
Matahari sudah menaiki tinggi dikala Bayu terbangun. Dilihatnya layar jam dinding menunjukkan jam 1 siang. Wanita yang ada disebelahnya meringkut kecapean atas kolaborasi semalam. Dengan kepala sedikit pusing Bayu menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya.
"Ternyata hidup bebas tanpa orang tua, tanpa aturan agama sangat menyenangkan. Aku bisa lakuin apa saja yang aku mau". Ujar Bayu terlihat kehilangan akal sehatnya. "Untuk apa aku mengingat dan menyembah tuhan kalau tuhan tidak memperdulikan aku. Aku bisa bersenang-senag... Hahaha". Tingkah gila Bayu menjadi-jadi seperti orang kesurupan meringkut kegirangan dibawah shower kamar mandi.
Setelah selesai mandi Bayu bangun dan mendekati wanita yang tertidur pulas itu. Bayu menyiram segelas air putih ke mukanya, seketika wanita malam itu tersentak bangun.
"Heii kenapa kamu siram aku pakai air". Ujar wanita malam itu emosi.
"Hahaha,, kamu enak banget tidur, sudah jam berapa ini. Ini bayaranmu." Ujar bayu sambil melempar sejumlah uang ke muka wanita malam itu. "Itu bayaran kamu, aku juga lebihkan untuk ongkos kamu pulang." Tambah Bayu.
Wanita itu langsung kegirangan menerima uang itu dan beranjak mengambil pakaian juga langsung memakainya untuk segera pergi.
Bayu yang memperhatikan wanita itu dihardik karena uang juga di beli karena uang tersenyum bahagia. 'ternyata uang adalah segalanya. Dengan uang semua bisa dibeli' batin Bayu di dalam duduknya sambil mengisap sebatang rokok.
Setelah wanita itu pergi Bayu terhnyut dalam lamunan akan bayangan bersama ayahnya dikala ia masih kecil dulu.
Dalam bayanganya Ayahnya selalu menggendongnya penuh semangat dan hangat, terasa hidup dalam kedamaian. Akan tetapi Bayu kembali tersadar dalam lamunan seakan setan membisikan api kebencian pada alayahnya.
"Kenapa kamu membohongiku, kenapa kau lakukan ini padaku. Kamu telah menghancurkan aku" ujar Bayu dalam kesendirian penuh emosi sambil menggenggam gelas dengan erat sehingga pecah dan mengakibatkan tanganya terluka.
Rasa sakit ditangan Bayu menyadarkan dalam lamunan yang larut dalam kebencian. Dengan setengah panik Bayu membungkus tanganya dengan kain dan segera ke klinik terdekat.
Setelah Bayu mengobati lukanya dari seorang dokter wanita klinik tersebut ia terlihat baik baik saja. Bahkan ia memperhatikan dokter wanita itu seakan mengingatkan ia kembali kepada Nita. Bayu tak sengaja meneteskan air mata akan kerinduanya yang dikatakan sebagai adik seayahnya itu.
"Pak, bapak tidak apa-apa?". Tanya dokter itu yang melihat Bayu sedikit terisak tangis.
__ADS_1
"Oh.. tidak apa-apa. Terima kasih". Ucap bayu yang menyeka air matanya.
Dokter itu pamit pergi melangkah keluar ruangan tmyang ditempati Bayu.
Bayu melihat dokter itu melangkah menjauh darinya seakan kesedihan itu makin bertambah. "Nita,, kenapa kamu tinggalkan aku. Aku baru saja bahagia mengetahuimu mengandung tapi kenapa kau akhiri hidupmu."
Bayu menangis larut di kesedihan juga psikis bayu terlihat sangat terganggu. Setelah usai dari kesedihan Bayu kembali ke hotel lagi.
Tiga minggu Berlalu kehidupan Bayu belum juga tau arah. Pada saat mengingat Nita dan ayahnya sedih dan kebencian muncul, juga pada saat ia menuruti hasrat dan hawa napsunya ia seperti orang kehausan **** dan bersenang senang di club malam. Juga dia tidak pernah memikirkan orang-orang disekitarnya yang ia sayangi dulu.
Memang kejadian itu sangat tragis, akan tetapi tindakan bayu yang kehilangan akal sehatnya juga amat menyedihkan. Ia bersenang-senang bertujuan agar ia tak jadi pengecut seperti ayahnya, akan tetapi Bayu merasa hari makin hari ia merasa sangat sedih juga marah pada dirinya sendiri karena kejadian yang lau menghantui hidupny terus menerus.
Pada suatu ketika Bayu memuncak kan amukanya dikamar hotel tersebut. Pihak hotel harus bertindak tegas apa yang dilakukan Bayu. Bayu disangsi untuk mengganti kerusakan dan biaya perbaikan dari pihak hotel. Walau Bayu bisa membayarnya tapi amukan Bayu juga temperamen dari emosinya pihak hotel menindak tegas akan melaporkan Bayu ke polisi. Akan tetapi salah seorang staf hotel berbaik hati berbicara baik-baik sama Bayu untuk tidak melakukan kericuhan.
Orang baik itu bernama farhan. Ia bekerja di hotel itu telah 3 tahun lebih di bagian housekeeping. Ia sering memperhatikan gelagat dan tingkat teramental Bayu saat ia bertugas membersihkan kamar hotel yang di tempati bayu. Dari situlah dia berfikir bahwa Bayu seperti ini karna frustasi akan masalah yang dialami Bayu.
"Mas Bayu, masuk mas. Ini rumah saya." Ujar farhan setelah membuka pintu rumah yang sederhana itu juga sambil menenteng tas pakaian Bayu. Bayu hanya menurut dan sedikit nyaman berbicara dengan farhan.
"Asalamualaikum buk,, pak,,, farhan pulang" lanjut farhan yang memanggil kedua orang tuanya setelah salam.
"Walaikum salam... Sudah pulang nak?". Jawab ibu keluar dari salah satu kamar rumah sederhana itu. "Ini siapa Han?" Tanya ibu farhan.
"Ini mas Bayu buk, nanti farhan cerita ke ibuk ya. Bapak mana?". Ujar farhan menjawab pertanyaan ibunya.
"Bapakmu lagi sholat isya ke mesjid nak, ibu tadinya khawatir karna kamu belum pulang jam segini, biasanya sebelum magrib kamu sudah dirumah." Jelas ibu farhan mengungkapkan ke khawatiranya.
__ADS_1
"Iya buk, farhan minta maaf buat ibuk khawatir, farhan tadi menolong mas Bayu mau dilaporkan polisi oleh pihak hotel Makanya farhan telat pulangnya." Jelas farhan pada ibunya.
"Kok bisa dilaporkan?" Tanya ibuk farhan.
"Nanti farhan jelasin ya buk,,," ujar farhan dan menoleh pada Bayu " Mas Bayu, kenalin ibuk aku mas". Ujar farhan lagi.
"Ba ba bayu tante,," ujar Bayu sedikit gugup karna seakan ia mengingat ibunya.
"Saya ibunya farhan nak bayu, jangan segan-segan ya dirumah ini. Anggap saja rumah sendiri ya nak Bayu". Ujar ibu farhan lembut seakan ia makin mengingat jelas ibunya yang merengek di depan pintu kamarnya dulu.
Bayu terurai air mata mengingat ibunya seakanntidak menyadari farhan dan ibu farhan memperhatikanya.
"Mas Bayu kenapa?"tanya farhan.
Bayu sedikit kaget dan menjawab "Ti tidak apa apa farhan". Bayu enggan bicara, ia berusaha menyembunyikan kesedihanya lagi. Terkadang labil dirinya yang susah terkontrol itu membuat dia hanyut terbuai dalam penderitaan yang terasa tidak berkesudahan.
"Ya sudah mas kalau belum mau cerita, mas pasti capek. Mas Bayu istirahat di kamar aku ya, soalnya rumah kami cuma ada dua kamar. Mas Bayu tidur diatas ranjang, dan aku dibawah saja." Ujar farhan sambil membuka tirai pintu kamarnya memperlihatkan kamarnya yang sederhana. Bayu hanya diam melihat-lihat ruangan. Ibu farhan pun sedikit agak terlihat waspada menilai Bayu.
Setelah Bayu masuk ke kamar farhan terlihat ia beristirahat dan tertidur lelap. Ibu farhan dan farhan duduk di teras rumahnya sambil farhan menceritakan tentang Bayu.
"Ooo jadi begitu ceritanya ya nak. Kasian sekali nak Bayu itu ya, sebesar apa sih masalah yang ia pikul sehingga dia terlihat strees dan linglung begitu. Semoga tuhan membukakan jalan buat nak Bayu ya Han". Ujar ibu yang lemah lembut itu pada anaknya yang bercerita tadi.
Di tengah asik berbicara tentang kesedihan bapak Farhan pulang dari masjid.
"Asalmualaikum.. kok ibuk terlihat sedih?" Ujar bapak di tengah kedatanganya menghampiri istri dan anaknya itu.
__ADS_1
"Walaikumsalam pak,, ga sedih kok pak. Cuma merasa sedih saja sama teman Bayu yang dibawanya pulang tadi". Ujar ibu farhan memberitahu suaminya.
Ibu farhan dan farhannpun menceritakan tentang Bayu kepada bapaknya. Terlihat keluarga ini sangat baik dan mengerti akan kondisi Bayu saat ini. Ia mengijinkan Bayu untuk tinggal dirumahnya yang sederhana itu.