Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Bayu seperti anak kecil


__ADS_3

Sesudah makan anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga rumah Bayu. Suasana sudah mulai hangat kembali dan ditebari senyuman karna ulah Hendra yang bergelantungan manja pada kedua ibuny. Sementara Bayu berusaha menyambung panggilan vidio pada Farhan sesuai janjinya.


"Asalamualaikum mas Bayu". Ucap Farhan setelah dengungan telpon berakhir menjawab di balik benda pipih itu. Panggilan vidio terlihat juga Farhan berkumpul dengan kedua orang tuanya.


"Walaikumsalam adik mas Bayu. Waahhh sudah semakin tampan Farhan sekarang ya". Ujar Bayu yang melihat Farhan memakai baju koko berwarna putih yang membuat wajahnya bercahaya.


"Alhamdulillah mas Bayu. Kami sudah seslesai menunaikan sholat isya disini. Dan alhamdulillah berkumpul disini mas". Jelas Farhan hangat.


"Pantesan mukamu bercahaya Han. Ibuk dan bapak mana Han?". Tanya Bayu.


"Bapak lagi bantu ibuk di dapur mengoreng cemilan mas. Mas mau bicara sama mereka?". Ujar Farhan terlihat sambil menuju ke dapur cafe.


"Iya Han. Aku kangen mereka". Ujar Bayu.


"Pak... Buk... Mas Bayu mau ngobrol". Ucap Farhan yang mengarahkan layar panggilan vidio itu ke mereka.


"Asalamualaikum ibu,bapak. Bagaimana kabarnya?" Ujar Bayu antusias yang membuat Hendra terdiam saat bermanja dengan kedua ibunya, dan memandang menyimak ucapan Bayu.


"Alhamdulillah makin sehat nak Bayu. Ibu kangen juga sama nak Bayu, bapak juga tiap malam menanyakan nak Bayu kapan balik kesini". Ujar ibuk Farhan antusias yang mematikan alat penggorengan segera.


"Ibuk bisa saja. Ya tapi siapa yang tidak merindukan anaknya kan Bay?". Jawab bapak juga antusias tak mau kalah.


"Iya pak, insyaallah minggu depan setelah lounching cafe disini akan segera kesana pak. Bayu juga kangen masakan ibuk. Oo iya pak, kedua ibuku ingin bicara sama bapak dan ibuk juga Farhan". Ujar Bayu yang mengarahkan layar ponselnya ke kedua ibunya, sontak Hendra sedikit menyingkir seakan tidak suka dengan sikap Bayu. Bayu sengaja membuat Hendra kesal dengan sedikit mengangkat tangan Hendra sedikit kasar.


'hadeeeuuuhhh bro Bayu ini ganggu saja, baru enak di manja sama kedua ibuku sudah main usir saja. Liat aja Bay, setelah kamu ke tangerang aku akan miliki kedua ibumu Bay' Batin Hendra dengan sedikit senyum sinis.

__ADS_1


Terlihat terjalin silahturahmi begitu baik antara kedua ibu bayu dan kedua orang tua angkatnya itu. Sambil mengucapkan terima kasih juga sangat hangatnya pembicaraan orang tua tersebut. Sampai-sampai berencana ingin menjadwalkan untuk perjumpaan keluarga besar yang terbilang baru ini.


Sementara saat kedua orang tua Bayu tengah asyik mengobrol dengan keluarga angkatnya itu, Bayu dan Hendra saling bercengkrama seperti orang berantam seoerti anak kecil.


Ibu Rahmi melerai dsn menganggap mereka berantem.


"Bayu, Hendra ngapain kalian berantem?". Jelas ibu Rahmi yang menarik Bayu sedang menindih Hendra.


"Ga berantem kok bu. Cuma becanda doank bu". Ucap Bayu di iringi senyum kecil.


"Tuh liat buk, pak, Farhan kerjaan Bayu kalau sudah dirumah sama sahabatnya. Inilah sifat Bayu seperti anak kecil. Kalau bekerja serius dia seperti orang dewasa, tapi kalau dirumah kayak anak kecil". Ujar ibu Yulianti mengarahkan layar ponsel ke arah Bayu yang telah berdiri menindih Hendra hingga Farhan dan kedua orang tuanya ikut tertawa di balik ponsel itu.


"Hehehe,, ini cuma becanda, lagian Hendra mau merebut kedua ibuku dariku. Malah dia yang kalah telak sekarang". Ujar Bayu pembelaan melangkah mendekat ke ibu Yulianti.


"Mang kenyataan kok bu Rahmi dan bu Yulianti akan jadi ibuku seutuhnya setelah kamu pergi Bay". Ucap Hendra memeluk bu Rahmi didekatnya.


"Iya tau bu, cuma isengin Bayu kok, bayu juga suka di isengin hehe". Jawab Hendra.


"Mang kerjaanya iseng tu bu Rahmi, untung aja kalo lagi kerja tak suka iseng. Kalo iseng ntar yang ada dia becanda terus kayak orang gila". Ujar Bayu sedikit jengkel.


"Huuussstt ga boleh ngomong gitu nak, anggap mereka adikmu. Kamu sudah besar tapi tetap mengemaskan kalau seperti ini". Ucap bu Yulianti membelai Bayu dan dilihat Farhan dan kedua orang tuanya di balik ponsel yang di pegang bu Yulianti.


"Ternyata mas Bayu manja ya, ketahuan mas Bayu. Pantesan sering manjain Farhan, jadi kangen kalau jalan-jalan sama mas Bayu". Ujar Farhan dibalik ponsel itu.


"Hehehe,, manja sama ibu sendiri Han. Nanti kalau mas sudah sampai sana kita keliling kampung lagi, kangen minum kelapa muda tepi jalan Han". Ucap Bayu antusias bahagia bercampur malu.

__ADS_1


"Iya mas, ntar ajak ibu ma bapak ya mas. Oo iya mas, bapak ga kerja di pasar lagi, ia ikut menhelola cafe bersama kami". Jelas Farhan.


"Alhamdulillah,,, baguslah Han, jadi bapak ga perlu ngangkat yang berat-berat lagi. Bapak cukup ngitung duit aja". Ujar Bayu.


"Iya mas, bapak duduk manis dikasir saja. Lagian alhamdulillah cafe FB Family sudah ramai, dan omset harian juga alhamdulillah lebih dari cukup". Jelas Farhan lagi.


"Alhamdulilkah lah Han. Yang terpenting tetap semangat ya. Nanti kita cari tempat lagi untuk buka cabang". Ucap Bayu antusias. Tapi raut wajah Farhan terlihat menunduk dengan ungkapan Bayu.


"Iya mas, baiklah kami tunggu kedatangan mas ya". Ucap Farhan menutupi sesuatu.


"Iya han, kamu sakit Han?" Ucap Bayu, dan belum sempat di jawab Farhan ponsel pun diakhiri sepihak oleh Farhan dengan mengucap salam. Tut..tut..


"Lah kok dimatiin Farhan? Tidak biasanya Farhan seperti itu". Ucap Bayu yang masih memandang layar ponselnya yang di pegang bu Rahmi.


"Mungkin Farhan buru-buru ada yang mau dikerjakan Bay, sudah biarkan saja. Toh mereka terlihat baik-baik saja dan tidak kelihatan sakit". Ucap ibu menenangkan sambil memberikan ponsel.


"Mungkin ia buk, lagian ga mungkin Farhan menyembunyikan sesuatu karena ia sudah menganggapku sebagai abangnya." Ucap Bayu agar sedikit tenang.


"Tapi mereka terlihat sangat baik dan juga sangat mencintai agama islam ya. Sejuk sekali ibu melihatnya dengan cara berpakaian mereka". Ujar ibu memuji keluarga Farhan.


"Iya bu, mereka orang yang sangat baik dan mereka orang yang patuh dicontoh. Aku sangat tersentuh sama ilmu agama mereka karena tidak satupun ibadah yang mereka lewatkan". Ucap Bayu menambahkan kata ibunya.


"Semoga anak ibu juga jadi anak yang sholeh kedepanya ya. Ibu akan doakan yang terbaik bagi anak-anak ibu". Ucap ibu Yulianti mengusap kepala Bayu.


"Iya Bu, makasih ya sudah jadi wanita sabar dan hebat penyemangat hidupku sekarang. Tak ada kata yang lebih indah selain mengungkapkan sayang pada ibu". Ucap Bayu menyejukkan hati ibunya.

__ADS_1


"Aku juga sayang ibu, sini aku puluk juga bu". ujar Hendra yang sengaja mengganggu Bayu.


__ADS_2