
Hari-hari berlalu, kerja keras mereka terlihat membuahkan hasil. Cafe FB family selalu ramai pengunjung yang datang silih berganti didatangi berbagai macam kalangan usia dan profesi. Sekarang Cafe tersebut mempunyai 2 orang karyawan baru untuk dipekerjakan selain anggota keluarga. Akan tetapi bapak tidak bisa membantu bekerja di cafe dikarnakan bos lamanya dipasar menahan bapak buat bekerja disana. Bayu,ibuk dan Farhan memaklumi keadaan bapak.
Sebulan berlalu rezeki dari cafe FB family selalu mengalir, akan tetapi Bayu sering memikirkan keadaan ibunya dikampung tanpa ia bercerita pada Farhan maupun ibuk Farhan. Diwaktu subuh berkumandang mereka seperti biasa untuk sholat dimasjit. Seusai sholat bayu berdoa 'Gimana ya keadaan ibu dan ibu Nita dikampung pasca musibah dan aku tinggal pergi? Apakah mereka baik-baik saja?' batin Bayu. 'Rasa sayang pada Nita juga kebencian sama bapak juga belum bisa saya lupakan. Ya Allah bantulah hambamu untuk melewati ujian ini, hamba tau hamba salah telah melakukan dengan adik saya sendiri. Bagaimana saya harus melupakanya'. Sambung Batin bayu disaat tadahan tangan seusai sholat shubuh berjamaah begitu khusuk sehingga mengurai air mata. Farhanpun melihat Bayu yang terlihat khusuk berdoa.
'semoga masalah masalalumu mendapat pengampunan dan kedepanya mengubah yang lebih baik ya mas. Kamu orang baik, aku bangga pada kamu mas Bayu yang mau berubah. Aku akan ingat semua kebaikanmu pada keluargaku, dan keluargaku adalah keluargamu juga' batin Farhan.
Setelah berdoa Bayu,Farhan dan bapak Farhan sudah mengakrabkan diri pada pak ustad. Mereka juga shareing ilmu kehidupan di waktu selesai subuh. Dengan hal inilah Bayu berusaha menjadi anak yang sholeh juga tak mau larut dari masalalu yang mengerikan itu.
Saat diwaktu pulang Bayu,Farhan dan Bapak Farhan berpapasan pulang kerumah dari masjid.
"Alhamdulillah ya mas, disela kita sibuk bekerja kita masih sempat sholat bersama kemasjid walaupun hanya waktu subuh". Ungkap Farhan.
"Iya Alhamdulillah. Bagaimanapun aku merasa ada ketenagan pertama kali disaat subuh ini Han, kalau bisa kita selalu sholat subuh berjamaah ya".jawab Bayu yang menenteng sajadahnya.
"Iya, kita harus jaga supaya kehangatan seperti ini kita lakukan. Bapak makin semangat dan bangga pada kalian yang selalu mengutamakan sholat". Sambung bapak mengungkapkan perasaanya untuk anak-anaknya itu. Bapak Farhan sangat sayang pada Bayu dan mengaggapnya seperti anak sendiri dan tidak membedakan sama Farhan.
Sesampai dirumah Bayu duduk sejenak di teras rumahnya sambil menyerumput teh panas yang dibuat ibuk dari meja makan. Farhan menghampiri.
"Wah mas Bayu enak banget ya ngetehnya, ini pisang gorengnya mas". Ujar Farhan sambil menyodorkan pisang goreng buatan ibunya.
"Iya Han, makasih ya". Mengambil sepotong pisang goreng dan langsung melahapnya dengan keadaan sedikit raut sedih di wajahnya.
__ADS_1
"Mas Bayu, kenapa akhir-akhir ini mas bayu sering melamun dan terlihat sedikit sedih. Apa yang tengah mas Bayu fikirkan?". Tanya Farhan setelah duduk di kursi sebelah Bayu.
Bayu sedikit mengambil nafas "aku ingat ibuku dan ibu Nita di kampung Han, aku ingin tau bagaimana kabar mereka". Jelas Bayu.
Farhan terdiam mencerna ucapan Bayu "Sangat wajar mas memikirkan mereka, toh mereka juga teramat sedih kejadian mengejutkan dan ditinggal mas Bayu juga. Apa mas mau menemui mereka?". Ujar Farhan.
"Belum tau Han, aku belum sanggup bertemu mereka. Tapi aku khawatir mereka mencariku kemana. Aku saja pergi kesini tidak sadar Han, apalagi mereka juga tidak mengetahui aku pergi". Ujar Bayu sedikit berkaca-kaca.
"Mas, Farhan tau kejadian itu sangat pahit bagi mas. Apalagi dua orang yang mas sayangi pergi dengan tidak wajar seperti itu. Kita sebagai anak juga saudara hanya bisa mendoakan pengampunan pada Allah dan kita perbaiki kehidupan kedepanya". Ujar Farhan.
"Iya Han, tapi disuatu sisi aku dihantui rasa bersalah, disuatu sisi aku merindukan mereka, disuatu sisi aku membenci Ayahku Han. Aku bingung Han harus berbuat apa. Kehidupanku yang dulu terasa bahagia sekarang menjadi aib bagiku yang tak terlupakan seumur hidupku". Ucap Bayu berurai air mata.
"Yang sabar ya mas, dibalik pasti ada hikmahnya". Ucap Farhan sambil memegang pundak Bayu dan menghela nafas "Kalau mas mau menjenguk dan memberitahukan mas ga baik-baik saja ke kampung ga papa kok mas, insyaallah cafe akan saya kelola sesui permintaan mas Bayu. Farhan juga tidak mau mas Bayu berlarut kesedihan seperti ini. Alangkah baiknya juga mas temui orang tua mas dikampung supaya mereka tidak khawatir pada mas Bayu". Jelas Farhan.
"Selagi mas mengingat sang pencipta dan memaafkan kesalahan almarhum ayah mas, mas ga akan kehilangan arah. Percayalah padaku mas, Allah ga akan memberikan kekuatan pada mas Bayu untuk melewati ini semua". Ucap Farhan dan dibalas anggukan oleh Bayu.
"Baiklah Han, dalam waktu dekat aku akan pulang kekampung halamanku. Nanti aku titip semuanya padamu ya, kita harus kembangkan usaha untuk mengangkat derajat keluarga kita disini. Aku juga ingin memantau keadaan usahaku dikampung Han Semenjak aku pergi, aku tidak tau usahaku masih berjalan atau sudah tutup". Jelas Bayu.
"Baik mas, aku akan jalankan amanah dari mas Bayu".jawab Farhan.
"Ya Han, aku akan ngomong sama ibuk juga bapak nanti akan hal ini. Kamu jaga mereka untukku ya, karna mereka adalah orang yang aku sayang juga". Ujar Bayu.
__ADS_1
"Pastilah mas, aku akan selalu jaga mereka." Balas Farhan yang membuat tambah meyakinkan niat Bayu.
Jam menunjukan hampir jam sepulu. Bayu,Farhan dan ibuk Farhan mau berangkat ke cafe setelah bapak pergi ke pasar. Setiba di cafe seperti biasa rutinitas pekerjaan dilakukan mereka yang dibantu dua orang karyawan mereka. Tiba-tiba ada segerombolan anak muda yang masuk ke cafe mengejek farhan tengah membersihkan meja.
"Ooo ternyata kamu kerja disini anak sok alim?" Juan berkata lantang seakan terlihat dendam yang belum terbalaskan. "Mang pantas sih kamu bekerja sebagai pelayan dengan seragam seperti ini". Tambahnya memegang jijik tepi pakaian farhan seolah menunjukkan pada temanya.
"Hahaha,,,, bener banget bro, orang miskin akan tetap miskin". Tambah teman juan yang bernama Rendi yang satu SMA sama farhan juga.
"Eee juan, rendi dan teman-teman. Selamat datang di cafe ini ya. Silahkan duduk". Ujar Farhan berusaha ramah pada pengunjungnya itu. Di meja kasir Bayu memperhatikan perlakuan mereka pada Farhan.
"Tanpa kamu suruhpun aku akan duduk juga disini. Kami ini anak kuliahan yang akan memiliki gelar besar, harus kamu layani dengan baik" ucap juan dengan membanggakan dirinya.
Juan duduk bersama 5 orang temanya, disitu juga terlihat junot yang hanya diam terlihat tidak mau ikut campur dalam pertikaian. Saat farhan mengantarkan pesanan mereka juan menelpon siska.
"Hallo sayang, kamu lagi apa? Aku lagi di cafe yang baru itu loh. Katanya lagi viral disini, aku ngumpul bareng teman-temanku. Eeeh kamu tau ga, si Farhan yang dulu aku sangka jadi selingkuhanmu bekerja disini juga. Ternyata dia cekatan juga ya mencari pekerjaan yang bagus sesuai porsinya. Sedikit ada kemajuan sih". Ucap Juan mengejek bicara di telpon yang hanya terdengar suaranya saja. Setelah mengakhiri telponya Juan berbicara seolah menyindir Farhan "Untung aku jadian secepatnya sama Siska, kalau tidak sudah aku bunuh anak miskin dan sok alim ini". Ujarnya pada teman-temanya. Farhan hanya terlihat menarik nafas saja dan berbalik ketempatnya.
"Han, itu temanmu yang mengejek kemaren waktu kita pulang dari masjidkan" ucap Bayu berbisik pada Farhan.
"Iya mas, biarkan saja selagi dia ga mengganggu disini mas". Jawab Farhan seakan mengerti dengan ucapan Bayu yang terlihat ikut emosi melihatnya diperlakukan tidak baik.
"Ya masak kamu dihina seperti itu Han, aku ga suka adikku dihina seperti itu Han" ucap Bayu.
__ADS_1
"Mas Bayu, kita harus sabar. Biarkan mereka dengan kesibukanya, kita fokus aja bekerja mas. Lagian ga penting juga meladeni mereka, nanti yang ada ribut dan mengganggu oengunjung yang lain mas". Jelas Farhan dan Bayu langsung terdiam.
"Sekarang mas duduk saja kembali di meja kasir. Aku akan bantu ibuk di dapur". Jelas Farhan dan meninggalkan Bayu.