
.
.
.
Dalam malam yang hening, bersama dengan Malaikat Jibril AS. yang menemaninya, Nabi Muhammad ﷺ menyaksikan langit di atas Masjid begitu indah, layaknya menyinari Ka’bah yang tempak begitu mempesona.
Sesampainya di Baitul Maqdis, bangunan megah itu langsung menampakkan keindahannya. Namun bukan itu saja yang bikin takjub.
Dalam masjid yang pernah jadi kiblat umat Islam tersebut, Nabi Muhammad ﷺ dipertemukan dengan para Nabi-nabi terdahulu yang sedang seperti menunggu seseorang.
Diriwayatkan dalam kitab tesebut, para Nabi terdahulu tersebut yang jumlahnya bisa mencapai ratusan meminta Nabi Muhammad ﷺ untuk memimpin shalat. Sebuah bentuk pengakuan atas sosok Nabi Muhammad ﷺ, kemudian Beliau ﷺ menjadi imam para Nabi di tempat tersebut dan mengerjakan shalat dua rakaat.
Setelah itu Beliau ﷺ lantas diberi dua gelas dengan isi yang berbeda-beda, yaitu khamr dan susu. Rasulullah ﷺ memilih susu, yang disebut oleh Jibril AS. sebagai memilih fitrah atau agama Islam.
...
Peristiwa Miraj dilaksanakan Nabi Muhammad ﷺ dari Masjid Al Aqsa naik ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha.
Kisah perjalanan spiritual tersebut diceritakan dalam Kitab al-Isra' wa al-Mi'raj karya Ibnu Hajar As-Asqalani dan Imam as-Suyuthi sebagaimana diterjemahkan Arya Noor Amarsyah dengan bersandar hadits yang dikeluarkan Imam Muslim dari Hamad ibn Salamah, dari Tsabit al-Banani, dari Anas ibn Malik رضي الله عنه.
Dalam riwayat tersebut diceritakan, Rasulullah ﷺ bertemu dengan Nabi Adam AS. di langit dunia. Kemudian, Beliau ﷺ melanjutkan perjalanan ke langit kedua. Di tempat ini Beliau ﷺ bertemu dengan Nabi Isa AS. dan Nabi Yahya AS.
Kedua Nabi tersebut menyambut kedatangan Rasulullah ﷺ dengan baik dan mendoakan Beliau ﷺ dengan baik pula. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda, "Selanjutnya kami dinaikkan ke langit kedua. Jibril AS juga meminta agar pintu langit itu dibukakan. Dia pun ditanya oleh penjaga pintunya, 'Siapa kamu?'
"Jibril menjawab, 'Aku Jibril.'
"Jibril ditanya lagi, 'Siapa yang bersamamu?'
"Dia menjawab, 'Muhammad.'
"Penjaga pintu langit itu kembali bertanya, 'Apakah dia diutus (untuk naik menghadap Allah?'
"Jibril menjawab, 'Dia memang diutus (untuk naik menghadap Allah).'
"Maka pintunya dibukakan untuk kami dan aku bertemu dengan dua orang sepupuku, yaitu Isa ibn Maryam dan Yahya ibn Zakariya. Keduanya menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku."
Usai bertemu dengan Nabi Isa AS. dan Nabi Yahya AS. di langit kedua, Rasulullah ﷺ melanjutkan perjalanan ke langit ketiga dan bertemu dengan Nabi Yusuf AS. Lalu, di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris AS.
Perjalanan masih berlanjut hingga langit ketujuh dan Sidratul Muntaha. Sebelum sampai ke sana, Beliau bertemu dengan Nabi Harun AS. di langit kelima dan Nabi Musa AS. di langit keenam. Lalu, bertemu dengan Nabi Ibrahim AS. di langit ketujuh.
Selain itu, Beliau ﷺ bertemu dengan:
Sekelompok Orang yang Kepalanya Pecah
__ADS_1
Rasulullah ﷺ melihat sekelompok orang yang yang memukul kepada dengan palu hingga pecah, lantas kepala itu utuh kembali dan dipukuli lagi. Hal itu terus berulang Nabi ﷺ begitu iba melihatnya.
Saat ditanyakan kepada Jibril AS, dijelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang kepalanya berat alias malas untuk melaksanakan salat fardhu, sehingga urung menunaikannya.
Orang-orang yang Enggan Bersedekah
Dalam perjalanan semalam itu, Nabi ﷺ melihat beberapa orang yang memakan pohon Dhari‘ (pohon kering dan berduri), zaqqum (tumbuhan yang rasanya pahit) dan batu yang panas.
Ketika ditanyakan kepada Jibril AS golongan ini adalah orang-orang yang tidak mau bersedekah.
Pezina yang Memilih Bukan Pasangan Sahnya
Mereka yang suka berselingkuh digambarkan seperti orang yang menggenggam daging empuk dan busuk. Namun, orang-orang itu justru memilih memakan daging busuk daripada daging empuk yang dibawanya.
Menurut Malaikat Jibril AS, mereka adalah orang yang lebih memilih tidur dengan perempuan lain, padahal ia memiliki istri sah.
Perampok atau Begal
Pemakan Riba
Nabi ﷺ melihat orang yang berenang di sungai yang penuh darah dan dilempari batu-batu. Ternyata, mereka adalah orang-orang yang gemar memakan harta riba.
Gila Jabatan
Mereka yang gila jabatan digambarkan sebagai orang yang memikul kayu bakar di pundaknya. Orang-orang itu terus menambah kayu bakar yang dipikulnya, walaupun sebenarnya mereka tidak kuat memikulnya.
Dai yang Tidak Mengamalkan Ucapannya
__ADS_1
Nabi ﷺ melihat sekelompok orang yang lidah dan mulutnya dipotong dengan menggunakan gunting besi. Setelah dipotong, mulut dan lidah mereka tumbuh seperti semula dan dipotong lagi. Kejadian itu selalu berulang.
Jibril AS pun menjelaskan bahwa golongan tersebut adalah para dai yang hanya ceramah, tetapi tidak mengamalkannya.
Para pengumpat
Saat itu Nabi ﷺ melihat golongan orang yang berkuku panjang dan terbuat dari tembaga. Mereka mencakar-cakar muka mereka dengan kuku tersebut.
Menurut Jibril AS, mereka adalah orang-orang yang mengumpat perbuatan orang lain, tetapi mereka melakukan perbuatan tersebut.
Provokator
Di tengah perjalanan Isra' Mi'raj, Nabi ﷺ melihat sebuah lubang kecil. Tiba-tiba keluarlah seekor sapi yang besar dari lubang tersebut. Sapi itu tidak mampu kembali masuk ke lubang tersebut karena terlalu besar.
Menurut Jibril AS, itu adalah perumpamaan bagi orang-orang yang gemar melakukan provokasi, sehingga menimbulkan masalah besar. Saat tersadar akan ulahnya, ia tidak mampu menyelesaikan masalah besar tersebut
Tidak membayar Zakat
Nabi ﷺ melintasi sekelompok orang yang hanya mengenakan pakaian untuk menutupi ******** dan memakan tumbuhan berduri. Mereka adalah gambaran umat yang enggan berzakat meski sudah waktunya.
Nabi ﷺ berjumpa pula dengan wanita yang memakai perhiasan serba indah, yang merupakan gambaran dunia yang bisa melalaikan orang dari akhirat. Kelak akan ada perwujudan lain, wanita itu menjadi tua renta, yang menandakan betapa dekatnya dunia menuju hari kiamat.
Lantas, Beliau ﷺ pun diperlihatkan dengan surga yang begitu indah. Dalam riwayat hadis Imam Bukhari disebutkan tentang gambaran surga indah yang membayangkannya saja membuat hati kita bahagia.
Dalam hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari dikisahkan, Nabi ﷺ lantas melihat surga yang begitu menyejukkan mata dan menenangkan hati.
“Kemudian aku dimasukkan ke dalam surga, ternyata di dalamnya banyak kubah terbuat dari mutiara dan tanahnya dari minyak kesturi.” (HR al-Bukhari).
Itulah tempat-tempat indah yang bikin takjub dan syukur ketika membayangkannya.
Sebuah mukjizat dari Nabi Muhammad bernama Isra Mi'raj yang begitu bermakna dan penuh hikmah.
.
.
__ADS_1
.