
.
.
.
Hamzah رضي الله عنه kemudian membukakan pintu dan masuklah Umar رضي الله عنه dengan menyampaikan niatnya untuk memeluk Islam.
"Wahai Muhammad, aku datang untuk beriman kepada Allah, juga kepada rasul-Nya, dan kepada ajaran yang ia bawa dari-Nya," kata Umar رضي الله عنه.
Rasulullah ﷺ lantas bertakbir dan diikuti para sahabat. Takbir tersebut menggetarkan rumah Arqam dan seluruh sahabat di rumah itu mengetahui bahwa Umar رضي الله عنه telah masuk Islam. Peristiwa ini terjadi tiga hari setelah Hamzah رضي الله عنه memeluk Islam, pada suatu hari di bulan Dzulhijjah tahun keenam kenabian.
Sebelum lanjut, Author akan menceritakan tentang kisah Hamzah bin Abdul Mutthalib masuk Islam.
Hamzah bin Abdul Mutthalib
Hamzah bin Abdul Muthalib رضي الله عنه adalah paman Rasulullah dengan julukan Asadullah (Singa Allah). Ini biografi, perjalanan masuk islam, hingga kisah wafat Hamzah.
Bagi pemeluk agama Islam, mungkin nama Hamzah bin Abdul Muthalib رضي الله عنه tidaklah terdengar asing. Dia adalah salah satu paman nabi yang memiliki peran begitu besar dalam perjuangan Beliau ﷺ menyebarkan agama Islam.
Menjadi seorang paman, sahabat, sekaligus saudara sepersusuan, Hamzah رضي الله عنه tentu memiliki hubungan yang amat dekat dengan Rasulullah ﷺ.
Tidak heran Rasulullah ﷺ begitu sedih saat kematian Hamzah –yang nantinya melegenda terjadi. Penasaran dengan ceritanya? Simak selengkapnya berikut ini.
- Biografi Hamzah Bin Abdul Muthalib رضي الله عنه
__ADS_1
Hamzah bin Abdul Muthalib رضي الله عنه dilahirkan di Mekkah sekitar tahun 568. Merujuk dari tahun dilahirkan ini, usia Hamzah رضي الله عنه diperkirakan lebih tua dua tahun dari Nabi Muhammad ﷺ.
Dia adalah anak dari Abdul Muthalib رضي الله عنه (kakek Nabi Muhammad) dan adik berbeda ibu dari Abdullah رضي الله عنه (ayah Nabi ﷺ).
Artinya, Hamzah رضي الله عنه dan Abdullah رضي الله عنه (ayah Rasul) adalah adik kakak dengan satu ayah tetapi berbeda ibu. Meski begitu, ternyata hubungan antara Hamzah رضي الله عنه dan Rasulullah ﷺ juga terhubung dari pihak Ibu.
Pasalnya, Halah binti Wuhaib (ibu Hamzah) adalah saudara sepupu Siti Aminah رضي الله عنه (Ibu Nabi Muhammad ﷺ).
Dengan begitu, Nabi ﷺ dengan Hamzah رضي الله عنه memiliki hubungan yang begitu dekat sejak kecil, terlebih Beliau ﷺ (Sama-sama pernah disusui oleh budak Abu Lahab yang bernama Tsuwaibah) keduanya juga terhitung sebagai saudara sepersusuan.
Oleh sebab itulah, Hamzah رضي الله عنه memiliki rasa sayang dan hormat yang begitu tinggi pada Rasulullah ﷺ bahkan sebelum mulai memeluk Islam.
Walau memiliki hubungan yang begitu dekat dengan Rasulullah ﷺ, seperti yang tertulis dalam kisah Nabi Muhammad dalam proses dan upaya menyebarkan ajaran agama Islam, Hamzah رضي الله عنه belum memeluk Islam .
Meski demikian, hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa hormat serta sayang yang dimilikinya terhadap Nabi ﷺ.
Dia selalu ada untuk melindungi Nabi ﷺ pada masa-masa sulit Beliau ﷺ dan bahkan akan marah jika mendapati seseorang yang menjelekkan hingga menyakiti Nabi ﷺ.
Diriwayatkan bahwasanya asal mula Hamzah رضي الله عنه memutuskan memeluk Islam adalah karena kejadian kaum Musyrikin yang melemparkan kotoran unta pada kepala Rasulullah ﷺ.
Namun, ada juga yang mengatakan bahwa Hamzah ﷺ masuk Islam karena tidak terima Nabi ﷺ diserang oleh Abu Jahal.
Dikisahkan bahwasanya seorang budak wanita melihat Abu Jahal yang bertemu dengan Rasulullah ﷺ di Bukit Shafa.
Disana, dia menyakiti dan memaki-maki Nabi ﷺ yang tidak balas sepatah kata pun oleh Beliau ﷺ.
Hal ini pun diceritakan oleh budak tadi pada Hamzah bin Abdul Mutthalib رضي الله عنه.
Mendapati cerita itu, sebagai seorang pemuda Quraisy dengan harga diri tinggi dan kepribadian tegas, Hamzah رضي الله عنه merasa tidak terima. Dia pun menghampiri Abu Jahal dengan membawa busur panah.
__ADS_1
Abu Jahal yang saat itu sedang duduk-duduk di antara kaumnya, berdiri untuk menyambut Hamzah رضي الله عنه. Namun, pemuda itu mengangkat busur panah kemudian memukulkannya pada kepala Abu Jahal hingga terluka.
Kemudian Hamzah رضي الله عنه berkata, “Apakah kau menghina Muhammad?”
Dia melanjutkan, “Ketahuilah sekarang aku telah mengikuti ajarannya. Jika kamu berani, silahkan saja balas perlakuanku ini.” Dan dari situlah Hamzah رضي الله عنه mulai memeluk Islam.
Hamzah رضي الله عنه sempat dilanda keraguan, karena memang awalnya kalimat itu keluar secara spontanitas atas harga diri akan keluarganya yang tidak ingin disakiti.
Hingga kemudian dia hanya meminta petunjuk pada Tuhan dan Maha Suci Allah ﷻ yang kemudian meneguhkan hatinya.
Hamzah رضي الله عنه pun menceritakan hal ini pada Rasulullah ﷺ dan Beliau ﷺ turut bersuka cita atas masuknya Hamzah رضي الله عنه ke agama Islam.
Tidak lupa, Nabi ﷺ juga mendoakan agar pamannya tersebut diberikan keteguhan hati yang kuat oleh Allah ﷻ .
Mengetahui hal ini, kaum Quraisy bertambah khawatir dan gelisah karena dengan masuknya Hamzah رضي الله عنه ke agama Islam membuat kemungkinan pengikut Nabi ﷺ menjadi lebih banyak.
Setelah Hamzah bin Abdul Muthalib رضي الله عنه memeluk Islam, Abu Jahal berpikir bahwa perang antara kaum Muslim dan kaum Quraisy sudah tidak dapat dielakkan lagi.
Karena itu, dia mulai kesana kemari menghasut serta memprovokasi kaum Quraisy untuk menyakiti Rasullullah ﷺ dan pengikutnya.
Hal ini tidak dapat dihindari lagi, Rasulullah ﷺ dan pengikutnya mendapat tindak kekerasan lebih banyak. Tetapi di samping itu, keislaman Hamzah رضي الله عنه secara tidak langsung juga menjadi perisai serta benteng pelindung untuk kaum muslimin.
Lebih dari itu, karena Hamzah رضي الله عنه yang begitu tegas, cerdas, dan berwibawa, dia banyak disegani dan memiliki daya tarik tersendiri.
Sebab hal ini, banyak kabilah-kabilah Arab yang kemudian tertarik untuk mengetahui Agama Islam lebih dalam.
Selain hal itu, ketangkasan Hamzah رضي الله عنه membuatnya menjadi salah satu orang yang dipercayai untuk mendampingi Rasulullah ﷺ dalam setiap peperangan.
.
__ADS_1
.
.