Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Ruko dua lantai


__ADS_3

Keesokan harinya setelah sarapan pagi sesuai tradisi yang biasa dilakukan keluarga ini berjalan hikmat dan hangat. Bayu dan Farhan berencana mencari dan menanyakan tempat didaerah yang dilewati kemare. Dengan penuh semangat Farhan juga Bayu menuju kesana.


Setelah sampai dilokasi mereka menanyakan ke beberapa pemilik ruko disana, tapi belum sesuai ekspetasi mereka bahwa ruko itu telah penuh disewakan.


"Sudah empat orang pemilik ruko ditanyakan mas tak ada yang kosong. Apa kita menunggu yang kosong dulu ya mas?" Tanya Farhan.


"Iya nih, tapi itu kosong kayaknya Han. Coba kita tanya siapa pemiliknya." Ucap Bayu menunjuk ruko dipojok yang terlihat sepi dan berantakan akibat daun oepohonan di depanya.


"Iya kosong sih kelihatanya, tapi itu dipojokan dan terlihat sepi mas. Juga disana kotor banget, apa ada orang yang mau nongkrong disana nantinya mas?" Ujar Bayu.


"Kalau aku perhatikan cukup menarik dan cocok Han, ayok coba kita tanya dulu." Ujar Bayu dan menarik tangan Farhan kesana.


Setelah melihat-lihat bangunan mereka tuju, mereka memutuskan bertanya ke ruko sebelahnya yang disewa untuk berjualan alat listrik. Ternyata yang menjual peralatan listrik itu pemiliknya.


"Benar ini mau dikontrakan, sudah banyak yang tanya tapi tidak mau menyewa karna terlihat sepi. Apa kalian yakin ingin menyewanya?". Ujar pemilik ruko itu tak mau mengecewakan Bayu dan Farhan.


"Insyaallah yakin pak, asalkan harga sewanya sesuai. Kami juga akan renovasi ialau seandainya cocok." Jawab Bayu.


"Memangnya mau bikin usaha apa?". Tanya pemilik ruko itu.


"Mau bukak cafe pak, saya melihat letaknya di pojok dan memiliki halaman luas yang bersampingan pembatas rumah disebelah. Jadi kalau cocok saya pakai halaman juga untuk outdor pengunjung menikmati suasana malam yang ramai disini". Ujar Bayu sedikit menjelaskan.


"Kalau konsep seperti itu cocok sih, tapi kalau harga sewanya 35 juta apa kalian keberatan? Soalnya ruko itu dua lantai". Jawab pemilik ruko itu.


Bayu sejenak berfikir " kalau 32 juta saja gimana pak, soalnya kami juga butuh uang untuk renovasi". Ucap Bayu yang bernegosiasi. Farhanpun kaget dengan ucapan Bayu yang yakin itu. "Mas, 32 juta bukan jumlah yang sedikit". Bisiknya pada Bayu. Bayu menggenggam tangan Farhan meyakinkan. "Kamu tenang saja Farhan, serahkan semua sama aku". Ujar Bayu yakin.


"Baiklah, tapi harus bayar cash ya baru di renovasi". Jawab pemilik ruko itu.

__ADS_1


"Baik pak, aku akan bayar cash dan akan segera mulai merenovasi tempatnya. Besok saya kesini bawa uangnya dan segera minta kwitansi pembayaran sama bapak". Ujar Bayu.


Mereka telah menyepakati sambil bertukar nomor ponsel untuk dihubungi. Bayu terlihat yakin dan berjabat setuju berjanji besok. Setelah itu mereka ingin pamit dulu untuk pulang.


Di perjalanan pulang Bayu menyuruh Farhan Berhenti di salah satu Bank yang mereka lewati. Karna Bayu cuma memiliki kartu debit yang mempunyai batas penarikan ia berinisiatif mentransfer ke rekening Farhan. Terlihat jumlah uang direkening Bayu masih tersisa seratus enam puluh jutaan lagi, dan ia hanya mentranfer lima puluh juta dulu ke rekening farhan. Farhan yang ikut mendampingi Bayu masuk ke mesin atm terkaget dengan nominal tabungn Bayu.


"Mas, tabungan mas Bayu banyak sekali. Aku sungguh tak percaya mas sekaya ini". Ucap Farhan kaget dengan polosnya.


Bayu tergelak melihat tingkah lucu Farhan seakan mendapatkan rasanya memiliki adik walaupun dik dari orang tua angkatnya saat ini.


"Ini hanya sebagian kecil dari uang yang aku habiskan Han, juga ini sebagian hasil membuka cafe waktu dikampung. Lagian kita harus berusaha dan jangan memandang jumlah uang, kita berusaha jangan pernah puas akan hasil yang didapat agar usaha kita berkembang". Jelas Bayu dan dibalas anggukan farhan yang mengerti.


"Kamu bawa buku tanlbunganmu kan?" Tambah Bayu lagi.


"Bawa mas. Sumpah, ini nominal paling banyak dibuku tabunganku mas. Biasanya gaji dibawah 4 juta saja yang masuk ke rekening". Jawab Farhan lucu lagi yang membuat Bayu tergelak lagi.


"Iya, dan mudah-mudahan hasil dari usaha yang kita rintis akan menambah makin banyak nominal ini". Jelas Bayu yang diiringi doa.


Sesampai di rumah sudah disambut Ibu dan Bapak yang tengah duduk di kursi depan rumah.


"Asalamualaikum" ucap farhan dan bayu yang hampir berbarengan.


"Walaikumsalam" ucap kedua orang tua itu juga hampir berbarengan.


"Ayo duduk, ibu sudah membuat cemilan goreng ubi rambat ungu ditemani kopi enak banget". Ujar bapak menunjuk tempat kosong disebelahnya.


"Kalian sudah sholat zuhur kan?". Tanya ibu sambil menuangkan kopi.

__ADS_1


"Sudah buk, tadi di masjid sana sebelum ke bank kami sudah sholat". Jawab Farhan.


Tanpa basa basi lagi farhan dan Bayu mencicipi hidangan yang tersedia. Tersentak lagi Bayu sefikit kaget dan dilihat Farhan.


"Kenapa mas? Ga enak ya?". Ucap farhan heran dengan selera Bayu.


"Tidak... Malah enak banget Han. Ibuk pinter banget bikin makanan ya. Sangat enak buk". Jelas Bayu.


Ibu tersenyum sangat senang dipuji oleh Bayu. "Alhamdulillah kalau enak, sialahkan abiskan saja jika enak". Ujar ibuk farhan.


Bayu terlihat berfikir sedang makan " Han, aku punya ide tentang konsep cafe kita". Ucap Bayu seketika.


Farhan yang sedikit terkaget melihat semangat Bayu "Ide apa mas?" Jawab Farhan.


" Sebelumnya yang nongkrong itukan banyak anak muda, sekarang aku punya ide untuk membuat ruang seperti ruang keluaga yang menampilkan kehangatan keluarga pada cafe kita. Dan aku berfikir masakan ibuk kita kenalkan disana sebagai ciri khas cemilan seperti ubi ini dan pisang goreng". Ucap Bayu antusias yang memperlihatkan kepintaranya.


"Boleh juga ide mas, sangat bagus itu mas. Lagian bangunan yang mau kita sewa memiliki dua lantai, akan banyak ruangan yang kita pakai". Ujar Farhan.


"Bagaimana buk?". Tanya Bayu serius ke ibuk farhan.


Ibuk farhan yang sedikit bingung pembicaraan anak-anaknya itu masih membingungkan karna belum mengerti.


"Ibu kalian belum mengerti maksud ide kalian. Kan ibuk tidak pernah duduk di cafe ataupun tempat luar lainya Bay. Tapi Ibu dan Ayah selalu mendoakan dan melakukan yang terbaik untuk kalian". Ucap Bapak mewakili jawaban ibuk.


"Iya nak Bayu, han. Yang penting kalian selalu semangat ya. Tapi ibuk juga kaget bangunan dua lantai yang mau disewa. Bangunan seperti apa sih?" Tanya ibuk.


"Jadi tadi kami sudah menemukan ruko yang mau disewa untuk pembangunan cafe kita buk, bangunan tersebut dua lantai" jelas Farhan.

__ADS_1


"Apa??? ruko dua lantai?? apakah sewanya tidak terlalu mahal??". ujar ibuk farhan kaget.


Farhan tersenyum dan meletakkan kantong berisi uang di atas meja.


__ADS_2