Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Penangkapan antek Juan


__ADS_3

Satu persatu informaai sudah didapat oleh bro detektif. Bayu juga telah menerima informasi tersebut dan merangkum semua bukti yang dikirim bro detektif. Usaha Bayu dan Hendra sudah menampakkan hasil walau butuh kesabaran.


Setelah bukti berhasil dirangkum oleh Bayu juga Hendra, Bayu mengajukan permohonan laporan kepada pihak yang berwajib. Karena menurut bukti ini ada sangkutan dengan bisnis barang haram yang dijalankan Juan.


"Kepolisian akan kesini hari ini, mohon persiapan rangkuman bukti dengan detail ya Hen." Ujar Bayu sembari melipat lengan kemeja panjang yang ia pakai.


"Baik bro, semua sudah saya persiapkan. Kita harus waspada dulu agar mereka tidak tau kita melaporkan mereka juga." Ujar Hendra.


"Iya, kita akan bersabar dan biarkan detektif selalu mengintainya. Tapi sampaikan juga pada detektif bahwa harus hati-hati menghadapi mereka." Ujar Bayu pada hendra mengintruksi.


Diskusi Bayu dan hendra yang sambil menikmati pemandangan teras rumah Farhan terlihat hangat tapi serius. Para orang tua sengaja tidak mengganggu Bayu untuk berkosentrasi mengatasi masalah yang menimpanya.


Dikediaman Junot telah berhasil diamankan berkat bantuan bro detektif orang bayaran Bayu. Bro detektif berhasil mengecoh dengan menyebarkan isu bahwa Junot dan keluarga pergi ke Bali yang disampaikan pembatu yang bekerja di rumah Junot.


"Kita berhutang nyawa pada Bayu Jun, lihatlah para peneror tidak lagi berkeliaran di komlek rumah kita lagi." Ujar Papa Junot yang sedang memperhatikan cctv rumahnya.


"Iya pa. Mas Bayu adalah orang baik juga tak pandang bulu kalau kita baik ke dia. Farhan sangat beruntung mendapatkan abang angkat seperti dia. Papa juga bisa melihat perlakuanya melindungi keluarga Farhan sangat intens dan kuat. Junot juga salut sama mas Bayu." Ujar Junot yang duduk disamping papanya tengah memegang ipad tayangan cctv.


"Kita bergantung informasi dari Bayu untuk bisa bebas keluar rumah. Dan mudah-mudahan secepatnya mereka ditangkap dengan bisnis gelap yang mereka jalani." Ujar papa Junot yang mengetahui info lewat via chatingan dengan Bayu.


"Amiin pa. Mudah-mudahan terungkap sampai ke akarnya pa, biar tak ada lagi kejahatan dari pihak Juan lagi." Ujar Junot menimpali.


Dringgg..... Telepon papa Farhan berbunyi, terlihat Bayi sedang menelpon.


"Halo Bay,,, ya ada apa Bay?." Ujar papa Farhan menjawab telepon Bayu.


"Ya hallo om, bro detektif sudah berhasil mengumpulkan bukti dan sebentar lagi polisi kesini untuk menjemput buktinya. Ada beberapa rekaman cctv rumah om yang menunjukakan para peneror itu om. Bisa kirimkan rekamanya?."ujar Bayu ditelpon.

__ADS_1


"Bisa Bay, tapi mereka terlihat memakai penutup kepala juga sarung tangan direkaman ini Bay." Ujar papa Junot.


"Tidak apa om, disini hanya memperkuat bukti saja bahwa mereka juga meneror om agar bisa melaporkan suatu permasalahan menjadi kasus untuk mereka." Ujar Bayu pada papa Junot.


"Iya Bay, om segera kirimkan." Ujar papa junot dan telepon diakhiri setelah mengucap salam.


Dikediaman Bayu telah terkumpul banyak bukti dikirim dari detektif dan papa Junot. Rangkuman kasus orang suruhan papa Juan juga saudara papanya sudah ditangan Bayu. Dengan sigap Bayu juga bersiaga agar tidak lengah sampai polisi datang untuk memprosesnya juga segera menangkapnya.


Polisi sudah datang dikediaman Bayu. Terlihat polisi juga sedikit heran dengan usaha Bayu yang rela bekerja sekeras ini tanpa polisi mengumpulkan bukti lagi. Komlotan polisi juga segera mengambil tindakan untuk penangkapan juga membocorkan dimana mereka bersembunyi.


Proses penangkapan polisi pada adik dan suami adik papa Juan sedang berlangsung. Disana juga terdapat dua orang suruhan yang diduga kaki kanan Juan dalam bisnis terlarang itu ikut tertangkap. Beberapa orang antek-antek mereka juga segera diamankan dalam kasus ini.


Ketika penangkapan berhasil di borgol juga dimasukan kemobil patroli polisi.


Salah seorang dari kaki kanan Juan berhasil melarikan diri dengan cara menusuk paha salah satu polisi dengan pisaunya. Ia terjun kesungai dalam yang dekat di persembunyianya itu sehingga tidak dapat dikejar oleh polisi. Polisi segera mengamankan tersangka yang tidak kabur dulu juga polisi yang luka akan segera ditangani.


Bayu yang sedikit bernafas lega dengan proses penangkapan bisnis berantai Juan. Walau salah satu antek juan masih dalam buronan tapi bayu terlihat bernafas lega tanpa ada perlu penjagaan dirumahnya lagi.


"Syukurlah semua berjalan sesuai rencana Hen, mulai minggu ini kita akan bisa memulai aktivitas untuk berbisnis lagi." Ujar Bayu pada Hendra sembari meminum teh diruang keluarganya bersama Hendra juga bapak Farhan yang duduk dikursi roda didekatnya.


"Iya Bro, tapi kita juga waspada dengan antek Juan yang melarikan diri?." Ujar Hendra.


"Iya kita waspada, tapi kalau menurutku ia akan pergi jauh agar tertangkap. Ia tidak akan berani mengganggu kita lagi karena dia adalah seorang buronan sekarang." Ujar Bayu pada Hendra dengan yakin.


"Ya mudah-mudahan seperti itu ya nak, tapi bapak khawatir saja nanti dia akan mencarimu Bay." Ujar Bapak Farhan menyampaikan ke khawatiranya.


"Bapak tenang saja, Bayu akan jaga diri Bayu baik-baik pak. Bayu akan melindungi bapak juga ibuk, itu adalah janji Bayu pak." Ujar Bayu meyakinkan bapak angkatnya itu dan semua tetlihat senang.

__ADS_1


Keesokan setelah dua Hari peristiwa penangkapan Bayu mengajak keluarganya berlibur didaerah pasar anyer banten juga Bayu mengajak keluarga Junot. Bayu telah menyewa villa dengan kenalanya disana juga keberangkatanya dengan mobil yang disewanya.


Bayu berinisiatif seperti itu agar keluarganya senang sebelum ia memulai aktivitas bisnis kembali.


Di pagi hari terlihat sibuk mempersiapkan keberangakatan. Keluarga Junot juga telah hadir dengan mobilnya juga ternyata bro detektif dipekerjakan papa Junot sebagai asisten pribadinya.


"Waaahh bro detektif kamu kok bisa ikut dimobil orang tuanya Junot." Ujar Bayu menepuk pundak detektif andalanya itu.


"Iya bos, saya dipekerjakan sama Papa junot jadi asistenya karena suka melihatku bekerja seperti kemaren." Ujar detektif pada Bayu yang ikut senang mendengarnya.


"Waaah sekarang kamu jadi pekerja tetap donk. Baguslah." Ujar Bayu.


"Iya bos, mulai sekarang panggil aku Bobi, nama asliku Bobi bos." Ujar detektif itu menintruksi dan ingin melepas detektif bayaran.


"Baiklah bro Bobi, baru kali ini aku tau namamu. Sebelumnya aku hanya memanggilmu Bro detektif saja." Ujar Bayu terlihat perbincangan hangat sambil menunggu ibu-ibu yang sibuk berkemas barang-barang yang hendak dibawanya.


"Hen, lihatlah Bro detektif eh bro Bobi jadi asisten papanya Junot sekarang." Ujar Bayu pada Hendra yang telah menghampiri.


"Benarkah??? Waaahhh baguslah bro, aku ikut senang kamu mendapatkan pekerjaan tetap dari bos besar juga terlihat baik." Ujar Hendra pada perbincangan mereka.


"Iya Bos Hendra, ini semua berkat kalian juga karena mempercayakan sebuah pekerjaan padaku." Ujar Bobi pada Hendra dan Bayu.


"Jangan seperti itu bro, kan kami waktu itu membutuhkan bantuanmu. Lagian kamu sudah enak kerja sama bos yang baik juga terlihat sopan, harusnya kamu kasian pada aku." Ujar Hendra sambil melirik licik pada Bayu memulai candaan.


"Maksudmu apa Hen, kamu bilang aku kurang baik juga tak sopan??." Ujar Bayu terpancing dengan gaya berkacak pinggang.


"Ti ti tidak kok,,, kamu baiiiiikkkk banget juga sopan banggeeeeettt." Ujar Hendra menimpali takut kemarahan Bayu padanya lewat candaan.

__ADS_1


"Hahahahah kalian lucu sekali." Ujar Bobi yang menyaksikan mereka bertengkar eoerti anjing dan kucing terlihat lucu dan mengemaskan.


__ADS_2