7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu

7 Bab Untuk Lebih Mencintai-Mu
Bab 1.7


__ADS_3

.


.


.


Halimah  رضي الله عنهٰهُ  melanjutkan penuturannya, "Kemudian kami pun bersiap-siap pergi menunggangi keledaiku. Semua bawaan kami juga kunaikkan ke atas punggung onta.


"Demi Allah, setelah kami menempuh perjalanan sekian jauh, tentulah onta-onta mereka tidak akan mampu membawa beban seperti yang aku bebankan di atas punggung ontaku.


"Sehingga rekan-rekanku berkata kepadaku, 'Wahai putri Abu Dzu'aib, celaka engkau! Tunggulah kami! Bukankah ini ontamu yang engkau bawa bersama kami dulu?' jawabku 'Demi Allah, begitulah. Ini adalah keledaiku yang dulu.' Lalu mereka berkata lagi, 'Demi Allah, keledaimu itu kini bertambah perkasa.'


"Kami pun tiba di tempat tinggal kami di daerah Bani Sa'ad. Aku tidak pernah melihat sepetak tanah pun yang lebih subur dari pada itu. Domba-domba kami datang menyongsong kedatangan kami dalam keadaan kenyang dan air susunya pun penuh berisi, sehingga kami bisa memerahnya dan meminumnya.


"Sementara orang lain yang memerah air susu hewannya sama sekali tidak mengeluarkan air susu walau setetes pun dan kelenjar susunya juga kempes.


"Sehingga mereka berkata garang kepada para pengembalanya. 'Celakalah kalian! Lepaskanlah hewan gembalaan kalian seperti yang dilakukan gembalanya putri Abu Dzu'aib.'


"Namun domba-domba mereka pulang ke rumah tetap dalam keadaan lapar dan setetes pun tidak mengeluarkan air susu. sementara domba-dombaku pulang dalam keadaan kenyang dan kelenjar susunya penuh berisi.


"Kami senantiasa mendapatkan tambahan barokah dan kebaikan selama dua tahun menyusui anak susuan kami, lalu kami menyapihnya. Beliau tumbuh dengan baik, tidak seperti bayi-bayi yang lain. Bahkan sebelum usia dua tahun pun Beliau sudah tumbuh pesat.


(Sejak kecil Muhammad Sallahu Alaihi Wasallam telah memperlihatkan keistimewaan yang sangat luar biasa. Usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara. Pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing).

__ADS_1


"Kemudian kami membawanya kepada Ibunya, meskipun kami masih berharap agar anak itu tetap berada di tengah-tengah kami, karena kami bisa merasakan barokahnya. Maka kami menyampaikan niat ini kepada ibunya.


"Aku berkata kepadanya, 'Andaikan saja engkau sudi untuk membiarkan anak ini bersama kami hingga menjadi besar, sebab aku khawatir dia terserang penyakit yang biasa menjalar di Mekkah.' kami terus merayu ibunya agar ia berkenan mengembalikan anak itu tinggal bersama kami."


Begitulah Rasulullah ﷺ tinggal di tengah Bani sa'ad, hingga tatkala berumur empat atau lima tahun, peristiwa pembelahan dada Beliau.


Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shohihnya, bahwa Rasulullah ﷺ didatangi oleh Malaikat Jibril ketika sedang bermain bersama anak-anak sebayanya, kemudian (Jibril) mengambilnya dan menelentangkannya, lalu membelah dadanya lalu mengeluarkan hatinya dan mengeluarkan satu gumpalan darinya, lantas berkata: “Ini adalah bagian Syaitan yang ada padamu“, kemudian mencucinya dalam bejana emas dengan air zam-zam lalu menata dan mengembalikannya ke tempat semula. Dan anak-anak (yang sedang bermain dengannya) berlarian mencari ibu susuannya seraya berseru: “Muhammad telah dibunuh”, maka mereka pun mendatangi Rasulullah ﷺ yang mukanya terlihat pucat.”


Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: “Saya pernah melihat bekas jahitan di dada Rasulullah ﷺ .”(Shahih Muslim no. 261)


Ibnu Sa’ad رضي الله عنه berkata bahwa "Umur Rasulullah ﷺ saat peristiwa tersebut (pembelahan dada) adalah 4 tahun. (Lihat ath-Thobaqoot I/112).


Pembersihan spiritual dari bagian syaitan, merupakan prolog dini kenabian dan persiapan untuk pemeliharaan dari berbagai kejahatan dan penyembahan kepada selain Allah  ﷻ . Tidak boleh ada di dadanya kecuali Tauhid.


Peristiwa masa kecil Beliau ﷺ telah menunjukkan hal tersebut, Beliau ﷺ tidak pernah melakukan dosa dan tidak pernah bersujud kepada berhala di saat hal tersebut menjadi sesuatu yg biasa di tengah kaumnya. (Lihat As-Sirah an-Nabawiyah Ash-Shohihah, DR. Akram Dhiya’ al-‘Umari).


Halimah  رضي الله عنهٰهُ menjadi sangat khawatir dengan keselamatan Muhammad. Lantas, ia membawa Muhammad ﷺ kepada Pendeta atau Dukun dan menceritakan peristiwa yang baru saja terjadi. Setelah mendengarkan cerita tersebut, Pendeta mengingatkan bahwa Muhammad ﷺ kelak akan mengubah agama orang-orang.


Halimah  رضي الله عنهٰهُ kemudian menjadi makin khawatir dengan keselamatan Muhammad ﷺ kecil, dan memutuskan untuk mengembalikannya ke ibunya di Mekah untuk melindunginya.


Setelah kemunculan Islam, Halimah  رضي الله عنهٰهُ  bersama suaminya menemui Nabi Muhammad ﷺ dan keduanya menyatakan keislaman dan memberikan baiatnya.


Ini terjadi pada masa-masa awal Islam, yang berarti Nabi ﷺ lebih sulit ditemui karena banyaknya ancaman dari pihak penentang. Halimah  رضي الله عنهٰهُ adalah orang yang menyadari sepenuhnya keistimewaan Nabi ﷺ karena Dialah yang mengasuhnya selagi bayi.

__ADS_1


Suatu hari, Halimah as Sa'diyah  رضي الله عنهٰهُ  menemui Nabi ﷺ di kediamannya. Ia menceritakan kesulitan yang dialaminya. Serta-merta, Muhammad ﷺ dan Khadijah  رضي الله عنهٰهُ menghadiahkan beberapa ekor kambing dan onta untuk Halimah  رضي الله عنهٰهُ.


Halimah  رضي الله عنهٰهُ sangat menghormati Nabi Muhammad ﷺ. Setiap menemui Muhammad ﷺ, ia melepaskan jubahnya ke tanah untuk dijadikan alas duduk untuk Nabi Muhammad ﷺ.


Riwayat berikut yang mencatat pertemuan Muhammad ﷺ dengan ibu asuhnya ini terjadi pada saat Beliau ﷺ telah diangkat menjadi Nabi. Kala itu, terjadi perang Hunain, Authas dan perang Tha'if, yang melibatkan kabilah Hawazin.


Halimah as Sa'diyah wafat sebelum peristiwa Fathul Mekah yang terjadi pada Ramadhan 8 H/630. Setelah penaklukkan kota Mekkah, Nabi Muhammad ﷺ bertemu dengan saudara sepersusuannya Syaimah dan menanyakan mengenai kabar Halimah  رضي الله عنهٰهُ .


Syaimah mengatakan bahwa Halimah  رضي الله عنهٰهُ  telah meninggal dunia. Mendengar hal tersebut, mata Nabi Muhammad ﷺ mengucurkan airmata, kemudian menanyakan mengenai kondisi kerabat dekatnya. Setelah itu Syaimah meminta bantuan Nabi Muhammad ﷺ dan Beliau ﷺ memenuhi permintaannya.


Nabi Muhammad ﷺ membebaskan tawanan dan memberikan harta rampasan perang yang telah menjadi bagian untuknya dan Bani Hasyim.


Dan, para sahabat pun melakukan hal yang sama demi mengikuti Nabi ﷺ. Dari sini sangat terlihat bahwa Nabi ﷺ sangat menghormati sekaligus menyayangi ibu susuan dan saudara sepersusuannya.


Halimah as Sa'diyah  رضي الله عنهٰهُ dimakamkan di bagian timur laut Pemakaman Baqi. Terdapat sebuah makam yang dipercaya sebagai makam Halimah as Sa'diyah رضي الله عنهٰهُ . Catatan-catatan sejarah tidak menyebutkan mengenai waktu meninggal dan di mana Halimah  رضي الله عنهٰهُ  dimakamkan.


.


.


.


Untuk bab 1 sampai disini ya...

__ADS_1


Insyaa Allah besok Author akan lanjut dengan bab 2 tentang masa kecil Nabi Muhammad ﷺ


Semoga bermanfaat....


__ADS_2