Akhir Kisah Akira

Akhir Kisah Akira
Chapter 5


__ADS_3

"Akira, aku ingin berbicara kepadamu" ucap Ayano serius.


"(Kenapa Ayano jadi serius seperti ini?) A-ah apa yang ingin kamu bicarakan?" Ucap Akira gugup.


"Jadi..." 


Akira mengangguk. "Jadi?"


"Kenapa Kakakmu tampan sekali??" Ucap Ayano.


"Hah? Eh? Kakakku?" 


Ayano mengangguk. "Hm.. Kakakmu."


"Ya ampun, aku kira kamu akan membicarakan hal yang lebih penting. Ayano membuatku takut saja" protes Akira.


"Hehe.. maaf ya. Tapi aku serius, kenapa Kakakmu tampan sekali? Kenalkan aku kepadanya, aku mohon" ucap Ayano menyatukan kedua tangannya.


"Aku rasa ini terlalu awal untuk Ayano menjadi Kakakku" ucap Akira.


"Ya ampun Akira.. aku hanya ingin berkenalan dengan Kakakmu saja, aku bahkan belum memikirkan kesana" ucap Ayano sedikit terkejut.


Akira tersenyum. "Baiklah, kamu mau aku mengenalkan pada Kakakku yang mana?" Tanya Akira.


"Memangnya kamu punya berapa Kakak? Bukankah yang kemarin itu Kakakmu?" Tanya Ayano.


"Iya dia Kakakku, namanya Kak Naoya. Selain Kak Naoya aku juga punya 2 kakak laki-laki lainnya, namanya Kak Shinji dan Kak Yuki" jelas Akira.


"Akira punya 3 kakak ternyata. Apa kamu punya adik?" Tanyanya lagi.


"Tidak, aku anak terakhir dan anak perempuan satu-satunya" ucap Akira tersenyum. "Bagaimana denganmu?" Tanya Akira.


"Aku anak tunggal, aku tidak memiliki kakak ataupun adik sepertimu. Dan karena itu, aku selalu kesepian" ucap Ayano sedih.


"Benarkah?"


Ayano mengangguk. "Pokoknya tolong kenalkan aku pada Kakakmu" ucap Ayano memaksa.


"Baiklah nanti akan ku kenalkan kepada mereka" ucap Akira tersenyum.


"Benarkah? Kau janji?"


"Aku janji" ucap Akira tersenyum.


"Terima kasih Akira" ucap Ayano terlihat bahagia.


Tak lama kemudian, Ketua kelas berdiri di depan kelas untuk menyampaikan pengumuman.


"Teman-teman, hari ini Pak Guru tidak akan bisa masuk ke kelas karena ada urusan mendadak. Oleh karena itu kita diberi tugas untuk mengerjakan lembar soal yang akan aku bagikan nanti secara berkelompok. Kelompoknya boleh bebas memilih sendiri, yang tidak boleh adalah ada yang tidak memiliki kelompok. Aku akan bagikan lembar soalnya sekarang" jelas Ketua kelas.


"Terima kasih" ucap Akira saat Ketua kelas memberikan lembar soal kepadanya.


"Sama-sama" ucap Ketua kelas tersenyum.


"Ada yang belum kebagian?" Tanya ketua kelas lagi. "Sepertinya sudah semua ya. Tugas ini dikumpulkan lusa kepadaku, apa ada yang ingin ditanyakan?" Tanyanya lagi.


"Dariku cukup" ucap Sou.


"Cukup" ucap yang lain.


"Baiklah, sepertinya semua sudah mengerti ya. Semangat mengerjakannya. Nikmati waktu luangnya teman-teman" ucap Ketua kelas tersenyum.


"Terima kasih" ucap para murid.


"Jadi sekarang kelas bebas ya?" Ucap Ayano.


"Sepertinya begitu" balas Akira.


"Ayo kita sekelompok Akira" ucap Ayano tersenyum.


"Tentu, kita sekelompok" ucap Akira yang juga tersenyum.


Banyak murid yang pergi meninggalkan ruang kelas tapi tak sedikit juga yang masih ada di kelas untuk makan, mengobrol, dan melakukan sesuatu yang mereka inginkan.


"Akira.." panggil Sou tersenyum yang dibalas oleh senyuman oleh Akira.


"Mau sekelompok denganku untuk tugas tadi?" Tanya Sou.


"Boleh, aku juga hanya berdua dengan Ayano, benarkan?" Tanya Akira pada Ayano.


"Benar, ayo kita sekelompok" ucap Ayano tersenyum.


"Baiklah kalau begitu. Mohon bantuannya" ucap Sou.


"Aku juga mohon bantuannya" ucap Akira tersenyum.


"Jadi mau kapan dan dimana mengerjakannya?" Tanya Ayano.


"Kita kerjakan di perpus saja pulang sekolah nanti, agar cepat beres" ucap Sou.


"Sepertinya aku tidak bisa ikut kalau hari ini, aku ada latihan sepulang sekolah" ucap Akira.


"Latihan apa?" Tanya Ayano.


"Bulutangkis" jawab Akira.


"Ternyata Akira suka olahraga bulutangkis ya" ucap Sou duduk di depan Akira.


"(Bulutangkis?) Begitulah, sepertinya tidak bisa hari ini ya. Aku cukup terkejut karena Akira suka bermain bulutangkis" ucap Ayano.


"Benarkah?-- Akira tersenyum --Aku sudah lama bermain bulutangkis, apa kalian juga suka?" Tanya Akira.


"Aku suka menonton saja, tidak bisa kalau bermain" jelas Ayano.


"Ah begitukah.." ucap Akira.


"Kalau aku, aku tidak terlalu suka bulutangkis, aku lebih suka basket" jelas Sou.


Akira mengangguk paham.


"Ah, mengenai tugasnya, bagaimana jika besok kita kerjakan di rumahku saja. Besok aku tidak ada latihan, ini juga kesempatan Ayano untuk berkenalan dengan Kakakku" saran Akira.


"Ah... benar sekali. Aku setuju, sangat setuju" ucap Ayano senang.


"Apa boleh kita ke rumahmu?" Tanya Sou.


"Tentu saja, aku akan meminta izin nanti" ucap Akira tersenyum.


"Baiklah, terima kasih" ucap Sou lagi.


Mereka kemudian membicarakan banyak hal bersama.


"Apa kamu punya kakak atau adik?" Tanya Ayano pada Sou.


Sou menggeleng. "Tidak, aku anak tunggal."


"Sama sepertiku berarti" ucap Ayano tersenyum.


"Akira punya 2 kakak ya" ucap Sou tersenyum.


"Tidak, aku punya 3 kakak" ucap Akira tersenyum.


"Eh benarkah? Kakakmu banyak juga ternyata" ucap Sou tersenyum.


"Kenapa kamu bisa tahu kakak Akira ada 2?" Tanya Ayano pada Sou.


"Aku bertemu dengan Kakaknya Akira bersamamu kemarin dan aku bertemu Kakak yang satunya tadi pagi" jelas Sou yang diangguki Akira.

__ADS_1


"Kamu curang, kenapa kamu bertemu Kakaknya Akira sedangkan aku tidak?" Protes Ayano.


"Jangan protes kepadaku, aku juga tidak tahu akan bertemu dengan Kakak Akira tadi. Aku bahkan mengira bahwa dia adalah kekasih Akira, semoga Kak Yuki memaafkanku" jelas Sou.


"Kak Yuki? Namanya Kak Yuki ternyata. Jika kamu mengira Kak Yuki itu kekasih Akira, berarti dia tampan dan muda sekali, benar kan?" Tanya Ayano lagi pada Sou.


"Benar" ucap Sou setuju.


"Kenapa kalian jadi membahas Kakakku? Semoga kupingnya tidak panas nanti" ucap Akira tertawa. "Kamu tenang saja, besok kamu juga akan bertemu Kak Yuki jadi tidak perlu khawatir" ucap Akira lagi.


"Kamu benar, tolong ingat janjimu ya Akira" ucap Ayano.


"Tentu."


Saat istirahat...


"Ada yang bisa membantu Ibu membawa berkas-berkas ini ke ruang guru?" Tanya Ibu Guru kepada beberapa murid yang ada di kelas.


Suasana kelas saat ini sangat sepi, hanya ada 5 orang di dalam kelas termasuk Akira dan Sou karena semua siswa sudah pergi untuk istirahat duluan. Ayano juga pergi ke kantin untuk membeli makan.


"Biar saya bantu Bu" ucap Akira mengajukan diri.


"Tolong ya Akira, tapi ini sedikit berat" ucap Bu Guru.


"Baik Bu, saya mengerti."


Akira kemudian berjalan mengambil semua berkas yang ada di meja guru, lalu mengikuti Bu Guru yang berjalan lebih dulu.


Saat di pintu kelas, Sou tiba-tiba datang dan mengambil sebagian berkas yang berada di tangan Akira.


"Biar aku bantu" ucap Sou tersenyum.


"Bukankah kamu sedang tidur tadi? Aku bisa sendiri kok, lanjutkan saja tidurnya" ucap Akira tersenyum.


"Tidak, aku tidak tidur tadi. Biarkan aku membantumu ya" ucapnya tersenyum.


"Baiklah, tolong ya" mohon Akira tersenyum.


Mereka kemudian berjalan menyusuri lorong yang cukup ramai oleh para murid.


"Akira, apa itu berat? Kalau berat kemarikan, biar aku yang bawa" ucap Sou menawarkan. Dia sedikit khawatir karena berkas yang mereka bawa benar-benar sangat banyak dan juga berat. Walaupun Sou mengambil setengah bagian dari berkas yang dibawa Akira, tapi Sou merasa berkas yang dibawanya cukup berat.


"Tidak masalah Sou, aku masih kuat" ucap Akira tersenyum.


"Hai Sou" panggil seorang gadis yang berada di lorong.


"Sou memang selalu keren dan tampan" ucap gadis lainnya.


"Apa dia sudah punya pacar belum ya?" bisik seorang gadis yang masih bisa terdengar oleh Akira.


"Ya ampun jantungku."


"Aku akan sangat bahagia jika aku bisa jadi temannya."


Akira tersenyum saat mendengarkan perkataan para gadis yang menyapa dan membicarakan Sou.


"Sepertinya mereka membicarakanmu Sou" ucap Akira tersenyum.


"Benarkah? Kenapa mereka membicarakanku ya?" Tanya Sou bingung.


"Kamu sangat populer ternyata" ucap Akira lagi.


"Aku tidak sepopuler itu, mereka saja yang terpesona padaku" ucap Sou tertawa kecil.


"Kamu terlalu percaya diri, Sou" ucap Akira lagi.


"Itu adalah hak ku" ucap Sou tersenyum. "Biarkan saja Akira, biarkan mereka membicarakanku, toh bukan hal yang buruk yang mereka bicarakan" ucapnya lagi.


"Iya."


Tak lama kemudian mereka sampai di ruang guru dan kembali ke kelas saat sudah menyimpan semua berkasnya.


"Aku juga, bisakah kita berteman?" Tanya gadis lain.


"Kamu mau kemana Sou? Mau kita temani?" Ucap yang lainnya.


"Kamu harus masuk tim basket sekolah" ucap Kakak kelas yang ikut menghampiri Sou dan Akira.


"Sou kenapa kamu tampan sekali?" Ucap siswi yang lainnya.


Sou dan Akira dikelilingi oleh banyak siswi dari berbagai kelas sekarang. Mereka hanya ingin berbicara dengan Sou, tapi Akira tidak bisa menghindar dan keluar dari kerumunan saking banyaknya gadis yang mendekat kepada Sou.


"Sepertinya kau benar-benar sangat populer Sou" ucap Akira yang sedikit tertekan di belakang Sou.


"Maaf ya Akira" ucap Sou tersenyum canggung. "Maafkan aku, tapi ayo pergi dari sini" ucap Sou menggenggam tangan Akira.


"Eh? Tunggu-"


"Maaf" teriak Sou lalu berlari menerobos kerumunan sambil menggenggam tangan Akira.


Akira terkejut karena Sou tiba-tiba menarik tangannya dan berlari seperti itu. Dia tidak mengerti dan hanya bisa pasrah dibawa pergi oleh Sou.


"Sou mau kemana?" Tanya salah satu gadis.


"Sou.."


"Apa itu kekasihnya?"


"Sou sudah punya kekasih ternyata."


"Apa aku harus menyerah sekarang?"


Begitulah keadaan di antara para gadis itu. Mereka menganggap Akira adalah kekasih Sou. Sou terus berlari membawa Akira dan berhenti di atap sekolah.


"Hah.. akhirnya bisa bebas dari orang-orang itu" ucap Sou lega.


"Kamu.. kamu.. ah aku lelah.." ucap Akira mengatur nafasnya.


"Maaf Akira, aku jadi membawamu berlari bersamaku, maafkan aku" ucap Sou menyesal. Dia tidak melepaskan genggaman tangannya pada Akira.


"Le..paskan.. dulu tanganku" ucap Akira masih mengatur nafasnya. 


"Ah, maafkan aku" ucapnya melepaskan genggamannya. "Duduk dulu disini" ucapnya lagi.


Sou dan Akira kemudian duduk disana dan mencoba mengatur nafas.


"Aku lelah sekali.." Ucap Akira.


"Maaf ya Akira, kumohon maafkan aku" ucap Sou menyatukan kedua tangannya.


"Tidak masalah, sudah terjadi juga bukan? Lagipula kenapa kamu populer sekali?" Ucap Akira penasaran.


"Kamu penasaran?" Tanyanya.


Akira mengangguk. "Tentu, aku sangat penasaran."


Sou tersenyum. "Sebenarnya aku juga tidak tahu mengapa aku sangat populer, tapi aku adalah ketua tim basket di SMP dan banyak alumni SMP ku yang juga masuk ke sekolah ini. Mungkin karena mereka sudah mengenalku dan sering melihatku bermain basket jadilah seperti ini. Tapi aku juga tidak tahu alasan sebenarnya mengapa gadis-gadis tadi seperti itu kepadaku" ucapnya tersenyum menunjukan gigi rapinya.


"Ah begitukah? Pantas saja. Wajar sih, kamu juga tampan jadi banyak orang yang suka kepadamu" ucap Akira tersenyum.


Sou terkejut dengan penuturan Akira. Dia menatap dalam mata Akira.


"Apa? Kenapa? Ada apa Sou?" Tanya Akira bingung.


"Kamu bilang aku tampan?" Tanya Sou memastikan.


"Hah? (Apa aku mengatakannya tadi?-- Akira berpikir sejenak, dia mengingat kembali apa yang sebelumnya dia katakan --aaahhh tamat sudah riwayatku sebagai temannya Sou) Maaf Sou, maafkan aku" ucap Akira menyesal.

__ADS_1


"Kenapa meminta maaf?" Kini Sou yang bingung.


"Kamu pasti tidak suka bukan? Maaf Sou maafkan aku" ucap Akira lagi.


"Sudah ku bilang kenapa kamu yang meminta maaf? Tidak apa Akira" ucap Sou tersenyum.


"Tolong jangan berpikiran macam-macam kepadaku Sou, aku hanya mengatakan kebenaran bahwa kamu memang tampan, aku minta maaf" ucap Akira yang kembali menunduk.


Sou tersenyum. Dia berpikir bahwa gadis di depannya ini sangat menggemaskan.


"Tidak masalah Akira, aku malah senang jika kamu yang mengatakannya. Aku tidak akan apa-apa jika itu kamu" ucap Sou tersenyum.


"Eh? -- Akira menatap Sou --apa itu artinya kamu memaafkanku?" Tanya Akira ragu.


Sou mengangguk. "Dari awal kamu tidak salah, aku tidak masalah dan aku sangat berterima kasih jika kamu yang mengatakannya seperti tadi" ucap Sou tersenyum.


"Terima kasih" ucap Akira yang masih menunduk.


"Jangan menunduk seperti itu Akira, aku jadi tidak bisa melihat wajah cantikmu" ucap Sou tersenyum.


Akira cukup terkejut mendengar perkataan Sou, ini adalah pertama kalinya ada orang lain yang mengatakan langsung seperti itu selain Mama, Papa, dan Kakaknya. Akira menatap wajah Sou dan kembali menunduk karena malu. Wajahnya terlihat merona yang dianggap menggemaskan bagi Sou.


"Apa kau sakit? Wajahmu merah Akira" tanya Sou.


"Ah, emm, tidak. Aku tidak sakit" gugup Akira yang tetap menunduk.


"Apa kamu malu hm?" Goda Sou tersenyum.


"Tidak, aku tidak malu tapi-- Akira menatap Sou sebentar dan mengalihkan pandangannya --terima kasih" ucapnya dengan suara yang kecil.


"Kamu sangat menggemaskan Akira" ucap Sou tersenyum.


Akira melirik Sou sebentar. "A-aku akan kembali ke kelas" ucap Akira mengalihkan pembicaraan, dia benar-benar malu sekarang. Akira kemudian berdiri dan akan melangkah pergi.


"Tunggu aku Akira" ucap Sou yang juga ikut berdiri. "Ayo ke kelas bersama" ucap Sou tersenyum.


Akira hanya mengangguk dan kemudian mereka kembali ke kelas.


"Kalian dari mana saja? Aku mencari kalian" ucap Ayano.


"Maaf, tadi kami mengantarkan berkas ke ruang guru" ucap Sou.


"Maaf ya Ayano. Ayo makan, aku sudah lapar" ucap Akira yang memang menunggu Ayano kembali dari kantin untuk makan bersama.


"Ayo, aku juga sudah lapar" ucap Ayano.


Mereka kemudian duduk dan menyantap makanannya masing-masing.


"Bolehkah aku bergabung?" Tanya Sou.


"Silahkan" ucap Ayano dan Akira hanya mengangguk. Dia masih memikirkan perkataan Sou tadi di atap.


"Tumben sekali Akira diam, apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Sou sambil tersenyum. Sou sebenarnya tahu bahwa Akira masih malu sejak di atap tadi, dia bertanya untuk menggoda Akira.


"Ah, ti-tidak tidak ada. Memangnya kenapa jika aku diam, aku juga lelah jika harus berbicara terus" ucap Akira mengerucutkan bibirnya.


(Menggemaskan sekali) batin Sou memperhatikan tingkah Akira.


"Kamu menggemaskan Akira" ucap Ayano tertawa.


"Jangan menghinaku" ucap Akira dengan suara kecil.


"Aku tidak menghinamu, kamu memang sangat menggemaskan." Jelas Ayano.


"Hentikan, aku malu" ucap Akira menunduk.


Ayano dan Sou kemudian tertawa melihat tingkah Akira. Pipinya yang kembali merona benar-benar sangat menggemaskan.


"Tapi kamu sangat menggemaskan" ucap Ayano tersenyum.


"Benar, kamu sangat menggemaskan" ucap Sou setuju.


"Hentikan" ucap Akira dengan suara yang kecil.


"Baiklah baiklah, kami akan berhenti. Lanjutkan makannya" ucap Ayano tersenyum.


Akira kemudian mengangguk dan menuruti Ayano untuk memakan makanannya.


Sepulang sekolah...


"Aku duluan ya, aku harus latihan sekarang" pamit Akira pada Ayano.


"Baiklah, hati-hati" ucap Ayano.


Akira kemudian bergegas pergi ke luar kelas. Dia benar-benar tidak ingin terlambat latihan dan mungkin Kakaknya sudah menunggunya di bawah.


Saat berjalan di lorong, seseorang memanggil namanya.


"Akira tunggu!" Panggil seseorang.


Akira kemudian melihat ke sumber suara. "Sou, ada apa?" Tanya Akira.


"Ayo kita pulang bersama sampai depan" ucap Sou tersenyum.


Akira mengangguk. "Ayo" jawab Akira yang juga tersenyum.


Saat menuju ke depan sekolah, ternyata Yuki sudah menunggu di depan gerbang.


"Akira.." panggil Yuki sambil melambaikan tangannya.


"Kakak, apa Kakak sudah lama menunggu?" Tanya Akira.


Yuki menggeleng. "Tidak, Kakak baru saja sampai. Kita bertemu lagi Sou" ucapnya tersenyum pada Sou.


"Iya Kak, selamat siang" ucap Sou sedikit membungkuk.


"Rumahmu dimana? Mau pulang bersama kami?" Tanya Yuki pada Sou.


"Iya, biar Kak Yuki yang antarkan" ucap Akira tersenyum.


"Tidak perlu Kak, Akira, aku akan pulang sendiri saja" ucap Sou.


"Baiklah kalau begitu. Kami duluan ya, Akira harus pergi latihan" ucap Yuki.


"Iya Kak, hati-hati" ucap Sou tersenyum.


"Sampai jumpa Sou, bye-bye" ucap Akira tersenyum.


"A-ah iya, b-bye-bye Akira" ucap Sou gugup. Dia tidak pernah mengatakan bye-bye terlebih kepada seorang gadis. Ini adalah pertama kalinya Sou mengatakannya.


"Seharusnya Akira tidak mengatakan bye-bye padanya. Lihat dia jadi malu" ucap Yuki tertawa.


"Ah begitukah?-- Akira menatap wajah Sou --Maaf Sou, itu kebiasaanku. Maafkan aku" ucap Akira menyesal.


"Tidak apa-apa Akira, aku mengerti" ucap Sou tersenyum.


"Baiklah kami pergi ya" pamit Yuki.


"Bye-bye Akira sampai jumpa besok" ucap Sou tersenyum.


Akira terdiam sesaat lalu kembali tersenyum. "Bye-bye Sou, hati-hati di jalan ya."


"Kamu juga hati-hati" ucap Sou tersenyum.


"Iya" ucap Akira tersenyum.


Yuki dan Akira kemudian menaiki mobil dan perlahan menghilang dari pandangan Sou.

__ADS_1


"Dia sangat menggemaskan, aku rasa aku akan menyukainya" ucap Sou tersenyum.


__ADS_2