
Berita tentang kaburnya Bapaknya Juan menyebar begitu cepat. Wajah Juan Juga bapaknya diliput di beberapa berita di media televisi. Warga kampung dibikin heboh karenanya.
Bayu sudah mewanti-wanti agar penjagaan ketat terhadap keluarganya. Bayu juga mengingatkan pihak keluarganya tidak usah bepergian dulu, karena takut bapaknya Juan merencanakan sesuatu untuk pembalasan. Dengan sigap semua dikendalikan oleh Bayu juga Hendra untuk penjagaan.
"Bagaimana dengan bodiguard nya Hen, semua sudah melakukan penjagaan?." Ujar Bayu yang melihat Hendra lalu lalang.
"Sudah bro, cuma aku takut semua diluar kendali kita." Ujar Hendra sedikit cemas.
"Kamu tenang saja, kita kan hanya mewanti-wanti kalau mereka menyerang." Ujar Bayu. "Junot harus melakukan penjaggaan juga pada keluarganya." Ujar Bayu karena sedikit berfirasat Bapaknya Juan merencanakan sesuatu.
"Tadi sudah saya hubungi Junot, orang tuanya juga melakukan penjagaan dirumahnya." Ujar Hendra.
"Bagus, mudah-mudahan orang tua Juan segera ditangkap dan mendapat ganjaranya." Ujar Bayu.
Semua anggota keluarga berkumpul dirumah Farhan. Terlihat karena berita itu para ibu-ibu sedikit kaget dengan tindakan Bayu yang dikira berlebihan.
"Bay, kenapa ada penjaggaan seperti ini, ini terlalu berlebihan nak. Lagian kalau ada apa-apa dengan kita kan ada bisa lapor polisi." Ujar ibuk Yulianti sambil mendekati Bayu.
"Buk, bukanya Bayu berlebihan. Orang tua Juan adalah salah satu pejabat pemerintah, jadi dia punya kuasa juga buk. Bayu takut karena ia sakit hati akan membalas kita dengan cara kejahatan." Ujar Bayu sambil memegang kedua pundak ibunya meyakinkan.
"Iya ibuk tau. Tapi ga berlebihan ini?." Ujar Ibu Bayu.
"Untuk orang yang Bayu sayangi tidak berlebihan bu, Bayu tidak ingin kehilangan orang yang Bayu sayangi lagi. Makanya Bayu melakukan yang terbaik untuk kita semua." Ujar Bayu.
"Yasudah kalau itu yang kamu inginkan, ibu akan turuti." Ujar ibu Yulianti akhirnya menerima.
'Apakah kamu trauma dengan kehilangan nak? Mulai dari kehilangan Ayahmu,Nita juga Farhan. Semua meninggalkanmu secara mendadak, kasian kamu nak.' batin Ibu Yulianti.
Perkembangan berita media terlalu cepat. Tetangga kampung juga riuk akan berita yang simpang siur itu. Juga terdengar berita yang sengaja di lebihkan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.
__ADS_1
Segerombolan warga mendatangi rumah Farhan yang menyampaikan berita kalau Juan dijebak oleh Bayu sebagai bandar narkoba. Awalnya keluarga Bayu tidak menanggapi berita tersebut. Karena para warga semakin banyak terpaksa Bayu berusaha menghadapi.
"Ada apa ya bapak-bapak?." Ujar Bayu mendekati gerombolan warga tersebut.
"Kami mendengar anda yang menjebak Juan dan di tangkap polisi. Juga karena kamu bapak Juan menghilang dari kursi jabatanya." Ujar salah satu warga, kemudian disorakkan warga.
"Tunggu bapak-bapak, ibuk-ibuk. Semua pasti salah faham. Bukan begitu kejelasanya." Ujar Bayu.
"Kami tidak perlu kejelasan, kami ada bukti bahwa kamu menjebak Juan." Ujar Salah satu warga menantang Bayu.
Bayu terlihat terbawa emosi dan menatap lekat warga yang bersuara tadi.
"Mana buktinya, bukti apa yang membenarkan tuduhan kalian. Jika semua tidak akurat saya bisa tuntut balik kalian." Ujar Bayu.
"Jangan emosi bos, kami tidak munkin menuduh tanpa bukti. Ini kamu lihat foto kamu membawa bingkisan dan bekerjasama dengan polisi. Juga tante dari Juan menyampaikan ke kami bahwa anda sengaja menjebak Juan karena Juan pernah bertengkar di cafenya." Ujar pria itu sambil menunjukan sebuah foto. Foto itu terlihat Bayu yang menerima kantong kresek dari pak polisi.
"Dengarkan ini dan perhatikan baik-baik." Ujar Bayu sambil menekan play di layar ponselnya.
Semua warga yang awalnya riuh menyalahkan Bayu langsung terdiam dan ternganga. Warga juga berbisik tidak menyangka juga malu muka kepada Bayu.
"Bagaimana??? Apa kalian masih menuduh aku. Dan asal kalian tau, kenapa Farhan dibunuh?? (Mendengus kasar) Farhan dibunuh karena Farhan pernah memergoki gudang bisnis terlarang Juan. Juan tidak punya hati menghabiskan nyawa adik saya hingga bapak angkat saya juga terkapar lemah dirumah sakit. Kalian yang tidak tau kebenaranya seenaknya membalikkan fakta bahwa keluarga ini yang salah. Dimana tindak keadilan kalian sebagai manusia?." Ujar Bayu dengan emosi sambil mata berlinang air mata.
"Sudah bro, sudah bro. Kamu jangan terbawa emosi." Ujar Hendra.
"Istiqfar nak Bayu." Ujar ibuk Farhan yang menghampiri dimana Bayu berdiri.
"Astagfirullahalazim.. " ujar Bayu sambil mengusap mukanya bercucuran air mata.
"Sekarang semua warga dan tetanggaku sudah taukan apa sebenarnya terjadi. Lagi pula kalian bisa bertanya baik-baik tadi dan jangan seperti mau menghakimi." Ujar bapak yang menjalankan kursi rodanya disebelah Bayu.
__ADS_1
"Kami cuma minta keadilan, dan kami juga iklas dengan apa yang terjadi. Semoga kalian paham apa yang aku maksud." Ujar bapak Farhan lagi.
"Iya pak, kami salah dan langsung terbawa emosi. Lain kali kami akan mewanti-wanti berita yang ada." Ujar salah satu warga laki-laki didepan bapak.
"Berarti ibuk Sasmi menghasut kita. Ooo ini tidak bisa dibiarkan." Ujar warga ibuk-ibuk menyebut nama Sasmi.
"Sasmi siapa? Ujar salah satu warga.
"Sasmi adik wanita Ayahnya Juan." Ujarnya lagi.
"Ooo pantesan ia membalikkan Fakta, ternyata ia mau balas dendam." Ujar warga itu bersautan dan riuk karena berkerumun ingin menyerang orang bernama Sasmi.
"Tunggu dulu ibuk-ibuk, jangan gegabah. Tidak baik seperti menghakimi mereka. Sekarang biarkan saja mereka berkata apa, yang terpenting kita sudah tau kebenaranya." Ujar bapak menasehati.
"Tidak bisa pak, kami sebagai warga hanya dijadikan pion oleh mereka, kami tidak terima." Ujar salah satu warga dan riuh lagi menyuruh berbalik tanpa menggubris nasehat bapak lagi.
Semua warga berbalik ke kediaman bernama Sasmi, tapi sayangnya kediaman Sasmi kosong seperti tidak ada penghuni.
Bayu duduk menetrakan pikiranya. Ibunya yang duduk disamping Bayu memegang pundak anaknya itu.
"Nak, kamu jangan kuat berpikir ya. Ibuk takut kamu kehilangan arah lagi nak." Ujar ibuk Yulianti pada anaknya.
"Bayu tidak apa-apa buk. Bayu cuma merasakan dan berfikir takut kehilangan lagi. Kenapa segitu kejamnya orang-orang berbuat seperti tadi. Bayu ga habis pikir bu." Ujar Bayu menjelaskan.
"Iya ibuk paham. Munkin keluarga Ayah Juan tidak terima nak atas tuduhan kepada mereka. Kita doakan juga supaya mereka menyadarinya." Ujar ibuk Yulianti.
"Iya buk." Ujar Bayu dan memeluk ibunya dengan hangat.
"Ibu juga takut kehilangan kamu Bay, kamu harus jaga diri baik-baik ya nak. Ibu tidak punya siapa-siapa lagi kecuali kamu Bay." Ujar Ibuk dibisikan telinga Bayu.
__ADS_1