
(Kekasih?!)
"Kamu baik-baik saja? Ini salahku karena meninggalkanmu sendirian tadi, maaf" ucap Sou masih menggenggam tangan Akira.
Akira menggeleng. "Ini bukan salah Sou, terima kasih" ucap Akira sambil menunduk.
Sou tersenyum tipis. "Ayo kita kerjakan tugasnya, kita sisakan untuk Ayano" ucap Sou melepas genggaman tangannya dan kembali duduk di hadapan Akira.
"Iya."
"Aku kerjakan yang ini, Akira tolong kerjakan yang lainnya ya" ucap Sou tersenyum.
"Baik."
Mereka kemudian mengerjakan tugasnya masing-masing. Saat Akira akan mulai menulis, dia menatap Sou yang sedang fokus dan kemudian beralih menatap bukunya.
(Kenapa rasanya gugup? Padahal kemarin tidak seperti ini) batin Akira menatap Sou.
"Ada apa?" Tanya Sou menatap Akira juga.
Akira menggeleng sambil tersenyum. "Tidak ada" ucap Akira kemudian mulai menulis.
(Tulisan Sou sangat bagus. Jari jemarinya yang kuat, rambutnya yang sedikit berantakan, matanya yang bulat, wajah tampannya. Semua membuat Akira gugup) batin Akira melirik Sou.
(Bolehkan Akira seperti ini? Tidak, tidak. Pertama, selesaikan dulu tugasnya) ucap Akira dalam hati.
Walaupun Akira sudah memutuskan untuk mengerjakan tugasnya, tapi dia tetap tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Sou.
Saat sedang fokus melirik Sou, tiba-tiba Sou ikut menatap Akira sehingga mata mereka bertemu dan mereka terdiam beberapa saat.
"Ada apa Akira? Kamu baik-baik saja?" Tanya Sou.
"Aku baik-baik saja Sou" ucap Akira tersenyum dan Sou hanya mengangguk paham.
(Ketahuan!! Hentikan Akira, jangan menatapnya lagi. Malu sekali!) ucap Akira dalam hati. Dia kemudian benar-benar fokus mengerjakan tugasnya.
(Dia tetap sangat cantik dan menggemaskan bahkan saat fokus seperti itu. Ah, dia punya tahi lalat di ujung mata kanannya ternyata) ucap Sou tersenyum tipis menatap Akira.
Beberapa lama kemudian...
"Sou, bagaimana cara mengerjakan soal yang ini?" Tanya Akira.
"Nomor berapa?"
"Nomor 28."
"Sini, biar aku lihat."
Akira kemudian memutar bukunya agar Sou dapat melihatnya.
"Tulisan Akira sangat bagus" ucapnya tersenyum.
"Terima kasih" ucap Akira tersenyum.
"Aku akan menjelaskannya" ucap Sou tersenyum. Dia kemudian berjalan dan duduk di samping Akira.
"Terima kasih banyak Sou" ucap Akira tersenyum.
Sou kemudian menjelaskan cara menyelesaikan soal yang Akira tanyakan tadi.
"Bagaimana, apa sudah paham?" Tanya Sou.
"Emm (Akira mengangguk) kalau yang ini bagaimana Sou?" Tanya Akira menunjukan poin yang tidak dia mengerti.
"Yang mana?" Ucap Sou mendekatkan lagi wajahnya ke buku untuk melihat soal.
"Kalau yang in- Akhh!!"
Kepala Sou terbentur dengan kepala Akira saat dia akan menoleh. Sou dan Akira memegangi kepalanya masing-masing karena benturan yang cukup keras.
Sou mengusap-ngusap kepalanya. "Akhh.. maaf. Kamu baik-baik saja Akira?" Ucapnya khawatir.
Akira mengangguk sambil memegangi kepalanya. "Maaf Sou, aku tidak sengaja."
"Sakit sekali" gumam Sou memegang kepalanya. "Sini biar aku lihat" ucap Sou menarik tangan Akira agar lebih mendekat kepada Sou.
(Dekat sekali!!) ucap Akira menunduk.
"Angkat kepalamu sedikit, Akira" titah Sou.
Akira kemudian menuruti perkataan Sou. Dia mengangkat sedikit kepalanya. Akira cukup terkejut karena wajahnya sangat dekat dengan wajah Sou sekarang.
"Kepalamu merah Akira, maafkan aku huh-huh (Sou meniup kepala Akira yang memerah akibat benturan tadi), maaf ya" ucap Sou yang masih meniup kepala Akira.
"Aku tidak apa-apa Sou. Ini salahku, maaf. Jika saja aku tidak terlalu dekat seperti tadi, kita tidak akan terluka. Sungguh maafkan aku" ucap Akira menunduk.
"Ini salahku juga karena tidak memperhatikan sekitar, maaf ya" ucap Sou mengelus pelan kepala Akira.
"Maaf Sou" ucap Akira lagi.
Sou menggeleng. "Tidak, tidak. Aku juga bersalah disini. Apa perlu ke UKS?" Tanya Sou khawatir menatap Akira.
Akira menggeleng cepat. "Itu terlalu berlebihan Sou, aku baik-baik saja. Sou sendiri bagaimana?" Tanya Akira balik.
"Kepalaku sudah tidak sakit" ucap Sou memegang kepalanya.
"Syukurlah, maafkan aku Sou. Sungguh" ucap Akira menyesal.
"Tidak apa Akira. Sudah ku bilang, ini salahku juga. Kepalamu masih sakit?" Tanyanya lagi.
"Tidak, sudah tidak sakit."
"Syukurlah.. (kakakmu pasti akan marah jika kamu terluka karenaku) Baiklah, kita lanjutkan lagi ya" ucap Sou yang diangguki Akira.
Mereka kemudian melanjutkan mengerjakan tugasnya. Pada akhirnya Sou tetap duduk di samping Akira, saling membantu untuk soal yang tidak mereka pahami.
"Ternyata kalian berdua ada disini" ucap Ayano tiba-tiba datang.
Akira dan Sou kemudian melihat ke sumber suara. Berbeda dengan Akira yang tersenyum, Sou malah menunjukan ekspresi ketidaksukaannya.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Ayano duduk di hadapan Sou.
"Sepertinya tidak harus aku beritahu juga kau sudah tahu" ucap Sou dingin.
Ayano menatap Sou bingung. "Aku tidak menemukanmu setelah pergi bersama teman-temanku tadi, jadi aku menghampirimu kemari" jelas Ayano pada Akira.
"Kami tidak bertanya" ucap Sou dingin yang lagi-lagi membuat Ayano bingung.
"Kami sedang mengerjakan tugas, Ayano juga sekalian saja jadi kita mengerjakannya bersama" ucap Akira tersenyum.
"Kamu benar, mana bagianku?" Tanya Ayano.
"Yang ini" ucap Akira menunjukan bagian Ayano.
"Baiklah, aku kerjakan sekarang. Aku minta kertas dan pinjam pulpennya ya" ucap Ayano tersenyum. Mereka kemudian kembali mengerjakan tugasnya masing-masing.
Beberapa saat kemudian...
__ADS_1
"Aku sudah selesai" ucap Sou menutup bukunya. Dia kemudian menidurkan kepalanya di meja dengan tangan yang dilipat sebagai tumpuan.
"Terima kasih Sou" ucap Akira tersenyum.
Sou kemudian menempatkan wajahnya menatap ke arah Akira dan terus memperhatikannya.
(Mata Akira berwarna coklat gelap dan mengkilap, sangat cantik) ucap Sou memperhatikan Akira.
"Ada apa Sou?" Tanya Akira melihat Sou yang sedang menatapnya.
"Tidak ada" ucap Sou tersenyum. "Aku mau baca buku saja" ucapnya lagi.
"Ini" ucap Akira memberikan bukunya.
"Terima kasih" ucap Sou tersenyum.
"Sama-sama" ucap Akira tersenyum kemudian kembali fokus pada tugasnya.
Walaupun Sou mengatakan akan membaca buku, tapi pada kenyataanya dia tetap memperhatikan Akira. Dia hanya membaca 1 kalimat dan kembali menatap Akira.
"Sepertinya kamu tidak membaca bukunya Sou" ucap Ayano tersenyum.
Akira kemudian menatap Ayano dan beralih menatap Sou yang sedang menatapnya.
"Apa ada sesuatu, Sou?" Tanya Akira menatap Sou.
Sou kemudian menggeleng. "Tidak, tidak ada apapun" ucapnya tersenyum.
Akira menyipitkan matanya menatap Sou. "Sou berbohong."
"Dia memang sedang berbohong" ucap Ayano tertawa.
"Aku tidak berbohong Akira" ucapnya lagi.
"Benarkah? Apa kamu tertarik pada sesuatu?" Ucap Akira melihat ke sekeliling untuk mencari sesuatu yang menarik perhatian Sou.
Sou mengangguk. "Hmm.. itu benar, ada yang sangat menarik perhatianku."
"Aku penasaran, apa yang membuat Sou tertarik?" Ucap Ayano menimpali.
"Kau tidak perlu tahu apa itu" ucap Sou dingin.
Akira merasa aneh dengan sikap Sou kepada Ayano hari ini. Walaupun Sou tidak banyak berbicara kepada Ayano seperti kepadanya, tetap saja tingkah Sou hari ini sangat aneh. Tapi dia tidak bisa bertanya sekarang jadi Akira hanya memperhatikannya saja.
"Aku sudah selesai" ucap Akira menutup bukunya.
"Hanya aku saja yang belum?" Ucap Ayano tidak percaya.
"Maaf ya" ucap Akira tersenyum. "Jika ada yg tidak dimengerti, tanyakan saja" ucapnya lagi.
"Aku mengerti" ucap Ayano yang kembali fokus pada tugasnya.
"Aku mau mencari buku lain, yang ini membosankan" ucap Sou pada Akira.
"Di rak kedua dari ujung sana banyak sekali novel dan manga, siapa tahu Sou suka" ucap Akira tersenyum.
"Oke, terima kasih. Aku pergi dulu" ucap Sou tersenyum kemudian pergi.
"Akira, apa aku melakukan kesalahan pada Sou?" Tanya Ayano saat Sou sudah pergi.
"Aku tidak tahu, Ayano. Dia memang terlihat berbeda dari biasanya hari ini" ucap Akira.
"Dia sangat dingin kepadaku hari ini" ucap Ayano lagi.
"Apa kamu membuatnya marah?" Tanya Akira.
"Aku rasa tidak, tapi jika Sou seperti itu pasti aku melakukan kesalahan" ucap Ayano sedih.
"Kamu benar Akira, disana banyak sekali buku yang menarik. Terima kasih ya" ucap Sou.
"Sama-sama Sou" ucap Akira tersenyum.
Pulang sekolah...
"Aku akan membawanya ke rumah" ucap Ayano yang tugasnya memang belum selesai.
"Baiklah" ucap Akira.
"Aku pulang duluan ya, teman-temanku akan mencariku. Sampai jumpa" ucap Ayano kemudian pergi dengan beberapa lembar kertas tugasnya.
"Sampai jumpa besok" ucap Akira melambaikan tangannya. Sedangkan Sou hanya menatap sinis ke arah Ayano.
"Sepertinya kita juga harus pulang, Sou" ucap Akira membereskan buku-bukunya.
"Iya."
Di kelas...
"Akira, ayo pulang bersama" ajak Sou menghampiri Akira.
"Kalian terlihat semakin dekat ya" ucap Hana tersenyum yang membuat Akira sedikit terkejut.
"Ehh.. Benarkah?" Ucap Sou malas.
Hana tersenyum. "Semoga hubungan kalian tetap bahagia ya. Aku duluan, sampai jumpa Akira, Sou" ucapnya kemudian pergi.
"Ah, iya. Sampai jumpa Hana, hati-hati" ucap Akira tersenyum.
"Ayo kita juga pulang" ucap Sou lagi.
"Ayo."
Di lorong...
"Sou" panggil Akira yang berjalan di belakang Sou.
"Hmm?" Ucap Sou menatap Akira.
(Apa Akira harus mengatakannya? Tapi ini kan masalah Sou degan Ayano, apa boleh Akira menanyakannya?)
"Ada apa Akira?" Tanya Sou saat Akira hanya diam dan tidak mengatakan apapun.
"Itu.. maaf Sou, tapi bagaimana ya mengatakannya. Apa kamu dan Ayano ada masalah?" Tanya Akira ragu.
Ekspresi Sou berubah menjadi datar. Dia kemudian kembali berjalan tanpa menghiraukan Akira.
"Tidak, tidak ada masalah apapun" Ucap Sou tanpa melihat ke arah Akira.
"Syukurlah jika tidak ada masalah. Hanya saja.."
"Hanya saja?" Tanyanya lagi tanpa melihat ke arah Akira.
"Ayano sedih saat kamu bersikap dingin kepadanya" ucap Akira menundukan kepalanya.
"Aku hanya tidak mengerti dengan sikapnya. Dia hampir membuatmu celaka tapi dia masih mementingkan teman-temannya itu" jelas Sou yang masih menatap lurus ke depan.
"Apa kamu masih kesal dengan kejadian tadi?" Tanya Akira menatap Sou.
__ADS_1
"Tentu saja, dia sudah membahayakanmu tadi. Aku justru tidak mengerti kepadamu. Kenapa kamu masih bisa tersenyum seolah tidak terjadi apapun, Akira?" Ucap Sou sedikit kesal.
"Karena aku tahu Ayano tidak sengaja dan aku baik-baik saja. Dia juga sudah meminta maaf tadi. Aku memang sangat takut dan terkejut, tapi.."
"Dia hanya memanfaatkanmu Akira" ucap Sou menatap Akira. "Dia selalu meninggalkanmu dan pergi bersama teman-temannya, tapi saat dia butuh sesuatu dia pasti akan menghampirimu" ucap Sou kesal.
Akira kemudian menatap Sou. "Walaupun begitu, tidak seharusnya Sou bersikap dingin kepadanya."
"Tunggu, apa kamu mendengarkanku?" Ucap Sou tidak percaya. Dia menghentikan langkahnya dan menatap Akira.
"Tentu, aku mendengarkanmu" ucap Akira yang ikut menghentikan langkahnya.
"Apa tidak masalah jika kamu hanya dimanfaatkan olehnya?" Ucap Sou tidak percaya.
"Bukan seperti itu. Aku adalah orang yang egois, tentu aku tidak ingin dimanfaatkan seperti itu. Tapi Sou, mungkin teman-temannya sangat berarti baginya. Sou juga tidak akan meninggalkan teman Sou yang berharga bukan? Lagipula aku tidak kesepian karena ada Sou yang selalu bersamaku" ucap Akira menunduk.
Sou terdiam. Dia tidak menyangka jika Akira akan mengatakan hal seperti itu kepadanya.
"Jadi, aku akan baik-baik saja walaupun Ayano tidak bersamaku. Aku bersumpah, aku tidak memanfaatkan Sou hanya karena kesepian saat Ayano tidak bersamaku. Aku hanya sangat senang bisa bersama dengan Sou, jadi aku tidak khawatir" jelas Akira lagi.
Sou yang dari tadi hanya diam, kini tersenyum. Dia menghampiri Akira dan meletakan tanganya di atas kepala Akira.
"Aku tahu, Akira bukan orang yang suka memanfaatkan orang lain, tetapi aku tidak masalah jika dimanfaatkan olehmu. Aku bahkan sangat bersedia jika itu kamu. Terima kasih sudah memberitahukannya. Aku juga sangat senang bisa menghabiskan waktuku bersamamu. Terima kasih, Akira" ucap Sou sambil tersenyum manis.
(Senyuman ini lagi..)
Akira kembali terpesona dengan senyuman Sou yang seperti ini. Ini adalah kedua kalinya Sou tersenyum seperti itu di hadapan Akira.
Akira kemudian tersenyum tak kalah manis membalas senyuman Sou.
"Sedang apa kalian disini?" Ucap Hiro tiba-tiba yang membuat keduanya salah tingkah.
"Sepertinya ada banyak bunga bermekaran di atas kepala kalian" ucapnya lagi.
"Benarkah?" Tanya Akira polos.
Hiro tersenyum melihat tingkah Akira. "Kalau mau pacaran jangan di tengah jalan, kalian bisa menepi terlebih dahulu" ucap Hiro yang membuat Akira menundukan kepalanya karena malu.
"Kau berisik sekali Hiro" ucap Sou dengan wajahnya yang memerah.
"Sepertinya ada yang sedang malu" ucap Hiro tertawa. "Sudahlah aku duluan ya, sampai jumpa Akira. Mukamu merah seperti tomat, Sou" ucapnya kembali tertawa.
"Berisik!" Ucap Sou kesal.
"Ah, i-iya. Sampai jumpa" ucap Akira gugup.
"Ayo kita juga pulang" ajak Sou berjalan mendahului Akira.
"Sou" panggil Akira lagi.
"Hmm?"
"Apa kamu akan tetap seperti itu kepada Ayano?"
"Tergantung sikapnya" ucap Sou tanpa melihat ke arah Akira.
"Baiklah" ucap Akira pasrah. Dia tidak bisa melakukan suatu hal yang lebih jauh dari ini. Walaupun dia sudah tahu alasannya tetapi semuanya tergantung pada sikap Ayano yang akan menentukan keputusan Sou, yang berarti diluar jangkauan Akira. Hanya Ayano yang akan menentukan apakah Sou akan tetap dingin seperti itu atau kembali seperti semula.
"Akira!!" Panggil Ayano dari belakang.
Akira kemudian menghentikan kembali langkahnya dan melihat ke sumber suara. Sou juga ikut berhenti tapi tetap menatap ke depan.
"Aku kira kamu sudah pulang" ucap Ayano tersenyum.
"Ini, aku akan pulang" ucap Akira.
Sou kemudian berjalan lebih dahulu. Ayano hanya menatap sedih punggung Sou yang semakin menjauh.
"Ayo kita kejar Sou" ucap Akira menarik tangan Ayano.
"Sou tunggu!" ucap Akira setelah mereka berhasil mengejar Sou.
"Kamu lama" ucap Sou tanpa melihat Akira.
"Maaf."
Setelah itu tidak ada percakapan diantara mereka bertiga. Sou yang terlihat kesal, Ayano yang sedih, dan Akira yang merasa canggung berada dalam situasi seperti ini.
"Kakak, apa Kakak sudah menunggu lama?" Tanya Akira pada Yuki.
"Tidak terlalu lama" ucap Yuki tersenyum.
"Halo Kak" sapa Ayano dan Sou hanya membungkuk hormat.
"Aku duluan ya, Akira. Kak Yuki, Sou pulang duluan" pamit Sou.
"Hati-hati" ucap Yuki tersenyum.
"Sampai jumpa Sou, bye-bye" ucap Akira melambaikan tanganya.
Sou tersenyum. "Bye-bye, sampai jumpa besok" ucap Sou kemudian membungkuk hormat ke arah Yuki dan pergi.
"Ayano juga pamit Kak, Akira. Sampai jumpa" ucap Ayano yang kemudian pergi menyusul Sou.
"Hati-hati Ayano" ucap Akira sedikit berteriak.
"Ayo kita juga pulang" ajak Yuki.
"Iya Kak" ucap Akira tersenyum.
(Kamu harus melakukan yang terbaik Ayano, karena kamu akan menentukan sikap Sou kedepannya) ucap Akira menatap Sou dan Ayano yang semakin menjauh.
Disisi lain...
"Sou?" Panggil Ayano.
"Aku minta maaf" ucap Ayano lagi setelah tidak mendapatkan jawaban dari Sou.
"Untuk apa?" Tanya Sou yang tetap berjalan.
"Untuk semua kesalahanku" ucap Ayano menyesal.
Sou kemudian menghentikan langkahnya. "Kau yakin kau tahu dimana kesalahanmu?" Tanya Sou menatap tajam Ayano.
"(Sebenarnya aku tidak tahu, tapi itu bisa dipikirkan nanti) Te-tentu aku tahu, oleh karena itu aku minta maaf" ucap Ayano menatap Sou.
"Seharusnya kamu meminta maaf pada Akira. Apa kamu berjanji tidak akan mengulanginya lagi?" Ucap Sou masih menatap tajam Ayano.
"(Akira? Apa dia marah gara-gara kejadian di tangga tadi?) Ten-tentu, aku berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi. Aku tidak akan melukai siapapun lagi" ucap Ayano yakin.
Sou kemudian membalikan badannya dan lanjut berjalan tanpa sepatah katapun lagi kepada Ayano.
"Sou! Sou tunggu" panggil Ayano.
"Aku duluan" ucap Sou kemudian menyebrang jalan.
__ADS_1
Ayano menghentikan langkahnya. Dia menatap kepergian Sou.
"Dia marah karena hal tadi? Aku juga sudah keterlaluan sih. Tapi Akira biasa saja, kenapa dia yang marah?" ucap Ayano menatap Sou yang semakin menjauh dari pandangannya.