7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu

7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu
Bab 4.5


__ADS_3

...Kita lanjut ke kisah pemboikotan kaum Quraisy terhadap umat Islam Readers......


Sejak Hamzah رضي الله عنه dan Umar رضي الله عنه mengikuti Nabi Muhammad ﷺ, maka orang-orang musyrik beralih ke pemboikotan untuk menghentikan dakwahnya.


Umat Islam saat itu menjadi sasaran pengepungan dalam hal ekonomi dan sosial secara penuh oleh kaum Quraisy. Berikut kisah pemboikotan yang dilakukan orang-orang musyrik terhadap Nabi Muhammad dan umat Islam.


Pemboikotan tersebut dilakukan oleh kaum Quraisy karena kekurangan kekuatan dan orang-orang yang menjadi Muslim memilih meninggalkan agama nenek moyang mereka.


Orang-orang musyrik berkumpul di perkampungan Bani Kinanah untuk membuat kesepakatan bersama menghadapi Bani Hayim dan Bani Al-Muththalib.


Berikut ini bentuk pemboikotan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Mutthalib yang mendukung Nabi Muhammad.


- Larangan untuk bergaul dan memberikan bantuan


- Larangan menikahi suku Bani Hasyim dan Bani Muthalib

__ADS_1


- Larangan melakukan transaksi Larangan untuk membuka jalan nafkah


- Larangan untuk berdamai


Untuk keperluan ini, mereka menulis di atas selembar papan, berisi kesepakatan dan ketetapan untuk tidak menerima perjanjian dari Bani Hasyim sebelum mereka menyerahkan Beliau ﷺ untuk dibunuh.


Abu Thalib bereaksi dengan bijak atas fakta yang tidak adil dan agresif ini. Ia mundur ke sebuah area lembah di pinggiran Makkah yang disebut Syi'b Abi Thalib. Bani Hasyim dan Bani Abdel Muthalib, Muslim dan non-Muslim, semuanya bergabung dengan pemimpin mereka di lembah itu. Satu-satunya pengecualian adalah paman Nabi Muhammad ﷺ lainnya, yaitu Abu Lahab.


Selama masa pemboikotan, Abu Thalib merasa khawatir atas keselamatan Rasulullah ﷺ. Untuk itu, dia biasanya memerintahkan beliau untuk berbaring di tempat tidurnya bila orang-orang beranjak ke tempat tidur mereka. Dan manakala orang-orang sudah benar-benar tidur, dia memerintahkan salah satu dari putera-putera, saudara-saudara atau keponakan-keponakannya untuk tidur di tempat tidur Rasulullah ﷺ, sementara Beliau ﷺ diperintahkan untuk tidur di tempat tidur mereka.


Dengan demikian, dia bisa tahu jika ada seseorang yang hendak menikam Beliau ﷺ secara sembunyi-sembunyi. Karena saat itu beredar kabar bahwa Umar bin Khatab رضي الله عنه akan membunuh Beliau ﷺ sebagaimana kisahnya yang telah Author rangkum di bab sebelumya yaitu saat Umar رضي الله عنه masuk Islam.


Persediaan makanan untuk Nabi Muhammad ﷺ dan pendukungnya hanya dikirim oleh beberapa non-Muslim di Makkah yang merasa kasihan pada mereka. Ini termasuk dari Hakeem ibn Khuzam, keponakan Khadijah, dan Al-Mot'am ibn 'Adi.


Setiap beberapa minggu sekali, mereka diam-diam mengirimi Nabi Muhammad ﷺ dan Muslim yang mengikutinya perbekalan dengan unta. Namun, itu sangat tidak memadai sehingga Keadaan Bani Hasyim dan Bani Muththalib benar-benar mengenaskan, mereka kelaparan. Sampai akhirnya mereka hanya bisa memakan dedaunan dan kulit binatang.

__ADS_1


Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya bahkan akan mengikatkan batu di perut untuk menghilangkan rasa lapar mereka. Kesehatan orang-orang Muslim saat itu memburuk dan tubuh mereka melemah setiap hari. Bertahan dalam kondisi seperti itu hampir tidak mungkin. Namun, selalu ada cahaya di ujung terowongan.


Kaum Muslim berada di wilayah lembah bersama Abu Thalib رضي الله عنه dan bertahan selama hampir tiga tahun dalam kondisi seperti itu. Nabi Muhammad ﷺ tidak menyerah. Terlepas dari situasinya, ia pergi menemui delegasi yang datang dari berbagai bagian Arab untuk ziarah atau bisnis, kemudian akan mengajak mereka untuk masuk Islam.


Ketika keadaan memburuk dan kesehatan umat Islam sangat memburuk, Nabi Muhammad ﷺ berdoa untuk dapat melawan para penyerang. Setelah itulah, Mekkah mengalami musim kekeringan yang parah.


Disebutkan dalam Buku Pintar Asbabun Nuzul yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushal Al-Qur'an Badan Litbang dan Diklat Kemenag, sebab turunnya surat atau asbabun nuzul surah Ad Dukhan adalah pada saat itu kaum Quraisy sedang dilanda masa paceklik yang mengakibatkan kelaparan yang cukup lama.


Peristiwa tersebut bukanlah terjadi tanpa sebab pasalnya kaum Quraisy ini menentang dakwah Rasulullah ﷺ. Saking hebatnya kelaparan tersebut, pandangan mereka pun mulai gelap. Hal itu dikarenakan, seolah ada asap di depan mata mereka. Peristiwa tersebut pula tertuang dalam firman-Nya pada surah Ad Dukhan ayat 10-16:


فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِى السَّمَاۤءُ بِدُخَانٍ مُّبِيْنٍ ١٠ يَغْشَى النَّاسَۗ هٰذَا عَذَابٌ اَلِيْمٌ ١١ رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ اِنَّا مُؤْمِنُوْنَ ١٢ اَنّٰى لَهُمُ الذِّكْرٰى وَقَدْ جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ مُّبِيْنٌۙ ١٣ ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوْا مُعَلَّمٌ مَّجْنُوْنٌۘ ١٤ اِنَّا كَاشِفُوا الْعَذَابِ قَلِيْلًا اِنَّكُمْ عَاۤىِٕدُوْنَۘ ١٥ يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرٰىۚ اِنَّا مُنْتَقِمُوْنَ ١٦


Artinya : "Maka, nantikanlah hari (ketika) langit mendatangkan kabut asap yang tampak jelas, (yang) meliputi manusia (durhaka). Ini adalah azab yang sangat pedih. (Mereka berdoa,) "Wahai Tuhan kami, lenyapkanlah azab itu dari kami. Sesungguhnya kami adalah orang-orang mukmin." Bagaimana mereka dapat menerima peringatan (setelah turun azab), padahal (sebelumnya) seorang Rasul (Nabi Muhammad) benar-benar telah datang kepada mereka (untuk) memberi penjelasan. Kemudian, mereka berpaling darinya dan berkata, "Dia (Nabi Muhammad) diajari (oleh orang lain) lagi gila." Sesungguhnya (kalau) Kami melenyapkan azab itu sebentar saja, pasti kamu akan kembali (ingkar). (Ingatlah) pada hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang besar. Sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2