Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Ketenangan


__ADS_3

Sebelum matahari terbit adzan subuh berkumandang, farhan terbangun dari tempat tidurnya bersiap-siap ke masjid seperti rutinitasnya bersama ayahnya. Setelah bersiap-siap farhan tidak lupa membangunkan Bayu untuk mengajaknya.


"Mas Bayu, mas,, bangun mas, ayok kita sholat shubuh." Bayupun bangun pelan sejenak menetra kan dirinya sambil duduk siranjang.


"Mas Bayu sekalian mandi junub ya untuk membersihkan diri mas sebelum sholat." Ucap farhan sambil mengulurkan handuk ditanganya.


"Kok kamu tahu Han kalau aku belum mandi junub?". Sontak Bayu terkaget dengan ucapan Farhan.


Farhan tersenyum "Ia mas Bayu, terakhir sebelum mengamuk di hotel aku melihat mas membawa beberapa wanita. Ya pasti mas melakukanya kan? Tapi sudahlah mulai sekarang mas harus menyadari bahwa itu salah mas. Mas harus serahkan semua sama Allah swt. Seberapa berat masalah mas hanya Allah yang bisa membantu, pasti ada hikmah di balik itu semua." Ujar farhan panjang lebar dengan tenang.


"Tapi kenapa Allah memberikan aku masalah yang sangat besar farhan, aku tidak bisa lupakan seumur hidupku". Ujar Bayu disambut kesedihan lagi dan terurai air mata.


"Iya aku tau mas Bayu, aku memang tidak tau sebesar apa masalah mas Bayu, tapi alangkah baiknya kita serahkan kembali pada Allah mas. Minta pertolongan pada-Nya, kita harus bertawakal padanya. Percaya padaku mas." Tambah Farhan lagi.


Bayu mengangguk dalam kesedihanya dan mengambil handuk segera ke kamar mandi.


Setelah Bayu selesai bersiap memakai sarung dan baju koko milik Farhan yang dipakainya mereka segera menuju masjid yang biasanya di datangi setiap waktu shubuh. Farhan, Bapak Farhan dan Bayu berjalan berdampingan berjalan hikmat menuju masjid. Bayupun merasakan kedamaian dihatinya. Bukan hanya melihat keakuran Farhan dan Bapaknya juga melihat suanana masjid yang damai dipagi hari dengan lantunan ayat suci Alquran menunggu jemaah berkumpul.


Saat iqomah di lantunkan petanda sholat jamaah dimulai. Bayu yang berdiri disamping Farhan merasa dirinya gemetar hebat untuk menyembah Allah.


"Kenapa Mas?" Tanya Farhan sebelum mengankat takbir.


"Tidak apa-apa farhan". Jawab bayu menyembunyikan ke takutan menghadap Allah.

__ADS_1


'Aku merasa takut menghadapmu ya Allah, jiia kau ijinkan aku menyembahmu berikanlah kekuatan untuk terus dijalanmu'batin Bayu mengsugesti dirinya.


Setelah sholat selesai para jamaah mulai pulang. Disana tinggal Farhan,Bapak farhan dan pak ustad sebagai imam tadi. Bapak farhan terlihat asik berbincang dengan pak ustad, ketika tersadar pak ustad bertanya tentang kehadiran Bayu.


"Hy Ananda, saya baru kali ini melihat ananda?" Tanya pak ustad.


"Iya pak ustad, nak Bayu teman Farhan. Mereka tinggal dirumah kami. Baru tadi beliau datang kerumah kami." Jawab bapak Farhan menyela jawaban dari Bayu.


"Ooo begitu, ananda berasal dari daerah mana?".tanya pak ustad lagi yang menoleh lagi kepada bayu.


"Sa saya dari padang pak ustad. Saya sampai disini berkat pertolongan Farhan karna ada masalah dihotel yang saya tempati." Jawab Bayu menunduk.


"Oo tidak apa-apa ananda, Farhan dan Bapaknya orang baik. Insyaallah lingkungan ini juga baik. Jangan takut ya, kita semua saudara. Lebih sering ke masjid ya biar kita nanti bisa shareing ilmu menuntun ilmu agama". Ucap pak ustad yang melihat raut wajah Bayu ketakutan.


Sesampai dirumah hidangan teh manis hangat dan goreng pisang yang dihidangkan Farhan. Tanpa basa basi Farhan mengambil posisi duduk begitu juga bapak Farhan. Melihat kehangatan mereka bercelatup memuji kelezatan pisang goreng dan teh manis hangat bayu seakan mengingat ibunya dulu tersenyum hangat dikala menyediakan sarapan pagi ketika sekolah. Bayu yang mematung mengingat kesedihanya membuat matanya berkaca-kaca.


"Nak Bayu, duduk disini nak. Ayok kita makan rezeki kita hari ini, walau sederhana tapi ini adalah yang tuhan titipkan ke kita ya. Jangan sungkan ya nak Bayu". Ucap ibu Farhan yang menutupi kesedihan yang terlihat dimuka Bayu.


Bayu menurutu permintaan ibu Farhan dan berusaha tersenyum setelah menyeka air matanya. Farhan dan Bapaknya berusaha tersenyum dikala kesedihan Bayu juga menyidorkan pisang goreng terbaik yang berada di piring.


"Enak ya pak pisangnya, walaupun kita makan tiap hari pisang goreng ini selalu enak. Mas Bayu pasti ketagihan makan pisang goreng buatan Ibu". Ucap farhan menimpali rasa haru Bayu.


"Iya, ibumu memasak selalu enak. Makanya bapak jarang makan diluar dan selalu dibekali oleh ibumu". Ucap bapak menyambung kata-kata Farhan.

__ADS_1


"Bisa saja memujiku seperti itu, tapi alhamdulillah ibu merasa senang". Ucap ibu sambil menyorkan teh manis hangat pada Bayu.


Saat Bayu menggigit goreng pisangnya Bayupun menyadari pisang goreng ibunya sangat enak, bahkan rasanya mengalahkan buatan ibunya dikampung. 'pantasan saja Farhan dan bapaknya memuji masakan ibunya' batun Bayu sambil mengunyah begitu lahap.


"Ibu goreng pisang buatan ibu memang enak, aku tadi mengingat ibuku sekilas melihat suasana meja makan. Tapi sekarang aku bergabung disini bersama keluarga hangat yang membuatku sedikit melupakan kesedihan atas kerinduan pada ibuku." Ucap bayu sedikit tersenyum.


"Nah gitu donk mas Bayu, tersenyum seperti itu membuat mas Bayu tuh lebih tampan dari pada aku tau". Ujar farhan mengejek.


"Hahaha,, anak bapak memang tampan, tapi nak Bayu juga tampan. Kalau tidak keberatan tinggallah disini bersama kami. Kami merasa senang melihat nak Bayu nyaman tinggal bersama keluarga kecil ini". Ucap bapak menenangkan semakin tenang.


"Apa benar itu pak, takut saya mengganggu dan saya mengecewakan Bapak dan Ibu nantinya". Ucap Bayu berkata pelan.


"Nak Bayu, kamu tidak usah ragu. Farhan sudah bicara sebelumnya pada kami soal permasalahan di hotel dengan kami. Tapi kami melihat nak Bayu baik-baik saja, malah sampai sekarang ini nak Bayu semakin nyaman di sini. Sekarang Bapak juga meminta nak Bayu tinggal disini, percayalah pada kami." Ucap ibu farhan menenagkan.


"Tapi buk saya sebenarnya memiliki masalalu yang parah bahkan tidak akan ada orang lain yang memiliki masalah seperti aku". Ucap Bayu merunduk dan meneteskan air mata lagi.


Farhan mengusap punggung Bayu "Mas Bayu, seberat apa masalah mas Bayu pasti ada jalan keluarnya. Coba mas cerita pada kami, kami akan mendengarkan masalah berat apa yang kamu pikul hingga membuat mas Bayu seperti orang hilang arah ini". Ujar Farhan tenang. "Tapi kalau mas belum mau cerita jangan dipaksakan. Tapi kami berdoa terbaik buat mas Bayu". Sambung Farhan lagi.


Bayu menghela nafas panjang dan mengankat kepalanya. "Aku mempunyai masalah yang sangat berat, munkin tuhan tidak akan mengampuni dosaku. Aku menghamili Adik seayahku, aku mau menikahinya. Karna aku tidak tau bahwa dia adik seayahku, Ayahku tidak bercerita sebelumnya. Aku sangat mencintainya tapi sekarang aku benci Ayahku. Aku syok mendengarkan ungkapan itu ketika ayahku mengungkapkan kalau kami sedarah." Ucap Bayu bercerita terbata-bata dalam isak tangis, lalu menghela nafas "sekarang Adik seayahku bernama Nita yang seorang dokter itu bunuh diri juga sama Ayah bunuh diri menabrakkan diri seperti pengecut meninggalkan aku dalam kesedihan. Aku juga sedih dan tak tau melangkah kemana sehingga aku tak sadar sampai disini. Aku juga telah meninggalkan ibuku dan Ibu Nita dalam kesedihan. Ini juga disebabkan salahku yang menginginkan Nita mengandung agar kami cepat menikah". Jelas Bayu menceritakan kesedihanya.


Sontak Farhan,ibunya dan ayahnya kaget mendengar penjelasan Bayu. Tapi semua telah terjadi mereka berusaha mengerti akan kesedihan yang menimpa Bayu.


"Ya Allah mas,, jadi mas Bayu kesini pun tidak sadar. Pantas saja mas mengamuk juga bersifat brutal di hotel kemaren. Tapi mas tenang saja, aku,bapak dan ibuk akan berusaha menjaga mas disini. Mas sekarang tenang ya, tuhan memberikan cobaan begitu berat pada mas agar memetik hikmah juga mas harus berubah demi kebaikan mas". Ujar Farhan tenang.

__ADS_1


__ADS_2