
Ibu membuka kantong plastik bewarna hitam itu, sontak Ibu dan Bapak kaget. "Ini duit dari mana? Kalian ga nyurikan?" Ujar Ibuk farhan terbelalak.
"Itu uang mas Bayu buk, pak untuk bayar sewa dan renovasi rukonya nanti". Jawab Farhan tersenyum.
"Tapi apa ini tidak terlalu berlebihan menggunakan uang sebanyak ini?" Jelas ibuk lagi.
"Tidak buk, ini aku anggap investasi aku untuk masa depan. Aku akan bikin Farhan bisa mengelola cafenya". Jelas Bayu menyela ucapan ibuk.
"Nak Bayu, apa kamu serius dengan usaha ini. Apa nak Bayu sudah yakin?". Ucap bapak ragu akan kesehatan Bayu.
"Bayu yakin pak, niatnya kan baik mau buka usaha. Kenapa tidak yakin pak. Asalkan Farhan senang aku juga senang, begitu juga kalau Bapak dan Ibu senang aku juga makin senang". Jelas bayu.
"Tapi kamu nanti tidak ngamukkan kalau usaha tidak jalan?". Jelas Bapak mengungkapkan ke khawatiranya.
Bayu menarik nafas dan tersenyum. "Pak, yang berlalu sudah berlalu, Bayu disini sudah menemukan kenyamanan dan ingin di jalan yang benar lagi. Walau kadang kesedihan dan keterpurukan menghantui aku akan berusaha akan bangkit pak". Jelas Bayu.
"Alhamdulillah,,,, kami akan mendoakan yang terbaik untuk kalian. Pokoknya saling menjaga saja kalau usaha bareng ya. Yg penting tetap pfovesional". Jelas bapak farhan.
"Iya pak". Jawab Bayu dan diakhiri tertawa senang bersama dengan candaan yang hangat keluarga hangat.
Keesokan harinya Bayu dan Farhan mencari tukang. Sebelum itu Farhan mengantarkan pengunduran dirinya dari hotel. Farhan dan Bayu sangat semangat dengan apa yang harus meleka lakukan.
Setelah tukang didapati Bayu mengkordinasi dengan tukang untuk dekorasi cafenya, sekalian bayar sewa ruko di sebelah ruko sewanya itu.
"Waahh mas, besok tukangnya mulai bekerja. Alhamdulillah semua berjalan lancar ya mas". Ucap Farhan.
"Iya, alhamdulillah. Nanti pas opening cafe aku ingin mengundang anak yatim untuk makan bersama disini, biar kita juga minta doanya juga." Ujar Bayu.
"Waah ide yang bagus dan religius itu mas Bayu. Ternyata mas bayu juga berpikir rendah hati ya mau berbagi". Ujar Farhan.
Bayu tersenyum "Sebelumnya aku belum pernah lakukan itu han, tapi aku menemukan di keluargamu yang bersifat religius. Aku sadar hidupku dulu kurang memperhatikan tentang agama, tapi sekarang aku paham agama itu penting sebagai pembatas untuk bertindak berlebihan. Itupun tanpa aku rasakan terjadi setelah aku mengenal agama bersama keluargamu han." Jelas Bayu.
"Bukan keluargaku mas, twpi keluarga kita. Bukankah mas Bayu sudah dianggap anak sendiri sama orang tuaku". Jelas Farhan.
__ADS_1
"Iya,,, berarti kamu adikku kan?" Jelas Bayu sambil mengucek rambut farhan.
"Iya donk mas Bayu. Akhirnya aku punya abang". Ujar farhan.
"Abang juga punya adik. Haha sudah lama abang memimpikan punya adik. Akhirnya kesampean juga". Jelas Bayu sangat senang.
"Iya bang". Farhanpun ikut senang dan disambut rangkulan Bayu sambil berjalan menuju motor buntut yang dikendarainya, akhirnya mereka pulang.
Hari-haripun berlalu, waktupun silih berganti. Pembangunan cafe dan persiapan opening juga sudah mulai dikerjakan dan disiapkan. Hanya tinggal beberapa properti untuk desain lampu ruangan agar bisa lebih menarik.
Bayu duduk di ruang keluarga sekaligus ruang tamu rumah Farhan memperhatikan layar ponselnya mencari contoh lampunya. Farhan datang dengan rambut basah petanda hsbis mandi. "Lagi apa mas Bayu?" Tanya Farhan.
"Ini mau cari contoh lampu-lampu yang kita gunakan, kn dua hari lagi cafe kita lonching han". Jelas Bayu.
"Iya nih, tapi lampu yang gimana paling bagus mas. Farhan akui disini tabu, karna dari nol sampai selesai mas Bayu yang handle. Farhan cuma ngekorin mas Bayu saja". Jelas Farhan sedikit manja.
"Iya ga apa-apalah, kan ini pengalaman pertama kamu untuk buka usaha. Aku juga udah menguasai saja bisa lakukan ini han. Ntar pelan-pelan kamu akan paham juga kok". Jelas Bayu.
"Naaaahhh ini cocok banget kayaknya". Ucap Bayu menemukan sesuatu dan menunjukan layar ponsel pada Farhan.
"Ga mahal ini adik mas, sesuai harga dan membuat tampilan kita menarik juga nyaman pada pengunjung. Nantikan lantai dua buat keluarga dan orang kantoran. Lantai bawah buat anak muda beserta panggung live musiknya. Pasti cafe kita terkenal nantinya." Ujar Bayu.
Farhan menggaruk kepala yangvtidak gatal " Terserah mas saja, Farhan kurang ngerti soalnya". Jawab farhan sambil cengingiran.
Tiba-tiba ibu datang dari dapur. " Waah asyik banget nih perbincanganya. Bicarakan apa ini?" Ucap ibuk Farhan.
"Ini buk, mau nentuin lampu yang kita pake di cafe. Aku sudah menemukanya dan sudah pesan online. Munkin besok sampai juga langsung kita pakai". Jelas Bayu senang.
"Iya, ga terasa kalian sudah bekerja keras banget ya. Semoga ada rezeki ya". Jelas ibu
"Amiin" dijawab Farhan dan Bayu setentak. Merekapun sudah mematangkan opening Cafe pertama mereka.
Setelah berlalu saat Bayu dan Farhan pulang dari masjid usai sholat magrib berjalan menyusuri jalan raya. Datang tiga orang sebaya farhan menghampiri tidak sengaja lewat.
__ADS_1
"Eeeh ada anak sok suci disini". Ujar salah satu dari mereka tang terlihat badanya lebih gede.
"Waaaahhh sok suci banget ya, hbis ngisi ceramah ya lo dari masjid,, hahaha ga banget dah". Ujar salah satunya lagi.
"Udah teman-teman, jangan main ejek-ejek Farhan lagi. Kan kita ga ada masalah lagi sama farhan. Bukankah masalahnya sudah diklarifikasi siska kemaren". Ujar salah satunya lagi untuk melerai.
"Bukanya gitu not, masalahnya munkin udah selesai, tapi gw masih kesal ma nih anak. Berani-beraninya dekat ma siska". Memegang kerah baju Farhan seakan mau menjotos Farhan.
Bayu yang melihat reaksi itu langsung memegang dan melerai mereka.
"Apa-apaan sih, mau nunjukin kekuatan disini. Apa kamu ga malu?." Ujar bayu yang membentak salah teman Farhan yang kasar itu.
"Diam lo, lo siapa?? Berani lo ma gw" ujar anak itu ga mau kalah.
"Gw ga mau cari musuh ya, yang penting lu jangan sentuh Farhan. Dia tuh gw anggap adik gw. Ngerti ga lu". Bahasa Bayu agak kasar karna terbawa emosi.
"Udah juan, jangan bikin keributan. Nanti kalau siska tau dia pasti ga mau dekatin lo lagi" ucap teman yang tadi.
Anak yang bernama juan itu langsung beringsut melunak dan melangkah pergi sambil berkata "awas lu ya Han. Dasar anak miskin, sok suci dan bauk. Lu ga pantas buat siska, ngerti ga lu". Ujarnya dan berlalu pergi.
"Aneh banget mereka Han ngancem-ngancem lu, siapa sih mereka?" Tanya Bayu sambil memandang kepergian mereka.
"Mereka itu teman aku waktu SMA mas Bayu. Kemaren pas reunian aku boncengan sama Siska orang yang disukai junot. Aku tidak tau dia menyukai Siska, dan kebetulan pas juan datang Siska tergelincir dan aku reflek menyambutnya. Juan,ali dan junot melihatku langsung dan kamipun berantem disana. Untung Siska cepat melerai dan mengatakan sebenarnya jadi mereka ga jotos aku." Jelas Farhan.
"Ooo bandel banget mereka ya, tapi kok mereka menghina kamu han, aku kurang suka kalau mereka hina kamu seperti itu". Ujar Bayu.
"Ya tidak apa-apa lah mas Bayu, sudah biasa dihina. Yang penting mereka ga menghina ibu dan bapak, toh kenyataannya aku miskin , bau dan sok suci. Toh mulut mereka mas Bayu". Jawab Bayu.
"Tidak bisa gitu Han, kamu tidak miskin. Liat ibu, bapak dan keluarga hangat. Belum tentu mereka punya kan?" Jelas Bayu.
"Iya mas, itulah yang aku syukuri masih mempunyai keluarga lengkap. Walau ibu dan bapak ga bisa kuliahkan aku seoerti mereka tapi aku bersyukur ibu dan ayah juga kita sekeluarga sehat". Ujar Farhan.
"Kamu mau kuliah han?". Tanya Bayu dengan tiba-tiba. Farhan sedikit kaget dengan tiba-tiba pertanyaan itu muncul dari Bayu.
__ADS_1
"Dulu iya mas, tapi sekarang mau fokus jalani usaha. Apa gunanya ijazah tinggi tapi tidak berguna. Aku hanya ingin punya usaha dan bisa berangkatkan ayah dan ibu umroh". Jelas farhan sembari jalan beriringan sama bayu menuju ke rumahnya.
"Baiklah, aku mendukungmu Han". Ucap Bayu menyemangati Farhan.