Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Sedih campur bahagia


__ADS_3

Bayu duduk beristirahat di rumah buk Yus sejenak. Sambil buk Yus bercerita tentang keadaan ibunya yang miris menyedihkan juga demikian pada ibu Nita. Dari cerita buk Yus ibu Nita tetap tinggal bersama ibunya dan menganggapnya saudara.


Disamping buk Yus bercerita para tetangga lainya berdatangan melihat Bayu. Munkin dengan kepergian Bayu yang misterius pada waktu itu adalah perbincangan hangat para tetangga. Disini Bayu hanya bersifat sopan, ramah juga tidak mau mengungkit masa lalunya saja.


Tak lama kemudian suara telpon buk Yus tersambung dengan Ibu Bayu yang dari tadi mencoba menelpon. Terdengar suara wanita yang sangat saya rindukan begitu antusias kaget bahagia terdengar dari speaker ponsel yang sengaja dikeraskan buk Yus.


"Ya sudah, ibu Yulianto dan bu Nita cepat pulang kerumah ya. Bayu sudah menunggu dirumahku". Ucap buk Yus di ujung percakapan tersebut.


"Baik buk Yus, terima kasih informasinya. Aku sudah tak sabar bertemu dengan anakku. Asalamualaikum". Jawab suara wanita yang saya rindukan diujung telpon buk Yus. Bayu hanya diam dan tertegun bertapa ibunya sangat merindukanya hingga berucap patah-patah terdengar di telpon.


Tak butuh lama mobil yang biasa dikendarai Ayah waktu hidup parkir di depan rumah Bayu. Terlihat antusias dan berjalan setengah berlari dua orang wanita menghampiri Bayu.


"Bayu,,, apa ibu tidak bermimpi nak. Ibu sangat merindukanmu. Ibu mencarimu dibeberapa kota nak. Ibu takut kehilanganmu". Ucap ibu Bayu disertai isak tangis yang tidak bisa ia bendung lagi, kemudian ia memeluk Bayu erat seakan tidak dilepas lagi.


Bayu tertegun tanpa disadari air mata melintasi pipinya. Ia melihat dua wanita yang kodrat seorang ibu didepanya menetes air mata kesedihan bercampur haru. Bayu membalas pelukan ibunya karna tidak bisa mengucap minta maaf dan berkata-kata.


"Bayu, ibu tau Ayahmu salah. Ibu tau hubunganmu dimasa lalu adalah aib dan dosa besar pada keluarga kita. Tapi ibu dan ibu Nita juga sudah merelakan mereka, tapi aku belum siap kehilangan kamu nak". Ujar ibu Bayu menangis dan ibu Nita hanya tertunduk mengikuti alunan menyedihkan ini.


"Iii..ibu,, Bayu sayang ibu. Bayu janji kedepanya akan menjaga ibu dan ibu Nita adalah ibuku. Aku sadar sekarang dosa besar telah aku lakukan dimasa lalu, tapi semua ini telah terjadi ibu. Maafkan aku ibu" ucap Bayu tertatih dengan kesedihan yang tak terbendung " Aku juga minta maaf pada ibu Nita yang juga pasti teramat sedih karna perbuatanku. Aku minta maaf". Sambung Bayu dalam kesedihanya itu.

__ADS_1


"Ibu sudah memaafkanmu nak, ibu Rahmi juga sudah memaafkanmu. Lihatlah kami berdua selalu mencari dan menunggumu kembali nak. Jangan tinggalkan ibu seperti itu lagi ya. Sudah dua orang anggota keluarga kita pergi dihari yang sama, ibu tak mau hal seperti itu terjadi." Ucap ibunya menjawab perkataan Bayu.


"Ayok kita kerumah nak". Ucap ibu Bayu pelan dan dibalas anggukan Bayu juga ibu berterima kasih pada buk Yus atas menyambut Bayu tadi.


Sesampai dirumah suasana masalalu terngiang melintasi otak Bayu. Suasana menyedihkan juga suara pekikan seperti mimpi buruk itu terngiang ditelinga Bayu.


"Bayu ibu juga merindukanmu juga, anggap ibu juga ibumu ya. Ibu tidak mau hal buruk terjadi padamu". Ucap Ibu Rahmi menyampaikan kesedihan yang ia tahan dari tadi pada saat keheningan Bayu.


"Ia buk, ibu adalah ibuku juga. Walau dulu sempat aku anggap calon mertua, tapi sekarang kamu juga ibuku. Maafkan aku bu Rahmi". Ucap Bayu lagi dalam kesedihan dan mencium dengan haru tangan ibu renta itu.


"Semua telah terjadi nak, Nita dan Ayahmu ga mungkin kembali. Kita hanya bisa mendoakan pengampunan pada mereka. Lagian disini ada kakakku yang hebat membuatku selalu kuat mendorongku dari belakang". Sambung ucap Ibu Rahmi dan tersenyum sambil menagis memandangi raut wajah ibu Bayu.


"Kita sekarang adalah sebuah keluarga. Mari kita lupakan kenangan buruk masa lalu dan yang terpenting kita mlselalu minta pengampunan pada yang kuasa". Jawab ibu Bayu yang selalu terlihat kuat dan hebat.


Setelah pelukan hangat itu lepas Bayu dan ibu-ibunya berusaha menghapus air mata dipipinya lagi.


"Sekarang kita tidak akan sedih lagi ya bu, kita kuat kok. Aku berusaha akan menjaga kalian berdua disisa hidupku. Munkin kesalahan masa lalu itu aku yang membuatnya, aku rasa tidak cukup kata maaf yang aku ucapkan pada kalian. Aku janji akan menjaga kedua ibuku ini dengan baik". Ucap Bayu dengan hangat dan penuh keyakinan.


"Iya nak. Semua musibah ini pasti ada hikmahnya. Yang penting kita tidak boleh larut dengan kesedihan ini ya. Juga kita minta pengampunan pada Allah atas kematian Ayahmu dan Nita. Ya sudah kamu ibu bikinin minum ya". Ucap ibu Bayu lembut sambil mengusap pipi anaknya iti dan berlalu pergi membuat minum untuk Bayu.

__ADS_1


"Ibumu adalah sosok kakak yang hebat nak, ibumu mau menerimaku disini disaat aku tidak punya siapa-siapa lagi untuk mengadu. Dan sekarang aku memiliki kamu dan ibumu tempatku mencurahkan hati dan kasih sayang. Mungkin ini jalan tuhan yang terbaik nak". Ucap Ibu Rahmi setelah ibu yulianti kedapur.


"Iya bu, aku sangat merasa bersalah atas musibah yang terjadi. Dan aku bersyukur ibu mau menerimaku dan ajakan ibuku untuk tinggal disini. Aku akan berjuang kedepanya untuk kalian. Semoga kita selalu dilindungi Allah ya bu". Jawab Bayu dengan kesedihan itu.


"Ini nak kamu minum teh hangatnya dulu agar pikiranmu sedikit lebih tenang". Ucap Ibu Yulianti datang dari dapur membawakan teh hangat dan Bayu meminumnya pelan.


Kedua ibu itu tersenyum haru memandang wajah Bayu yang terlihat baik-baik saja. Disini kedua ibunya merasakan sikap Bayu lebih tenang dan terlihat sehat. Mereka merasakan tidak terlalu khawatir atas apa yang dilihatnya.


"Alhamdulillah,, aku sedikit lega dan tenang. Aku sangat khawatir kedua ibuku yang menghawatirkanku cemas atas kepergian ku. Kita ga sedih-sedih lagi ya." Ucap Bayu setelah meminum teh hangat tersebut.


"Iya sayang, lihatlah ibudan ibu Rahmi sangat bahagia sekarang. Walau air mata menetes itu menandakan kebahagiaan." Ucap ibu dengan lemah lembut.


"Iya Bayu, lihatlah kami berdua sangat bahagia sekarang. Bahkan kami juga berusaha kompak kemanapun akan pergi. Seperti kakak adik". Ucap ibu Rahmi diakhiri dengan senyuman.


"Iya, aku melihat kebahagiaan itu. Semoga selamanya. Amiiin". Jawab Bayu.


"Amiin" saut kedua ibu itu serentak.


"Oh iya bu, yadi aku melewati salah satu cabang cafe kita. Siapa yang mengelolanya bu?." Tanya Bayu pelan.

__ADS_1


Ibu nita tersenyum "Ibumu yang mengelolanya nak, juga Hendra membantu mengelola cabang dikota". Jawab ibu Rahmi.


"Itu benar bu?". Tanya Bayu


__ADS_2