Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Resort mewah


__ADS_3

Perjalanan menuju tempat liburan ke pantai terlihat menyenangkan. Hendra terlihat senang saat berada di dalam mobil yang di kendarai oleh Bayu, sedangkan Junot berbeda mobil karena naik mobil yang dikendarai asisten baru Papanya itu.


"Papanya Junot itu baik banget ya bro." Ujar Hendra yang duduk disebelah Bayu.


"Iya, Papa Junot termasuk seorang pembisnis dan atasan yang sangat baik. Semua terlihat dari cara dia bicara dan betindak." Ujar Bayu.


"Papa Junot itu memang saudagar kaya dari dulu, tapi dia humble sekali sama orang dibawahnya dan tidak membeda-bedakan Bay. Dulu Farhan pernah cerita mau dibiayai kuliah oleh Papa Junot karena Farhan anak yang baik dan bisa membawa anaknya ke arah positif, tapi bapak sama ibuk saja yang tidak menyetujuinya karena tidak enak." Ujar Bapak yang duduk dikursi belakang Bayu.


"Ooo gitu pak, pantesan ia membiarkan Junot bergaul sama kita. Berarti selama ini Junot masuk pengaruh Juan makanya jarang berteman sama Farhan pak?." Ujar Bayu.


"Kalau soal itu Bapak kurang tau, tapi setiap Junot ketemu Farhan kelihatanya saling menghargai dan tak mau ikut campur perselisihan Farhan sama Juan selama ini." Ujar Bapak menjawab yang cuma dibalas anggukan paham oleh Bayu.


"Perencanaan kamu gimana kedepanya soal bisnis yang kemaren Bay. Apakah kamu serius sama Papanya Junot mengembangkan bisnis?." Ujar Bapak menimpali lagi.


"Rencananya sih gitu pak. Bayu sudah menyusun skenarionya bahwa nanti kalau bapak sudah sembuh bisa mengelola cafe tersebut. Untuk sementara Hendra saya tugaskan untuk mengurus cafe di kampung juga bisnis lainya." Ujar Bayu menerangkan.


"Waahhh kita jauhan donk? Trusss ga liat tampang jelekmu lagi gitu?." Ujar Hendra seakan rela tapi tak mau.


"Hmmm,,, kamu yang aku percaya selama ini Hen, lagian kamu juga mau bertemu adik-adikmu dikampung kan." Ujar Bayu. "Aku disini sama ibu dan ibu Rahmi dulu, lagian Bapak dan ibu butuh teman disini sampai semua stabil." Ujar Bayu menjelaskan.


"Ya baiklah, saya juga dengan senang hati menjalankan bos bro. Tenanglah aku akan berusaha yang terbaik." Ujar Hendra dengan semangat.


"Waahhh bakalan kangen nanti sama kamu nak Hendra. Ibu dan buk Yulianti akan sering-sering vidio call kamu kok buat semangat juga." Ujar bu Rahmi yang duduk di bangku bagian belakang juga bu Yulianti mengubris dengan senyuman.


"Tapi apa tidak merepotkan nak Bayu juga Ibuk-ibuk." Ujar Ibu Farhan.


"Tidak bu, kita itu sudah Bayu anggap satu keluarga. Jadi ibuk ga usah merasa tidak enak, lagian Bayu juga menjalankan bisnis juga untuk kedepanya lebih baik." Ujar Bayu sambil focus menyetir.


"Baiklah nak Bayu, bapak mendukung keputusanmu. Semoga keputusan ini adalah keputusan terbaik dan selalu terbaik." Ujar Bapak menimpali dengan doa.

__ADS_1


Tiga jam perjalanan akhirnya dua mobil yang beriringan itu telah sampai di resort yang di oesan Bayu. Bayu sengaja memesan resort yang berkelas agar keluarganya bisa nyaman untuk liburan sebelum memulai aktivitasnya. Semua terkagum-kagum melihat dekorasi resortnya kecuali keluarga Farhan yang berekspresi biasa dan senang menghargai.


"Waaaahhh bagus sekali resortnya bro, semua fasilitasnya kengkap serta kolam renang yang mengarah ke pemandangan pantai." Ujar Hendra yang memperhatikan sisi demi sisi resort yang dipesan Bayu.


"Iya, aku sengaja pesan resort yang besar juga nyaman buat kita liburan." Ujar Bayu menanggapi Hendra yang kegirangan.


"Kamu ga jatuh miskinkan karena biaya liburan ini." Ujar Hendra mencandai Bayu.


"Hahahah,,, tidaklah. Percuma donk lebih sepuluh cafe dan sepuluh tahun lebih lamanya juga. Semua juga jerih payah kita semua." Ujar Bayu menimpali.


Terlihat seluruh anggota keluarga terkagum-kagum juga mengecek sekeliling resort. Terlihat juga candaan Hendra juga Junot menemani mereka berkeliling. Sedangkan Bayu, Bobi dan Papa Junot berbincang santai sambil menikmati pemandangan laut di kursi berjejer samping kolam renang.


"Terlihat indah dan mencuci mata pemandanganya ya pak." Ujar Bayu memulai percakapan.


"Iya Bay, saya juga suka pantai. Dari dulu kami ingin liburan seperti ini, tapi susah atur jadwal kerja saking sibuknya." Ujar Papa Junot menimpali.


"Kok kamu panggil saya bos lagi. Panggil saja Bayu bro, lagian kita seperti sepantaran." Ujar Bayu mengintruksi.


"Ehh iya bos, ehh Bay. Lagian gak enak saja terlalu lancang cepat beradaptasi." Ujar Bobi mantan detektif Bayu itu.


"Terserah kamu saja lah bro, yang penting kita semakin berteman baik." Ujar Bayu juga diiringi kekeh tawa papa Junot.


Mereka menikmati minuman sambil bersantai. Terlihat semilir angin menghiasi dedaunan yang dibawa terbang seakan suasana menyenangkan.


"Bay, mengenai bisnis kita apakah kita rencanakan secepatnya?." Ujar Papa Junot membuka kata lagi.


"Hmmm itu sebenarnya harus cepat pak. Saya juga berfikir dan tak sabar dalam membangun cabang lagi pak." Ujar Bayu menyampaikan pikiranya.


"Waaahhh bagus itu, sudah cukup kamu vakum di permasalahan yang tak hentinya. Saat nya kamu bangun lagi, aku saja yang cuma beberapa hari kerja merasa kangen suasana kantor." Ujar Papa Junot.

__ADS_1


"Iya pak, cuma saya sebenarnya tidak pede nanti soal modal saya. Bapak menawarkan harga sewa dan tempat yang bagus, saya masih memikirkan itu." Ujar Bayu.


"Kamu tenang saja, soal sewa itukan temapt om. Kamu tidak usah bayar dimuka. Kamu pikirkan saja bagai mana kamu buka cabang secepatnya dan lancarkan usaha kamu Bay." Ujar Papa junot mengintruksi.


"Ah yang benar saja pak, bapak jangan becanda." Ujar Bayu.


"Iya,, saya tidak becanda. Nanti kamu butuh bantuan juga bisa bawa Junot agar dia bisa belajar darimu Ilmu bisnis. Kalau dia belajar dariku sering aku marah-marahin." Ujar Papa Junot sambil mengejek anaknya itu.


"Hahaha,,, iya sih pak, pasti beda rasanya mengajar anak sendiri. Baiklah itu yang membuat aku yakin pak. Aku setuju secepatnya kita laksanakan." Ujar Bayu.


"Nak begitu donk, aku juga ikut semangat." Ujar Papa Junot menimpali.


"Iya pak, saya sudah menyimpan desain juga konsep cafe saya. Semua disimpan sama hendra, saya akan segera lakukan sesuai keinginan kita pak." Kata Bayu makin semangat.


"Waaahhh memang kuat dalam bisnis kamu ya Bay, aku salut sama kamu." Ujar Papa Junot.


"Memang bro Bayu ini jadi inspirasi pak. Semua perintahnya dan perkiraanya tidak pernah meleset." Ujar Bobi menimapli.


" Kamu bisa saja Bob, itukan karena kamu mengerjakanya dengan baik." Ujar Bayu balik menimpali omongan Bobi.


Mentari terbenam menarik sinarnya. Semua penghuni resort mewah itu terlihat berkumpul di balkon samping kolam renang setelah sholat berjamaah. Disama terlihat ada beberapa pemanggang juga ibuk-ibuk mulai sibuk memasak juga memamnggang aneka makanan.


"Waaaahhhh seru nih kayak ada acara ulang tahun." Ujar Junot sedikit heran dan mencicipi hasil panggangan.


"Tidak ada yang ulang tahun nak, kami hanya menyediakan makanan untuk makan malam kita." Ujar ibuk Farhan yang sibuk mengoles mentega ke seafoodnya itu.


Antusias ibuk-ibuk memasak sangat terlihat karena mondar mandir menyediakan masakan dimeja yang telah disediakan. Riuuuh bunyi bara memanggang aneka seafood terdengar lezat di pemanggangan. Bunyi dentingan piring dan sendok yang akan disusun dimeja juga membantu seakan memberi irama keluarga yang makin hangat ini.


Tak butuh waktu lama beberapa hidangan juga dilengkapi nasi beserta lauk pauk sudah tertata rapi di meja yang telah disediakan di tepi kolam renang sisi lainya itu. Semua naggota keluarga sudah menempati kursi seakan mengelilingi hidangan dimeja itu. Antusias dan wajah riang semua orang tergambar seakan tak mau berhenti bahagia dengan hangatnya sebuah keluarga besar menyatu.

__ADS_1


__ADS_2