Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Sedih lagi


__ADS_3

Bayu kembali ke kamar rawat bapak Farhan yang di tunggu si Hendra. Ia berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Seketika lalu lalang orang dirumah sakit ia membayangkan senyuman Farhan.


"Aku sangat merindukanmu Han, kenapa kau tinggalkan mas Bayumu ini dengan rasa bersalah." Ucap Bayu dan bersandarkan kedinding dengan mata berkaca.


"Siapa yang tega melakukan ini padamu Han, kenapa mereka sangat ingin membunuhmu hingga ia ingin menghapus jejak perbuatanya dengan cara licik. Aku tidak akan biarkan ini terjadi. Semua yang ia lakukan membuat ibuk dan bapakku dalam keadaan sulit, yang paling sakit adalah kami ditinggal Farhan." Ujar Bayu sedih bercampur emosi dengan mengepal tanganya erat.


Bayu sering merasakan tak terkontrol ketika mengingat penjelasan polisi yang bersifat santai, juga terkadang merasa sedih mengingat ekspresi bapaknya menanyakan Farhan.


Setelah sekitar setengah jam larut dari kesedihan Bayu melanjutkan berjalan keruang bapak angkatnya itu. Hendra menghampiri.


"Bro,,, dari mana saja kamu. Aku kira kamu juga ikut ibuk pulang, bapak dari tadi menanyakan kamu. Kata bapak dia juga merindukanmu". Ujar hendra yang melihat kearah bapak yang sudah tertidur.


"Saya cuma menenangkan pikiran sebentar Ndra. Saya tau bapak belum 100% pulih, biarkan saja ia terlelap dahulu." Ujar Bayu dengan tatapan lusuh pada bapak.


"Kamu kenapa bro, kamu terlihat lusuh banget. Apa terjadi sesuatu." Ujar Hendra mencurigai dan melihat kearah bapak kemudian menyeret Bayu keluar ruangan untuk ditanyainya.


Sesampai di luar ruangan bapak angkat Bayu, Hendra bertanya tentang ditail kasus pencarian orang yang telah menabrak Farhan dan Bapak.


"Jadi kamu sekarang yakin bahwa ini sudah direncanakan? Baiklah, kalau cerita yang kamu ceritakan benar kita akan harus bertindak tegas. Tadi aku sudah intruksikan ke detektif kenalan kita, munkin besok dia mulai menyelidiki." Ujar Hendra dengan mata juga ikut menggebu.


"Iya Ndra, kita akan bergantian menjaga bapak disini agar salah satu dari kita bisa cari informasi diam-diam di waktu siang hari. Malam nya kita disini untuk merimbukkan informasi yang didapati." Ujar Bayu menambahkan idenya.


Kesepakatan dan rencana sudah disusun Bayu dan Hendra. Ia sengaja tidak memberi tahukan kepada ketiga ibunya agar semua proses berjalan lancar, karena orang yang merencanakan ini pasti orang disekitar keluarga Farhan.


Diruangan bapak dirawat bapak terbangun tengah malam meminta air putih. Bayu yang tidur di sisi bapak sambil duduk terbangun dengan suara bapak. Dengan sigap bayu mengambil dan meminumkanya pada bapak.

__ADS_1


Setelah bapak minum bapak tersenyum melihat Bayu ada dihadapanya.


"Nak, Rupanya kamu disini ikut menjaga bapak. Bapak merasa semangat untuk pulih seperti semula. Nanti kita kembangkan usaha keluarga kita, biar Farhan lebih semangat lagi dalam usaha ini." Ucap Bapak sambil mengusap wajah Bayu.


Seketika Bayu meneteskan air mata mendengar perkataan Bapak, bapakpun menyekanya.


"Kenapa kamu menangis nak?." Tanya bapak lembut.


Bayu memegang tangan bapak yang mengusap pipinya.


"Aku hanya terharu dengan kasih sayang bapak yang selalu mengajarkan kami yang baik. Juga dengan tangan ini bapak membimbing Farhan menjadi orang baik. Bapak harus cepat sembuh ya pak, Bayu akan selalu ada buat bapak." Ujar Bayu lembut.


"Iya nak Bayu. Terima kasih sudah jadi abang yang baik buat Farhan. Bapak sudah kangen banget pada Farhan, apa Farhan luka parah dari pada bapak sehingga tidak bisa menjenguk kerumah sakit." Ujar Bapak menahan rindu pada anaknya.


Bayu menunduk dengan air mata makin menderas tersendirinya hingga hampir tak tertahan.


"Memang Farhan juga luka parah pak, tapi lebih parah bapak. Jadi bapak pikirkan kesembuhan bapak saja dulu. Farhankan sudah dirumah pak, jadi dalam beberapa hari pasti akan pulih seperti semula." Ujar Hendra ikut menenangkan.


"Oh begitu, baiklah nak hendra . Bapak mau istirahat dulu biar bapak cepat sembuh." Ucap bapak dan bersiap menutup mata untuk tertidur lagi.


Bayu yang menahan tangis perlahan mundur dan segera keluar ruangan. Sampai diluar Bayu sesegukan menagis mengingat apa yang ditanyakan bapak tadi. Hendra yang ikut menyusul memegang pundak Bayu untuk menenangkan.


"Sabar ya bro, hal tadi memang menyakitkan tapi ini semua pasti ada hikmahnya. Juga mudah-mudahan nanti jika bapak sudah mengetahui kondisi sebenarnya Allah berikan kemudahan hati buat ia menerimanya." Ucap Hendra menenangkan Bayu.


"Iya Ndra. Semoga Allah berikan kekuatan pada bapak." Ujar Bayu dan memeluk Hendra.

__ADS_1


Keesokan harinya sesuai rencana Hendra pergi menemui Detektif bayaranya disuatu tempat. Detektif yang disewanya cukup terkenal dibidangnya dan bisa juga diandalkan. Hendra juga menyewa sebuah mobil untuk perjalananya menyusuri daerah yang dicurigai untuk menemui barang bukti seperti TKP, kantor polisi juga rumah warga di sekitar kejadian.


Sehari berlalu belum ada tanda-tanda ada bukti sedikitpun yang bisa di temui. Akan tetapi kecurigaan Detektif juga menjurus pada anggapan Bayu bahwa tabrak lari ini berencana.


Dirumah sakit Bayu menemani Bapak juga ketiga ibunya yang datang membesuk. Semua berusaha ceria agar bapak dan ibuk Farhan ikut ceria lagi, tapi usaha itu belum membuat hati mereka seceria sebelumnya. Apalagi Bayu sangat terlihat masih menyimpan emosi yang akan meledak jika dia tahu siapa yang sengaja melakukan ini pada Farhan dan Bapaknya.


Sekitar setelah adzan Zuhur Bayu pamit ingin ke mejid untuk sholat. Saat tak jauh dari ruangan ada seorang pemuda yang mencurigai dilihat Bayu sekilas.


"Siapa dia? Dari bentuk mukanya saya mengenalnya." Ujar Bayu membatin.


Bayu berpura-pura tidak melihatnya dan beralih dari lain sisi agar memergokinya.


Bayu mendekati pria mencurigakan itu dari belakang. Bayu memegang pundaknya perlahan, dan pria mencurigakan itu terkejut Bayu langsung memutar lenganya agar langsung tidak bisa melarikan diri.


"Aduuuhhh,,, aduuuu,,,, ampun mas." Ujar pria itu yang memakai penutup kepala di sweaternya itu. Bayu langsung menarik penutup kepalanya.


"Kamu,,, kenapa kamu kesini dan seakan seperti seorang pengintai?." Ujar Bayu menahan lenganya berputar kebelakang.


"Saya bermaksud ingin menjenguk bapak Farhan , tapi aku takut dan merasa bersalah." Ujar Pria itu.


"Tapi kenapa kamu seperti penguntit?? Aku merasa ada yang mencurigakan darimu, ayo ceritakan alasan yang logis atau tanganmu aku patahkan." Ujar Bayu mengancam.


"Baik mas, aku akan ceritakan. Aku tidak bermaksut jahat kok, aku teman baik sama Farhan. Percaya padaku mas." Ujar pria itu memberi alasan.


"Aku memang pernah melihatmu, tapi aku mencurigai kalian sekarang dengan insiden menimpa Farhan." Ujar Bayu.

__ADS_1


"Akan kuceritakan, kita bicara baik-baik mas. Lepaskan tanganku, aku janji tidak akan lari." Ujar pria itu lagi meyakinkan.


"Baiklah, kalau kamu lari akan ku kejar keujung dunia sekalian." Ancam Bayu dan melepaskan tangan pria itu yang terpelintir.


__ADS_2