7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu

7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu
Bab 3.4


__ADS_3

.


.


.


Khadijah رضي الله عنه merupakan wanita pilihan yang dikenal atas sifat luhurnya, berasal dari keturunan yang baik, dan cantik. Ia juga dikenal sebagai wanita cerdas berpikiran terbuka, serta memiliki pendirian yang teguh. Oleh karena itulah, orang-orang di sekitarnya menjulukinya Ath Thahirah yang berarti suci dan mulia.


Suatu hari, mata Rasulullah ﷺ berkaca-kaca seraya bersabda kepada para sahabatnya:


“Allah tidak pernah memberikanku wanita yang lebih mulia daripada Khadijah. Di saat manusia tidak percaya, dia sendiri yang percaya. Ketika semua orang mendustakan diriku, dia sendiri yang menerimaku. Ketika manusia berlarian dariku, ia mendukungku, baik ketika ada maupun tiada. Dan Allah mengaruniaiku putra-putri bukan dari yang lain, melainkan darinya.”


Akh, membaca sabda Rasulullah ﷺ di atas saja kita sudah tahu betapa besar cinta Khadijah رضي الله عنه kepadanya.


“Khadijah adalah seorang wanita terbaik. Ia percaya dan beriman kepadaku, saat orang lain mengingkariku, ia membenarakanku ketika orang lain mendustakanku. ia telah mengorbankaan semua harta bendanya disaat orang lain mencegah kemurahannya kepadaku. Dan, ia telah melahirkan, bagiku, beberapa putra-putri yang tidak kudapatkan dari istri-istriku yang lain.” 


...*****...


Mekkah sebelum datang Islam, sungguh penuh dengan kejahiliyahan. Berbagai tindak kejahatan dan perbuatan keji menjadi kebiasaan penduduknya. Mabuk-mabukan, membunuh anak-anak perempuan mereka, perang antar suku, menyembah berhala menjadi trend saat itu. Hal ini membuat Rasulullah ﷺ yang waktu itu belum diangkat menjadi Rasul, menjadi risau dan galau. Beliau ﷺ sering pergi ke gua Hira untuk ikhtila’ atau menyendiri. Beliau ﷺ melakukan ikhtila’ di gua untuk beberapa malam bahkan kadang sampai sepuluh malam. Kemudian Beliau ﷺ turun kembali ke keluarganya untuk mengambil bekal dan kemudian kembali lagi ke gua Hira untuk melakukan uzlah. Demikian keadaan itu berlangsung sampai Allah  ﷻ menurunkan wahyu yang pertama melalui malaikat Jibril AS.


Khadijah رضي الله عنه mendukung dengan menyediakan dan menyiapkan bekal untuk Rasulullah. Hingga pada suatu hari Rasulullah pulang dari gua Hira dengan tubuh gemetar. Rasulullah ﷺ segera menemui Siti Khadijah رضي الله عنه dan berkata, “Selimutilah aku. Selimutilah aku!”


Khadijah رضي الله عنه kemudian menyelimuti Rasulullah ﷺ. Di saat Rasulullah ﷺ sudah mulai tenang, Beliauﷺ berkata, “Wahai Khadijah, tahukah kau apa yang terjadi denganku tadi?”


Kemudian Rasululllah ﷺ menceritakan apa yang terjadi di gua Hira, dimana pada saat itu Allah SWT mengutus malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama. Malaikat Jibril AS. menemui Rasulullah ﷺ dan mendekap beliau sambil mengucapkan, “Bacalah….”


“Aku tidak bisa membaca..” jawab Rasulullah ﷺ.


Kemudian malaikat Jibril AS. mendekap beliau kembali dan berkata, “Bacalah….”

__ADS_1


“Aku tidak bisa membaca.” Rasulullah ﷺ kembali menjawab.


Untuk yang ketiga kalinya malaikat Jibril AS. mendekap Rasulullah ﷺ dan berkata,


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١


خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢


اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣


الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤


 عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥


1. iqra` bismi rabbikallażī khalaq


3. iqra` wa rabbukal-akram


4. allażī 'allama bil-qalam


5. 'allamal-insāna mā lam ya'lam


Artinya, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”


“Sungguh aku khawatir terhadap diriku (dari gangguan makhluk jin),” berkata Rasulullah mengakhiri ceritanya.


“Tidak! Bergembiralah. Demi Allah, sesungguhnya Allah tidak akan membuat engkau kecewa. Engkau adalah seorang yang suka menyambung tali keluarga, selalu menolong orang yang susah, menghormati tamu, dan membela orang yang berdiri di atas kebenaran.” ucap Khadijah رضي الله عنه menghibur dan menenangkan suaminya.

__ADS_1


Ketika Khadijah رضي الله عنه mendengar kejadian yang dialami oleh Rasulullah di gua Hira, Siti Khadijah رضي الله عنه ingat dengan sepupunya yang bernama Waraqah bin Naufal bin Asad bin ‘Abdul Uzza bin Qushai.


Waraqah bin Naufal telah berusia lanjut dan kehilangan penglihatannya. Dia beragama Nasrani dan mampu menulis dalam bahasa Ibrani. Bahkan pernah menulis bagian-bagian Injil dalam bahasa Ibrani. Timbul niat Siti Khadijah رضي الله عنه untuk membawa suaminya, Rasulullah untuk menemui Waraqah bin Naufal.


“Wahai keponakanku, hal apa yang membawamu kemari?” bertanya Waraqah bin Naufal kepada Siti Khadijah رضي الله عنه.


“Wahai anak pamanku, dengarlah apa yang akan diceritakan oleh kemenakanmu ini (Rasulullah)," jawab Siti Khadijah رضي الله عنه.


Kemudian Rasulullah ﷺ menceritakan kejadian yang Beliau ﷺ alami di gua Hira.


“Itu adalah malaikat yang pernah Allah utus kepada Musa AS. Oh... alangkah bahagianya apabila aku masih muda dan perkasa. Alangkah bahagianya seandainya aku masih hidup tatkala kamu diusir oleh kaummu.”


“Apakah mereka akan mengusirku?” Rasulullah ﷺ bertanya.


“Ya, tidak ada seorang pun yang membawa seperti apa yang kamu bawa kecuali dimusuhi dan diperangi oleh kaumnya. Seandainya kelak aku masih hidup dan mengalami hari yang akan kamu hadapi itu, niscaya aku akan membantumu sekuat tenaga.”


Tidak berapa lama setelah kedatangan Rasulullah, Waraqah bin Naufal meninggal dunia.


Menurut riwayat yang valid, yaitu dari Baihaqi. Bahwa setelah kejadian itu, wahyu dihentikan sementara selama enam bulan. Tentang kedatangan Jibril AS. yang kedua, Baihaqi meriwayatkan sebuah riwayat dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah berbicara tentang terhentinya wahyu. Beliau berkata kepadaku, 'Di saat aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Ketika kepala kuangkat , ternyata Malaikat yang datang kepadaku di gua Hira, ku lihat sedang duduk di kursi antara langit dan bumi. Aku segera pulang menemui istriku dan kukakatan kepadanya, Selimutilah aku , selimutilah aku ….selimutilah aku ….!'".


Sehubungan dengan itu Allah  ﷻ kemudian berfirman, “Hai orang yang berselimut. Bangunlah dan berilah peringatan. Dan Tuhanmu agungkanlah. Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (QS Al Muddatsir 1-7)


Sejak itu wahyu mulai diturunkan secara kontinyu.


Setelah turun wahyu yang kedua, Rasulullah mulai mendakwahkan risalah Islam. Dakwah yang Beliau ﷺ lakukan di tiga tahun pertama adalah dakwah siriyyah atau dakwah secara sembunyi-sembunyi. Setelah itu turun lagi wahyu dari Allah  ﷻ yang menyerukan kepada Nabi ﷺ untuk berdakwah secara terang-terangan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2