
.
.
.
Dalam sebuah riwayat dikisahkan,
ketika itu Rasulullah ﷺ sedang berkumpul duduk bersama sahabat-sahabatnya, diantara para sahabat ada Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan lainnya. Lalu kemudian Rasulullah ﷺ bertanya kepada para sahabat, “Wahai sahabatku! Tahukah kalian siapakah hamba Allah yang paling mulia disisi Allah?"
Sahabat pun terdiam, lalu ada salah seorang sahabat berkata, “Para malaikat ya Rasulullah!”
Kemudian Nabi berkata, “Ya, para malaikat itu mulia, mereka dekat dengan Allah ﷻ mereka senantiasa bertasbih, berzikir, beribadah kepada Allah, tentulah mereka mulia. Namun bukan itu yang Aku maksud.”
Lalu para sahabat kembali terdiam. Kemudian salah seorang sahabat kembali menjawab, “Ya Rasulullah, tentu lah para Nabi, mereka itu yang paling mulia.”
__ADS_1
Nabi Muhammad ﷺ tersenyum, Baginda Nabi ﷺ berkata, “Ya, para nabi itu mulia, mereka itu adalah utusan Allah di muka bumi ini, mana mungkin mereka tidak mulia, tentulah mereka mulia, akan tetapi ada lagi yang mulia.”
Para sahabat kembali terdiam, bertanya-tanya siapa lagi orang yang mulia itu, hingga kemudian salah seorang sahabat berkata, “Ya Rasulullah! apakah kami para sahabatmu Wahai Rasulullah, apakah kami yang mulia itu?”
Kemudian Rasulullah ﷺ memandang wajah sahabatnya satu persatu, Rasulullah ﷺtersenyum dan berkata, “Tentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, kalian membantu perjuanganku, bagaimana mungkin kalian tidak mulia, tentulah kalian mulia”.
Para sahabat terdiam semua, mereka tak mampu berkata apa-apa lagi.
Lalu, Nabi Muhammad ﷺ merundukkan wajahnya, kemudian Rasulullah menangis di hadapan para sahabat-sahabatnya. Lalu para sahabat bertanya, “Mengapa Engkau menangis wahai Rasulullah?"
Rasulullah ﷺ pun mengangkat wajahnya, terlihat jelas air matanya berlinang membasahi pipi dan janggutnya. Baginda Nabi berkata, “Wahai saudaraku, sahabatku! Tahukah kalian siapa yang mulia itu? Mereka adalah manusia-manusia, mereka akan lahir jauh setelah wafatku nanti, mereka begitu mencintai Allah dan Rasul-Nya, Dan tahukah kalian? Mereka tak pernah memandangku..., Mereka tak pernah melihat wajahku…, Mereka tidak hidup denganku seperti kalian…, Tetapi mereka begitu rindu kepadaku… Dan saksikanlah wahai sahabatku semuanya, Aku pun rindu kepada mereka, mereka yang mulia itu, mereka adalah umatku.”
.....
Akhir kata, Author hanya bisa mengatakan; "Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang dirindukan dan merindukan Beliau ﷺ."
__ADS_1
Aamiin ...
Jika para sahabat meriwayatkan bahwa wajah Beliau ﷺ, lebih indah dari pada bulan purnama, sungguh ... Author tidak bisa menemukan sebuah kata yang bisa melukiskan keindahan itu.
Jika para sahabat meriwayatkan bahwa tangan Beliau ﷺ, lebih lembut dari pada sutra, sungguh ... Author tidak dapat menemukan perumpamaan lain yang melebihi lembutnya kain sutra.
Jika para sahabat meriwayatkan bahwa aroma tubuh Beliau ﷺ, lebih wangi dari pada kasturi, sungguh ... Author tidak dapat mengkhiaskan betapa wanginya tubuh yang mulia itu.
Bagaimana mungkin Author bisa melukiskan keindahan dan kesempurnaan dari kekasih-Nya? sungguh ... itu adalah hal yang mustahil.
Bagaimana mungkin Author bisa menyamakan sesuatu yang ada di dunia dengan sosok yang begitu mulia?
Tapi ...
Author sangat berharap kita semua bisa merasakan sebuah kedamaian dan ketenangan saat mengingat sosok yang mulia tersebut, merasakan manisnya kerinduan tanpa melihat, merasakan indahnya perasaan saat melangitkan sholawat untuk Beliau ﷺ.
__ADS_1
Semoga tulisan yang masih banyak kekurangan ini bisa bermanfaat untuk kita semua.
...- wassalam -...