra mengambil buket bunga dan berjalan ke arah istrinya. "I never feel utter happiness unless I am with you. May the true happiness you bring me forever follow you. Happy birthday my Love!" ucap Kendra, ia mengajak Fay berdansa bersama Kevin dan Icha di lantai dansa.


14 Februari kali ini terasa sangat lengkap dan special, ia memiliki suami yang sangat ia cintai, seorang putri cantik, dan juga calon buah hati yang berada di dalam kandungannya. Selain itu ia juga bahagia melihat Kevin menemukan kebahagiaannya bersama adiknya.


-End-


Hi, readers


Terima kasih telah membaca 51 BAB Novel 14 Februari, semoga kalian suka dan terhibur dengan novel ini. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan pada novel ini 🙏🙏


Nantikan novel-novelku yang selanjutnya, jangan lupa follow ya untuk dapat update peluncuran novel terbaruku 😊


Salam sayang,


Irma❤

__ADS_1


__ADS_2