
Disaat perkumpulan di sisi ranjang bapak Farhan terlihat suasana haru dan hangat saling menenangkan. Semua terlihat bersedih atas musibah menimpa ini.
Diantara suara isak tangis kecil dengan sedikit sesegukan bapak Farhan melihatkan perkembanganya. Jari jemarinya mulai bergerak dan diiringi membuka mata perlahan. Bayu yang melihatnya langsung sedikit ternganga dan diiringi senyum kecil.
"Alhamdulillah,,, bapak mulai sadar."ucap Bayu yang segera beralih di hadapan bapak sambil memegang tanganya yang sedang di infus.
Semua yang sedang terisak kecil langsung berhenti dan beralih menghadapi bapak Farhan.
"Bapak, bapak sudah sadar. Alhamdulillah tuhan mengabulkan doa kita." Ucap ibuk Farhan menangis sambil tersenyum.
Hendra yang menyadari kondisi bapak mulai membaik segera memanggil Dokter untuk kelanjutan pemeriksaan pemulihan.
"Bapak jangan bicara dulu ya. Semua baik-baik saja pak. Kami sayang bapak". Ucap Bayu menenangkan suasana agar tidak ceroboh nantinya dengan kondisi sebenarnya tentang Farhan. Mereka harus menyembunyikan kenyataan bahwa Farhan telah tiada.
Dokter datang memeriksa, satu persatu alat dan selang dilepas dari tubuh bapak.
"Semua berjalan lancar, beliau telah siuman. Alhamdulillah sesuai perkiraan kita, juga mohon jaga bapak jangan banyak bicara ya." Ujar Dokter mengintruksi untuk pemulihan bapak. Semua mengangguk mengerti akan intruksi Dokter.
Setelah Dokter meninggalkan ruangan terlihat orang tua yang setengah badan dipalut perban masih bingung kenapa semua ini terjadi. Orang-orang sekitarnya tadi hanya memandang sedih tersirat sedikit senyuman dengan mata membengkak.
"A aku kecelakaan ya?." Ucap Bapak Farhan pelan saat orang disekitar ranjangnya seperti memperhatikanya.
"Ia pak, bapak kecelakaan motor, kondisi bapak baik-baik saja sekarang. Bapak yang kuat ya biar cepat sembuh seperti semula." Ujar Bayu yang mewakili pertanyaan bapak.
"Oooh begitu. Tapi farhan mana?." Ucap bapak Farhan pelan dengan melirik disekitar mencari sosok anaknya yang ia sayang.
"Bapak tenang ya, bapak tidak boleh bicara banyak dulu." Ujar Bayu menyambung.
__ADS_1
"Tapi saya tidak melihat Farhan." Ujar bapak lagi mengelilingi pandanganya.
"Farhan sudah pulang dari rumah sakit pak, sekarang Farhan harus istirahat dirumah. Bapak jangan khawatir ya." Ujar Bayu berbohong menyembunyikan kebenaranya.
"Ia pak, Farhan belum bisa kesini karena kondisinya. Sekarang bapak fokus kesehatan bapak ya." Ujar ibu Farhan terbata setengah sedih tertahan.
"Jangan bersedih buk, bapak akan sembuh kok. Buktinya bapak sudah sadar sekarang." Ujar bapak melihat istrinya sedih.
"Ia pak, kita harus kuat karena cobaan ini. Bapak harus sembuh." Ujar ibuk Farhan menahan hati atas kesedihanya.
"Sudah bapak istirahat ya, biar lekas sembuh. Ooh iya pak, ini ibu-ibu saya dari kampung yang pernah saya ceritakan dan ini hendra yang membantu mengurus cafe saya di padang." Ujar Bayu mengalihkan topik pembicaraan agar sedikit mengurangi kesedihan. Ibu Yulianti dan Ibu Rahmi berusaha tersenyum dikenalkan Bayu, begitu juga Hendra.
"Ya sudah bapak istirahat kami akan menjaga bapak disini. Oo iya Hendra kamu tunggu bapak disini sebentar ya, aku membawa ibu makan malam dulu." Ujar Bayu yang ingin melerai kesedihan antara bapak dan ibu Farhan.
Sesampai di luar ruangan yang tidak jauh ibuk Farhan tak kuasa menahan hatinya atas kesedihan. Terlihat wanita tua itu melepaskan tangis yang tersenggal.
"I iibuk tak kuasa jika melihat bapak mengetahui bahwa Farhan telah tiada Bay,,, sakit rasanya Bay,,, ibuk tidak kuat." Ujar ibuk Farhan dengan terbata atas kesedihan mendalam.
"Memang benar pahit buk, tapi yakinlah Allah akan berikan kekuatan pada bapak dan juga kita. Ibuk tenang ya, yang oenting kita iklas menerima ini semua." Sambung ibuk Yulianti menenangkan di sisi lain ibuk Farhan.
"Iya benar buk, kita akan diberikan kekuatan sama Allah. Pasti dibalik ini ada hikmahnya." Ucap ibuk rahmi yang ikut menenangkan.
Semua masih larut dalam kesedihan. Walau hangat terasa di hubungan satu sama lain tapi kesedihan ini juga tak terbendung disaat titik-titik tak tertahankan.
Akhirnya kesedihan sudah meredam, Bayu dan para ibu-ibunya mencari tempat makan terdekat juga sekalian membuat ibuk berusaha melupakan kesedihanya.
Bayu terlihat telaten memperhatikan ibu Farhan juga di bantu ibu Yulianti juga ibu Rahmi. Saat duduk dimeja yang telah disediakan ibu Farhan memegang tangan Bayu juga ibuk Yulianti dan memandang raut wajah ibuk Rahmi. Semua seketika terkejut dan ibuk Farhan berkata, "Terima kasih ya, tak hentinya saya mengucap terimakasih atas kebaikan kalian. Walau Bayu adalah aku anggap anak angkat tapi perlakuanya seperti dia adalah anak kandungku. Juga ibuk Yulianti dan Ibuk Rahmi memelukku hangat seperti saudara. Munkin tanpa kalian aku tidak tau akan melewati seoerti apa. Aku berusaha iklas untuk ini semua karena kalian selalu disisiku untuk mengingatkan." Ucap ibuk Farhan lembut dengan mata berkaca lagi.
__ADS_1
"Ibuk,,, Bayu sudah bilang ke ibuk. Bayu akan menyayangi ibuk sama seperti ibu-ibuku yang lainya. Aku merasa beruntung mempunyai banyak ibu yang selalu mendukung, menyayangi juga mendoakan yang terbaik. Kami akan berusaha selalu ada untuk ibuk." Ujar Bayu membalas perkataan ibuk Farhan.
"Benar ibuk, kami juga faham kalau ibuk dalam kondisi lemah. Kami kesini karena naluri seorang ibu untuk saling memikul kesedihan ini. Kita harus kuat ya buk." Sambung buk Yulianti.
"Iya buk, anggap saja kami saudara kami dan Bayu anak ibuk. Aku saja yang dulunya orang lain sekarang bersyukur berada di tengah-tengah keluarga ini." Jelas ibuk Rahmi memberikan pemahaman pada ibuk Farhan.
"Iya buk, terima kasih ya." Ujar ibuk Farhan lagi.
"Ibuk tidak usah berterima kasih, sudah sewajarnya kami melakukan terbaik untuk saudara kami." Tambah ibuk Yulianti sambil memberikan senyuman hangat dan membalas genggaman tangan ibuk Farhan.
Setelah dramatis sedih di tempat makan mereka melanjutkan makan dan tak lupa membeli bungkusan untuk Hendra. Setelah makan mereka bersiap-siap kembali keruangan bapak untuk menjaga bapak disaat. Awal siuman ini. Keadaan kesedihan ibuk Farhan mulai membaik disaat itu.
Sesampai diruangan semua berusaha memberi senyuman ringan juga terlihat Hendra antusias menerima bungkusan makanan dari Bayu.
"Bapak sudah terlihat sudah membaik, semoga dalam waktu dekat kita bapak diizinkan pulang ya pak." Ujar Bayu yang beralih ke bapak Farhan.
"Iya Bay, Bapak juga kangen sama Farhan. Bapak melihat anak itu begitu semangat di bidang usaha yang kamu ajarkan Bay." Ucap Bapak yang begitu seketika mencekam kesedihan lagi pada orang yang ada disana.
Bayu menunduk menahan kesedihan, apalagi dengan ibuk Farhan yang seolah memalingkan wajah keatas agar tak terlihat genangan air matanya menahan kesedihan lagi juga ibuk Yulianti dan ibuk rahmi memegang pundak ibuk Farhan menguatkan.
"Kenapa dengan kalian, apa ada terjadi sesuatu." Ujar Bapak mulai mencurigai.
"Tidak pak, kami baik-baik saja. Oo iya ketiga ibukku pulang saja ya pak, lagian Farhan hanya dititip ke tetangga sebentar tadi. Nanti aku pesankan dan antarkan ketiga ibukku ini ke lobby rumah sakit." Ucap Bayu memotong.
"Baiklah, ibuk juga butuh istirahat Bay. Kami juga akan menjaga ibuk dan Farhan dirumah." Ujar ibuk Rahmi menyambung.
"Iya, bapak dijaga Bayu dan Hendra saja disini ya." Tambah buk Yulianti. Ibuk Farhan Hanya diam dan tak sanggup berkata-kata. Terlihat disini ibuk Farhan berusaha tidak menatap mata bapak karena tidak sanggup berbohong pada bapak. Bayu yang melihat berusaha agar ketiga ibuknya segera keluar ruangan dengan alasan mengantarkan ibu-ibunya ke lobby kepada taksi yang dipesan untuk mengantar mereka pulang.
__ADS_1