Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Peristirahatan terakhir


__ADS_3

Bayu Berusaha tegar di depan ibuk angkatnya itu. Begitu sedih dan sakit yang ia rasakan atas kepergian Farhan. Tapi apalah dayanya ia menyadari ini sudah takdir yang kuasa.


Ia meraih bahu lunglai ibuk angkatnya untuk berdiri. "Buk, Bayu ingin melihat Farhan. Apa ibuk mau ikut? Kita lihat Farhan untuk yang terakhir kalinya." Ucap Bayu lembut pada ibuk angkatnya itu dan dibalas ibuk angkatnya itu dengan anggukan.


Setelah sampai diruang dimana tubuh pucat berlumur darah di bagian kepala yang mulai membengkak itu Bayu melihat sangat sedih dan serasa ditusuk ribuan jarum tajam. Bayu mulai mendekat dan menyentuh lembut wajah yang membengkak itu.


"Han, ini mas Bayu sudah disini nak. Katanya kamu kangen pada mas Bayumu, bangun nak." Ujar ibuk Farhan disamping Bayu sambil menggoyangkkan tubuh Farhan.


"Kamu adalah anugrah yang dikirim tuhan padaku Han. Kamu adalah malaikat dikirim tuhan untukku. Aku tidak percaya tuhan memanggilmu begitu cepat. Aku sangat menyayangimu adikku." Ucap Bayu mengungkapkan rasa sayangnya pada adik angkatnya itu. "Andai aku tau permintaan terakhirmu cepat-cepat kesini, aku akan turuti. Maafin aku ya Han tidak menuruti kemauanmu. Aku menyesal Han". Sambung Bayu dengan kesedihan tak terbendung lagi sehingga bercucuran air mata.


"Bay, Farhan selalu menanyakan kamu setiap hari nak. Ibuk tidak menyangka kalau dia sesayang itu padamu. Sehingga ia pernah bilang kalau kamu adalah orang yang hebat bagi dia. Dia selalu memujimu dan selalu menyayangi kami kedua orang tuanya. Ibuk merasa tidak sanggup ditinggal Farhan Bay." Ucap ibuk memeluk tangan Bayu.


"Ibuk,, aku tau Farhan sangat menyayangiku. Ia tidak punya kakak untuk bersandar disaat dia lemah. Dia juga mencurahkan keluh kesahnya padaku buk. Ia sangat menyayangi ibuk dan bapak, Tapi ibuk harus kuat ya. Ibuk harus iklaskan Farhan seperti aku mengiklaskan Ayah dan adik sedarahku. Aku juga berusaha iklas buk atas kepergian Farhan. Kita tidak boleh sedih, pasti Farhan melihat kita. Dia pasti akan sedih kalau kita sedih". Ucap Bayu memegang pundak lunglai ibu angkatnya agar sedikit lebih tenang.


"Ibuk belum sanggup Bay,, apa salah ibuk sehingga tuhan menghukum ibuk seperti ini....hihihihi..." Ucap ibuk angkatnya dan langsung dipeluk Bayu.


"Farhan pernah berkata pada Bayu buk. Kita harus iklas, sabar dan kuat disaat ditimpa musibah. Kita hanya bisa berserah diri pada-Nya untuk diberikan kekuatan. Bayu yakin ibuk pasti kuat ya, ibuk jangan sedih lagi, ada Bayu yang selalu jaga ibuk". Sambung Bayu mengusap lembut punggung ibuk angkatnya itu an hanya dibalas sesegukan oleh ibuk angkatnya.

__ADS_1


Bayu menddukkan ibuk angkatnya di salah satu kursi di ruangan itu. Bayu mendekati tubuh pucat membengkakkan itu lagi.


"Han, aku sebagai abang angkatmu akan menjaga ibuk dan bapak untukmu. Walau kadang aku merasa belum sanggup kehilanganmu tapi aku akan berusaha seperti pesan-pesan yang kau berikan padaku. Aku berterima kasih padamu atas waktu sebentar yang sangat berharga dikala ada untuku Han." Ucap Bayu dengan segala tenaga yang ia kumpulkan untuk mengungkapkan.


Kesedihan sangat mendalam yang Bayu rasakan membuat dia mau tak mau harus kuat dan terlihat tegar di depan orang tua Farhan. Ia tak mau keluarga angkatnya itu dirundung kesedihan semakin mendalam.


Bayu mengurus jenazah Farhan untuk diberangkatkan kerumahnya dan akan mengurus kebumian adik angkatnya itu. Sedangkan Bapak angkatnya harus dirawat dirumah sakit karena lukanya lumayan parah. Bayu dan ibuk angkatnya sengaja tidak memberi tahu bapak angkatnya kabar atas kepergian Farhan. Dokter juga menyarankan seperti itu.


Farhan siap diberangkatkan kerumah duka juga dia membimbing ibuk disampingnya. Bayu sadar bahwa ialah orang yang bisa dibutuhkan pada situasi ini. Bayu berusa tegar dan mengusir rasa sedihnya untuk sementara waktu.


Tidak lama kemudian mobil ambulan yang membawa jenazah Farhan sampai di depan rumah kediaman orang tua Farhan. Bayu dan ibuk angkatnya yang ikut disamping jenazah itu turun dengan suasana sedih dan sangat haru. Orang-orang disekitar rumah itu pun mulai berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa. Tak sedikit orang yang melihat terkaget-kaget mendengar Farhan telah tiada.


Proses demi proses pemakaman Bayu dan ibuk angkatnya dilakukanya dengan tenang walau tangis selalu menghiasi. Mulai dari memandikan, mengafani, menyolatkan juga kebumikan ke tempat tidur terakhir untuk Farhan. Juga dengan bantuan Warga sekitar proses dilakukan dengan lancar.


Proses kebumi Farhan telah selesai dilakukan. Tanah coklat yang masih basah seakan ikut sedih menyaksikan kesedihan Bayu dan ibuk angkatnya itu. Warga sekitar juga ikut bersedih dan berusaha menunjukkan perhatian agar ibuk Farhan dan Bayu tegar dan kuat.


Satu persatu warga sudah mulai pergi dari makam Farhan. Sekarang tinggal Bayu, ibuk angkatnya dan pak ustad yang membimbing doa proses pemakaman ini.

__ADS_1


"Kalian yang sabar ya. Semoga kita diberikan ketabahan, kekuatan juga keiklasan untuk kepergian Farhan. Saya tau Farhan adalah anak yang baik, anak yang sholeh juga sangat ramah pada semua orang." Ujar pak ustad di samping Bayu.


Pak ustad mengambil nafas. "Aku sangat kehilangan juga sebenarnya. Dia orang yang sangat setia kemasjid dikala ia dirumah, rutin sekali di waktu shubuh bersama bapaknya. Aku masih tidak menyangka Farhan akan pergi secepat ini. Ia orang baik, juga tuhan lebih sayang padanya dari kita. Yang penting sekarang kita bantu Farhan dengan doa, agar disana Farhan di letakkan disurga Allah yang tertinggi". Ujar pak ustad berlinang air mata.


"Ia pak ustad, adikku Farhan sangat baik dan penyayang dimasa hidupnya. Ia cukup dewasa menyikapi dan sangat taat pada Allah. Ia juga mengajarkan aku untuk selalu ingat pada Allah. Kita akan mendoakan Farhan dan diberikan yang terbaik disana disurganya Allah. Amiin,,,". Tambah Bayu dibalas senyuman bercampur sedih oleh pak ustad.


Pak ustad mengusap pundak Bayu. " Kamu jaga orang tua Farhan ya. Mereka sangat membutuhkanmu, apalagi untuk waktu ini sampai mereka kuat lagi. Kamu juga jaga bapaknya Farhan ya nak. Ia pasti akan terpukul sekali nanti jika ia tau putra semata wayangnya ini telah tiada". Ucap pak ustad mengingatkan Bayu.


"Insyaallah pak ustad. Aku akan menjaga kedua orang tua angkatku seperti menjaga orang tua kandungku. Aku sangat menyayangi mereka pak ustad". Ucap Bayu meyakinkan dan dibalas senyuman lagi oleh pak ustad.


"Baiklah,, ayok kita pulang." Ucap pak ustad.


"Iya pak ustad. Buk, ayok kita pulang. Farhan sudah tenang sekarang. Ibuk jangan menangis lagi ya, Farhan sekarang sudah tenang disana." Ujar Bayu.


"Aku masih ingin disini Bay mau nemanin Farhan. Ibu sangat merindukan senyuman, canda tawa, juga rengekan nya Bay". Ucap ibuk yang masih sesegukan memegang batu mejan Kuburan Farhan.


"Ibuk,, ibuk tidak boleh seperti ini. Ibuk jangan bersedih lagi ya. Bayu juga anak ibuk, Bayu akan menjaga ibuk sepenuh hati Bayu. Ibuk tidak sendiri dan bapak juga membutuhkan kita dirumah sakit". Ujar Bayu meyakinkan ibuk angkatnya itu. Ibuk angkatnya akhirnya menuruti perkataan Bayu dan berlalu meninggalkan makam yang basah itu yang dihiasi kembang.

__ADS_1


__ADS_2