7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu

7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu
Bab 6.3


__ADS_3

.


.


.


Di zaman Jahiliyah. hiduplah Raja bernama Habib bin Malik. di kota Syam. Ia penyembah berhala yang fanatik dan menentang serta membenci agama yang didakwahkan Rasulullah ﷺ.


Suatu hari, Abu Jahal menyurati Raja Habib perihal Rasulullah ﷺ. Surat itu membuatnya penasaran dan ingin bertemu dengan Rasulullah ﷺ, dan membalas surat itu dimana ia akan berkunjung ke Mekkah.


Pada hari yang telah ditentukan, berangkatlah ia dengan sepuluh ribu orang ke Mekkah. Sampai di desa Abtah, dekat Mekkah, ia mengirim utusan untuk memberitahu Abu Jahal bahwa ia telah tiba di perbatasan Mekkah.


Maka disambutlah Raja Habib oleh Abu Jahal dan Pembesar Quraisy. "seperti apa sih Muhammad itu?" tanya Raja Habib setelah bertemu dengan Abu Jahal.


"Sebaiknya Tuan tanyakan kepada Bani Hasyim," jawab Abu Jahal, lalu Raja Habib menanyakan kepada Bani Hasyim.


"Di masa kecilnya, Muhammad adalah anak yang bisa dipercaya, jujur dan baik budi. Tapi, sejak berusia 40 tahun ia mulai menyebarkan agama baru, menghina dan menyepelekan tuhan-tuhan kami. Ia menyebarkan agama baru yang bertentangan dengan agama nenek moyang kami." jawab salah seorang keluarga Bani Hasyim.


Raja Habib pun memerintahkan pengawalnya untuk menjemput Rasulullah ﷺ dan menyuruh untuk memaksa bila ia tak mau datang.


Dengan menggunakan jubah merah dan Sorban Hitam Rasulullah ﷺ datang bersama Abu Bakar As Siddiq dan Khadijah رضي الله عنه. Sepanjang jalan Khadijah رضي الله عنه menangis karena khawatir akan keselamatan suaminya, demikian pula ada Abu Bakar.

__ADS_1


"Kalian jangan takut, kita serahkan semua urusan kepada Allah." kata Rasulullah ﷺ


Sampai di desa Abtah, mereka disambut dengan ramah dan dipersilahkan duduk di kursi yang terbuat dari emas. Ketika Rasulullah duduk di kursi tersebut, memancarlah cahaya kemilau dari wajahnya yang berwibawa.


Semua orang yang menyaksikan tertegun dan kagum, maka berkata Raja Habib, "Wahai Muhammad, setiap Nabi memiliki mukjizat, mukzizat apa yang engkau miliki"


Dengan tenang Rasulullah ﷺ balik bertanya, "Mukjizat apa yang Tuan kehendaki?"


Raja Habib menjawab, "Aku menghendaki matahari yang tengah bersinar engkau tenggelamkan. Kemudian munculkanlah bulan, lalu turunkanlah bulan ke tanganmu, belah menjadi dua bagian dan masukkan masing-masing ke lengan bajumu sebelah kiri dan kanan. Kemudian keluarkan lagi dan satukan lagi, lalu suruhlah bulan mengakui Engkau adalah Rasul. setelah itu, kembalikan bulan itu ke tempatnya semula. Jika Engkau dapat melakukannya, aku akan beriman kepadamu dan mengakui kenabianmu."


Mendengar itu Abu Jahal sangat gembira, pasti Rasulullah ﷺ tidak dapat melakukannya. Namun, dengan tegas dan yakin Rasulullah menjawab, "Aku penuhi permintaan Tuan."


Kemudian Rasulullah ﷺ berjalan ke arah gunung Abi Qubaisi dan shalat dua rakaat. Usai shalat, Beliau berdoa dengan menengadahkan tangannya tinggi agar permintaan Raja Habib terpenuhi.


"Sesungguhnya Allah yang menjalankan matahari dan bulan, serta mengganti siang dan malam. Habib bin Malik mempunyai seorang putri cacat, tidak punya kaki dan tangan serta buta. Allah telah menyembuhkan anak itu, ia bisa berjalan, meraba dan melihat."


Lalu, Bergegaslah Rasulullah turun menjumpai orang kafir sementara cahaya yang memantul dari wajahnya semakin bersinar. Waktu itu matahari telah beranjak senja. matahari hampir tenggelam, sehingga suasananya remang-remang.


Tak lama kemudian Rasulullah berdoa agar bulan segera terbit, maka terbitlah bulan dengan sinar yang benderang. Tiba-tiba suasana jadi amat menegangkan, terdengar suara gemuruh yang dahsyat. Segumpal awan mengiringi turunnya bulan ke tangan Rasulullah ﷺ, segera setelah itu Beliau ﷺ membelahnya menjadi dua bagian lalu memasukkannya ke lengan baju kanan dan kiri, tidak lama kemudian Beliau ﷺ mengeluarkan potongan bulan itu dan menyatukannya kembali.


Dengan sangat takjub orang-orang menyaksikan Rasulullah ﷺ menggenggam bulan yang bersinar dengan indah dan cemerlang. bersamaan dengan itu, Bulan mengeluarkan suara, "Asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh."

__ADS_1


Melihat hal itu, pikiran dan perasaan semua yang hadir terguncang. Sungguh! Ini bukan mimpi, melainkan sebuah kejadian yang nyata. Sebuah mukjizat luar biasa hebat yang disaksikan sendiri oleh raja Habib bin Malik.


Ia menyadari itu tak mungkin terjadi pada manusia biasa, meski ia lihay dalam ilmu sihir sekalipun. Namun, hati Raja Habib masih beku. Maka, ia pun berkata, "Aku masih mempunyai syarat lagi untuk mengujimu!"


Belum lagi Raja Habib sempat melanjutkan ucapannya, Rasulullah ﷺ memotong pembicaraannya, "Anda mempunyai Putri yang cacat bukan? Sekarang Allah telah menyembuhkannya dan menjadikannya seorang putri yang sempurna,"


Raja Habib pun terkejut karena tidak ada siapapun yang tahu penyakit anaknya yaitu lumpuh dan matanya buta. Kecuali, orang-orang istana dan mereka yang dekat dengannya saja.


Mendengar hal itu Raja Habib pun berdiri dan berseru, "Hai penduduk Mekkah, kalian yang telah beriman jangan kembali kafir, tidak ada lagi yang perlu diragukan! Ketahuilah, Sesungguhnya aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah utusan dan hamba-Nya."


Melihat semua itu, Abu Jahal jengkel dan marah, dengan penuh emosi ia berkata kepada raja Habib, "Wahai Raja Habib, Engkau beriman kepada tukang sihir ini hanya karena menyaksikan kehebatan sihirnya?"


Namun Raja Habib tidak menghiraukannya dan berkemas untuk pulang. Setelah sampai di pintu gerbang istana, putrinya yang sudah sempurna menyambutnya sambil mengucapkan dua kalimat syahadat.


Tentu saja, Raja Habib terkejut. "Wahai putriku, dari mana kamu mengetahui ucapan itu? Siapa yang mengajarimu?"


"Aku bermimpi didatangi seorang lelaki tampan rupawan yang memberi tahu bahwa Ayah telah memeluk Islam. Katanya, jika aku menjadi Muslimah, anggota tubuhku akan lengkap. Tentu saja aku mau kemudian Aku mengucapkan dua kalimat syahadat," jawab Sang Putri.


Maka, seketika itu juga ia pun bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah  ﷻ.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2