
.
.
.
Semua orang pasti mendambakan rumah tangga yang sakinah, dirahmati dan penuh berkah. Nabi Muhammad ﷺ adalah sosok terbaik yang mengajarkan kita bagaimana memuliakan perempuan .
Beliau ﷺ adalah seorang suami yang sangat meninggikan kedudukan para istrinya dan amat menghormati mereka. Ketika berselisih, Rasulullah ﷺ tidak pernah emosi apalagi bersikap kasar. Tutur katanya lembut, sikapnya selalu menyejukkan.
Dikisahkan, ketika Nabi ﷺ sedang marah kepada istrinya Aisyah رضي الله عنه , Beliau ﷺ berkata, "Tutuplah matamu!" Kemudian Aisyah رضي الله عنه menutup matanya dengan perasaan cemas, khawatir dimarahi Rasulullah ﷺ . Kemudian Rasulullah ﷺ berkata, "Mendekatlah!" Tatkala Aisyah رضي الله عنه mendekat, Rasulullah صلى الله عليه وسلم memeluk Aisyah sambil berkata, "Humairahku, telah pergi marahku setelah memelukmu."
Bahkan, Beliau ﷺ biasa memijit hidung Aisyah رضي الله عنه jika Beliau ﷺ marah, sambil berkata, "Wahai Aisyah, bacalah doa, 'Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad , ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan'". (HR Ibnu Sunni).
Suatu hari Rasulullah ﷺ pulang dari perjalanan jihad fisabilillah bersama para sahabat. Sementara itu di pintu gerbang Kota Madinah, Aisyah رضي الله عنه menunggu dengan rasa rindu. Ketika Rasulullah tiba di Madinah, Aisyah رضي الله عنه menyambut suami tercintanya dengan rasa bahagia. Tiba di rumah, Rasulullah ﷺ beristirahat melepas lelah.
Di belakang rumah, Aisyah رضي الله عنه sibuk membuat minuman untuk Rasulullah ﷺ. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Baginda Nabi yang mulia. Beliau ﷺ meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman itu tiba-tiba Aisyah رضي الله عنه berkata: "Ya Rasulullah , biasanya engkau memberikan sebagian minuman padaku, tapi kenapa hari ini engkau tidak memberikan gelas itu?"
Rasulullah ﷺ diam dan hendak melanjutkan meminum air digelas itu. Aisyah bertanya lagi, "Ya Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak engkau berikan?"
__ADS_1
Akhirnya Rasulullah ﷺ memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu. Aisyah رضي الله عنه pun meminum air itu dan spontan kaget memuntahkan air di gelas itu. Ternyata air itu terasa asin, bukan manis.
Mungkin saking tergesa-gesanya Aisyah رضي الله عنه baru tersadar bahwa minuman yang ia buat salah masukin campuran. Yang harusnya sari gula malah memasukkan sari garam. Kemudian Aisyah رضي الله عنه langsung meminta maaf kepada Rasulullah ﷺ
Betapa indahnya akhlak Nabi صلى الله عليه وسلم. Beliau ﷺ tidak tersulut emosi dengan suguhan minuman yang tidak enak itu. Padahal Beliau ﷺ masih lelah sepulang berjihad.
Demikian salah satu akhlak terpuji Rasulullah ﷺ ketika memperlakukan istrinya. "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya." Demikian sabda Beliau ﷺ diriwayatkan Imam at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ juga bersabda: "Saling berpesanlah kalian untuk memperlakukan wanita dengan baik. Karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian atasnya. Jika engkau bersikeras untuk meluruskannya, Niscaya engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok, karenanya saling berpesanlah (saling menasihati) berkenan dengan wanita." (Muttafaqun 'Alaih)
Jakarta Aisyah رضي الله عنه, putri Abu Bakar رضي الله عنه sahabat Nabi Muhammad ﷺ, adalah istri yang dinikahi Nabi saat masih muda dan masih dalam keadaan gadis. Nabi Muhammad ﷺ amat sayang kepadanya. Nabi ﷺ memiliki panggilan sayang, yaitu Ya Humairah (yang berarti yang kemerah-merahan).
Ada pula kisah mengenai Nabi Muhammad ﷺ yang bercanda dengan melakukan lomba lari dengan Aisyah رضي الله عنه.
Rasulullah Muhammad ﷺ pernah dikalahkan Aisyah رضي الله عنه dalam sebuah lomba lari. Dan Beliau ﷺ membalasnya beberapa tahun kemudian.
Seperti dikutip dari Dream, suatu ketika Nabi Muhammad ﷺ bersama sahabat sedang dalam perjalanan, ditemani Aisyah رضي الله عنه istri Nabi ﷺ. Saat itu Aisyah رضي الله عنه masih bertubuh kurus.
Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya untuk mempersilakan mereka berjalan lebih dulu. Kemudian Rasulullah berkata kepada Aisyah, " Ayo kemarilah. Kuajak engkau adu cepat lari." Aisyah رضي الله عنه dengan gesit lari dan berhasil mengalahkan Nabi ﷺ.
__ADS_1
Waktu terus berlalu. Beberapa tahun kemudian Aisyah رضي الله عنه kembali menemani Beliau ﷺ dalam sebuah perjalanan. Beliauﷺ kembali mempersilakan para sahabatnya untuk berjalan lebih dulu. Lalu, Beliau ﷺ berkata kepada Aisyah رضي الله عنه, " Ayo kemarilah! Kuajak engkau adu cepat lari."
Aisyah رضي الله عنه tersenyum. Sebab saat itu tubuhnya sudah mulai gemuk. Aisyah رضي الله عنه bertanya, " Bagaimana aku bisa beradu cepat denganmu ya Rasulullah, sedangkan badanku begini?"
Rasulullah ﷺ bersabda, "Ayo lakukanlah!"
Lalu Aisyah رضي الله عنه berusaha lomba lari dengan Nabi ﷺ .Saat itu Nabi berhasil mendahului Aisyah رضي الله عنه. Beliau ﷺ pun tertawa riang dan berkata, " Sekarang aku telah mampu mengalahkanmu."
Begitulah salah satu cara Nabi ﷺ menjaga romantisme dengan istri dalam berkeluarga.
Sumber : H.R Ahmad
Rasulullah ﷺ menikahi Aisyah رضي الله عنهsetelah Khadijah رضي الله عنه wafat. Aisyah merupakan istri ketiga Rasulullah ﷺ setelah Khadijah رضي الله عنهdan Saudah binti Zam’ah رضي الله عنه.
Aisyah رضي الله عنه merupakan sosok perempuan yang menjadi dambaan dan tauladan seluruh umat manusia di dunia.
.
.
__ADS_1
.