7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu

7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu
Bab 2.4


__ADS_3

.


.


.


Kita akan melanjutkan pembahasan tentang Khatamun Nabiyyin.


Tanda ini juga yang dicari oleh seorang shahabat berkebangsaan Persia, Salman Alfarisy atas wasiat dari seorang pendeta Kristen Umuriyah, Wilayah Romawi. Tanda ini pula yang diselidiki oleh Tanukhi atas perintah raja Romawi Timur, yang pada akhirnya membuatnya masuk Islam.


Berita kerasulan Muhammad ﷺ yang disampaikan oleh pedagang Yahudi di Mekkah, penduduk Yahudi Madinah, pendeta Buhaira di wilayah Syam dan pendeta Waraqah bin Naufal di Mekkah mengisayaratkan adanya kabar tersebut dari kitab dan para Nabi terdahulu. 


Tanda-tanda kerasulan Nabi Muhammad ﷺ yang diselidiki oleh Salman Al-Farisy atas wasiat seorang pendeta Kristen Umuriyah dan oleh Tanukhi, utusan raja Romawi Timur disaat itu, juga semakin memperjelas masalah ini. 


Tentang adanya pemberitaan dari Nabi Isa AS. Allah  ﷻ menegaskan di dalam Al Quran dalam Surat Ash Shaf ayat 6:


وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًاۢ بِرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗٓ اَحْمَدُۗ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ - ٦


Artinya: Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS. As Shaf Ayat 6).


Peristiwa-peristiwa ini merupakan bukti bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah benar-benar sebagai (utusan) Allah  ﷻ yang mendapat tugas untuk menyelamatkan umat manusia dari jalan yang sesat.


...*****...


Ibnu Asakir mentakhrij dari Julhumah bin Arfathah, ia berkata "Tatkala aku tiba di Mekkah, orang-orang sedang dilanda musim paceklik.


"Orang-orang Quraisy berkata 'Wahai Abu Thalib, lembah sedang kekeringan dan kemiskinan melanda. Marilah kita berdoa meminta hujan.'

__ADS_1


(Pada saat itu Abu Thalib رضي الله عنه adalah penjaga Ka'bah menggantikan ayahnya Abdul Mutthalibَ رضي الله عنه yang sudah meninggal.)


"Maka Abu Thalib keluar bersama seorang anak kecil yang seolah-olah adalah matahari yang membawa mendung, yang menampakkan awan sedang berjalan pelan-pelan. Di sekitar Abu Thalib juga ada beberapa anak kecil lainnya.


"Ia memegang anak kecil itu (Nabi Muhammad ﷺ) dan menempelkan punggungnya ke dinding ka'bah. Jari-jemarinya memegangi anak itu.


"Langit yang tadinya bersih, tiba-tiba saja mendung itu datang dari segala pejuru, lalu menurunkan hujan yang sangat deras. Hingga lembah-lembah terairi dan ladang-ladang menjadi subur.


"Abu Thalib langsung memeluk Rasulullah. Ia lantas membacakan sebuah syair pendek perihal kejadian tersebut. 'Putih berseri meminta hujan dengan wajahnya. Penolong anak yatim dan pelindung wanita janda.'"


"Masyarakat Mekkah begitu gembira setelah hujan turun. Mereka terhindar dari musim paceklik. Para petani juga akhirnya bisa bercocok tanam kembali, setelah sekian lama tidak bisa karena tidak adanya air."


Pada saat usianya delapan tahun, Nabi Muhammad ﷺ menyampaikan keinginannya untuk menggembala kambing kepada pamannya, Abu Thalib رَحِمَهُ ٱللَّٰهُ .


Sang paman kaget mendengar hal itu. Ia berusaha mencegahnya, namun gagal. Begitu pula dengan sang bibi, Fatimah binti Asad  رضي الله عنه, istri Abu Thalib. Keduanya sebetulnya tidak tega kalau keponakannya yang masih kecil itu harus kerja menggembala kambing.


oleh Rasulullah ﷺ. 


Sang bibi Fatimah binti Asad  رضي الله عنه selalu mengantar Nabi Muhammad ﷺ hingga ke mulut pintu ketika keponakannya itu hendak berangkat menggembala. Tidak hanya itu, Fatimah رضي الله عنه juga selalu menyiapkan bekal makanan untuk Nabi ﷺ.


Selama Nabi Muhammad ﷺ menggembala, Fatimah  رضي الله عنه selalu gelisah. Khawatir sesuatu yang buruk terjadi kepada keponakan terkasihnya. Oleh karenanya, Fatimah  رضي الله عنه selalu menanyakan banyak hal kepada keponakannya itu.  Tidak lain untuk memastikan kalau dia baik-baik saja. 


Lantas apa yang membuat Nabi Muhammad ﷺ memutuskan untuk menggembala kambing?


Setidaknya ada tiga alasan mengapa Rasulullah ﷺ kecil akhirnya memutuskan untuk bekerja menggembala kambing.


Pertama, membantu meringankan beban keuangan pamannya, Abu Thalibَ رضي الله عنه. Pada saat awal-awal tinggal bersama Abu Thalib رضي الله عنه , Beliau ﷺ biasa-biasa saja. Ia bermain dan makan bersama dengan anak-anak Abu Thalib.  Namun lama kelamaan, Beliau ﷺ mulai sadar bahwa kondisi ekonomi pamannya memprihatinkan.

__ADS_1


Ditambah pamannya juga memiliki anak yang banyak. Hal itulah yang menggerakkan Nabi Muhammad ﷺ untuk berbuat sesuatu. Bekerja apa pun itu, yang penting bisa menghasilkan uang untuk sekedar membantu ekonomi keluarga pamannya. Mungkin ini yang menjadi alasan utama Nabi Muhammad ﷺ menggembala kambing. 


Kedua, menggembala kambing tidak butuh modal. Boleh dikata kalau Beliau sudah berpikir secara mendalam untuk mengambil profesi sebagai penggembala kambing. Profesi itu adalah tepat dan pas bagi dirinya yang usianya masih belia dan tidak memiliki modal.


Nabi Muhammad ﷺ sadar bahwa pada saat itu semua pekerjaan sudah dikerjakan budak, kecuali berdagang. Namun untuk berdagang harus memiliki modal, sementara Beliau ﷺ tidak memiliki itu.


Ketiga, Beliau ﷺ sangat senang dengan padang terbuka yang luas. Di sana, ia bisa merenungkan alam dengan segala keindahan dan kebesarannya.


Beliau menjadi penggembala kambing kurang lebih selama empat tahun. Ketika usianya 12 tahun, ia tidak lagi menjadi penggembala kambing karena alasan tertentu pula.


Nabi tidak merasa malu untuk bekerja menggembala kambing atau lebih tegas buruh menggembala kambing milik orang Mekkah dengan menerima upah yang tidak seberapa banyaknya.


Riwayatnya pekerjaan Nabi ﷺ sebagai penggembala kambing milik orang Mekah itu,


“Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan dia pernah menggembala kambing.” Para sahabat bertanya, “Dan engkau, ya rasulullah.” Beliau ﷺ bersabda,”Dan,aku sudah pernah juga menggembala kambing milik orang Mekkah dengan menerima upah yang tidak seberapa banyak.”


Dalam riwayat lain, beliau ﷺ bersabda, “Nabi Musa diutus dan dia seorang penggembala kambing, dan Nabi Daud diutus dan dia seorang penggembala kambing, dan aku diutus menggembala kambing ahliku (keluargaku) di kampung Jiyad.”


Selanjutnya setelah berusia dua belas tahun, sebagaimana telah diuraikan, beliau ﷺ ikut pamannya, Abu Thalib رضي الله عنه untuk berniaga ke negeri Syam. Tetapi, karena ada hal-hal yang sangat mencemaskan, pamannya tidak lagi berangkat ke negeri Syam untuk berniaga. (Yang sudah Author uraikan di bab sebelumnya ya... Tentang pertemuan Beliau dengan seorang Rahib)


.


.


.


Semoga bermanfaat...

__ADS_1


__ADS_2