Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Kejahatan Juan terungkap


__ADS_3

"Bos memang pandai memanfaatkan momen jabatan papanya ya. Selain iya menghilangkan jejak orang yang ditabraknya pekan lalu, ia juga pandai menjalankan bisnis besar ini." Ujar satu laki-laki berbadan tegap itu.


"Iya sih, tapi kasian anak yang di tabrak itu juga bapaknya. Lagian tidak ada cara lain untuk melindungi bisnisnya bos kalau tidak membunuh anak itu." Ujar laki-laki satunya lagi sedikit berbadan kurus.


"Iya, entah kenapa anak itu kesini segala waktu itu juga memergoki bos lagi memakai sabu. Coba kalau dia tidak kesini pasti bos tidak akan membunuhnya." Ujar berbadan kekar.


"Bukan itu saja boy, dia juga melihat stok sabu juga heroin didalam. Ia juga menceramahi bos kita seperti ustad. Bos kita kn waktu itu sedikit oleng habis memakai, saat mengejarnya anak itu lolos kabur." Ujar berbadan sedikit kurus itu.


"Ya sudahlah... Sekarangkan persoalanya sudah selesai, toh anak itu sudah tiada. Kita hanya melakukan perintah bos saja menjaga gudang ini agar tidak diketahui orang." Sambungnya lagi.


Bayu,Junot dan Hendra yang ngumpet dibalik tembok mendengar jelas pembicaraan mereka. Sangat syok dirasakan alasan Juan membunuh Farhan. Bukan Bayu saja yang syok, Junot dan Hendra juga tidak menyangka ternyata alasan pembunuhan Farhan adalah Farhan mengetahui bisnis terlarang Juan dan takut terbongkar.


Bayu melihat Junot dan Hendra dan memberi aba-aba diam saja. Bayu mengeluarkan ponselnya untuk memberitahu detektif dengan chat pribadi.


Kedua penjaga itu pergi, Bayu dan Junot memasuki lorong menuju pintu ruangan rahasia, sedangkan Hendra berjaga diluar. Akan tetapi sesampai didepan pintu mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena pintu dikunci dengan kuat.


Bayu dan Junot keluar mendekati Hendra.


"Pintunya terkunci rapat juga kuncinya terlihat berlapis-lapis, kita tidak bisa membukanya." Ujar Bayu.


"Iya, tapi kita tidak merekam orang tadi bicara ya. Aku memang terlalu fokus mendengar jadi tidak terpikirkan." Ujar Junot dengan muka melas.


"Kok kalian terlihat lucu ya. Penampilan kalian sebagai perempuan tapi gelagat kalian seperti laki-laki, perempuan lagi donk." Ejek Hendra dengan candaan sambil peragaan tangan sepwrti lentik perempuan dipaksakan.


"Kamu situasi genting begini masih becanda. Atau kita sudahi saja dan berbalik ke mobil menunggu Detektif dan rombongan datang." Ujar Bayu sedikit khawatir kalau ketahuan sama anak buah Juan.

__ADS_1


"Lebih baik begitu mas, lagian aku sudah sangat takut kalau ketahuan." Ujar Junot.


"Yaudah ayok kita menuju mobil."ujar Bayu dan berjalan dahulu.


Belum lima langkah berjalan tiba-tiba dua orang lelaki itu muncul.


"Kalian melakukan pemotretan disini atau mencari sesuatu?." Ujar lelaki berbadan tegap itu sambil menepok-nepok kayu ditanganya.


"Kalian juga berusaha merusak pintu ruangan kami lihat dari kejauhan. Apa kalian menginginkan sesuatu?." Ujar lelaki yang satunya berbadan kurus sambil memaikan pisau kecil ditanganya.


Bayu terdiam dan merentangkan tanganya pada Hendra juga Juan.


"Kami hanya penasaran dengan ruangan apa disitu. Kami tidak ada maksud apa-apa kok." Ujar Bayu memainkan suara centil yang dipaksakannya.


"Iya, lagian apa sih yang disembunyikan disitu sehingga dikonci segala." Ujar Hendra membantu.


Juan mendekat,


"Ada apa ini, siapa mereka?." Ujar Juan dengan nada membentak. Bayu yang melihat wajah Juan langsung memerah karena emosi telah menghancurkan keluarga Farhan, tapi ia berusaha menahanya.


"Ini bos, tiga banci ini melakukan pemotretan disini. Tapi tadi aku melihat mereka memeriksa pintu camp kita bos." Ujar anak buahnya yang memegang kayu itu.


"Apa,,, apa benar mereka memeriksanya. Kalau mereka mengganggu bunuh saja mereka." Ujar Juan dengan mudahnya melontarkan kata-kata tanpa dipikirkan.


"Kok kami mau dibunuh, apa salah kami, kami penasaran kan wajar." Ujar Hendra bernada centil tapi lantang juga ia sadar bahwa Bayu menahan emosi.

__ADS_1


"Kalian tau saya yang berkuasa didaerah ini, jadi siapa yang mengganggu kesini itu wewenang saya mau saya apakan." Ujar Juan sedikit mendekat.


Bayu,Junot dan Hendra sedikit mundur, tapi Juan tetap mendekat. Juan terlihat memperhatikan lengan Bayu yang sobek dan tiba-tiba merebut masker diwajah Bayu sehingga wajah Bayu terlihat jelas.


"Kurang ajar,,,, ternyata kamu, semuanya hajar dia." Ujar Juan secepatnya mundur setelah mengetahui itu Bayu. Sembilan anak buah Juan maju bersedia menyerang Bayu,Junot dan hendra. Saat sembilan anak buah Juan telah mengelilingi Bayu ,Junot dan Hendra ternyata Juan diarahkan pistol dari belakang oleh seorang berpakaian polisi. Juga anak buah Juan juga dikepung oleh kompotan polisi bersenjata lengkap supaya tidak ada yang berupaya kabur.


"Jangan bergerak kamu, kalau kamu berani bergerak peluru besi ini akan menembus kepalamu." Ujar polisi yang mengarahkan pistol dikepala Juan. Juan terlihat mengangkat tanganya aeolah menyerah, tapi saat tanganya diangkat malah dia berbalik merebut pistol dari sang polisi dan berusaha kabur. Tapi naasnya Detektif berhasil membidik tepat di depan dadanya. Dooorrrrrrr......


Juan jatuh tersungkur serta bersimbah darah karena ulahnya yang telah melakukan perlawanan.


Polisi berhasil melumpuhkan sembilan anak buah Juan begitu juga Juan segera dilarikan kerumah sakit untuk diobati sebelum ditindak. Polisi juga membongkar gudang beserta mobil jadi barang bukti kejahatanya. Bayu,Junot juga Hendra bisa bernafas lega karena Detektif dan tim Polda datang tepat pada waktunya.


Dirumah sakit Juan terlihat kritis karena peluru hampir mengenai jantungnya, oleh sebab itu operasi agak sulit dilakukan. Detektif yang menembak juga sedikit berurusan dengan polisi karena telah mengunakan senjata api sembarangan, walau niat baik tapi tetap dipertanggung jawabkan. Semua itu proses untuk menghargai kepolisian saja juga tidak dampai ditahan.


Bayu,Junot dan Hendra yang berada dirumah sakit yang telah berganti pakaian laki-laki lagi memperhatikan Juan dari luar.


"Akhirnya semuanya terbongkar, Farhan pasti senang disana karena Juan telah tertangkap dari kubangan dosanya." Ujar Bayu seolah emosinya tadi mencuat sudah mereda.


"Iya,,, jika ia selamat Juan akan mrmpertanggung jawabkan ini semua. Bukan itu saja, papanya juga harus bertanggung jawab karena telah mendukung anaknya melakukan hal ini." Ujar Junot menimpali.


"Ngomong-ngomong sudah hampir sejam kita disini tidak terlihat orang tua Juan datang kesini?." Ujar Hendra.


"Apa munkin ia melarikan diri karena Polda sudah menerima laporan dari kita ditambah kasus gudang sabu milik anaknya itu." Ujar Hendra lagi.


"Kita lihat saja, kalau dia berani kabur berarti dia tidak mau bertanggung jawab atas yang mereka perbuat. Yang terpenting Juan berhasil ditangani oleh kepolisian." Ujar Bayu.

__ADS_1


"Terima kasih pada kalian telah semangat untuk menemukan inti permasalahan ini ya." Ujar Bayu pada Junot dan Hendra.


"Kok berterima kasih ke kami, ini semua kami lakukan untuk Farhan mas." Ujar Junot dan dianggukan oleh Hendra. Bayu merangkul kedua teman sekaligus dianggap adik olehnya.


__ADS_2