7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu

7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu
Bab 4.10


__ADS_3

.


.


.


Isra' yang bermakna perjalanan malam adalah peristiwa ketika Nabi Muhammad ﷺ berangkat dari Ka'bah di Makkah ke Baitul Maqdis di Yerusalam. Jarak Makkah ke Yerusalem sekitar 1.239 kilometer yang pada sekitar 621 Masehi normalnya ditempuh dengan perjalanan kuda atau unta sekitar sebulan. Namun, Nabi Muhammad ﷺ mencapainya hanya dalam waktu yang singkat.


Ada pula hadist lain yang mengatakan,


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ، يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ، فَرَكِبْتُهُ فَسَارَ بِي حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ، فَرَبَطْتُ الدَّابَّةَ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ فِيهَا الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ دَخَلْتُ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ


Artinya: Dari Anas ibnu Malik, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda seperti berikut: Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu seekor hewan yang berwarna putih; tubuhnya lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih rendah dari baghal. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya. Aku menaikinya dan Jibril membawaku berjalan hingga sampailah aku di Baitul Muqaddas. Lalu aku menambatkan hewan itu di lingkaran tempat para nabi biasa menambatkan hewan tunggangannya. Aku mema­suki masjid dan melakukan shalat dua rakaat di dalamnya, sesudah itu aku keluar."


Peristiwa ini dikuatkan oleh Alquran dalam Surat Al Isra ayat 1 :

__ADS_1


سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ


Artinya: “Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”


Dalam kitab Qishshah Mi'rajin Nabi karya Syekh Najmudin Al Ghoidzi, digambarkan dalam perjalanan dari Ka'bah ke Baitul Maqdis, Nabi Muhammad ﷺ mengalami perhentian beberapa kali, yaitu di Madinah, dekat Sajarah Musa AS. (tempat Nabi Musa AS. berteduh saat diburu Raja Firaun), Bukit Sinai, hingga Betlehem tempat kelahiran Nabi Isa AS. (Kisahnya akan Author uraikan di bab selanjutnya, Insyaa Allah.)


Dalam perjalanan, Jibril AS. menemani Rasulullah ﷺ di sebelah kanan Beliau ﷺ, sedangkan Mikail AS di sebelah kiri. Menurut riwayat Ibnu Sa'ad رضي الله عنه, Jibril AS. memegang sanggurdi pelana Buraq, sedang Mikail AS. memegang tali kendali. Mereka melaju mengarungi keindahan alam Allah Ta'ala yang penuh keajaiban dan hikmah dengan inayah dan rahmat-Nya menuju Baitul Maqdis Palestina.


Di tengah perjalanan mereka berhenti di satu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas Malaikat Jibril berkata: "Turunlah disini dan sholatlah". Setelah Beliau sholat, Jibril berkata: "Tahukah anda di mana Anda sholat?" "Tidak," jawab Rasulullah. Jibril berkata: "Anda telah sholat di Thoybah (nama lain dari Madinah) dan kesana anda akan berhijrah".


Kemudian Buraq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril AS. berseru: "Berhentilah dan turunlah serta sholatlah di tempat ini!". Setelah sholat dan kembali ke atas Buraq, Jibril AS. memberitahukan bahwa Beliau ﷺ sholat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa AS. bernaung di bawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Fir'aun.


Hal itu dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik رضي الله عنه;


أُتِيتُ بِدَابَّةٍ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ خَطْوُهَا عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهَا فَرَكِبْتُ وَمَعِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَسِرْتُ فَقَالَ انْزِلْ فَصَلِّ ‏.‏ فَفَعَلْتُ فَقَالَ أَتَدْرِي أَيْنَ صَلَّيْتَ صَلَّيْتَ بِطَيْبَةَ وَإِلَيْهَا الْمُهَاجَرُ ثُمَّ قَالَ انْزِلْ فَصَلِّ ‏.‏ فَصَلَّيْتُ فَقَالَ أَتَدْرِي أَيْنَ صَلَّيْتَ صَلَّيْتَ بِطُورِ سَيْنَاءَ حَيْثُ كَلَّمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ

__ADS_1


Artinya: Aku mengendarai Buraq ditemani Jibril dan terus berjalan. Tiba-tiba Jibril berkata, "Turunlah wahai Muhammad dan lakukanlah sholat." Aku melakukannya dan Jibril kemudian berkata, "Apakah kau tahu di mana tadi kau melakukan sholat? Kau tadi melakukan salat di tempat yang baik, kelak ke sana kau akan berhijrah." Selanjutnya Jibril kembali berkata, "Turunlah kembali dan sholatlah." Setelah aku melakukannya, Jibril berkata, "Apakah kau tahu di mana kau tadi melakukan salat? Tadi kau melakukan salat di bukit Sinai, tempat di mana Nabi Musa berdialog dengan Allah." (HR An Nasa'i).


Dilansir dari About Islam, Selasa (24/8), baik Islam, Kristen dan Yahudi memiliki ikatan spiritualitas akan kisah Nabi Musa AS. di gunung Sinai. Di Gunung Sinai, Nabi Musa AS. mendapatkan salah satu mukjizat terbesarnya ketika ia memimpin orang-orang Ibrani keluar dari Mesir.


Pada abad ke-4 masehi, orang-orang Kristen Koptik datang ke gunung dan mendirikan sebuah gereja kecil di tempat yang diyakini bahwa Tuhan berbicara kepada Musa dalam bentuk semak yang terbakar. Bagi umat Islam, kisah ini diceritakan dalam Alquran pada surat Al-'Araf ayat 143.


Masih di Gunung Sinai juga berdiri sebuah Biara St. Catherine yang dipuja oleh banyak orang sebagai salah satu tempat paling suci di bumi. Biara ini telah bertahan dari banyak kelompok perampok gurun selama 1.500 tahun terakhir.


Umat Muslim membiarkannya utuh bahkan selama Perang Salib karena untuk menghormati sejarah Nabi Musa AS. Biara tersebut merupakan tempat bagi Bani Israil menunggu Musa selama 40 hari.


Kemudian Beliau ﷺ sampai di suatu daerah yang tampak kepada Beliau ﷺ istana-istana Syam, Beliau ﷺ turun dan sholat di sana.


Kemudian Jibril AS. memberitahukan kepada Beliau ﷺ dengan berkata: "Anda telah sholat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis), tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam".


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2