7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu

7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu
Bab 4.11


__ADS_3

...Dalam kesempatan ini, Author akan menguraikan kisah tentang Nabi Musa AS. berbicara dengan Allah  ﷻ di Bukit Sinai....


Gunung/bukit Sinai berada di Mesir, tepatnya di Semenanjung Sinai Selatan bagian tengah wilayah Janub Sina. Gunung setinggi 2.285 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini juga dikenal dengan sebutan Gunung Musa atau Gunung Hareh.


Dalam Al-Qur'an, Gunung Sinai disebut sebagai tempat Nabi Musa AS. pernah berdialog dengan Allah  ﷻ .


Kisah Nabi Musa AS. merupakan salah satu kisah Nabi yang cukup panjang dituturkan dan terdapat di beberapa bagian di dalam Al-Qur’an. Jika diuraikan dari awal kelahirannya hingga wafatnya tentu akan menjadi beberapa episode cerita, karena selalu ada hal yang menarik di setiap fase kehidupannya. Di dalam ulasan singkat ini Author hanya akan menuliskan kisah Nabi Musa AS. saat Nabi Musa AS. sedang bermunajat kepada Allah  ﷻ di Bukit Sinai.


Imam Al-Baidhowy, Imam An-Nasafy, dan para Ahli tafsir lainnya menyebutkan bahwasanya Nabi Musa AS. pernah berjanji kepada kaumnya bani Israil -saat mereka masih berada di Mesir- jika Allah  ﷻ membinasakan Fir’aun beserta Bala tentaranya maka ia akan memberikan semacam Kitab suci yang di dalamnya terdapat perintah-perintah dari Allah  ﷻ . untuk mereka kerjakan, juga larangan-larangan yang harus mereka tinggalkan sebagaimana lazimnya umat beragama.


Selepas Allah  ﷻ menyelamatkan nabi Musa AS bersama bani Israil dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya sekaligus menenggelamkanya di dasar laut Merah, nabi Musa AS ingin menunaikan janjinya kepada Bani Isail tersebut. Ia pun meminta kepada Allah  ﷻ untuk memberinya suatu kitab yang bisa dijadikan pegangan oleh Bani Israil dan juga orang-orang setelahnya.


Kemudian Allah  ﷻ . berwasiat kepada nabi Musa AS untuk pergi ke suatu gunung di antara perbukitan Sinai –yang sekarang dinamai oleh penduduk setempat sebagai Gunung Musa (Jabal Musa)- untuk bermunajat di sana selama 30 hari. Dalam masa permunajatannya, Allah  ﷻ memerintahkannya untuk berpuasa dan terus berdzikir.


Sebelum berangkat, Nabi Musa AS meminta saudaranya –Nabi Harun AS– untuk menggantikannya mengurus Bani Israil selama bermunajat. Nabi Musa AS. juga menegaskan agar Nabi Harun AS. untuk selalu peka terhadap apa pun yang terjadi pada kaumnya dan membantu mereka apabila ada suatu permasalahan. Setelah itu, Nabi Musa AS. pun berangkat ke sinai dan memulai munajatnya.


Al-Imam Ad-Dailamy meriwayatkan sebuah hadis marfu’ dari Ibnu Abbas رضي الله عنه: “Tatkala Nabi Musa AS. menyelesaikan permunajatannya kepada Allah  ﷻ , -Dengan berpuasa selama 30 hari siang dan malamnya-, tibalah waktu pertemuannya dengan Allah  ﷻ -untuk mendapatkan kitab yang telah Allah  ﷻ janjikan-. Namun, Nabi Musa AS tidak ingin ketika bertemu nanti mulutnya masih bau karena sekian lama berpuasa. Ia pun mengambil dedaunan di sekitarnya lalu mengunyahnya.


"Allah yang mengetahui hal tersebut, kemudian bertanya: 'Mengapa kamu berbuka puasa, Musa?' Nabi Musa Menjawab, 'Tuhanku, Aku hanya tidak ingin pada saat berbicara dengan-Mu nanti, mulutku dalam keadaan bau karena berpuasa.' Lalu Allah  ﷻ Menjawab lagi: 'Hai Musa, Apakah kamu tidak tahu kalau bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi bagi-Ku daripada harumnya kasturi?'

__ADS_1


“Kembalilah berpuasa 10 hari, lalu datang datanglah lagi untuk berbicara denganku.


Kejadian ini selaras dengan firman Allah Swt. Dalam surat Al-A’raf ayat 142


وَوَٰعَدۡنَا مُوسَىٰ ثَلَٰثِينَ لَيۡلَةٗ وَأَتۡمَمۡنَٰهَا بِعَشۡرٖ فَتَمَّ مِيقَٰتُ رَبِّهِۦٓ أَرۡبَعِينَ لَيۡلَةٗۚ


“Dan kami janjikan kepada Musa (memberikan kitab taurat) tiga puluh malam, dan kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang ditentukan tuhannya empat puluh malam.”


"Setelah selesai 40 hari berpuasa, Nabi Musa AS kemudian datang kembali untuk bercakap-cakap dengan Allah  ﷻ . Ia berkata, 'Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu.” (QS. Al-A’raf : 143) Allah Swt. berfirman: “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya, niscaya engkau dapat melihat-Ku.”


"Kemudian, tatkala Allah  ﷻ menampakkan keagungan-Nya kepada gunung (yang telah ditunjuk), meledaklah gunung tersebut hingga hancur. Nabi Musa AS. yang menyaksikannya seketika jatuh pingsan. Ketika tersadar, beliau pun berkata, 'Maha suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.'(QS. Al-A’raf : 143)


وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ٢٢ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ٢٣


“Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu beseri-seri. Kepada tuhannya mereka memandang.”


Kita tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Allah  ﷻ Menampakkan diri-Nya kepada nabi Musa As saat itu.


"Setelah siuman dari pingsan, Allah  ﷻ kemudian berfirman kepadanya,'Wahai Musa, sesungguhnya aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku (lembaran-lembaran taurat). karena itu, berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.' (QS. Al-A’raf : 144)

__ADS_1


Di dalam lembaran-lembaran (alwah atau suhuf) Taurat yang telah Nabi Musa AS terima, Allah  ﷻ menuliskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh bani Israil. Seperti penjelasan tentang halal dan haram, baik dan buruk, juga nasihat-nasihat yang penting bagi umatnya.


Setelah mendapat Taurat, Nabi Musa AS kembali kepada kaumnya dengan harapan agar hidup mereka menjadi lebih baik karena adanya kitab Taurat.


Dapat kita bayangkan betapa besarnya rasa cinta Nabi Musa AS kepada umatnya. Agar umatnya mendapat hidayah, Nabi Musa AS. rela pergi jauh ke pegunungan sinai dan berpuasa di sana selama 40 hari 40 malam. Namun yang ia dapati sebahagian besar dari umatnya itu kembali kepada kekafiran (Adapun kisahnya kita kenal dengan istilah patung emas yang bisa mengeluarkan suara).


Maafkan Author yang belum bisa menguraikan kisah ini secara lengkap.


Semoga bermanfaat ...


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2