Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Haru hendra


__ADS_3

Hendra tersentuh dengan ucapan bu Rahmi. Hendra memeluk ibu Rahmi erat dan hangat. Hendra merasakan kasih sayang hangat seorang ibu lagi semenjak hadir di keluarga Bayu.


"Waaaaahhh aku terharu melihat ibu dan anak bahagia." Ucap ibu Yulianto datang tiba-tiba.


"Eeh ibu Yulianto, ibu Rahmi sangat baik padaku. Beliau menganggapku sebagai anaknya". Ucap Hendra lembut dan terharu.


"Ibumu pasti beruntung memiliki kamu ndra,, kamu adalah laki-laki hebat dan kuat juga bertanggung jawab atas masa depan adik-adikmu". Ucap bu Rahmi yang sudah mengetahui latar belakang hendra.


"Ibu Rahmi bisa saja, aku cuma melakukan yang terbaik saja kok bu. Lagian ibu dan bu Yulianto adalah orang baik, juga sangat perhatian padaku. Pasti almarhum Nita dan Bayu orang yang beruntung mempunyai ibu seperti kalian". Ucap Hendra yang tanpa disengaja membuat bu Rahmi terdiam dan tertunduk.


Ibu Yulianti yang menyadari ekspresi bu Rahmi memegang tangan Hendra seakan memberi tahu kesedihan itu. Hendra terdiam langsung menyadari.


"Eee tapi liatlah anak angkatmu ini sekarang sudah beruntung memiliki kalian". Ucap Hendra merangkul kedua angkatnya itu. Suasana mulai stabil tidak sedih lagi dan berusaha ceria masing-masing melupakan kesedihan.


Hendra merasakan kebahagian memiliki ibu. Selain ia bertanggung jawab pada adik-adiknya sekarang sudah ia niatkan dalam hatinya untuk melindungi kedua ibu angkatnya itu.


Dikala kejadian haru tersebut Bayu keluar dari pintu kamarnya. Sontak Bayu menyaksikan kejadian haru tersebut. 'Ya Allah, apa ini hikmah dibalik musibah yang engkau berikan. Memang engkau membolak nalikan hati' batin Bayu.


"Waaaahhh,,, ada yang mau mencuri kedua ibuku nih". Ejek Bayu berjalan menuju dimana mereka duduk haru tersebut. Hendra tersadar dan melepaskan pelukan pada kedua ibunya.


"Sudah kenyang istirahatnya bro?? Cepat amat." Ujar Hendra sambil menyeka air mata kebahagiaanya itu.


"Alhamdulillah sudah tidak terlalu capek lagi. Aku cuma ingat janji sama adik bro ingin buat nasi goreng". Jelas Bayu.

__ADS_1


"Adik bro?? Kok jelek amat panggilan sayangnya." Ejek si Hendra. "Tidak ada yang lebih bagus?" Tambahnya lagi.


"Mang siapa yang sayang padamu ndra? Sudah aku anggap adik saja harus bersyukurlah". Timpal Bayu memberikan candaan pada Hendra.


"Yaaahh dech... Aku tidak setahun dua tahun kenal kamu Bro. Walaupun aku anak kecil tapi berjiwa besar..haha". Ujar Hendra membanggakan diri untuk pembelaan.


"Sudah,,, jangan bertengkar. Ayok kita kedapur berbagi tugas. Aku dan bu Rahmi mau masak ayam rendang kesukaan Bayu. Sambil Bayu juga masak nasgor kesukaan Hendra. Adilkan?". Lerai ibu Yulianto.


"Boleh juga bu. Tinggalkan saja Hendra disini sendiri, biarkan dia menonton tv". Ujar Bayu sengaja biar Hendra makin jengkel dan menyeret lembut tangan kedua ibunya.


Hendra sedikit merasa kesal namun bahagia melihat reaksi Bayu yang terlihat mood makin bagus seakan sudah lupa dari kesedihan masa lalu.


Matahari mulai menarik sinarnya yang terpancar. Setelah adzhan magrib berkumandang mereka melaksanakan sholat magrib bersama. Hendra sengaja menginap dirumah Bayu dan menunda pekerjaan spesial untuk Bayu.


"Ternyata kamu banyak berubah ya Bro, sudah rajin sholat dan terlihat makin berwibawa". Jelas Hendra mengungkapkan pikiranya.


"Alhamdulillah anak ibu sudah mulai mengerti akan kewajiban pada sang pencipta, ngomong-ngomong kemana kakimu melangkah waktu meninggalkan kami nak?". Ucap ibu yulianto disebelahnya sambil mengikuti ke meja maakan.


"Nanti aku ceritakan ya bu. Juga banyak cerita baik yang ingin kutanyakan dan kusampaikan". Jelas Bayu.


"Baiklah,,, ayok kita nikmati rezeki hari ini dulu." Ujar ibu pada Bayu,Hendra dan juga bu Rahmi.


Denting suara piring dan sendok seakan bernyanyi saat suasana makan malam itu. Nikmat penuh rasa syukur dihari pertama Bayu dukampungnya. Terlihat juga hubungan semakin baik antara ibu Rahmi,ibunya juga dengan dirinya. Dan ini disadari Bayu berkat penjaggaan dari Hendra saat ia tak berada disisinya.

__ADS_1


"Alhamdulillah,,, semua terlihat ludes dengan memakan lahap semua menu. Apa mau perlu ibu buatkan sesuatu untuk tambahan". Ucap bu yulianto pada anak-anaknya juga bu Rahmi.


"Aku sudah kenyang bu". Ucap hendra.


"Aku juga sudah bu. Ntar ga muat lagi diperut bu". Ucap Bayu.


"Aku juga sudah kak, dan kakak jangan terlalu repot. Kalau laper lagi, dan mereka laper biar aku yang buatkan. Kakak kan capek kejar-kejaran hari ini". Ucap bu Rahmi pada ibu Yulianto lembut. Dibalas bu Yulianto dengan senyuman.


"Jadi selama ini pengurusah cafe ibu lakukan?" Tanya Bayu membuka obrolan tentang usahanya.


"Iya nak, ibu dibantu ibu Rahmi untuk mengelola cabang disini. Kalau cabang dikota itu dilakukan oleh Hendra. Juga Hendra banyak membantu ibu dan ibu Rahmi. Walaupun usaha ini baru dibuka satu bulan terakhir ini saja." Jelas bu Yulianto.


"Ibu, ibu Rahmi dan Hendra sudah berusaha yang terbaik. Kita anggap ini usaha keluarga kita, semoga kita tetap semangat kedepanya". Tambah Bayu sambil mengunyah pisang pencuci mulut.


"Tiga bulan yang lalu aku pergi dari rumah dan tak tau jalan melangkah bu. Aku sadar setelah sampai di kota tangerang dan aku bertemu dengan laki-laki bernama Farhan yang mengankatku sebagai abng angkatnya dan dianggap keluarga oleh keluarganya. Mereka mengajarkan aku tentang agama juga menyayangiku seperti keluarga. Disitu aku belajar untuk bisa menerima dan iklas juga bersyukur. Juga karna merekalah aku selamat dari pikiran buruk menghantui". Ucap Bayu menjelaskan pasca kehilanganya.


"Syukurlah nak. Ternyata masih banyak orang baik di berikan tuhan pada kita nak. Ibu mau bertemu mereka nanti kalau ada kesempatan". Ucap ibu Yulianti.


" Insyaallah bu. Soalnya Aku juga mengisi hal positif selama disana. Aku juga baru membuka cafe di daerah perkotaan disana, cafe itu juga usaha keluarga. Jadi kita semua keluarga akan mengembangkan usaha cafe kita dan bangkit lagi ya bu". Jelas Bayu singkat pada ibu-ibunya juga Farhan.


"Insyaallah nak. Ibu melihatmu bahagia, ibu juga ikut bahagia." Ungkap bu Yulianti.


"Ibu juga Bay, ibu juga bahagia bisa jadi bagian dari kalian. Ibu tidak sendirian lagi". Jelas bu Rahmi sambil tersenyum.

__ADS_1


'Aku tidak menyangka tuhan memberikan kebahagian begitu besar saat aib besar keluarga ini diketahui banyak orang. Malah tuhan memberikan jalan rezeki yang besar dari semua ini' batin Hendra yang hanya diam menyimak pembicaraan.


"Jadi kalau ibu mau melanjutkan cafe disini bersama ibu Rahmi, Hendra cabang di kota juga aku akan mengembangkan di daerah tangerang kota bu. Bagaimana menurut ibu?". Tanya Bayu minta persetujuan ibunya. "Aku akan selalu berusaha yang terbaik bagi keluarga kita. aku cuma berusaha bangkit dan mengajak semuanya menyibukkan diri dengan usaha keluarga ini bu". jelas Bayu meyakinkan.


__ADS_2