
Kehangatan keluarga Angkat Bayu sangat dirasakan Bayu. Ia pun merasa diberikan kesempatan untuk bahagia setelah semuanya terasa hancur. Bahkan Bayu sangat berambisi untuk bangkit menjadi orang yang lebih baik.
Dikamar Farhan dan Bayu sebelum beristirahat berbincang-bincang.
"Mas Bayu harusnya tidur di ranjang baru ini". Ucap Farhan berdiri disisi ranjang lama milik Farhan yang ditiduri Bayu.
"Kamu tidur saja Han, kamukan adikku jadi harus diberikan yang terbaik untukmu. Satu lagi, kamu bukan hanya adik tapi juga guru bagiku Han". Ujar bayu tenang sambil menarik selimutnya. Farhan menuruti ucapan Bayu sambil tersenyum atas pengertian sang kakak.
"Mas, nanti jangan lupain aku ya kalau sudah dikampung". Ucap Farhan yang menelentangkan badanya di ranjang barunya itu.
"Kok kamu ngomong gitu Han, ga akan aku lupakan kamu Han, mas berencana sukses bersamamu dan mengangkat derajat keluarga kita bersama cafe FB family". Ucap bayu yang sontak membuka matanya yang hampir terlelap karena ucapan Farhan.
"Iya mas, aku percaya dengan ucapan mas. Selamat beristirahat". Ucap farhan dan membalikkan badan mengakhiri percakapanya itu.
Bayu yang bingung dengan ucapan Farhan seakan ada yangmenjanggal dalam ucapanya. 'Apa maksud Farhan berbicara seperti itu, apakah dia meragukan janjiku padanya?. Mungkin Farhan berkata seperti itu agar menginggatkan ku saja'. Batin Bayu menenangkan pikiranya sedikit kaget.
Keesokan harinya adalah hari terakhir Bayu bekerja di cafe FB family sebelum keberangkatannya pulang kepadang. Bayu sudah membeli ticket pesawat dan persiapan pulang menjenguk ibu-ibunya dikampung, berziarah dan mengontrol usaha yang ditinggalkanya. Bayu belum yakin bisa menghadapi puing-puing kesedihan yang ia tinggalkan dulu, tapi atas saran dan suport Farhan ia memberanikan diri menghadapinya.
"Gimana mas Bayu jam berapa mas berangkat besok?". Ujar Farhan duduk disamping Bayu saat pekerjaan senggang.
"Sudah Han, mas juga ga banyak bawa barang. Hanya satu ransel dan satu dus oleh-oleh buat ibu nantinya". Ucap Bayu sambil merapikan meja kasirnya.
"Syukurlah, Farhan senang mas Bayu sekarang sudah membaik ga sedih lagi". Ucap farhan dan menghela nafas sedikit kesedihan "Aku akan merasa kehilangan selama mas Bayu tidak disini nantinya, makasi ya mas Bayu telah memberikan sosok Abang yang hebat bagi Farhan. Dulunya aku fikir mas Bayu itu orang jahat, tapi dengan berpikir positif aku memberanikan diri untuk membantu mas. Ternyata dengan cara ini Allah temukan aku sosok abang yang sangat hebat. Sekali lagi makasi ya mas Bayu". Ucap farhan dengan mata berkaca-kaca serius dalam ucapanya.
"Heeiii... Farhan kok kamu sedih, mas yang harusnya berterima kasih padamu untuk menyadarkan ku dalam kegelapan. Aku tidak akan melupakanmu, ibu, dan bapak Han. Kalian adallah keluargaku juga segalanya bagiku." Jawab Bayu dan merangkul Farhan.
"Waahh ada yang sedih ditinggal masnya ini". Ucap ibu menyela dari dapur cafe.
__ADS_1
"Iya nih buk, padahal aku palingan sebulan dikampung Han. Aku juga ga mau lama-lama dikampung, takutnya kesedihan akan menghantuiku dengan suasana dikampung. Aku juga berencana ingin membangun bisnis disini juga mencapai keinginan kita untuk sukses bersama". Ujar Bayu
"Iya Han,, jangan sedih ya nak. Mas Bayumu pergi sebentar untuk menyelesaikan permasalahan dikampungnya. Lagian kamu yang punya usul awalnya kok malah kamu juga yang sedih ditinggal Bayu". Ucap ibuk sambil mengejek. Farhan sedih sambil tertawa mendengar ejekan ibunya.
"Aku ga sedih buk, aku semangat kok biar semua juga semangat". Ucap Farhan membangkitkan semangatnya.
"Nah gitu donk adekku, nanti aku akan bawa oleh-oleh singkong balado khas padang yang banyak biar kita bisa testimoni buat tambahan menu cafe kita. Dan anggap aja tanpa ada aku mengurus cafe, kamu bisa belajar mengurusnya sendiri". Ujar Bayu pada Farhan.
"Baik mas." Jawab Farhan dan diakhiri tertawa bersama.
Keesokan harinya setelah sholat shubuh Bayu berangkat ke bandara dengan taksi yang dipesanya. Bayu berpamitan dengan Bapak,ibu dan juga Farhan.
"Aku pamit ya pak,buk". Bayu menyalami Bapak dan ibuk sebelum masuk ke mobil taksi.
"Aku pamit ya Farhan, jaga bapak,ibuk dan cafe kita ya. Setelah semua selesai aku akan segera kembali, aku janji". Ucap Bayu mengucapkan kata perpisahan.
"Amiin,, yaudah aku berangkat ya. Asalamualaikum". Ucap Bayu dan masuk ke dalam mobil.
Lambaian tangan Farhan,ibuk dan bapak terlihat dari jendela kaca mobil. Lambaian itu teringat kesedihan dan kehangatan sebuah keluarga yang hilang dari Bayu. Tak lupa Bayu berkata syukur pada yang kuasa saat kehangatan yang dirasakanya itu.
Pukul 07.30 pesawat ditumpangi Bayu siap lepas landas menuju padang. Bayu sedikit merenung ditempat duduknya memandang area bandara dari jendela pesawatnya. 'Aku seakan merasakan mimpi atas semua ini. Tuhan dengan mudahnya membolak balikkan keadaan dari bahagia ke keterpurukan dan kembali bahagia lagi. Semoga kedepanya kau berikan kehidupan yang terbaik bagiku dan orang-orang sekitarku. Terutama pada Farhan'. Batin Bayu.
Perjalanan satu jam empat puluh lima menit mengantarkan Bayu ke bandara international minang kabau. Setelah mendarat Bayu memesan taksi online untuk tujuanya ke kampung halamanya. Betapa rindu hati dan rasa bersalahnya bercampur dalam kesedihan yang dirasakan Bayu saat perjalanan. Dan tak lupa Bayu berdoa untuk keadaan dikampung tidak memburuk setelah ia tinggalkan.
Bayu melewati salah satu cafenya dikampung yang terletak di pusat keramaian dikampungnya itu. Terlihat cafenya tetap berjalan sebagai mana mestinya. 'Alhamdulillah cafeku masih buka, tapi siapa yang menjalaninya? Apakah ibu mengurusnya? Tapi ya sudahlah. Semoga semua orang dikampung dalam keadaan baik pasca aku tinggalkan' batin Bayu merasa tak sabar untuk menemui ibunya.
Setelah 3 jam perjalanan di bandara akhirnya mobil taksi yang ditumpangi Bayu berhenti. Sebelum keluar dari mobil Bayu memperhatikan keadaan rumahnya itu. 'Kenapa rumah terlihat sunyi ya, apa ibu ga ada dirumah?' batin Bayu.
__ADS_1
Dengan uvapan basmalah Bayu mulai membukak pintu mobil untuk turun.
"Makasi ya pak dan ini ongkosnya pak, ambil saja kembalianya pak". Ucap Bayu pada supir taksi yang menyodorkan barang Bayu dari bagasi.
"Terima kasih ya" balas supir itu dan kembali masuk ke mobil.
Bayu berdiri di depan rumahnya yang terlihat sunyi itu. Setelah mulai melangkah adasuara yang memanggil Bayu dari sisi samping rumah.
"Bayu,,,, astaga bener Bayu. Apakabar kamu Bay". Ucap tetangga yang menyadari bahwa yang pulang itu Bayu.
"Alhamdulillah Baik buk Yas. Ibuk gimana?". Ucap bayu dan bertanya balik.
"Alhamdulillah Bay, semua khawatir tentang kehilanganmu Bay. Ibumu telah mencari hingga ke kota padang mencarimu. Kasian ibumu dan ibu Nita Bay". Ucap ibuk yas tetangga rumah bayu itu.
Bayu terdiam dan meneteskan air mata seakan kesedihanya akan terkelupas lagi.
"Maafkan aku buk, aku juga ga tau haru gimana. Juga waktu itu ga tau berbuat apa, tapi alhamdulillah Allah melindungiku dan kembali kesini". Ujar Bayu tenang.
"Ya sudah, kamu beristirahat dirumah dulu. Nanti kita hubungi ibumu dan menyuruhnya cepat kembali. Pasti beliau sangat senang atas kepulanganmu". Ucap buk Yas.
"Iya buk, makasi ya buk Yas. Ngomong-ngomong ibu kemana buk?" Tanya Bayu sambil berjalan ke rumah buk Yas.
" Ibumu sudah hampir tiga bulan ini mencarimu kemana-mana dengan bantuan Hendra. Akhirnya dia memutuskan untuk menyerahkan dirinya pada yang kuasa. Beliau takut kamu bunuh diri juga Bay". Ucap buk Yus menceritakan keadaan ibunya.
"Iya buk, aku juga mencemaskan ibu berpikir seperti itu. Juga aku membayangkan kesedihanya kalau tidak ada aku. Hanya aku orang yang dia punya selain ayah". Ucap Bayu tenang. Ibuk Yus terdiam juga heran atas perubahan sifat Bayu. Bayu yang dulunya anak sedikit nakal juga jarang menyebut nama Allah dusetiap kata yang ia ucapkan.
"Kenapa buk yus diam". Tanya Bayu.
__ADS_1
"Eehh tidak ada Bay, ibuk merasa kamu lebih dewasa dan sangat lebih kuat sekarang. Tapi alhamdulillah kamu sudah menjadi orang kebih baik. Munkin ini semua jalan yang kuasa". Jelas buk Yus menyatakan yang dia pikirkan. Buk yusadalah salah satu tetangga Bayu yang baik.