7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu

7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu
Bab 7.5


__ADS_3

.


.


.


Saatnya Malaikat maut menjalankan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ﷺ ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah ﷺ bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." ucap Beliau.


Perlahan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengaduh. Putri tercinta Fatimah pun hanya bisa terpejam, Sementara Sayyidina Ali radhiallahu 'anhu yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan wajahnya.


"Jijikkah engkau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" ujar Rasulullah pada Malaikat Jibril.


Jibril menjawab: “Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat wajah Rasulullah, sedangkan Rasulullah sedang merasakan sakitnya maut?”


Saat roh sampai di perut, Rasulullah ﷺ bersada, Beliau ﷺ mengucapkannya dengan terbata-bata seraya menahan sakit,


الصَّلاَةَ الصَّلاَةَ وَاتَّقُوْا اللهَ فِيْمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ


"Perhatikanlah shalat kalian… Perhatikanlah shalat kalian… Dan hendaklah kalian bertakwa kepada Allâh Azza wa Jalla dalam urusan budak-budak kalian."


Ada juga riwayat yang mengatakan, Rasulullah bersabda, "Uushiikum bissholaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah salat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu),” ucap Rasulullah ﷺ dengan suara yang amat lemah.


Di luar, orang-orang menangis, para sahabat saling berpelukan. Sayyidah Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. Saat itu, roh Beliau ﷺ sudah sampai di tenggorokannya.


"Ummatii, ummatii, ummatiii!" dengan suara yang sangat lirih dan dalam.

__ADS_1


Rasulullah menghadap Allah Ta’ala pada Senin pagi 12 Rabiul Awal 11 Hijriyah (633 Masehi).


Rasulullah ﷺ sangat mencintai dan memikirkan umatnya, hingga beliau ingin semua siksa maut umatnya ditimpakan kepada Beliau.


Akhirnya, manusia termulia itupun menghembuskan nafasnya yang terakhir. Beliau ﷺ telah wafat, dalam pangkuan istri tercinta Aisyah رضي الله عنه .


Setelah Rasulullah ﷺ wafat, seluruh kota Madinah al-munawwarah terasa gelap gulita. Ketika itu, Abu Bakr رضي الله عنه tidak sedang berada di dekat Rasulullah ﷺ. Beliau رضي الله عنه sedang berada di rumahnya.


Umar bin Khatthab رضي الله عنه sangat terpukul mendengar berita kematian Rasullullah ﷺ . Dia berdiri sembari menyuarakan ketidak percayaannya mendengar kematian Rasullullah ﷺ .


Umar mengatakan, “Demi Allah! Rasullullah tidak wafat.”


Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan bahwa Umar bin Khatthab رضي الله عنه yang tidak percaya tentang berita wafatnya Rasullullah ﷺ berkata, “Sesungguhnya Rasullullah tidak wafat, akan tetapi Rabbnya telah mengirim utusan kepadanya sebagaimana Allah Azza wa Jalla telah mengirim utusan-Nya kepada Musa AS lalu dia meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari. Demi Allâh! Saya yakin Rasullullah akan hidup sehingga Beliau akan memotong tangan-tangan dan lisan orang-orang munafik yang mengira atau mengatakan bahwa Muhammad telah wafat."


Dalam suasana mencekam akibat ketidak percayaan Umar bin Khatthab رضي الله عنه , Abu Bakr رضي الله عنه datang ke tempat Rasullullah ﷺ setelah mendengar kematian Beliau. Beliau رضي الله عنه tanpa banyak bicara langsung menuju ke jenazah Rasullullah ﷺ yang ditutup dengan kain. Abu Bakr رضي الله عنه menyingkap bagian kain yang menutupi wajah Rasullullah ﷺ, lalu menangis. Ia mencium kening Rasullullah ﷺ sambil menangis. Ia mengatakan,


"Demi bapak dan ibuku! Engkau tetap wangi ketika masih hidup dan juga setelah wafat."


Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Abu Bakr رضي الله عنه setelah mencium kening Rasullullah ﷺ yang telah wafat, ia menangis dan mengatakan,


بِأَبِي أَنْتَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ لَا يَجْمَعُ اللَّهُ عَلَيْكَ مَوْتَتَيْنِ أَمَّا الْمَوْتَةُ الَّتِي كُتِبَتْ عَلَيْكَ فَقَدْ مُتَّهَا


"Demi bapakku! Wahai Nabi Allah Azza wa Jalla! Allah Azza wa Jalla tidak akan mengumpulkan padamu dua kali kematian. Sekarang kematian yang telah ditetapkan Allâh Azza wa Jalla untukmu telah engkau lalui."


Lalu ia keluar menemui Umar bin Khatthab رضي الله عنه dan berusaha menenangkannya, namun tidak berhasil. Akhirnya Abu Bakr رضي الله عنه membiarkan Umar رضي الله عنه dalam ketidak percayaannya lalu menghadapkan wajahnya kearah para Sahabat. Beliau mengawali pembicaraannya dengan membaca tasyahhud lalu mengatakan,   

__ADS_1


أَمَّا بَعْدُ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ مَاتَ وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ


"Amma ba’du, barangsiapa yang menyembah Muhammad ﷺ , maka sesungguhnya Muhammad ﷺ telah wafat. Dan barangsiapa yang menyembah Allah Azza wa Jalla , maka sesungguhnya Allah maha hidup dan tidak akan mati."


Lalu Abu Bakr Radhiyallahu anhu membaca ayat,


إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ


"Sesungguhnya kamu akan mati dan mereka akan mati." [Az-Zumar/39:30]


dan juga membaca ayat,


...وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ...


..."Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang maka dia tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada Allâh sedikit pun. Dan Allâh akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." [Ali ‘Imrân/3:144]...


Ibnu Abbas رضي الله عنه mengatakan,


وَاللَّهِ لَكَأَنَّ النَّاسَ لَمْ يَكُونُوا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ حَتَّى تَلَاهَا أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَتَلَقَّاهَا مِنْهُ النَّاسُ


"Demi Allah! Seakan semua orang tidak ada yang mengetahui bahwa Allah telah menurunkan ayat tersebut sampai Abu Bakr Radhiyallahu anhu membacakannya (kala itu), dan manusia mengambil ayat tersebut darinya.


Umar Radhiyallahu anhu mengatakan, “Demi Allah! Sesungguhnya aku seakan-akan belum pernah mendengar ayat ini sampai aku mendengar Abu Bakr Radhiyallahu anhu membaca ayat ini.  Sehingga saya lemas, saya tidak kuat berdiri dengan kedua kakiku dan jatuh ke tanah, ketika Abu Bakr membacakan ayat tersebut. Saat itu, saya yakin bahwa Rasullullah ﷺ telah wafat. Para Sahabat yang mendengar berita ini pun ikut menangis di masjid Nabi ﷺ.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2