Akhir Kisah Akira

Akhir Kisah Akira
Chapter 11 : Aku Harap Itu Benar


__ADS_3

"Terima kasih makanannya" ucap Sou tersenyum menatap Akira.


"Terima kasih juga makanannya" ucap Akira yang juga tersenyum menatap Sou.


"Seperti biasa, masakan Akira selalu enak" ucap Sou lagi.


"Jangan berbohong Sou, aku masih harus banyak berlatih lagi" ucap Akira sambil membereskan kotak makannya. "Oh, aku lupa membawa minum."


"Benarkah? Aku membawa minum, kita berbagi lagi saja" ucap Sou menunjukkan botol minumnya.


"Tidak usah Sou. Aku membawanya botol minum, hanya saja tertinggal di kelas" ucap Akira tersenyum.


"Tidak masalah Akira, nanti tenggorokanmu seret jika tidak minum sekarang. Ini minumlah" ucap Sou memberikan botol minumnya kepada Akira.


"Apa tidak apa-apa jika aku minum duluan? Ini kan punya Sou" tanya Akira sambil menerima botol minum dari Sou.


"Tidak masalah. Lagipula itu botolku jadi aku bebas ingin meminumnya kapan" ucap Sou tersenyum.


"Baiklah, terima kasih Sou" ucap Akira kemudian meminum airnya. "Ini, terima kasih banyak Sou" ucap Akira memberikan kembali botol minumnya.


"Sama-sama." Sou kemudian menerima botol tersebut dan meminumnya karena tenggorokannya sedikit seret.


"Ohok ohok!!" Sou tersedak. (Aku dan Akira minum di botol yang sama, ini artinya.. ciuman tidak langsung??!!!)


"Pelan-pelan Sou, kamu jadi tersedak" ucap Akira sedikit panik.


"Ah, hmm" Sou mengangguk kemudian kembali meminum airnya dengan perlahan. (Apa yang sebenarnya aku pikirkan? Ya ampun) batin Sou melirik Akira.


"Selagi masih ada waktu, aku mau lihat-lihat dulu kegiatan di bawah dari sini" ucap Akira kemudian berjalan mendekati pagar pembatas.


"Wah.. aku benar-benar bisa melihat semua orang disini" ucap Akira kagum.


"Apa yang kamu lihat?" Tanya Sou menghampiri Akira.


"Orang."


Sou menatap Akira, dia kemudian tertawa kecil. "Sepertinya aku memberikan pertanyaan yang salah ya?" Ucap Sou menatap Akira dan Akira kemudian menatap Sou dan tersenyum.


Mereka menikmati pemandangan yang ada di bawah cukup lama hingga bel istirahat berbunyi.


"Bel istirahat sudah berbunyi, ayo kita kembali. Kita juga sudah terlalu lama disini" ajak Sou.


"Iya, Ayano juga pasti akan mencari kita."


Mereka kemudian kembali menuju kelas. Walaupun bel istirahat sudah berbunyi, tapi Akira tidak melihat satupun orang yang berpapasan dengan mereka.


"Sou, kenapa aku tidak melihat orang lain selain kita disini? Bukankah ini sudah istirahat?" Tanya Akira sambil berjalan menuruni tangga.


"Murid lain memang jarang ke rooftop, jadi hanya kita yang ada disini" jelas Sou.


"Ah aku mengerti" ucap Akira mengangguk paham.


"Akira, apa yang kamu lakukan setelah pulang ke rumah?" Tanya Sou membukan pembicaraan.


"Aku harus pergi latihan" jawab Akira tersenyum.


"Ah benar, aku lupa kalau kamu adalah anggota Pelatnas" ucap Sou yang disenyumi Akira.


"Sou sendiri? Apa yang kamu lakukan setelah pulang sekolah?" Tanya Akira.


"Aku harus kembali belajar" jawab Sou tenang.


(Harus? Apa Sou disuruh kembali belajar oleh orang tuanya?) Ucap Akira dalam hati.


"Orang tuaku cukup keras, jadi aku harus melakukan apa yang mereka katakan" jelas Sou.


Akira menatap Sou. "Itu-"


"Tapi tidak masalah. Aku juga belum menjadi orang pintar, jadi aku harus belajar" ucap Sou tersenyum memotong pembicaraan Akira.


"Maaf Sou, apa orang tua Sou mengharuskan Sou untuk selalu belajar?" Tanya Akira lagi.


Sou menggeleng. "Tidak, mereka membebaskanku melakukan apapun yang ingin aku lakukan tapi nilai akademik ku harus selalu bagus. Tentu saja aku juga tidak ingin mendapat nilai yang jelek" ucap Sou tersenyum.


"Kalau begitu, dapatkanlah nilai yang bagus untuk Ibu dan Ayah Sou dan juga untuk Sou sendiri. Percayalah mereka melakukan itu karena sangat peduli kepadamu" ucap Akira tersenyum.


"Kamu benar, aku juga tidak terlalu membencinya karena aku masih diperbolehkan melakukan hal yang aku sukai" ucap Sou kembali tersenyum.


Akira tersenyum. "Syukurlah, jangan lupa nikmati waktumu yang berharga, Sou."


"Tentu, aku tidak bisa menyia-nyiakannya" ucap Sou tersenyum.


Di kelas...


"Kamu dari mana saja, Akira? Aku mencarimu dari tadi" ucap Ayano yang menyambut Akira dan Sou di pintu masuk.


"Kami dari rooftop, memangnya ada apa?" Tanya Akira.


"Ayo kita makan bersama" ucap Ayano lagi.


"Ah, itu.. maaf Ayano, bekalku sudah habis. Tadi aku sangat lapar jadi aku makan duluan, maafkan aku" ucap Akira menyesal.


"Apa kalian makan bersama di rooftop?" Tanya Ayano lagi.


Akira menatap Sou sebentar kemudian mengangguk.


"Kenapa kalian tidak mengajakku?" Ucap Ayano kesal.


"Kamu sedang bersama teman-temanmu tadi jadi kami makan berdua saja" ucap Akira yang diangguki oleh Sou.


"Sayang sekali, ya sudah tidak apa-apa" ucap Ayano lagi.


"Kalau begitu permisi Ayano, aku mau masuk" ucap Sou.


"Ah benar, maaf. Silahkan" ucap Ayano memberi jalan untuk Sou.


Mereka kemudian duduk di bangku masing-masing.


"Akira, apa kamu sudah sedekat itu dengan Sou?" Tanya Ayano di sela-sela makannya.


"Sedekat itu bagaimana?" Tanya Akira bingung.


"Aku selalu melihat kalian berdua bersama, bahkan hari ini kamu makan bersama dengannya, hanya berdua lagi" jelas Ayano.


"Ah benar, kalau dipikir-pikir sepertinya kami terlalu dekat ya" ucap Akira yang diangguki Ayano. "Tapi aku tidak bisa menolak ajakan Sou tadi. Aku tidak ada kegiatan dan aku juga sudah lapar jadi aku menyetujuinya" ucap Akira lagi.


"Tapi Sou berani sekali ya mengajak seorang gadis terlebih dahulu" ucap Ayano menatap Sou yang sedang duduk di bangkunya.


"Memangnya ada yang salah, Ayano?" Tanya Akira.


"Hem.. tidak sih, hanya saja aku merasa bahwa dia ternyata benar-benar seorang pria" ucap Ayano yang masih menatap Sou.


"Hah? Bagaimana maksudnya? Apa selama ini kamu mengira bahwa Sou adalah perempuan, begitu?" Ucap Akira bingung.


Ayano menatap Akira dengan tatapan terkejut. "Ah benar, seperti itu kira-kira" ucap Ayano mengangguk.


"Ya ampun, bagaimana bisa? Jelas sekali bahwa dia seorang laki-laki, Ayano" ucap Akira tidak percaya dengan apa yang baru saja Ayano katakan.


Ayano tertawa. "Lupakan Akira, kita hanya akan berputar-putar saja membicarakan ini. Lupakan saja ya" ucap Ayano tersenyum.

__ADS_1


"Tapi.."


"Tidak ada tapi-tapi."


"Baiklah" ucap Akira pasrah.


Saat pulang sekolah...


"Akira aku duluan ya, aku sudah berjanji pada temanku" ucap Ayano.


"Iya, hati-hati ya" ucap Akira tersenyum. Ayano kemudian pergi meninggalkan Akira.


"Mau pulang bersama?" Tanya Sou menghampiri Akira.


"Boleh" ucap Akira tersenyum.


Mereka berdua kemudian berjalan bersama meninggalkan kelas.


"Tugas untuk besok cukup banyak ya" ucap Sou membuka pembicaraan.


"Sou benar, mungkin aku akan begadang nanti malam" ucap Akira tersenyum.


"Ah benar, aku selalu penasaran dengan caramu membagi waktu. Kita sekolah dari pagi sampai sore, lalu Akira harus pergi latihan. Apa kamu selalu begadang untuk belajar dan mengerjakan tugas?" Tanya Sou.


Akira tersenyum. "Kira-kira seperti itu Sou."


"Apa kamu tidak lelah?" Tanya Sou lagi.


"Hmm.. kalau lelah sih pasti tapi aku harus melakukannya bukan? Sebenarnya aku bisa saja tidak ikut latihan bulutangkis, tapi aku ingin sekali menjadi atlet sih dan mungkin sudah terbiasa seperti ini" ucap Akira tersenyum.


"Kamu hebat, kamu yang melakukannya kenapa aku yang bangga ya?" Ucap Sou tersenyum.


"Kamu bisa saja Sou, aku tidak sehebat itu. Banyak orang yang lebih tinggi di atasku dan lebih hebat lagi" ucap Akira tersenyum.


Sou kemudian tersenyum mendengar perkataan Akira.


"Astaga, dia tersenyum! Souta tersenyum!" ucap seorang siswi berteriak.


Sou dan Akira kemudian menoleh ke arah siswi tersebut dan dia terlihat sangat terkejut.


(Akira akui, Sou sangat tampan apalagi saat tersenyum tapi apakah Sou tersenyum adalah sesuatu yang sangat mengejutkan?) Batin Akira melihat siswi tadi yang tampak sangat terkejut.


"Sou, apa ka-"


"Biarkan saja dia, ayo kita pulang" ucap Sou dingin. Dia kemudian berjalan mendahului Akira.


Akira tersenyum tipis pada siswi itu dan berjalan mengejar Sou.


"Sou tunggu" panggil Akira. 


(Sepertinya Sou tidak suka) batin Akira melihat tatapan dingin Sou.


Merasa sedang ditatap, Sou kemudian menatap Akira.


"Ada apa Akira?" Tanyanya.


Akira dengan cepat membuang pandangannya lalu menggeleng. "Tidak ada."


"Aku tidak menyukai orang yang seperti itu, mereka membuatku risih" ucap Sou menatap lurus ke depan.


"Hmm.. jika aku yang diperlakukan seperti tadi, aku juga tidak akan menyukainya. Tapi aku akui Sou memang tam-" Akira menjeda perkataannya. Dia kembali menunduk tanpa melanjutkan apa yang ingin dia sampaikan.


"Tam apa?" Ucap Sou menatap Akira.


"Itu.. hmm.. (Sou pasti marah jika aku mengatakannya sekarang)"


"Tam apa Akira?" Ucap Sou lagi sambil mendekatkan wajahnya pada Akira yang sedang menunduk.


"Aku baru tahu kalau Akira adalah orang yang pelupa bahkan saat mengucapkan sesuatu" ucap Sou tersenyum.


"Maaf" ucap Akira menunduk.


"Kamu menggemaskan Akira" ucap Sou yang masih tersenyum menatapnya.


"Ap-" Akira tidak melanjutkan perkataannya lagi setelah mendapatkan senyuman manis dari wajah Sou.


"Terima kasih" ucap Akira dengan suara yang sangat kecil sambil kembali menunduk.


"Kamu mengatakan sesuatu?" Tanya Sou lagi.


"Tidak, aku tidak mengatakan apapun Sou."


"Baiklah."


"Akira!!" Panggil Ayano. Dia kemudian mendekati Akira dan Sou.


"Ayano, aku kira kamu sudah pulang" ucap Akira.


"Aku mau pulang bersamamu saja, bolehkan?" tanyanya.


"Tentu, ayo" ucap Akira tersenyum.


"Ah benar, kalian masuk klub sekolah tidak?" Tanya Ayano.


"Aku sudah memutuskannya tapi belum mengirimkan formulir pendaftarannya" ucap Akira tersenyum.


"Bagaimana dengan Sou?" Tanya Ayano lagi.


Sou mengangguk. "Aku ikut." 


"Sou bahkan sudah diterima sebelum masuk bukan?" Tanya Akira tertawa kecil.


Sou tersenyum. "Aku jadi takut jadi bahan pembicaraan orang lain."


"Klub apa Sou?" Tanya Ayano lagi.


"Basket" jawab Sou singkat.


"Ada klub yang seperti itu juga ternyata" ucap Ayano paham.


"Memangnya Ayano tidak tahu?" Tanya Akira.


"Kemarin aku hanya mengelilingi klub yang berada di gedung ini saja" jelas Ayano.


"Pantas saja. Padahal klub basket keren loh, aku yakin Ayano pasti suka" ucap Akira tersenyum.


"Bagaimana Akira bisa tahu?" Ucap Ayano lagi.


"Aku melihat pertandingan klub basket saat pengenalan klub kemarin" jelas Akira.


"Apa kalian-"


"Benar, kami melihat pertandingannya kemarin" ucap Sou yang sepertinya tahu apa yang akan dikatakan Ayano.


"Kalian jahat sekali, kenapa tidak mengajakku?" Protes Ayano.


"Kau sendiri yang bilang sudah berjanji dengan teman-temanmu itu bukan? Jangan protes kepada kami" ucap Sou tanpa menatap Ayano.


"Benar, itu salahku" ucap Ayano sedih.

__ADS_1


"Lain kali ayo lihat klub olahraga bersama, Ayano tidak melihat satupun dari klub olahraga bukan?" Ajak Akira yang diangguki oleh Ayano. "Baiklah sudah diputuskan kalo begitu" ucap Akira tersenyum.


Dari kejauhan Akira dapat melihat Kakaknya yang sudah menunggu di depan, namun kali ini bukan Yuki yang menjemput, melainkan Shinji.


"Tumben sekali Kak Shin yang jemput" gumam Akira yang kemudian melambaikan tanganya pada Shinji.


"Apa itu juga Kakakmu Akira?" Tanya Ayano.


"Iya, dia Kak Shin, Kakakku yang kedua" jelas Akira. "Kakak, apa sudah menunggu lama?" Ucap Akira setelah sampai di hadapan Shinji.


"Cukup lama" ucap Shinji tersenyum.


Shinji kemudian melihat ke arah Sou dan Sou yang di tatap Shinji pun kemudian tersenyum.


(Ah jadi dia orang yang bernama Sou. Lebih tampan saat melihatnya secara langsung walaupun masih lebih tampan aku) batin Shinji tersenyum kepada Sou dan Ayano.


"Ini Kak Shinji, Kakakku" ucap Akira memperkenalkan Shinji.


"Ini Sou dan Ayano, mereka teman Akira" ucap Akira tersenyum.


"Salam kenal ya. Aku tahu pasti kesusahan berteman dengannya, tapi tolong jadilah temannya ya?" ucap Shinji tersenyum yang membuat Akira malu.


"Salam kenal juga Kak. Akira tidak menyusahkan kami kak, dia anak yang baik. Kami pasti bisa berteman dengan baik " ucap Ayano tersenyum.


"Kami tidak kesusahan Kak, saya senang berteman dengan Akira" ucap Sou tersenyum.


"Akira kemari sebentar" ucap Shinji menarik pelan tangan Akira.


"Ada apa Kak?"


"Ternyata dia sangat tampan dari dekat" bisik Shinji.


"Apa itu alasan Kakak yang jemput Akira hari ini?" Tanya Akira.


Shinji mengangguk. "Benar" ucapnya tersenyum.


"Kakak!" Rengek Akira.


Sou dan Ayano hanya menatap bingung tingkah 2 saudara di depan mereka.


"Ah, maaf ya. Apa kalian mau pulang bersama kami?" Tanya Shinji tersenyum.


"Tidak Kak terima kasih, saya akan pulang sendiri" ucap Sou tersenyum.


"Ayano juga akan pulang sendiri saja Kak, terima kasih" ucap Ayano tersenyum.


"Baiklah kalau begitu" ucap Shinji yang juga tersenyum.


"Kami duluan ya Akira, Kak Shinji" pamit Ayano.


"Hati-hati" ucap Shinji.


"Hati-hati teman-teman, sampai jumpa besok" ucap Akira melambaikan tanganya.


"Saya pamit Kak, Akira. Sampai jumpa" ucap Sou tersenyum. "Bye-bye" gumam Sou yang kemudian pergi bersama Ayano.


(Sepertinya dia jadi terbiasa) batin Akira tersenyum. "Bye-bye."


Saat sudah beberapa langkah mereka berjalan, Shinji memanggil Sou yang membuat Akira, Sou, dan Ayano bingung.


"Sou tunggu!" Panggil Shinji.


Ayano dan Sou kemudian memberhentikan langkahnya. Sou kemudian kembali menghampiri Shinji dan Akira.


(Kenapa Kakak memanggil Sou kembali?) "Ada apa Kak?" Tanya Akira bingung.


"Kakak memanggil saya?" Tanya Sou.


"Iya, ayo ikut aku sebentar" ucap Shinji membawa Sou sedikit menjauh dari Akira.


"Perasaan Akira tidak enak sekarang" gumam Akira melihat tingkah kakaknya itu.


"Ada apa Kak?" Tanya Sou bingung.


"Ini adalah pertemuan pertama kita dan sangat tiba-tiba, tapi mainlah ke rumah kami nanti" ucap Shinji tersenyum.


Sou terlihat terkejut dan bingung. "(Aku tidak salah dengar bukan? Kenapa tiba-tiba sekali?) Tunggu Kak, itu.."


"Akira akan senang jika kamu main ke rumah" ucap Shinji tersenyum.


(Tunggu, Akira? Kenapa?)


"Aku serius, Akira akan sangat senang jika kamu main ke rumah. Jadi datanglah kapan-kapan ya" ucap shinji yang sepertinya tahu apa yang dipikirkan oleh Sou.


"I-iya Kak" ucap Sou gugup.


"Itu bagus, terima kasih Sou" ucap Shinji tersenyum.


"Ah, iya Kak" ucap Sou tersenyum canggung.


"Maaf ya aku sudah menyita waktumu, Ayano sudah menunggu" ucap Shinji lagi.


"Tidak apa-apa Kak, baiklah saya pulang dulu" ucap Sou sedikit membungkuk.


"Hati-hati" ucap Shinji menepuk punggung Sou.


Sou kemudian tersenyum menatap Akira sebentar kemudian berlalu pergi.


(Kakak pasti melakukan sesuatu yang buruk pada Sou) batin Akira melihat tingkah Sou dari kejauhan.


"Kakak bilang apa pada Sou tadi? Kenapa dia jadi aneh seperti itu?" Tanya Akira menyelidik.


"Tidak ada" ucap Shinji menatap kepergian Sou.


"Kakak berbohong. Apa yang Kakak katakan kepada Sou? Jika Kakak mengancamnya, Akira akan meminta maaf sekarang juga" ucap Akira kesal.


"Kakak tidak mungkin melakukan hal jahat seperti itu-- Shinji menatap Akira --Kakak bersungguh-sungguh, Kakak tidak melakukan apapun. Kakak hanya menyuruhnya main ke rumah, itu saja" jelas Shinji.


"Padahal Kakak dan Sou baru bertemu" ucap Akira lagi.


"Tidak masalah bukan? Lagipula dia adalah teman Akira" ucap Shinji Lagi.


"Kakak benar. Baiklah ayo pulang Kak, Akira harus latihan" ucap Akira tersenyum.


"Baiklah, ayo."


Disisi lain...


"Ada masalah, Sou?" Tanya Ayano.


"Tidak, tidak ada. Seharusnya kamu pulang duluan tadi, kamu jadi menungguku" ucap Sou menatap Ayano.


"Tidak apa. Syukurlah jika tidak ada masalah. Aku kira Kak Shinji tidak menyukaimu dan akan memarahimu tadi" ucap Ayano tersenyum.


"Sebenarnya aku juga sangat takut tadi. Tapi itu bukan masalah besar. Baiklah aku duluan" ucap Sou.


"Iya, sampai jumpa Sou" ucap Ayano tersenyum. Mereka kemudian berpisah di pertigaan jalan.


(Apa Kak Shinji mengatakan yang sebenarnya? Apa benar Akira akan senang jika aku main ke rumahnya? Aku sedang tidak dikerjai bukan?)

__ADS_1


"Ya ampun, kepalaku pusing hanya karena ini. Kita pikirkan saja nanti" ucap Sou mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Tapi, aku harap itu benar" ucapnya lagi sambil tersenyum.


__ADS_2