
Ling berjalan ke atas panggung, dan di atas panggung tidak ada satu orang pun. Namun saat Ling berhenti berjalan, ia mendapatkan bisikan dari tim kreatif untuk tetap berjalan sampai di bagian depan panggung. Saat sudah sampai di sebuah titik yang di minta tim, Ling berdiri di sana. Setelah itu tiba-tiba lampu panggung semua padam.
Dan para penonton mengangkat ponselnya dan menyalakan senternya. Sebenarnya Ling sempat takut, tapi melihat itu semua membuat Ling bertambah bingung. Tidak lama sebuah lampu di atas panggung menyala satu, tepatnya di atas seseorang di belakang Ling. Ling pun menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang ada di belakangnya. Tidak lama orang itu bernyanyi lagu Janji Suci, ia juga membawa sebuket bunga mawar yang indah.
Ling masih mematung di tempatnya, ia tidak tau acara apa ini. Kenapa temannya ini bernyanyi, apa dia di jadikan model untuk menemani dia bernyanyi? Atau?
Saat Ling masih berfikir, ternyata Rasya sudah semakin dekat dengannya. Dan tiba-tiba Rasya berlutut di hadapan Ling.
"Ling" panggil Rasya dan saat itu musik menjadi pelan. Ling hanya memandang Rasya bingung.
"kamu bingung ya? maaf ya sebelumnya. Tapi ini murni niat aku, bukan gimik atau pansos. Aku sudah lama memendam rasa untuk kamu Ling, bahkan saat kita masih di bangku kuliah. Ling saya cinta sama kamu" kata Rasya
Ling tercengang mendengar itu semua, ia menutup mulutnya karena tidak percaya.
"Ling mau kah kamu menjadi pendamping hidupku selama nya? Tidak ada gadis lain yang bisa menggetarkan hatiku selain kamu. Will you marry me? " Rasya menyodorkan sebuah cincin dan bunga yang ia bawa
"ak......aku" jawab Ling bingung
"TERIMA..👏👏 TERIMA. 👏👏" suara para penonton.
Sedangkan di sebuah apartemen, Arlan sedang duduk dan menyaksikan acara Live di TV. Ia menyaksikan istrinya sedang di lamar oleh laki-laki lain. Entah kenapa hatinya menjadi panas dan begitu kesal. Tanpa ia sadari ia meremas apa yang sedang ia pegang.
"aw mas mas sakit" kata Nisa yang rambutnya di jambak Arlan
"ha? eh maaf" kata Arlan melepaskan tangannya dari kepala Nisa. Nisa sedang tiduran berbantal kan paha Arlan, dan Arlan yang tadi sedang mengelus rambut Nisa pun menjadi kesal karena acara TV itu.
"kamu kenapa sih mas?" tanya Nisa
"enggak" jawab Arlan
"mas, kamu lihat kan Dj Ling tadi. Sweet banget ya di lamar di acara live seperti itu. Impian semua wanita tau mas" Nisa
"memangnya seperti itu?" Arlan
"iya mas, lagian mereka berdua itu selalu di gosip kan dekat bahkan pacaran. Katanya sih gak pacaran, tapi kedekatan mereka mengundang fans menjodohkan mereka." Nisa
"kok kamu tau" Arlan
"ya kadang iseng aja mas, lihat berita mereka" Nisa
Arlan masih fokus melihat acara TV itu, hatinya berkecamuk ingin sekali mencekik laki laki itu. Tiba tiba Arlan berdiri dari duduknya.
"mas, aku jatuh" Nisa
"Nisa, maaf maaf. Saya pulang dulu" Arlan
"tapi mas, kenapa buru buru" Nisa mencoba menahan Arlan.
"saya ada urusan" kata Arlan yang melenggang pergi begitu saja.
"kenapa sih Arlan, sakit tau jatuh" gerutu Nisa
Sedangkan Arlan ia terlihat buru buru menuju ke basemen, pikirannya hanya tertuju pada Ling.
__ADS_1
Kembali ke Bandung.
"jawab.... jawab.." kata para penonton dan sekarang di belakang Rasya sudah ada pembawa acara yang juga mendukung Rasya.
"Ini gimik bukan sih, gue bingung" kata Ling tanpa mik
"ini bukan gimik Ling, ini benar benar tulus aku melamar kamu. Jadi aku mohon kamu jawab ya" kata Rasya
Ling melihat kearah MC yang mengangguk, pertanda membenarkan apa yang di katakan Rasya.
"Sya, gue mau jawab tapi tidak disini" kata Ling
"kenapa?" Rasya
"semuanya saya minta maaf, tapi saya akan menjawab di belakang panggung saja. Ini masalah pribadi saya dan Rasya. Terimakasih semuanya" kata Ling kepada para penonton.
"Aduh sayang sekali ya, kalian ini cocok banget loh" kata MC perempuan
"tenang Din, kan belum pasti di tolak. Kita doakan yang terbaik saja buat mereka. Kita juga harus menghargai keputusan mereka" Kata MC laki laki
"iya benar, jadi gini Ling, sebenarnya ini memang acara spesial buat kamu dan Rasya. Kamu memang sengaja tidak di kasih tau supaya surprise gitu. Tapi semua keputusan ada di kamu, kalau kita hanya mendukung kalian saja." MC perempuan
"sempat bingung juga, tapi sekali lagi maaf mungkin membuat semua kecewa." Ling
"kita tunggu kabar baiknya ya" MC laki-laki
"selamat berjuang di belakang ya Rasya" MC perempuan
"Ling" panggil Rasya
"kita bicara di ruangan ku saja Sya" jawab Ling
"oh my god, lo beneran Sya?" tanya Rico yang melihat Ling dan Rasya masuk ruangan
"lo diem dulu Ric, gue pusing" Ling
"oke gue paham" Rico
"jadi gimana Ling?" tanya Rasya setelah mereka duduk berhadapan.
"Sya, gue bingung. Gue gak nyangka lo bakal kaya gini. Sebelumnya kan kita juga teman" Ling
"tapi Ling, gue beneran cinta sama lo" Rasya memegang tangan Ling
"Sya maaf, gue gak bisa" kata Ling melepaskan tangannya
"kenapa? apa kamu sudah punya pacar?" tanya Rasya dan Ling menggeleng
"kalau tidak punya kenapa kamu tidak bisa terima aku, aku akan lakukan apapun demi kamu"
"Maaf Sya, gue benar benar gak bisa. Alasannya pun gue juga gak bisa kasih tau ke elo" Ling
"Ling, nyokap lo" kata Rico memberikan ponsel Ling
__ADS_1
"ck" Rasya mengacak rambutnya
Ling menjauh untuk menerima telepon dari mama mertuanya, ia minta maaf atas kejadian tadi. Dan Ling berjanji besok akan ke rumah mertuanya. Setelah itu, Ling kembali duduk di tempatnya tadi.
"Sya, sekali lagi gue minta maaf. Perasaan tidak bisa di paksa. Gue udah anggap lo teman dan tidak lebih dari itu. Kita juga akan sering ketemu, karena masih satu manajemen. Tolong lo cari yang lain, gue yakin pasti ada cewek yang pas buat lo" Ling
"setidaknya lo mau terima bunga ini Ling" kata Rasya
"gue terima, sebagai sahabat" Kata Ling, dan mereka berpelukan saling memberi semangat.
Hancur hati Rasya, tapi ia tidak memperlihatkan di depan Ling. Ia harus terlihat baik baik saja, setelah itu ia pamit kembali ke ruangannya. Acara masih berlangsung sampai pukul sebelas malam. Saat Ling akan menuju ke mobilnya, ternyata di depan sudah banyak wartawan. Ling tidak bisa menghindar, karena memang mobilnya sudah ada di depan.
"mbak Ling tolong konfirmasi dong lamaran tadi"
"kasih tau jawabannya dong Ling"
"gimana kapan nikahnya?"
"kenapa tolak Rasya,?"
"tolong dong mbak, kita butuh kepastian"
Begitulah kira kira kata dari beberapa wartawan yang menghadang Ling.
"maaf ya semuanya, Ling sudah capek. Ini sudah malam, mohon pengertiannya ya teman teman semuanya" Rico
"RASYA... Rasya tolong kasih tau kami" kata wartawan yang melihat Rasya
"Beneran di tolak ya Mas?"
"kok lesu sih"
"kenapa tidak ada yang memberikan jawaban?" cecar para wartawan.
"oke cukup semua, saya dan Ling butuh waktu untuk istirahat. Begitu juga dengan mas mas dan mbak mbak semuanya, Hubungan saya dan Ling baik baik saja. Doakan yang terbaik buat kita. Maaf permisi ya mbak mas" kata Rasya yang menarik tangan Ling.
"terimakasih Sya" kata Ling setelah duduk di dalam mobil, Rasya tersenyum dan mengangguk, kemudian Rasya menutup pintu mobil Ling.
"hati hati di jalan" kata Rasya
"lo juga" kata Ling
"Rasya tunggu" wartawan yang melihat interaksinya dengan Ling kembali mengejar.
"apa sudah jadian?" tanya wartawan lagi
"terimakasih semuanya, saya pulang dulu" kata Rasya yang tidak mau menjawab pertanyaan wartawan dan segera masuk ke dalam mobilnya.
"Ric, kok bisa sih ada acara seperti itu" gerutu Ling
"sory Ling, gue juga gak tau" Rico
"efeknya itu lo, bisa bisanya si Rasya kaya gitu"
__ADS_1