7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu

7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu
Bab 3.6


__ADS_3

.


.


.


Sungguh berat rintangan yang Rasulullah ﷺ hadapi manakala Beliau ﷺ mendakwahkan Islam kepada kaum Quraisy secara terang-terangan. Sedikit sekali masyarakat Mekkah yang percaya akan apa yang dibawa oleh Nabi ﷺ. Dan itupun kebanyakan dari kalangan bawah. Sementara para bangsawan Mekkah menentang keras risalah Rasulullah ﷺ. Mereka mengupayakan berbagai cara untuk menghadang dakwah Rasulullah ﷺ dan sahabat. Dari penyiksaan, pengusiran, pemboikotan, dan pembunuhan.


Sebagai istri yang beriman kepada kerasulan suaminya, Siti Khadijah رضي الله عنه telah mengorbankan semua yang dimilikinya untuk mensupport misi Rasulullah. Disaat Rasulullah susah hati karena penentangan kaumnya, Siti Khadijah رضي الله عنه tampil sebagai penenang hati dan pendorong semangat. Ketika Rasulullah Allah membutuhkan dana untuk dakwah Islam, tanpa ragu Siti Khadijah رضي الله عنه memberikan seluruh harta kekayaannya untuk diinfakkan di jalan Allah  ﷻ .


Ketika kaum musyrik Quraisy melakukan pemboikotan kepada bani Hasyim dan Bani Muthalib, Siti Khadijah رضي الله عنه rela meninggalkan rumahnya untuk bergabung dengan Rasulullah ﷺ dan Sahabat di pemukiman (Syi'ib) bani Mutthalib. Pemboikotan berlangsung dari tahun ketujuh kenabian sampai tahun kesepuluh kenabian. Kaum muslimin dan kaum kafir dari bani Hasyim dan bani Muthalib (mereka ikut diboikot karena semata-mata fanatisme kesukuan!) dikepung di syi’ib bani Muthalib. Mereka tidak dijinkan melakukan jual-beli dan bermasyarakat dengan suku lain.

__ADS_1


Dalam Kitab Al-Busyra, Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliky al-Hasani, mengisahkan betapa pengorbanan Siti Khadijah رضي الله عنه dalam mendukung perjuangan dakwah Rasulullah ﷺ. Dalam kitab Al-Busyra, berikut:


Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah ﷺ pulang dari berdakwah. Beliau ﷺ masuk ke dalam rumah. Khadijah رضي الله عنه menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah رضي الله عنه hendak berdiri, Rasulullah ﷺ bersabda, "Wahai Khadijah tetaplah kamu di tempatmu." Ketika itu Khadijah رضي الله عنه sedang menyusui Fatimah رضي الله عنه yang masih bayi.


Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya. Sehingga ketika Fatimah رضي الله عنه menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah رضي الله عنه.


Kemudian, Rasulullah ﷺ mengambil Fatimah رضي الله عنه dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah رضي الله عنه.


Rasulullah ﷺ tertidur. Ketika itulah Khadijah رضي الله عنه membelai kepala Rasulullah ﷺ dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah رضي الله عنه menetes di pipi Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ pun terjaga.


"Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

__ADS_1


"Wahai suamiku. Wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan." jawab Khadijah رضي الله عنه.


"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itu pun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.


"Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyebarangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan.


"Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.


"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2