7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu

7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu
Bab 1.4


__ADS_3

.


.


.


Detik-detik kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, tepat tanggal 12 Robi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke-12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikit pun.


Allah  ﷻ berfirman kepada Malaikat Jibril Al-Amin:


"Wahai Jibril... Serukanlah kepada seluruh arwah suci para Nabi, Rasul dan para Wali agar berbaris rapi menyambut kehadiran kekasih-Ku Al-Musthafa.


"Wahai Jibril, Bentangkanlah hamparan kemuliaan dan keagungan derajat Al-Qurab dan Al-Wishal kepada kekasih-Ku yang memiliki maqam luhur di sisi-Ku.


"Wahai Jibril, perintahkanlah kepada Malik agar menutup semua pintu Neraka.


"Wahai Jibril, perintahkanlah kepada Ridwan agar membuka seluruh pintu Surga.


"Wahai Jibril pakailah olehmu Haullah Ar-Ridwan (Pakaian agung yang meliputi keagungan Allah  ﷻ ) demi menyambut kekasih-Ku Muhammad .


"Wahai Jibril, turunlah ke bumi dengan membawa seluruh pasukan malaikat Muqarrabin, Karubbiyyin, Para Malaikat yang selalu mengelilingi Arsy-Ku demi menyambut kedatangan kekasih-Ku .


"Wahai Jibril, kumandangkanlah seruan ke penjuru langit hingga lapis ketujuh dan ke segenap penjuru bumi hingga lapisan paling dalam, beritakanlah kepada seluruh makhluk-Ku bahwa sesungguhnya sekarang adalah saatnya kedatangan Nabi akhir zaman, Muhammad Al-Musthafa."


Perintah Allah  ﷻ ini segera dilaksanakan Malaikat Mulia Al-Amin hingga di semesta terliputi pedaran Cahaya Agung kemilauan dari sayap-sayap mereka.


Persaksian tidak kalah hebat dialami Ummu Agung Sayyidah Aminah binti Wahb yang dengan izin Allah  ﷻ , ia diperkenankan melihat seluruh penjuru bumi, dari mulai Syria hingga Palestina dipenuhi cahaya.


Seorang Ulama dalam kitab Maulid Ad-Diba'i, Syeikh Abdurahman Ad-Diba'i hal. 192-193 menuliskan;


"Sesungguhnya saat malam kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, Arsy seketika bergetar hebat nan luar biasa meluapkan kebahagiaan dan kegembiraannya, Kursi Allah bertambah kewibawaan dan keagungannya dan seluruh langit dipenuhi cahaya bersinar terang dan para malaikat seluruhnya bergemuruh mengucapkan pujian kepada Allah  ﷻ .


Saat itu, Abdul Mutthalib رضي الله عنههُ  sedang bermunajat kepada Allah  ﷻ di sekitar Ka'bah.


Diriwayatkan bahwa sesungguhnya Abdul Mutthalib رضي الله عنههُ  berkata;


“Sewaktu aku berada di dekat Ka’bah, patung berhala yang ada di dalam Ka’bah tiba-tiba jatuh tersungkur dari tempatnya dalam bentuk bersujud kepada Allah Ta’ala. Aku juga mendengar suara dari dinding Ka’bah, ‘Nabi terpilih telah lahir yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan aku dari beberapa patung berhala, serta memerintahkan untuk menyembah kepada Dzat Yang Merajai Alam ini.'”


Selain itu, terdapat suara lain yang datang dari Ka’bah ketika Rasulullah ﷺ lahir. Yaitu; “Katakanlah telah datang kebenaran (Islam) dan tidak akan memulai kebatilan, juga tidak akan mengembalikan kekufuran.”


Keadaan di Mekkah  dan sekelilingnya di subuh hari pada saat Rasulullah ﷺ dilahirkan begitu damai dan menenangkan jiwa. Keadaan alam yang seperti itu tidak pernah dirasakan penduduk Mekkah sebelumnya. Di malam itu, seluruh alam raya bergembira dan bershalawat dengan cara yang berbeda-beda.


Sementara itu di tempat lain, Sayyidah Aminah رضي الله عنهّٰهُ  yang sedang di temani oleh 4 sosok wanita yang mulia itu melihat cahaya yang sangat terang menyinari dari tubuh bayi yang dilahirkannya itu yang tidak lain adalah Rasulullah ﷺ.


Ada pula kesaksian seseorang yang pernah menyaksikan peristiwa kelahiran Rasulullah ﷺ. Ia adalah ibu Utsman binti Abdash, ia berkata "Aku menyaksikan ketika Aminah melahirkan Rasulullah, keluar cahaya yang menyinari seluruh rumah. Di saat itu aku sedang berada di rumahnya. Kemanapun kami melihat, yang terlihat adalah cahaya." Hadist ini diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani, juga Al-Haitami dalam Kitab Majma'.


Banyak sekali hadist-hadist yang menyebutkan bahwa seluruh anggota tubuh Rasulullah ﷺ, serta wajah Beliau ﷺ bercahaya. Ada sahabat yang berkata, "Aku punya pertanyaan yang bertahun-tahun tidak sanggup aku sampaikan karena wibawa Rasulullah."


Karena cerita-cerita tentang wibawa Rasulullah itu, ada orang yang bertanya kepada Al Barra', "Apakah wajah itu seperti pedang, sehingga orang yang melihatnya ketakutan?"


"Tidak. Wajahnya seperti rembulan."


Ka'ab bin Malik menceritakan; "Ketika mengucapkan salam kepada Rasulullah, aku melihat wajah Beliau berseri-seri karena kebahagiaan. Jika merasa bahagia, wajah Rasulullah itu berseri-seri seperti rembulan." (Shahih Al-Bukhari bab sifat Nabi)

__ADS_1


Ada banyak referensi yang menguatkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ jelas terang benderang disinari oleh cahaya Nur yang tak bisa dinafikan, hingga dilihat oleh seorang Yahudi di kota Makkah.


Dalam Kitab Nurul Abshar fi Manaqib An-Nabiyyil Mukhtar karya Syeikh Mu'min as-Syablanji Ulama Sunni Abad ke-13 H pada Halaman 27: Di sana diriwayatkan ada seorang Yahudi di Kota Makkah yang menanyakan tentang peristiwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ dari indikasi cahaya terang benderang yang ia lihat di malam itu.


Dalil lain yang menguatkan ada pada kitab 'Uyunul Atsar' karya Al-Hafidz Muhammad al-Ya'mari halaman 81 dari pengakuan Fathimah binti Abdillah yang menyaksikan cahaya terang benderang itu pada malam itu dengan ucapannya: فما شيئ أنظر إليه من البيت إلا نور "Aku tidak melihat dari rumahku, melainkan cahaya yang terang benderang."


Selain itu, dalam Kitab Al-Khasaish Al-Kubro karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi halaman 83 meriwayatkan hal sama dari ucapan Sayyidah Aminah رضي الله عنهّٰهُ , ibunda Rasulullah yang menyatakan kebenaran adanya cahaya terang benderang itu dengan ungkapan: ورأيت نوا ساطعا من رأسه حتى بلغ السماء "Aku menyaksikan cahaya memancar dari kepala bayiku Muhammad hingga menembus langit."


Menurut Ibnu Rajab رضي الله عنه, keluarnya cahaya pada saat Rasulullah ﷺ dilahirkan merupakan isyarat bahwa kelak terdapat cahaya yang membuat penduduk bumi mendapatkan petunjuk dan gelapnya kemusyrikan akan sirna.


Sebagaimana Allah  ﷻ berfirman,


يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ ١٥ يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ ١٦


Artinya: "Wahai Ahli Kitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk menjelaskan banyak hal dari (isi) kitab suci yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak hal (pula). Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab suci yang jelas. Dengannya (kitab suci) Allah menunjukkan kepada orang yang mengikuti rida-Nya jalan-jalan keselamatan, mengeluarkannya dari berbagai kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan kepadanya (satu) jalan yang lurus." (QS Al Maidah: 15-16)


Kajadian-kejadian luar biasa pun terjadi di beberapa tempat setelah kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.



Singgasana Raja Persia Bergoyang



Singgasana Raja Persia Kisra Anusyirwan yang bergoyang-goyang hingga menimbulkan bunyi. Tak hanya singgasana, 14 balkon Istana Raja Kisra juga runtuh.



Padamnya api Majusi




Jin Tidak Bisa Mencuri Berita



Sebelum kelahiran Nabi Muhammad ﷺ para jin leluasa mencuri berita gaib dari langit untuk disampaikan kepada para tukang sihir. Setelah kelahiran Nabi Muhammad ﷺ jin yang berusaha mencuri dengar berita gaib dari langit akan menjumpai panah api yang akan membunuh mereka.


Ketika para jin dilarang naik ke langit, maka mereka berkumpul pada raja Iblis, dan berkata;


“Dahulu kami bisa naik ke langit, tetapi hari ini kami telah di larang untuk naik."


Raja Iblis menjawab, “Menyebarlah kalian di muka bumi, dari barat sampai timur, dan lihatlah dengan seksama apa yang sebenarnya telah terjadi!”


Mereka lalu menyebar. Setelah mengeliling bumi dari timur ke barat, sampailah mereka ke Kota Mekkah. Di sana tampak oleh mereka Nabi kita sedang dikelilingi para malaikat, dan memancar cahaya dari dirinya hingga mencuat ke langit, sedangkan para malaikat-malaikat itu saling memberi ucapan selamat satu dengan yang lain.


Kemudian setan-setan itu kembali menghadap Raja Iblis, sambil menceritakan semua apa yang telah mereka saksikan itu. Maka Raja Iblis pun berteriak dengan suara yang sangat keras; “Aaaaah, telah keluar 'Ayatul alam' dan rahmat bagi bani Adam, karena itulah kalian telah dicegah untuk naik ke langit, tempat pandangannya dan pandangan umatnya!!”



Bintang Besar Bercahaya

__ADS_1



Para ahli kitab (Kaum Yahudi dan Nasrani) melihat bintang besar dan bercahaya begitu terang tepat di malam kelahiran Muhammad ﷺ. Sebelumnya bintang itu tidak pernah terlihat dan di antara mereka ada yang berseru, “Nabi penutup zaman sudah lahir.”


Ka’bul Akhbar berkata, “Saya telah melihat di dalam Taurat bahwa Allah Ta’ala telah mengabarkan kepada Kaum Musa tentang saat lahirnya Nabi Muhammad ﷺ.


“Sesungguhnya bintang tetap yang telah kamu ketahui itu, bila ia bergerak dari tempatnya menandakan bahwa Rasulullah saw telah lahir.”


"Dan benar ketika Nabi Muhammad ﷺ lahir, bintang itu pun bergerak dan pindah dari tempat asalnya."


Maka para ahli kitab itu semuanya mengetahui bahwa Rasul yang diberitakan Allah itu telah lahir ke dunia, namun mereka merahasiakan disebabkan kedengkian mereka juga.



Salam Burung-Burung



Ketika Nabi Muhammad ﷺ dilahirkan di dunia, burung-burung indah berterbangan di atas langit kota Mekkah dan saling berkicau seakan-akan memberi salam sejahtera kepada kelahiran Nabi akhir zaman.



Pohon Kurma Kering Kembali Berbuah



Dalam Injil (Kitab suci kaum Nasrani) digambarkan tentang tanda-tanda kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.


“Bahwa apabila pohon kurma yang kering mengeluarkan dedaunan, maka itu menandakan lahirnya Rasulullah ﷺ ke dunia.”


Dan ketika Rasulullah ﷺ lahir, pohon kurma yang kering dan layu kemudian menjadi segar, keluar daun dan berbuah. Melihat hal itu, kaum Nasrani pun mengetahui bahwa Rasul yang dijanjikan Allah  ﷻ di dalam kitab Injil telah lahir ke dunia. Namun hal itu juga mereka rahasiakan, disebabkan kedengkian mereka.


Hal itu benar terjadi, dan orang-orang Yahudi pun juga menyembunyikannya karena kedengkian mereka kepada Nabi Muhammad ﷺ yang bukan berasal dari Bani Israil.



Mata Air Kering Memancar Kembali



Di kitab Zabur (kitab suci Nabi Daud a.s.) dikabarkan juga tentang kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.


“Ketika mata air yang sudah kalian kenal kering dan tiba-tiba memancarkan air dengan derasnya maka pada saat itulah Nabi Muhammad telah lahir ke dunia.”


Namun kembali sebab kedengkian orang-orang Yahudi juga menyembunyikan tanda-tanda yang mereka ketahui.


Hal tersebut tertuang dalam Alquran, Allah  ﷻ berfirman:


وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًاۢ بِرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗٓ اَحْمَدُۗ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ - ٦


Artinya : "Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, 'Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).' Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, 'Ini adalah sihir yang nyata.'"(QS. As Saf: 6)


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2