
.
.
.
Dilihat dari penamaannya, Buraq berasal dari kata Barqu yang berarti kilat tersebut bisa ditemukan dalam beberapa surah dalam Alquran. Salah satunya yaitu di dalam surat al-Baqarah ayat 20:
يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ ۖ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah [2: 20]).
Dalam hadits Rasulullah ﷺ juga pernah bersabda:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِالْبُرَاقِ ، فَرَكِبَهُ هُوَ وَجِبْرِيلُ صَلَّى الله عَلَيْهِمَا، فَسَارَ بِهِمَا، فَكَانَ إِذَا أَتَى عَلَى جَبَلٍ ارْتَفَعَتْ رِجْلَاهُ
"Jibril mendatangiku dengan seekor hewan yang tingginya di atas keledai dan di bawah baghal, lalu Jibril menaikkanku di atas hewan itu kemudian bergerak bersama kami, setiap kali naik maka kedua kakinya yang belakang sejajar dengan kedua kaki depannya, dan setiap kali turun kedua kaki depannya sejajar dengan kedua kaki belakangnya."
Terkait dengan bentuk buraq, di dalam hadits riwayat Imam Muslim yang bersumber dari sahabat Anas bin Malik diterangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ، وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ ، طَوِيلٌ ، فَوْقَ الْحِمَارِ، وَدُونَ الْبَغْلِ، يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ
"Didatangkan kepadaku buraq, yaitu hewan (dabbah) yang berwarna putih (abyadh), bertubuh panjang (thawil), lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dan sekali ia menjejakkan kakinya yang berkuku bergerak sejauh mata memandang." (kitab al-Jami' al-Sahih juz I, hlm 99).
__ADS_1
Berdasarkan hadist diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Buraq itu berwarna putih, lebih besar dari himar (Keledai) lebih rendah dari baghal. Dia berjalan sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya, jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya. Buraq diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya.
Saat hendak menaikinya, Nabi Muhammad merasa kesulitan Buraq itu berjingkrak-jingkrak memperlihatkan kekuatannya (Karena terlalu bahagia). Maka Jibril meletakkan tangannya di wajah Buraq sembari berkata: "Wahai Buroq, tidakkah kamu merasa malu, demi Allah tidak ada makhluk Allah yang menaikimu yang lebih mulia daripada dia (Rasulullah)".
Mendengar itu, Buraq merasa malu sehingga sekujur tubuhnya berkeringat. Setelah tenang, naiklah Rasulullah ke atas punggungnya.
Berangkatlah Nabi dengan diapit oleh Jibril di sebelah kanan dan Mika’il di sebelah kiri.
Kata Ibnu Sa‘ad, yang membantu Nabi menaiki Buraq adalah Jibrīl sedangkan yang memegang kendalinya adalah Mika’il.
Sebelum lanjut, sebaiknya kita mengetahui asbab yang membuat Buraq tersebut berjingkrak-jikrak karena terlalu bahagia bertemu dengan Rasulullah ﷺ.
Suatu ketika, Allah ﷻ memerintahkan Jibril AS untuk pergi surga yang disebut Jannat al-Buraq (surga tempat bermukim para Buraq). Perintah Allah ﷻ kepada Jibril AS. Agar membawa satu Buraq untuk membawa Rasulullah Muhammad ﷺ dalam perjalanan Isra Mi'raj.
Innallaha wa malaikatahu yusolluna ala nabi, ya ayyuhal ladzina amanu sollu alaihi wasalimu taslima.
Artinya "Allah dan malaikat-Nya bersholawat atas Nabi, wahai orang beriman bersholawatlah kalian atas Nabi dengan sebaik-baiknya sholawat."
Jadi Buraq sebenarnya adalah malaikat dalam bentuk Buraq, sehingga mereka pun senantiasa mengucapkan sholawat kepada Nabi ﷺ. Saat Jibril AS. melihat secara seksama seluruh Buraq, ia melihat ada satu Buraq duduk menyendiri menjauh dari yang lain. Buraq itu menangis, dan menangis, dari tangisannya terbentuk sungai mutiara yang indah yang mengalir deras dari matanya yang merupakan tangisan cinta dan kerinduan.
Jibril pergi mendekati Buraq itu dan berkata; "Semua Buraq lain bersholawat memuji Nabi dengan gembira, tetapi mengapa kau disini sendirian menangis, apa yang membuat kau menangis?
Buraq itu berkata; "Ketika Allah menciptakan Buraq dan memberi tahu kami bahwa salah satu dari kami akan membawa Nabi Muhammad, maka semenjak hari itu aku menangis tak pernah berhenti."
__ADS_1
Buraq itu lalu berkata; “Ya Allah hatiku terbakar karena cintaku kepada Nabi, dan aku memohon kepada-Mu untuk menjadi Buraq yang membawa Nabi Muhammad ke surga-Mu. Maka sejak hari itu aku menangis terus menerus dengan rasa cinta dan kerinduan yang amat sangat kepada Nabi Muhammad.
Jibril mengatakan; "kalau begitu kaulah yang aku pilih untuk membawa Nabi."
Dan Syaikh Muhyidin ibn Arabi mengatakan pada saat itu pula air mata Buraq itu berhenti menangis karena rasa bahagia bahwa ia akan membawa Muhammad ﷺ. Inilah buah yang manis dari tangisan karena cinta dan kerinduan kepada Nabi ﷺ.
Buatlah Matamu Menangis Karena Cinta
Apakah kalian ingin melihat Nabi Muhammad ﷺ? Jika kalian ingin melihat Nabi ﷺ maka buatlah mata kalian menangis karena kerinduan kepada Nabi ﷺ dan itu sudah cukup bagi Allah ﷻ untuk menunjukkan kepada kalian untuk dapat melihat Nabi Muhammad ﷺ.
Di malam hari ketika setiap orang telah tertidur, duduklah di sudut ruangan yang gelap, dalam kegelapan tanpa cahaya, kemudian bersholawat bagi Nabi Muhammad ﷺ dan katakan; "Ya Sayyidii Ya Rasuluullah inni uhibuk. Ya Rasulullah adrikni. Salamu alayk Ya Rasulullah sallaAllahu`alayhi wasallam. Nazhra ya Rasulullah adrikna ya Rasulullah, unzhur alayna ya Rasulullah”.
"Pandanglah kami Yaa Rasulullah, angkatlah penderitaan kami, peganglah tangan kami, nazhran minka ya Rasulullah tutahhiru bihaa qulubaana, adrikna ya Rasulullah Ya Sayyid al-Bashar Ya HabibAllah".
Dengan Doa ini Anda akan merasakan kehadirannya, kalian akan merasakan sesuatu. Dan kemudian menangislah dan menangislah terus menerus sepanjang malam sampai sungai air mata keluar dari mata kalian.
Ketika kalian bisa menangis karena cinta, maka itulah tanda bahwa Sayyidina Muhammad ﷺ sedang melihatmu. Begitu air mata kalian keluar, maka itu berarti Nabi ﷺ sedang melihat kalian. Sebagaimana Nabi ﷺ berkata; "Aku melihat ummatku apa yang mereka lakukan, aku mengamati mereka".
(Dinukil dari: Buku Cinta dan Kerinduan. Suhbah Mawlana Syaikh Nazim, Tentang Cinta)
.
.
__ADS_1
.