Akhir Kisah Akira

Akhir Kisah Akira
Chapter 12 : Dia adalah Kekasihku


__ADS_3

Malam hari di rumah...


Akira baru saja membersihkan tubuhnya setelah latihan bulutangkis. Walaupun tubuhnya sudah lelah, dia masih terjaga karena tugasnya belum dia kerjakan.


"Kerjakan tugasnya sekarang Akira, sebelum terlalu malam" monolognya sambil membuka bukunya.


Beberapa lama kemudian, terdengar notifikasi dari handphone Akira yang menandakan ada pesan yang masuk.


"Malam-malam begini ada pesan masuk?" Bingung Akira kemudian mengambil handphonenya.


"Sou?" Akira kemudian membuka pesan tersebut.


Sou: "Akira, masih bangun?"


Akira: "Iya, aku masih bangun. Ada apa Sou?"


Sou: "Tidak ada, kamu bilang akan begadang tadi"


Sou: "Apa kamu masih mengerjakan tugas?" 


Akira: "Iya, sedikit lagi selesai"


Sou: "Maaf aku sudah mengganggumu"


Sou: "Akan ku hubungi kembali setelah kamu selesai mengerjakan tugasnya ya"


Sou: "Semangat!!"


Akira: "Baiklah, terima kasih Sou. Tunggu sebentar ya"


Sou: "Oke."


"Ada apa ya Sou menghubungi Akira malam-malam begini? Apa ada sesuatu yang penting? Baiklah Akira harus menyelesaikan tugasnya dulu" monolog Akira menyimpan handphonenya dan kembali mengerjakan tugas.


Beberapa lama kemudian...


"Akhirnya selesai juga" ucap Akira meregangkan tubuhnya.


"Ah benar, Sou. Apa Akira hubungi Sou sekarang ya? Tapi ini sudah terlalu malam" monolognya sambil melihat jam yang sudah menunjukan pukul setengah satu lebih.


"Coba dulu saja mungkin ya? Takutnya ada yang penting. Akira juga harus minta maaf kepada Sou karena tadi sore." Akira kemudian mengambil kembali handphonenya.


Akira: "Sou?"


Akira: "Apa kamu sudah tidur?"


Sou: "Belum Akira, apa kamu sudah mengerjakan tugasnya?"


Akira: "Sudah"


Akira: "Ada apa Sou, kenapa menghubungiku malam-malam? Apa ada sesuatu?"


Sou: "Tidak, aku hanya ingin menghubungimu saja"


Sou: "Tadi sore kamu bilang akan begadang, jadi aku ingin menemanimu"


Sou: "Itu saja:)"


Akira tersenyum membaca pesan Sou.


Akira: "Terima kasih Sou"


Akira: "Benar! Sou aku minta maaf atas Kak Shin tadi. Maaf jika Kak Shin bicara yang tidak-tidak kepadamu"


Sou: "Kak Shin?"


Sou: "Kak Shin tidak bicara yang aneh-aneh kok, walaupun aku sangat takut saat dipanggil tadi:)"


Akira: "Kalau Kak Shin berbicara atau melakukan sesuatu yang buruk terhadapmu, bilang saja ya biar aku yang memukulnya"


Sou: "Memangnya kamu berani memukul kakakmu sendiri?"


Akira: "Tentu, jika dia berbuat salah:)"


Sou: "Hahaha.. ternyata Akira bisa menakutkan juga ya"


Akira: "Benarkah?"


Akira: "Baru kali ini aku dibilang menakutkan oleh seseorang"


Sou: "Aku hanya bercanda Akira, maaf:("


Akira: "Aku tahu:))"


Akira: "Jangan terlalu serius Sou:)"


Sou: "Kau membuatku takut:(("


Sou: "Baiklah, ini sudah pukul 1 pagi, lebih baik kamu tidur"


Sou: "Kita bertemu di sekolah besok"


Akira: "Benar, Sou juga tidurlah. Kita bertemu di sekolah besok pagi"


Sou: "Baiklah, selamat malam Akira"


Sou: "Apa selamat pagi ya?"


Akira lagi-lagi tersenyum membaca pesan Sou.


Akira: "Selamat subuh kali ya?:))"


Sou: "Benar"


Sou: "Baiklah, selamat subuh Akira:)"


Sou: "Mimpi indah ya"


Akira: "Selamat subuh juga Sou, kamu juga:)"


Sou: "Sampai jumpa besok"


Akira: "Iya, sampai jumpa besok."


"Sou ada-ada saja" ucap Akira tersenyum. "Lebih baik Akira tidur sekarang atau Akira akan terlambat besok" ucapnya lagi. Dia kemudian menyimpan handphonenya dan pergi tidur.


Keesokan paginya, di sekolah...


"Nanti Kakak jemput ya, semangat belajarnya" ucap Yuki mengacak-acak rambut Akira.


"Jangan diberantakin, Kak" ucap Akira menjauhkan kepalanya dari tangan Yuki.


"Maaf, maaf" ucap Yuki tersenyum gemas.


"Selamat pagi Akira, Kak Yuki" sapa Sou yang berpapasan dengan mereka.


"Sou kah? Selamat pagi" ucap Yuki tersenyum.


"Selamat pagi Sou" ucap Akira yang juga tersenyum.


"Baiklah, Kakak pergi ya. Bye-bye Akira. Bye-bye Sou."


"Bye-bye Kakak. Hati-hati" ucap Akira melambaikan tangannya, sedangkan Sou hanya membungkuk hormat.


"Ayo kita juga masuk" ajak Sou tersenyum.


"Iya."


"Kamu tidur jam berapa kemarin?" Tanya Sou.


"Tepat setelah kamu menghubungiku" ucap Akira tersenyum.


"Syukurlah" ucap Sou yang juga tersenyum.


"Terima kasih ya karena sudah menemaniku kemarin. Sou sendiri tidur jam berapa?"


"Aku baru bisa tidur jam 2" ucap Sou tanpa melihat Akira.


"Ada yang kamu lakukan hingga tidur jam 2 pagi? Aku saja yang tidur jam 1 mengantuk, apalagi Sou" ucap Akira menatap Sou.


"Kenapa ya? Entahlah, aku tidak bisa tidur setelah menghubungimu kemarin" ucap Sou tersenyum.


"Tidur terlalu larut saja sudah tidak baik, tapi Sou malah tidur saat pagi, belum lagi harus pergi sekolah" monolog Akira menatap lurus ke depan.


"Apa kamu mengkhawatirkanku?" Tanya Sou.


"Tentu. Jika nanti Sou sakit karena tidur terlalu larut hanya karena menghubungiku, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri" ucap Akira menatap Sou.


Sou tersenyum mendengar pernyataan Akira. Dia kemudian berhenti di depan Akira.


"Terima kasih karena sudah mengkhawatirkanku, Akira" ucap Sou menyentuh kepala Akira sambil tersenyum.


Akira terdiam di tempat. Dia terkejut sekaligus terpesona oleh senyuman Sou yang berdiri dihadapannya.


"Kamu sangat menggemaskan. Jangan terkejut seperti itu Akira, aku jadi ingin memakanmu" ucap Sou membuyarkan pikiran Akira.


"Ah, emm (Akira mengangguk) maaf" ucapnya menunduk.


Sou lagi-lagi tersenyum melihat tingkah Akira. Sungguh terlihat sangat menggemaskan bagi Sou.


"Ayo Akira" ucap Sou kemudian berjalan mendahului Akira. Akira hanya mengangguk dan berjalan mengikuti Sou.


Di kelas...


"Aku duluan Akira" ucap Sou berhenti di tempat duduknya.


"Iya" jawab Akira tersenyum. Dia kemudian duduk di bangkunya sendiri.


Tak lama setelahnya, bel masuk pun berbunyi.


"Teman-teman, hari ini Bu Guru tidak bisa masuk ke kelas, tapi kita diberi tugas matematika yang harus selesai dan dikumpulkan pada saat jam pelajarannya selesai. Aku akan menuliskan soalnya di depan, apa ada yang ingin ditanyakan?" Ucap Ketua kelas.


"Boleh berkelompok tidak?" Tanya seorang murid.


"Untuk pengerjaan boleh berdiskusi, mencontek juga boleh asalkan ada yang berbaik hati untuk memberikan jawabannya kepada orang lain" ucap Ketua kelas tersenyum.


"Ada lagi? Sepertinya semuanya sudah mengerti ya. Kalau ada yang ingin ditanyakan tanyakan saja ya. Aku akan menuliskan soalnya" ucap Ketua kelas lagi.


"Wah soalnya cukup sulit ya" ucap Ayano.

__ADS_1


"Jika kita mengikuti apa yang diajarkan, pasti akan mudah" ucap Akira tersenyum.


"Akira, bolehkah aku bergabung? Kamu kan jago matematika, aku tidak paham tentang soalnya" ucap Rara, siswi yang duduk di depan Akira.


"Boleh saja, ayo mengerjakan bersama" ucap Akira tersenyum.


"Aku juga mau ikut Akira, mohon bantuannya" ucap Hana, siswi yang duduk di depan Ayano.


"Tentu" ucap Akira tersenyum.


"Aku juga mau ikut, Akira. Bolehkan?"


"Aku juga."


"Tolong ajari aku, Akira."


"Aku ikut, aku juga tidak paham."


Bangku Akira dan Ayano kemudian dikerubungi oleh para siswi yang ingin belajar bersama dengan Akira.


"Boleh saja teman-teman, tapi karena disini sempit bagaimana jika kita mengerjakannya di belakang, tapi tidak ada mejanya. Apa tidak apa-apa kalau di bawah?" ucap Akira.


"Tidak masalah, yang penting aku paham dan tugasku selesai" ucap Hana.


"Itu benar, ayo pindah" ucap yang lainnya.


Mereka kemudian pindah ke belakang kelas karena disana terdapat ruang yang cukup luas.


"Miya ayo bergabung, kita belajar bersama" ucap Akira tersenyum pada salah satu teman sekelasnya. Dia terlihat ragu untuk mendekat kepada Akira sehingga hanya menatap Akira dan teman-teman lain dari bangkunya.


"Apa boleh?" Tanya Miya ragu.


"Tentu, kemarilah" jawab Akira tersenyum.


"Terima kasih" ucap Miya menghampiri Akira dan duduk di sebelahnya.


"Kalau ada yang ingin kamu tanyakan, tanyakan saja. Jangan sungkan ya" Ucap Akira tersenyum.


"Ba-baiklah, terima kasih Akira" ucapnya tersenyum.


Akira kemudian menjelaskan soal dan cara penyelesaiannya kepada para siswi itu. Dia menjelaskan dengan rinci dan tersusun agar teman-temannya dapat mengerti. Satu per satu siswi menanyakan apa yang tidak dipahami kepada Akira. Akira tidak marah atau kesal meskipun harus menjelaskannya secara berulang-ulang kepada orang yang sama.


"Maaf Akira, sepertinya aku malah merepotkanmu" ucap Rara.


"Apa yang kamu katakan? Aku tidak merasa direpotkan oleh Rara dan teman-teman yang lain" ucap Akira tersenyum.


"Tapi aku tetap tidak mengerti, padahal kamu sudah menjelaskannya berkali-kali tadi" ucap Rara sedih.


"Tidak masalah, aku akan menjelaskannya lagi hingga kamu paham. Pelan-pelan saja ya" ucap Akira tersenyum. "Bagian mana yang tidak dipahaminya?" Tanya Akira lagi.


"Yang ini" ucap Rara menunjukan apa yang tidak dia mengerti.


Akira kemudian menjelaskan secara perlahan dengan kalimat yang mudah dipahami oleh Rara hingga Rara dan teman-teman yang lain selesai mengerjakan tugasnya.


"Terima kasih Akira" ucap Miya.


"Terima kasih banyak Akira, kau memang yang terbaik" ucap Rara.


"Benar, terima kasih banyak Akira" ucap Hana tersenyum.


"Berkatmu, aku sedikit paham tentang matematika, terima kasih ya" ucap siswi lainnya.


"Terima kasih Akira dan semuanya."


"Sama-sama teman-teman" ucap Akira tersenyum.


Mereka kemudian kembali ke tempat duduknya masing-masing setelah berterima kasih kepada Akira.


"Temanku ini sangat pintar. Kamu memang yang terbaik Akira, terima kasih ya" ucap Ayano tersenyum.


"Sama-sama, tapi aku tidak sepintar itu Ayano. Belajar bersama lebih menyenangkan bukan?" Ucap Akira tersenyum.


"Kamu benar, ayo kita lakukan lagi nanti" ucap Ayano tersenyum.


"Iya."


(Kamu memang orang yang baik Akira, aku semakin kagum kepadamu) ucap Sou dalam hati yang sedari tadi memperhatikan Akira sambil tersenyum.


"Kau kenapa Sou? Jangan senyum-senyum sendiri" ucap Hiro, murid yang duduk di sebelah Sou.


"Tidak, tidak apa-apa."


Saat istirahat...


"Sepertinya kamu cukup kesulitan tadi, mau makan bersama lagi di rooftop?" Ajak Sou tersenyum.


"Aku mau ikut" ucap Ayano semangat.


"Boleh Sou" ucap Akira tersenyum. Mereka bertiga kemudian pergi ke rooftop untuk makan bersama.


Mereka kembali duduk di tempat yang sama seperti kemarin, hanya saja hari ini mereka duduk di bawah karena bangkunya tidak cukup untuk duduk bertiga.


"Ck, ayam dan sayur lagi" ucap Sou berdecak.


"Ini, makanlah" ucap Akira memberikan kotak bekal yang lebih kecil dari kotak makannya.


"Apa ini?" Tanya Sou.


Sou kemudian membuka kotak makan tersebut.


"Wah.. bolehkah aku memakannya?" Tanya Sou antusias.


"Boleh, tapi kamu juga harus menghabiskan bekalmu" ucap Akira tersenyum.


"Tentu, terima kasih banyak Akira" ucap Sou tersenyum manis.


(Sou bisa tersenyum seperti ini juga ternyata. Beruntung sekali aku dapat melihatnya) batin Ayano menatap Sou.


"Ayano, ada apa?" Tanya Akira.


"Hah? Ah tidak, tidak ada apapun" ucap Ayano menggeleng.


"Ini, Ayano juga makanlah" ucap Akira memberikan beberapa makanan miliknya yang disimpan ke kotak makan Ayano.


"Terima kasih Akira" ucap Ayano tersenyum.


"Sama-sama."


"Enak" ucap Ayano menatap Akira. "Apa I-"


"Masakanmu selalu enak, Akira" ucap Sou tersenyum.


"Syukurlah, terima kasih Ayano, Sou" ucap Akira tersenyum.


Ayano menatap bingung Sou. Sou kemudian menggelengkan kepalanya samar sebagai isyarat jangan. Ayano kemudian menghiraukan tingkah Sou walaupun dia tidak mengerti apa maksudnya.


"Terima kasih makanannya" ucap Sou tersenyum.


"Terima kasih" ucap Ayano tersenyum.


"Terima kasih makanannya" ucap Akira yang juga tersenyum.


"Kamu membawa botol minum sendiri hari ini" ucap Sou melihat Akira minum.


"Tentu, aku tidak bisa melakukan kesalahan yang sama dan kembali merepotkan Sou" ucap Akira tersenyum.


"Memangnya kesalahan apa Akira?" Tanya Ayano bingung.


"Kemarin-"


"Tidak ada, itu bukan sesuatu yang menimbulkan masalah besar" ucap Sou memotong pembicaraan Akira.


Akira kemudian menatap Sou yang sedang tersenyum.


"Yah, begitulah" ucap Akira tersenyum menatap Ayano.


"Tidak masalah jika kalian merahasiakannya, aku juga tidak terlalu penasaran" ucap Ayano tersenyum.


"Itu.."


"Iya, itu bukan sesuatu yang penting" ucap Sou memotong pembicaraan Akira. "Waktu istirahat hampir habis, ayo kita kembali ke kelas" ajak Sou.


"Benar, ayo kembali sebelum Guru menangkap kita" ucap Ayano berdiri.


"Baiklah" ucap Akira tersenyum. Dia kemudian ikut berdiri dan mereka kembali ke kelas.


Akira berjalan duluan menuruni tangga diikuti oleh Sou yang berjalan bersamaan dengan Ayano di belakang.


"Sepertinya kamu populer untuk anak-anak di kelas. Tadi pasti merepotkan bukan?" Tanya Sou tersenyum.


"Tidak masalah bagiku. Aku senang bisa berguna untuk orang lain" ucap Akira tersenyum menatap Sou.


"Aku kagum padamu" ucap Sou berjalan mendahului Ayano agar dapat berjalan di samping Akira.


"Ayano! Aku mencarimu, mau ikut kami tidak?" Tanya salah satu teman Ayano yang berteriak di ujung tangga.


"Iya, aku ikut" ucap Ayano yang langsung menerobos jalan antara Akira dan Sou yang membuat Akira hilang keseimbangan dan terhuyung ke depan. Semua orang disana terkejut tak terkecuali teman Ayano itu.


"Awas!" Sou kemudian menangkap Akira yang hampir saja terjatuh di tangga. Akira tampak sangat terkejut, tangannya memegang erat lengan Sou.


"Kamu baik-baik saja" ucap Sou menatap Akira.


Akira tidak menjawab dia hanya menatap Sou sambil mengeratkan pegangannya kepada Sou.


"Apa yang kau lakukan?! Kau seenaknya menerobos jalan padahal kau tahu ini di tangga?" Ucap Sou dingin menatap tajam Ayano.


"Ma-maaf Akira, kamu baik-baik saja?" Tanya Ayano menghampiri Akira. Akira lagi-lagi tidak menjawab, dia hanya mengangguk pelan dengan wajahnya yang masih terkejut.


"Pergilah, temanmu menunggumu" ucap Sou menatap sinis Ayano.


"Tapi.."


"Ayano cepatlah, waktu istirahatnya hampir habis" teriak teman Ayano itu.


Sou kemudian menatap tajam teman Ayano. "Pergilah!" ucap Sou menekan kalimatnya.


Ayano terlihat bingung. Sepertinya dia ingin segera menuju temannya tapi dia merasa bersalah kepada Akira.


"Akira, maaf ya. Sungguh maafkan aku" ucap Ayano menyesal sambil membungkuk.

__ADS_1


"A-aku baik-baik saja, jangan khawatir" ucap Akira tersenyum.


"Benarkah?" Tanya Ayano memastikan.


"Benar, aku baik-baik saja" ucap Akira kembali tersenyum.


"Maaf Akira. Aku pergi duluan" ucap Ayano lagi.


Akira mengangguk. "I-iya."


Ayano kemudian pergi meninggalkan Sou dan Akira yang masih berdiri di tangga.


"Ckk" Sou berdecak menatap kepergian Ayano. "Duduk dulu disini" ucap Sou yang dituruti Akira dan kemudian ikut duduk di sampingnya.


Akira kemudian menarik pelan lengan baju Sou.


"Apa kamu benar baik-baik saja? Kamu pasti sangat terkejut. Tenang ya ada aku bersamamu" ucap Sou memegang pundak Akira.


"A-Akira takut sekali" ucap Akira menatap lengan baju Sou yang ditariknya.


"Tidak apa, ada aku disini" ucap Sou tersenyum.


"Terima kasih banyak Sou" ucap Akira tanpa menatap Sou.


"Tidak masalah Akira. Lagipula ada apa dengannya? Bisa bisanya dia melakukan hal bodoh seperti itu. Kita disini dulu sebentar ya" ucap Sou yang diangguki oleh Akira.


Setelah beberapa saat, Akira kemudian memutuskan untuk kembali ke kelas.


"Ayo kita kembali Sou, waktu istirahatnya sudah habis" ucap Akira menatap sepatunya.


"Benar juga, ayo" ucap Sou menggenggam tangan Akira. "Pelan-pelan saja" ucap Sou menuntun Akira.


Di kelas...


"Teman-teman aku dapat informasi bahwa sedang dilaksanakan rapat guru sehingga tidak akan ada guru yang masuk. Oleh karena itu, seperti biasa kita diberi tugas kelompok dan dikumpulkan minggu depan. Aku sudah mengirimkan soalnya di grup kelas ya. Nikmati waktu luangnya teman-teman" ucap Ketua kelas.


"Kelompoknya seperti yang kemarin? Atau bebas memilih lagi?" Tanya salah satu siswa.


"Ah benar, aku lupa menanyakannya. Bagaimana teman-teman? Apa mau yang seperti kemarin atau berbeda lagi. Aku harus menyampaikan kelompoknya pada Guru" ucap Ketua kelas lagi.


"Lebih baik seperti kemarin saja agar kita tidak bingung saat mempresentasikan tugas kemarin dan tugas hari ini. Akan lebih merepotkan saat seseorang lupa berada di kelompok mana jika diacak lagi" saran salah satu siswa.


"Bagaimana teman-teman? Aku mengikuti keinginan kalian saja" ucap Ketua kelas. 


"Iya, seperti itu saja. Lagipula kamu juga tidak ingin menulis nama-nama kelompok yang baru bukan?" Ucap siswa lainnya.


"Ckk, apa yang kamu katakan? Sangat benar" ucap Ketua kelas yang membuat semua orang tertawa. "Yang lain bagaimana?" Ucapnya lagi.


"Setuju."


"Setuju."


"Baiklah, kelompoknya seperti kemarin ya. Ada yang ingin ditanyakan lagi?"


"Boleh keluar kelas tidak?" Tanya seorang siswa.


"Sepertinya boleh."


"Kita beruntung ya hari ini. Dari pagi hingga pulang tidak ada guru yang masuk" ucap Ayano tersenyum. Sepertinya dia lupa apa yang dia lakukan terhadap Akira tadi.


"Iya, tapi ada tugas" ucap Akira yang juga tersenyum.


"Kita bisa mengerjakannya lain kali. Lagipula dikumpulkannya minggu depan bukan?" Ucap Ayano.


Akira mengangguk. "Kamu benar, tapi akan lebih baik jika dikerjakannya sekarang agar lebih cepat selesai" ucapnya tersenyum.


"Kamu tidak asik Akira" ucap Ayano menatap Akira. "Apa yang harus aku lakukan ya?" Tanyanya lagi.


Akira terlihat berpikir sebentar. "Ah benar, aku akan ke perpustakaan saja, apa Ayano mau ikut?" Tanya Akira.


"Ayano kamu dipanggil oleh anak sebelah" ucap salah satu siswa menghampiri Ayano.


"Tunggu sebentar ya" ucap Ayano kepada Akira.


Tak butuh waktu lama, Ayano kembali lagi ke bangkunya.


"Maaf Akira sepertinya aku tidak bisa ikut ke perpus, mereka mengajakku ke kantin." 


"Tidak apa Ayano, aku mengerti" ucap Akira tersenyum.


"Kalau begitu aku pergi ya" ucap Ayano tersenyum dan berlalu.


"Rara, apa benar kita boleh ke luar?" Tanya Akira.


"Boleh Akira, memangnya kamu mau kemana?" Tanya Rara.


"Aku mau ke perpustakaan tapi takut dimarahi."


"Tidak akan, lagipula gurunya sedang rapat bukan? Jadi ku rasa tidak masalah, Akira. Kamu tenang saja, nanti kalau ada Guru yang masuk biar aku yang memberitahukan bahwa kamu sedang ke perpus." 


"Apa tidak masalah jika seperti itu?" Tanya Akira ragu, dia tidak ingin merepotkan orang lain.


"Tentu, aku akan menyampaikannya nanti" ucapnya lagi.


"Baiklah, tolong ya. Terima kasih banyak, Ra" ucap Akira tersenyum.


"Sama-sama."


Akira kemudian pergi ke perpustakaan. Karena waktu luangnya cukup banyak, Akira memutuskan untuk membaca buku karena semua buku yang ada di tasnya adalah buku pelajaran yang membuat kepalanya pusing.


"Ah benar, sekalian saja sambil mengerjakan tugas tadi" ucap Akira kemudian membawa buku dan kotak pensilnya. 


"Tolong ya Rara, terima kasih" ucap Akira lagi.


"Tidak masalah Akira" ucap Rara tersenyum. Akira kemudian berjalan ke luar kelas.


Di lorong...


"Mau kemana?" Tanya Sou yang tiba-tiba berjalan di samping Akira.


"Aku mau ke perpustakaan. Sou sendiri mau kemana?" Tanya Akira.


"Hmm.. aku belum memutuskannya."


"Jadi Sou hanya berjalan tanpa tahu mau kemana begitu?"


"Begitulah" ucap Sou tersenyum. "Kalau begitu, apa boleh aku ikut ke perpus bersamamu?"


"Tentu saja, tidak ada yang melarangmu" ucap Akira tersenyum.


"Terima kasih" ucap Sou tersenyum.


Di perpustakaan...


"Kamu suka buku apa?" Tanya Sou dengan suara yang pelan.


"Aku hanya membaca apa yang ingin aku baca saja, tidak ada yang khusus" ucap Akira tersenyum. "Baiklah aku akan mencarinya dulu."


"Iya, aku juga mau mencari buku yang menarik" ucap Sou tersenyum. Mereka kemudian berpisah untuk mencari buku yang akan mereka baca.


"Banyak sekali novel disini, Akira jadi bingung harus membaca yang mana" monolog Akira menyusuri rak buku.


"Desain buku yang itu sangat lucu tapi sangat tinggi. Bagaimana Akira mengambilnya ya?" Ucapnya bingung.


Akira kemudian mencoba berjinjit untuk mengambil buku itu, namun tetap tidak sampai. "Lompat sajalah" ucap Akira yang kemudian melompat-lompat untuk meraih bukunya.


"Kamu bisa jatuh kalau seperti itu" ucap Sou memegang pundak Akira dari belakang. Akira sedikit terkejut dan berhenti melompat.


Sou kemudian mengambil buku silver yang memang ingin dibaca oleh Akira.


"Ini-- Sou memberikan bukunya --Jangan diulangi lagi ya, kamu bisa terluka nanti" ucap Sou tersenyum.


"Terima kasih" ucap Akira yang juga tersenyum.


"Sou sudah mendapat bukunya?" Tanya Akira.


"Sudah, makanya aku mencarimu kemari" ucap Sou tersenyum. "Ayo duduk disana" ajaknya lagi.


Mereka kemudian duduk di bangku yang sedikit jauh dibelakang. Akira duduk berhadapan dengan Sou dan akan mulai membaca.


"Kenapa kamu membawa buku dan kotak pensil? Apa kamu mau menulis sesuatu?" Tanya Sou.


Akira mengangguk. "Jika ada waktu yang tersisa, aku mau mencicil tugas tadi agar nantinya tidak terlalu banyak" ucap Akira tersenyum.


"Aku satu kelompok denganmu lagi bukan? Kenapa tidak bilang dari tadi? Aku akan kembali ke kelas untuk mengambil bukuku. Tidak apa-apa kan jika aku meninggalkanmu sendirian disini?" Tanya Sou.


"Kamu bisa memakai bukuku saja Sou, lagipula aku ingin membaca dulu, jika ada waktu yang tersisa baru mengerjakan tugasnya" jelas Akira.


"Tapi benar apa yang kamu katakan, kita memiliki banyak waktu luang hari ini jadi kita bisa mengerjakan tugasnya. Tapi aku tidak mau dengan selembar kertas karena aku pelupa" jelas Sou. "Tunggu sebentar ya, aku akan segera kembali" ucapnya lagi.


"Baiklah" ucap Akira tersenyum.


Sou kemudian pergi meninggalkan Akira sendirian. Akira memutuskan untuk membaca bukunya terlebih dahulu sambil menunggu Sou kembali.


Beberapa lama kemudian ada 2 orang siswa yang menghampiri Akira.


"Kamu Akira kan?" Tanya salah satu siswa tersebut.


"Benar, ada apa ya?" Ucap Akira bingung.


"Kenapa sendirian saja? Kata Ibuku tidak baik jika membiarkan gadis cantik sendirian" ucapnya tersenyum.


(Apa-apaan dia? Apa mereka orang jahat? Disini tidak ada orang lagi, bagaimana ini? Akira takut) batin Akira menatap bingung kedua orang yang berdiri dihadapannya.


"Maaf, tapi aku sudah bersama temanku" ucap Akira berdiri dari duduknya.


"Tidak masalah" ucapnya lagi. "Aku bolehkan duduk disampingmu?" Tanyanya lagi. Saat siswa itu akan melangkah, Sou tiba-tiba datang dan menarik lengan Akira.


"Maaf saja, tapi dia adalah kekasihku" ucap Sou menatap tajam kedua siswa tersebut.


(Kekasih?!)


"Astaga, ternyata dia kekasih Pangeran Es" gumam siswa lainnya.


"Ma-maaf kami hanya-"


"Kalian akan berurusan denganku jika kalian mengganggunya" ucap Sou masih menatap tajam keduanya.


"Ma-maafkan kami" ucap siswa tersebut kemudian pergi dengan tergesa. Mereka tidak meninggalkan perpustakaan hanya saja berpindah tempat duduk.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa? Ada yang terluka?" Tanya Sou menatap Akira.


"Ah, em. Tidak ada, aku baik-baik saja" ucap Akira menunduk. "Terima kasih banyak Sou."


__ADS_2