Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Tahlilan


__ADS_3

Bayu ikut geram dengan omongan yang tersebar pada tetangga-tetangga ibu angkatnya itu. Tapi apa boleh buat, jika omongan itu dilawan tidak enak karena acara akan berlangsung akan terganggu.


"Bu, biarkanlah saja orang berpikir seperti apa. Itu hak mereka dan dosa mereka karena berani berbicara seenaknya. Yang terpenting informasi yang mereka dengar itu salah." Ujar Bayu menenangkan.


"Iya nak, Ibu juga ga mau terhasut. Mereka bertanya seakan kita adakan tahlilan dibilang syukuran tertangkapnya Juan. Ibu rasa ini dari pihak keluarga Juan ada yang menghasut dan menyebarkan fitnah ini." Ujar Ibuk berprasangka.


"Ibuk,,, tidak boleh berprasangka buruk sama orang, kita biarkan saja nanti mereka akan tau kebenaranya kenapa Juan ditangkap seperti itu. Toh orang Ayah Juan juga bisa ikut terlibat disana dan mereka akan tau kasus Juan tanpa harus kita jelaskan." Jelas Bayu lagi. " Sudah sekarang Ibu siap-siap saja agar rombongan anak yatim dan semuanya datang bisa kita sambut dengan baik." Ujar Bayu aambil mengangkat bahu ibu angkatnya juga berjalan menuju kedalam rumah.


Junot dan keluarganya juga datang ke acara tahlillan beserta syukuran kesembuhan bapak angkat bayu itu. Keluarga Junot mudah mengakrabkan diri ke keluarga angkat Bayu juga para Ibunya. Mereka yang baru beberapa kali bertemu berbincang seperti kerabat dekat saja.


"Sungguh mulia hati mu Bay yang mau mengadakan tahlilan doa bersama sebesar ini. Dan juga orang sekitarmu juga bersemangat berpartisipasi atas ini." Ujar Papa Junot menimpali disaat Bayu berdiri sambil menunggu para anak yatim dan yang lainya datang.


"Biasa saja pak, ini aku kira belum cukup atas rasanya atas Farhan dan keluarganya lakukan. Aku sangat menjunjung tinggi kebaikan mereka disaat aku kehilangan arah juga tidak ingat Tuhan." Bayu menghela nafas " Aku sangat ingat sekali disaat aku menggila di hotel dimana Farhan bekerja sebelumnya. Aku dirangkul tanpa ragu juga dibawa kerumah yang hangat ini, diajarkan sholat, diajarkan berfikir tenang, diajarkan untuk bersabar hingga semangatku bangkit. Juga Bapak dan Ibunya sangat membantu dan tidak merasa keberatan menerimaku." Menarik nafas lagi " Ya alhamdulillah aku lahir dari keluarga yang berada dan sebelumnya sudah menyukai bisnis usaha. Disini aku berfikir di dalam rezekiku selama ini yang aku cari ada rezeki orang lain juga semuanya titipan padaku pak. Kalau ada jalan untuk mengeluarkan rezeki ke jalan yang baik mengapa tidak pak." Ujar Bayu dengan sepenuh hatinya sedikit berlinang air mata.


Papa Junot tersenyum mendengar penjelasan Bayu. " Begitu lembut dan mulia hatimu Bay, bapak salut denganmu. Kamu adalah orang baik, insyaallah apapun yang kamu lakukan kedepanya di beri rahmat oleh Allah swt." Ujar Papa Junot menimpali.


"Ngomongin apa sih Pa, mas Bayu kok serius banget." Ujar Junot datang melihat perbincangan serius antara Papanya dan Bayu.

__ADS_1


"Tidak ngomongin yang jelek kok nak. Oh iya kamu sudah ikut membantu Hendra mengangkat nasi kotaknya." Ujar Papa Junot pada anaknya saat Junot tadi ikut membantu Hendra.


"Sudah, kata bang Hendra para anak yatim dan tamu lainya akan datang setelah zuhur. Alangkah baiknya kita sholat dulu Pa, mas Bayu." Ujar Junot.


"Iya, yok kita sholat dulu ke mesjid terdekat." Ujar Papa Bayu juga di ikuti Bayu.


Sesudah waktu zuhur semua sudah berkumpul dibawah tenda yang lumayan besar fihalaman rumah Farhan. Para anak yatim juga para ustad yang ikut diacara tahlilan sudah datang. Para warga juga ikut berantusias sudah memenuhi tempat yang kosong. Keluarga Bayu dan kolega yang berada dibarisan depan sudah mempersiapkan diri untuk acara akan dimulai.


Pembukaan acarapun berlangsung dengan pimpinan doa dari pak ustad juga ceramah tentang keiklasan juga kesabaran disampaikan oleh pak ustad di atas mimbar yang disediakan. Semua tertegun dan tertunduk akan makna pesan dari ceramah pak ustad. Para keluarga juga makin tenang dan tergenang air mata haru mendengarnya.


Acara telah selesai, para tamu undangan seperti anak yatim juga tetangga sudah balik kerumahnya. Karena waktu ashar hampir masuk para kolega bersiap melaksanakan sholat ashar.


"Alhamdulillah acara tahlilan dan syukuran sudah selesai dilaksanakan." Ujar pak ustad bersama rombongan laki-laki telah sampai rumah Farhan lagi karena rombongan ke masjid.


"Iya Alhamdulillah pak acaranya berjalan hikmat dan lancar. Terima kasih pak ustad telah ikut andil di acara ini." Ujar Bayu menimpali sambil mendorong bapak yang berada dikursi rodanya.


"Itu kewajiban dan ungkapan sayang saya pada Farhan nak Bayu. Lagian aku juga ikut senang melihat kepergian Farhan hubungan kalian makin erat." Ujar pak Ustad tersenyum lebar. " Lihatlah, dan terutama kamu nak Bayu. Sudah menyatukan beberapa keluarga juga menyelaraskan ibu-ibu kalian tanpa pandang bulu, pengertian para ibu juga saling memahami sama lain membuat kalian menyatu. Sungguh pemikiran anak muda yang sangat luar biasa menurut saya." Ujar pak ustad menyampaikan ungkapan senangnya pada Bayu.

__ADS_1


"Jangan memujiku seperti itu pak ustad, aku cuma ingin memperkuat dan menperdekat hubungan kekeluargaan kita saja pak ustad. Juga pak ustad sudah aku anggap bagian dari kita." Ujar Bayu menunduk dengan hormat juga membuat orang-orang disekitarnya geleng-geleng akan kebaikan Bayu.


"Tapi sama aku tidak diakui saudara pak ustad. Malah kami sering merebutkan para Ibu pak ustad." Ujar Hendra menimpali candaan dan diikuti tawa oleh semuanya.


"Memang Hendra dan Bayu itu kayak anjing dan kucing kalau bertemu pak ustad, tapi mereka sama-sama pengertian kok. Kan anak ibuk." Ujar ibuk Rahmi melerai sambil memegang kedua pudak putra angkatnya itu.


"Iya, contohnya saja bang Hendra selalu nurut sama mas Bayu. Ya kan mas." Ujar Junot.


"Ya iyalah nurut, klo ga tidak digaji." Cemooh Bayu.


"Yeeeee mana ada, aku nurut iklas bukan mau balasan." Ujar Hendra.


"Yang benar ini??? Berarti aku ga perlu gaji kamu?." Ujar candaan Bayu lagi.


"Hehehe ga gitu juga bro, ntar biaya kuliah dan sekolah adik aku dari mana?." Ujar Hendra yang cengengesan menanggapi ancaman Bayu juga diikuti tawa orang yang ada disana.


Begitulah gambaran kebahagiaan Bayu dan kolega keluarganya. Usaha untuk membuat terlihat baik-baik saja oleh Bayu terlihat berjalan sesuai rencananya. Ibu kandung Bayupun memandang anaknya yang jauh berubah membaik akibat musibah menimpanya dulu sudah bernafas lega sekali. 'Alhamdulillah ya Allah kau bangkitkan dan kau berikan hikmah yang indah padaku dan anakku. Semoga kami lebih baik lagi kedepanya dengan semua yang engkau titipkan pada kami' batin ibu paruh baya yang melahirkan Bayi itu. Bayu melihat senyuman Ibu kandungnya juga merasa senang dan bangga bisa membuat Ibunya tersenyum. Walau untuk melewati ini tidak mudah, berkat keiklasan juga kesabaran dan kerja kerasnya akhirnya ia bisa juga sampai di derajat titik ini. Rasa syukur Bayu dengan anugrah yang diberikan sang pencipta tak henti ia ucapkan dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2