
Bayu berjalan menyusuri tanpa henti hingga menebus jalan raya. Seperti kehilangan arah kakinya melangkah tanpa tujuan juga tanpa henti. Mukanya terlihat kusut, baju sudah berhari-hari yang ia pakai.
Suatu ketika bus tujuan Jakarta lewat dan bayupun melambaikan seakan menghentikanya. Setelah bus itu berhenti Bayu menaiki bus dan duduk dibangku kosong deretan ketiga. Dia hanya diam tanpa suara tapi dia tidak menyadari apa yang ia lakukan. Kenek bus pun bertanya "Abang tujuan mana?"
Bayu hanya diam seolah melihat kenek hanya bayangan.
"Abang tujuan tangerang,bogor, bekasi atau jakarta pusat?"tanya sopir itu. Bayu hanya membalas anggukan.
"Tanggerang?".tanya sopir kembali dengan ekspresi sedikit bingung. Bayu pun hanya mengangguk seperti enggan mengeluarkan suara.
"Ongkosnya 450 ribu bng." Ujar sopir kembali.
Dengan setengah sadar Bayu hanya menyentuh bagian sakunya. Ternyata dompet yang ia kantongi berhari-hari masih di sakunya. Kemudian ia kasih ke sopir tersebut. Sopir terlihat heran dan bingung dengan tingkah bayu seolah polos dan bingung.
"Bang aku ambil uang 450 ribu ini, ini ku kembalikan dompet abang. Hati-hati dompet abang". Ujar kenek yang kebetulan baik sekali mengembalikan dompet Bayu. Bayupun memasuki ke sakunya kembali dan hanya terpana melihat pepohonan di dalam laju bus yang melewati.
Sehari semalam perjalanan dengan berbekal makan orang disebelahnya iba melihat bayu ketika diperjalanan. Ia seperti orang bingung dan tak tau arah tujuan melangkah. Ia belum sadar apa yang ia lakukan saat ini.
Setelah sampai di salah satu terminal tangerang Bayu turun dengan pakaian sama setelah berhari-hari ia pakai. Para penjual asongan bersorak-sorak menjajal jualanya.
"Air mineral,tisue, minuman botol, rokoknya silahkan yang mau beli. Selamat datang bang" ucap penjual itu ketika bayu melewatinya. Bayu terheran dan menarap sedikit nanar mencerna ucapan penjual asongan itu.
__ADS_1
"Selamat datang? Memang saya dimana?" Jawab bayu pelan dan sedikit bingung mulai menyadari dirinya ada dimana.
"Abang sekarang ada di tanggerang kota bang, memang abang mau tujuan kemana?" Ujar penjual asongan.
"Saya.... Eeee saya. Saya bisa minta air mineralnya ga?" Bayu berkata terbata-bata mulai menyadari dia ada dimana juga merasa haus.
"Beli bang, mang aku jualan ga pakai modal." Ucap penjual tersebut. Bayu pun meraba-raba bajunya. Ternyata masih ada dompetnya disaku celananya. Bayu mengeluarkan terlihat beberapa uang tunai masih ada dan memberikan ke penjual asongan untuk membeli sebotol air mineral.
Bayu terduduk di tepi jalan dekat terminal tersebut setelah habis meminum sebotol air yang ia beli tadi. 'Aku ada dimana? Apa yang terjadi pada diriku?'batin Bayu.
Setelah beberapa lama memikirkanya ia membayangkan yang telah terjadi pada dirinya beberapa hari yang lalu. Seketika kesedihan Bayu datang kagi. 'Ternyata apa yang terjadi kemaren adalan nyata. Nita dan lelaki pengecut itu sudah mati' ujar bayu dalam kesedihannya. 'Apa yang harus saya perbuat, bagaimana saya hidup' batin Bayu dalam keadaan duduk bertengkuk seperti orang ketakutan.
Tiba-tiba ada segerombolan preman datang menghampiri Bayu. "Hey pengemis, ngapain kau disini?". Ujar salah satu preman itu. Bayu menghiraukannya dan hanya tertunduk dalam kesedihan.
"Kamu kenapa woi... Orang streess rupanya." Pengemis menghempaskan badan bayu ke lantai dengan tiada rasa iba. Tapi salah satu pengemis itu melihat jam tangan yang dipakai Bayu.
"Tunggu bos, dia memakai jam tangan mewah bos". Seketika preman itu merampas dari tangan Bayu. Preman itu tertawa senang seakan mendapat harta yang berharga.
"Lumayan ini untuk kita bersenang-senang, ayok cabut. Biarkan saja pengemis ini disini". Ujar preman itu dan berlalu pergi.
Bayu yang terlihat diam mencerna oamongan preman tersebut 'Bersenang-senang'. Bayu pun seperti mendapat kata-kata yang membuatnya untuk semangat hidup. Ia mengambil bongkahan dompet yang berada disakunya dan melihatnya. " Ternyata aku membawa uang, munkin uangku banyak di beberapa atmku ini yang bisa aku gunakan untuk bersenang-senang." Ujar Bayu setelah melihat yang ada di tanganya. Bayupun berdiri dan mulai melangkah walaupun tak tentu arah menyusuri jalan perkotaan.
__ADS_1
Bayu melewati pusat perbelanjaanya dan memasukinya. Ia mencoba membeli beberapa pakaian dengan debitnya, ternyata ia bisa membeli pakaian itu dengan no pin yang masih ia ingat. Setelah belanja Bayupun penuh keyakinan menuju mesin atm dan melihat berapa saldo yang ia punya. Ternyata bayu mempunyai uang 400 juta setelah digabungkan semuanya.
Dengan langkah awal Bayu memikirkan tempat tinggal. Ia berfikitlr mau tinggal di sebuah hotel saja. Ia melangkah kesalah satu hotel yang ia lewati dari penyusuri jalanya.
Awalnya pihak hotel kurang yakin dengan Bayu akan memesan kamar. Akan tetapi setelah mengeluarkan sejumlah uang yang ia tarik tadi membuat pegawai hotel itu terkesiap dan melakukan perintahnya. Bayu di bantu untuk ke kanar sewanya tersebut.
Didalam kamar hotel Bayu membersihkan diri seakan melupakan masa lalunya agar bisa bersenang-senang. Setelah mandi Bayu tersadar saat melihat nuansa kamar hotel berwarna putih mengingat kenanganya bersama Nita, ia kembali bersedih lagi dan terduduk menangis hingga ia terlelap.
Keesokan harinya Bayu terbangun dengan telanjang dada yang berpakaian handuk melilit oinggang. Ia melewati cermin di kamar hotel tersebut dan melihat dirinya 'Aku masih tampan, aku harus menikmati hidup dengan bersenang-senang." Ucapnya dengan cermin yang ada di depanya. "Persetan menangisi mereka yang menyakitiku dan meninggalkanku begitu saja. Akan aku buktikan aku bisa meluopakan kalian semua." Sambung ucapan Bayu dengan sedikit semangat.
Bayu telah berpakaian rapi. Ia memakai pakaian style anak muda pada umumnya. Bayu mulai menyusuri kota dan mencari tau tempat bersenang-senang yang ia ingini. Mulai dari club malam, tempat karaoke dan juga tempat minuman. Ia bertemu banyak wanita, dan memilih yang ia anggap menarik.
"Sini sayang,napakah kamu mau bersenang-senang denganku". Ujar Bayu pada salah satu wanita malam tersebut. Dan wanita itu dengan senang hati melayani lelaki tampan yang baru semangat ini.
Bayupun mabuk ditemani wanita yang dipilihnya. Bukan hanya menyentuhnya Bayu tanpa ragu mencium juga mencumbui wanita makam itu. Dengan aura semangat tanpa tujuan ia lakukan tanpa memikirkan orang lain lagi. Seakan ia mengendalikan orangbyang ada dioelukanya.
"Sayang, mau ga kamu menemaniku di hotel, akan aku ouaskan dirimu". ucap Bayu di daun telinga wanita itu.
"Boleh donk mas, asalkan bayaranku kamu tambah ya". Ucap wanita itu dengan rayuanya.
"Kamu tenang saja. yang oentingbkamu bisa juga ouaskan diriku". ucaoan Bayu menyetujuinya.
__ADS_1
tanpa berpikir oanjang Bayu membawa wanita itu kehotel yang ia tempati tanpa ragu ragu.