
Kejahatan Juan mulai terungkap. Bukan hanya bandar besar obat terlarang, ia juga dikenakan pasal berlapis pembunuhan berencana terhadap Farhan.
Proses demi proses Polda setempat telah memeriksa jaringan yang terkait dengan kasus ini. Ternyata Juan sudah lama menjalankan bisnis ini, juga bantuan orang tuanya sebagai pemimpin daerah membantu aksesnya berjalan lancar.
Pihak Polda berterima kasih pada Bayu juga pada Hendra juga Junot ikut menemukan titik kasus yang berat ini, juga Bayu meminta keadilan atas korban pembunuhan berencana dilakukan Juan terhadap Farhan.
Bayu dan Junot diantar Hendra kerumah sakit sedangkan Hendra menyelesaikan urusan sama mami iron untuk pembayaran juga pengembalian akribut penyamaran.
Sesampai dikamar Bayu melihat Bapak sudah mulai duduk tegap tinggal sebelah kakinya diperban.
"Asalamualaikum... Wah Bapak sudah ada perkembangan ya." Ujar Bayu senang melihat Bapak angkatnya itu.
"Walaikumsalam jawab bapak serentak bersama para Ibunya yang menjaga bapak." Semua pandangan pada Bayu dan Junot. " Alhamdulillah dokter sudah mengatakan bapak akan segera pulih. Kemunkinan bapak dibantu kursi roda dulu nanti jika sudah pulang." Ujar ibuk angkatnya menerangkan.
"Alhamdulillah,,, akhirnya bapak segera pulih dan pulang." Ujar Bayu terlihat senang.
"Ini pak kami bawakan buah-buahan tadi kebetulan lewat di toko buah habis dari kantor polisi." Ujar Junot memberikan kantong berisi buah pada Ibuk Farhan.
"Terima kasih nak Junot, kalian ga usah repot-repot." Ujar ibuk Farhan menerima buah itu.
"Bagaimana kasus tentang kecelakaan itu Bay?." Ujar Bapak bertanya tenang.
"Semua telah terungkap pak, ternyata semua ini sudah direncanakan Juan pada Farhan. Farhan mengetahui bisnis gelap Juan, bisnisnya bandar besar obat terlarang. Jadi karena Farhan mengetahui makanya mereka berencana menghabisi Farhan, bapak jangan sedih ya. Farhan munkin jadi korban disini, tapi ia pergi insyaallah khusnul khotimah pak." Ujar Bayu supaya tidak sedih.
"Astaga,,, ternyata ini penyebap perencanaan Juan membunuh Farhan." Ujar ibu Yulianti "sangat tega mereka, mudah-mudahan mereka di hukum setimpal." Sambungnya.
__ADS_1
Bapak sama Ibuk Farhan tertunduk terlihat sedih, Bayu mendekat dan mengusap punggung kedua orang tua angkatnya itu.
"Semua sudah terlanjur dan ini rencana Allah." Ujar Bapak tiba-tiba menegakkan kepalanya dengan air mata berlinang.
"Tapi gara-gara mereka Kita kehilangan Farhan pak." Ujar ibuk angkat Bayu sambil terisak.
"Ibuk,,, kita harus kuat juga iklas,, biar Farhan juga tenang disana. Kita masih punya Bayu dan keluarganya yang telah jadi keluarga kita." Ujar Bapak supaya ibuk mulai tenang.
"Aku sangat rindu Farhan, aku sangat rindu suaranya memanggil ibu juga rengekanya minta dibikinin pisang goreng pak." Ujar ibuk bersandar dibahu suaminya itu.
"Iya, kita rindu farhan. Nanti jika bapak sudah diizinkan pulang kita ziarah untuk melepaskan rindu ya. Kita juga selalu iringi doa setelah selesai sholat." Ujar Bapak menenangkan lagi.
"Iya buk, nanti jika bapak pulang kita nanti tahlillan mengundang anak yatim untuk membantu mendoakan Farhan. Farhan orang baik, dia orang hebat, orang paling sabar juga penyayang." Ujar Bayu ikut bersedih melihat orang yang disayangnya bersedih.
"Asalamualaikum.." sepasang suara masuk ke ruangan rawat bapak. Semua mata tertuju padadua orang yang mengicap salam, ternyata itu orang tua Junot.
"Mohon maaf kami mengaggetkan. Kami sudah dengar berita tentang Juan tertangkap dan aku sempat bertanya pada pihak kepolisian bahwa Junot tidak terlibat bahkan Junot beserta temanya bernama Bayu membantu membongkar kasus mereka. Kami panik dan takut anak kami terlibat makanya kepolisian menunjukkan kesini, kami segera kesini." Ujar Mama Junot. "Ini ada bingkisan, munkin ini waktu kami kurang tepat tapi kami disini mendoakan juga mendoakan ketenagan Farhan disana dan diberi ketabahan kepada yang ditinggalkan." Sambungnya lagi.
"Iya buk, kami ikut berbela sungkawa. Aku juga pernah mengenal Farhan saat bermain kerumah dulu saat mengerjakan PR dengan Junot. Dia anak yang sangat baik dan sopan, orang tuanya pasri bangga padanya karena didikan luar biasa pada anak-anak seusianya." Ujar Papa Junot menimpali.
"Iya pak, terima kasih doa dan kunjunganya. Kami berusaha sekuat tenaga merelakan Farhan. Juga kalau ada salah Farhan mohon dimaafkan." Ujar Bapak dengan senyim sambil bergenang air mata disudut matanya.
"Farhan kalau setau saya juga Junot sering cerita tentang Farhan adalah anak yang baik. Makanya aku cemas jika anak kami berteman sama Juan malah kami sering menyuruh Junot mengundang Farhan kerumah. Soalnya selain ia sopan Farhan sangat rajin sholat dan mengajak Junot juga. Pokoknya aku bangga mengenal anak bapak membawa efek yang baik pada anak kami." Ujar Mama Junot berusaha menghibur orang tua Farhan.
"Alhamdulillah,, terima kasih sudah menyukai anak kami." Ujar Bapak Farhan menimpali.
__ADS_1
"Oo iya Ma, ini Mas Bayu juga Ibu-Ibunya." Ujar Junot mengenalkan Bayu juga mengajak bicara Junot sadar memberi akses kesedihan pada Bapak dan Ibu Farhan.
"Wah ini yang bernama Bayu. Terima kasih ya nak akhirnya kalian mengungkap kejahatan Junot dan aku merasa bangga dengan anakku karena ajakan kamu." Ujar Papa junot sambil merangkul erat Junot terlihat bangga.
"Kamikan superhero pak akan membuat semua orang bangga." Ujar Bayu becanda sambil meragakan otot tanganya.
"Bisa saja nak Bayu ini ya. Ngomong-ngomong nak Bayu siapa Farhan sebelumnya." Ujar Ibunya Junot.
"Aku abang angkatnya Farhan yang dulu pernah ditolong disuatu kejadian yang memilukan. Beliau menolongku dan membawa ke keluarga yang luar biasa ini. Walau waktuku sama Farhan sebentar tapi sangat berharga dan patut dikenang." Ungkapan Bayu.
"Jadi kamu yang mengajarkan Farhan membuka Cafe ya." Ujar Papa Junot.
"Kok Papa tau, aku kan belum pernah cerita soal ini ke Papa." Ujar Junot.
"Seminggu sebelum Farhan kecelakaan Papa berkunjung ke Cafe FB Family dan berjumpa Farhan. Ia sempat katanya mas Bayunya menyarankan membuka cabang baru. Nah,, bangunan Ruko kita yang berada dipusat kota ada yang habis kontrak bulan ini jadi bapak sarankan disana karena strategis untuk Cafe." Ujar Papa Junot menjelaskan.
"Ia juga ya Pa. Gimana mas Bayu, nanti kalau mas Bayu berminat Buka saja disana. Tempatnya strategis diperempatan jalan juga terdiri dua lantai mengarah ke jalanan lepas. Disana selalu ramai anak muda dan pekerja." Ujar Junot menjelaskan.
"Terlihat menarik, aku pikirkan juga aku buat itu cafe atas nama Farhan." Ujar Bayu tertarik dengan ide Junot.
"Subhanallah nak, jangan berlebihan seperti itu. Lebih baik kamu berpikir dulu. Kamu sudah banyak habis uang karena kami disini." Ujar Bapak Farhan menimpali.
"Pak, kalian adalah orang tuaku. Semua yang masuk ke keluargaku adalah orang yang aku sayang termasuk Farhan. Bayu menunjukkan bukti apresiasi semangat Farhan dulu pak dan bapak juga ibuk ikut mendapatkan apa yang dilakukan Farhan di masa hidupnya. Ijinkan aku memenuhi janji Farhan pada bapak juga Ibuk." Ujar Bayu meyakinkan kedua orang tua angkatnya itu.
"Terima saja pak, buk. Dan kita doakan semuanya lancar." Ujar ibuk Yulianti.
__ADS_1
"Iya pak,buk. Biar ada juga kesibukan kita biar kita bisa saling berkomunikasi juga menjaga silahturahmi." Ujar ibuk Rahmi menimpali.
Akhirnya dianggukan bapak dan Ibuk Farhan menyetujui rencana baik Bayu beserta keluarganya terlihat senang begitu juga orang tua Junot.