
.
.
.
Hamzah bin Abdul Muthalib serta Ali bin Abu Thalib رضي الله عنه ditunjuk sebagai pemimpin pasukan kaum muslimin pertama yang dikirim oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Karena keberanian luar biasa yang ditunjukkan dan dikerahkannya, umat Muslim mendapat kemenangan dalam perang Badar.
Terdapat banyak korban yang jatuh dari pihak kaum kafir Quraisy pada perang Badar.
Sebab itulah, mereka merasa harus membalas kekalahan yang telah terjadi dengan menghimpun kekuatan dan mempersiapkan diri untuk peperangan selanjutnya.
Setelah perang Badar, Hamzah رضي الله عنه turut terlibat lagi dalam perang lanjutan antara kaum Muslim dengan kaum kafir Quraisy, yaitu perang Uhud.
Dalam perang ini, para kaum Quraisy yang bertekad membalas dendam menjadikan Rasulullah ﷺ dan Hamzah bin Abdul Muthalib رضي الله عنه sebagai sasaran utama.
Pada pertempuran ini, kaum Quraisy membawa hingga total lebih dari 3000 pasukan. Adapun pasukan ini meliputi 700 unta, 200 kavaleri, serta pemanah dan infanteri.
Sementara pasukan muslimin total berjumlah sekitar 1000 orang gabungan dari kaum muslim di Madinah.
Pasukan muslimin yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ ini bertemu dengan pasukan lawan di dekat jabal Uhud.
Selama peperangan, beberapa pasukan muslim yang dengan dipimpin oleh Hamzah رضي الله عنه berada di tengah dan menyerang musuh ke arah kanan dan kiri.
Saat kemenangan dirasa sudah dekat, Rasulullah ﷺ memerintahkan agar para pasukan pemanah tetap di atas Bukit Uhud untuk berjaga.
Tapi mereka tidak mentaatinya dan turun untuk mengambil harta rampasan perang dan ini menjadi sebuah titik balik.
Kaum Quraisy pun menyadari pertahanan yang longgar ini dan segera menyerang balik dengan menduduki bukit dan melancarkan serangan dari atas bukit Uhud.
Setelah itu, Hamzah رضي الله عنه akhirnya syahid dalam perang Uhud akibat tombak yang dilayangkan oleh seorang budak bernama Wahsyi.
__ADS_1
Wafatnya Hamzah bin Abdul Muthalib رضي الله عنه yang Begitu melegenda.
Terdapat kisah mendalam di balik wafatnya beliau رضي الله عنه itu yang kemudian menjadi salah satu kisah legenda.
Karena memiliki kisah tersendiri dibalik syahidnya, inilah rangkuman peristiwa yang menyebabkan kematian Hamzah رضي الله عنه dikenang begitu banyak kaum muslimin.
Kisah ini diawali saat perang Badar, Hamzah رضي الله عنه yang begitu pemberani dan buas memerangi kaum kafir Quraisy saat itu berhasil melumpuhkan Thu’aimah bin Adi hingga tewas.
Sementara itu, kematian Thu’aimah menorehkan luka mendalam pada keponakannya, yaitu Wahsyi
Tentu masih banyak kaum Quraisy lain yang tewas saat peperangan, termasuk Utbah bin Rabi’ah dan Syaibah bin Rabi’ah yang mana merupakan ayah serta paman Hindun binti Utbah.
Al-Walid bin Utbah yang merupakan saudara Hindun juga mati dalam peperangan di tangan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه.
Kematian beberapa kaum Quraisy inilah yang menciptakan dendam bagi beberapa orang sehingga mereka benar-benar ingin membunuh Hamzah رضي الله عنه untuk membalas dendam.
Abu Sufyan bin Harb yang saat itu memimpin pasukan Quraisy dalam perang Uhud, memutuskan untuk membuat para wanita juga ikut serta dalam peperangan.
Para wanita ini terdiri dari mereka yang merasa sakit hati karena kematian keluarganya dalam perang sebelumnya, yaitu perang Badar.
Saat pasukan Quraisy akan berangkat, Jubair mengatakan pada Wahsyi bahwa dia akan membebaskannya dari perbudakan asal bisa membunuh Hamzah رضي الله عنه. Dengan jaminan bahwa janji ini telah disaksikan banyak orang, Wahsyi semakin bertekad membunuh Hamzah رضي الله عنه.
Walau tidak memiliki keterampilan berperang yang cukup baik, Wahsyi dikenal sangat pandai melemparkan lembing tepat sasaran.
Karena itu, Hindun menaruh harapan padanya dan mengatakan pada Wahsyi untuk menyembuhkan luka hati mereka atas kepergian keluarga di medan perang.
Saat kedua belah pihak pasukan bertemu dan berperang, Wahsyi dengan awas mencari dan mengincar Hamzah رضي الله عنه.
Memang tidaklah sulit untuk mengenalinya diantara banyak orang karena pada kepala Hamzah رضي الله عنه selalu terpasang bulu burung unta lazimnya tanda kepahlawanan di Arab masa itu.
Wahsyi yang bersembunyi di balik batu melihat Hamzah begitu gagah berani maju dan merobohkan para lawannya dengan menebaskan pedang.
Sementara itu, tiba-tiba seorang penunggang kuda bernama Siba’ bin Abdul Uzza menantang Hamzah رضي الله عنه agar Wahsyi bisa menyerangnya.
__ADS_1
Tentu saja Hamzah رضي الله عنه menyambut Siba’ dan segera mengalahkannya dengan sekali tebas. Walau begitu pengorbanan Siba’ ini membuat posisi Hamzah رضي الله عنه terjangkau Wahsyi.
Dia segera membidikkan tombaknya yang tepat mengenai pinggang Hamzah رضي الله عنه bagian bawah hingga tembus ke depan.
Saat peperangan telah selesai, Hindun turun menuju arena peperangan tadi serta mencari tubuh Hamzah bin Abdul Muthalib رضي الله عنه yang sudah tidak bernyawa.
Karena begitu bencinya, diambilnya hati Hamzah رضي الله عنه kemudian dikunyah walau akhirnya tidak ditelan dan dimuntahkan kembali.
Kematian Hamzah رضي الله عنه membuat Nabi ﷺ begitu sedih sehingga kemudian Allah ﷻ menurunkan firmannya dalam QS. An-Nahl ayat 126 untuk mengabadikan kematian paman Rasul ini. Karena keberanian itulah, Hamzah رضي الله عنه pun dijuluki sebagai 'Asadullah' atau 'Singa Allah'.
Adapun bunyi surah yang dimaksud adalah sebagai berikut;
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا۟ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِۦ ۖ وَلَئِن صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصَّٰبِرِينَ
Latin: "Wa in 'āqabtum fa 'āqibụ bimiṡli mā 'ụqibtum bih, wa la`in ṣabartum lahuwa khairul liṣ-ṣābirīn."
Artinya: "Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar."
.
.
.
Maafkan Author yang jarang nge Up, hal itu dikarenakan Author harus menyiapkan mental dulu.
Tapi, Author akan berusaha untuk double, triple, forth Up deh hr-he-he...
Pokoknya Author akan Up sesuai kemampuan Author.
Terima kasih sudah mampir, semoga bermanfaat untuk kita semua.
Insyaa Allah kita akan ketemu lagi dibab selanjutnya.
__ADS_1
Aamiin