
Bayu tidak mau menahan nafas lagi agar ia tau komlotan yang meneror keluarganya juga keluarga Junot. Ia memikirkan cara lain agar orang-orang jahat tidak lagi mengganggu keluarganya. Bayu memutuskan untuk turun tangan mencari komlotan yang menggangunya itu.
"Hen, kamu ikut denganku. Hubungi pihak sewa mobik agar mengantarkan satu mobil sewaan kesini." Ujar Bayu mengintruksi Hendra.
"Bro, sebaiknya kita bersabar dulu. Munkin sebentar lagi kita dapat info juga melaporkan kepihak berwajib. Kamu tidak boleh gegabah bro." Ujar Hendra yang menghalangi Bayu untuk turun tangan.
"Mau sampai kapan kita harus diteror seperti kita melakukan kesalahan besar. Aku tidak suka dengan cara mereka memperlakukan kita seperti ini. Kalau tidak berdosa aku ingin memecahkan kepala mereka agar mereka sadar bahwa akan kebenaran yang ada." Ujar Bayu yang terbawa emosi.
"Aku tau bro, aku juga emosi dengan cara mereka seolah benar. Tapi kita harus nengunakan akal dan bersabar dulu. Juga kita harus menjaga orang tua kita dengan keadaan bapak sedang oemulihan juga bro, kamu pikirkan mereka." Ujar Hendra menyadarkan Bayu.
Bayu memegang pangkal hidungnya dengan oandangan tertunduk di sebuah kursi teras rumahnya. Para orang tuanya melihat reaksi dan simpatik beserta sefih pada anaknya itu yang bereaksi seakan menggila.
"Aku tau kamu sangat marah dan kesal karena mereka bro, dan kamu kondisinya aku lihat tidak labil. Aku takut kamu mengambil keputusan yang salah bro. Sekarang mohon dulu bersabar ya." Ujar Hendra lagi yang ikut duduk disebelah Bayu sambil memegang pundak Bayu.
"Baiklah,,, kali ini aku coba bersabar lagi. Aku akan tunggu kabar dari detektih selama 24 jam. Jika tidak ada perkembangan aku akan cari mereka dan bertanaya apa maunya. Aku tanya selera mereka walau sekalipun mereka mau bertukar nyawa." Ujar Bayu masih dengan emosi.
"Kamu ngomong apa sih Bay,,, ibu tidak suka kamu berbicara seperti itu. Perkataan itu adalah doa Bay." Ibu Yulianti menghampiri mendengar perkataan Bayu yang terbawa emosi.
"Kamu mau ibu hidup kesendirian. Kamu mau kami hidup tanpa ada orang seoerti kamu dihidup kami. Istiqfar nak,,, kami masih ingin bersamamu." Ujar ibuk Yulianti memarahi Bayu dengan uraian air mata.
Bayu langsung memandang ibunya melunak sadar membuat ibunya marah.
"Ibu,,, bukan seperti itu maksut Bayu. Ibu jangan marah pada Bayu. Bayu cuma mau melindungi keluarga Bayu sekuat tenaga Bayu. Juga ga mau kehilangan lagi orang-orang yang Bayu sayang." Ujar Bayu mendekati Ibunya dan memeluk lekat Ibunya dengan rasa bersalah.
"Jangan pernah tinggalkan kami nak,,, ibu tak mau kehilangan kamu lagi. Cukup sekali kamu tinggalkan ibu, ibu tak mau lagi,,,," ucap tangis ibu dipelukan Bayu.
__ADS_1
Terlihat Haru ditengah pertengkaran mereka. Ibu Rahmi, ibu dan bapak Farhan ikut meneteskan air mata melihat harunya pertengkaran ibu dan anak. Seakan tercabik-cabik hatinya melihat Bayu yang berjuang akan kebebasan untuk sebuah kehidupan yang mereka harapkan.
"Semua akan baik-baik saja. Hanya sedikit lagi yang perlu kita perjuangkan. Semoga semua berjalan lancar dan teratasi dengan tepat. Kita juga harus menghadapinya dengan tenang." Ujar Hendra yang ikut memeluk Bayu yang berpelukan dengan ibunya.
Bayu terlihat letih dengan apa yang ia pikirkan sehingga membuat ia terlelap disebuah sofa diruangan keluarga di rumah Farhan. Ibunya yang duduk didekatnya mengusap lembut rambut Bayu sambil memandang kesedihan pada anaknya.
"Tuhan pasti sayang padamu nak, tuhan akan beriak kekuatan pada kita." Ujar ibunya. Anggota keluarga juga melihat dan memasang wajah kesedihan pada kondisi kelelahan Bayu. Hendra juga tak kalah sedih melihat Bayu kuat berfikir untuk melindungi keluarganya.
"Sekarang kita harus terlihat semangat disaat Bayu terbangun ya buk, pak. Jika kita semangat, Bayu pasti akan srmangat pula, juga kita harus berpikir positif." Ujar Hendra mengintruksi pada para ibu dan bapak angkat Bayu itu.
"Iya nak, bapak akan selalu semangat dan mendukung kalian. Kita harus bantu juga dengan doa pada sang pencipta agar diberikan perlindungan. Tapi akankah mereka cuma meneror kita? Bapak hanya takut akan merencanakan sesuatu yang jahat." Ujar bapak pada Hendra.
"Itu kemungkinanya pak, dan itu yang ditakutkan Bayu pada kita. Lihatlah badan Bro Bayu terlihat kurus karena kuat berpikir pak." Ujar Hendra menaruh kasihan pada Bayu.
"Iya nak Hendra. Ini semua karena Bapak, ini semua karena melindungi bapak." Ujar Bapak akhirnya pecah dalam kesedihan juga.
"Iya nak Hendra. Bapak takut saja kalau terjadi apa-apa pada Bayu. Bapak akan merasa bersalah kalau sampai Bayu celaka. Bapak tidak mau itu." Ujar Bapak dengan kesedihanya.
"Sudah pak, tidak usah pikirkan itu. Bayu akan baik-baik saja, ini semua bukan salah bapak dan kita. Ini salah mereka dengan teroran ancaman membalas kita. Tenang saja pak." Ujar Hendra mengusap tangan bapak angkat Bayu penuh kelembutan.
Semua terlihat hening ditengah Bayu yang beristirahat. Hanya ibu Rahmi yang berlalu lalang kedapur mengambil air putih jika Bayu telah bangun.
"Ini air putihnya uni." Ujar bu Rahmi pada buk Yulianti.
"Iya Rahmi, letakkan saja diatas meja. Nanti kalau Bayu bangun ia pasti butuh air untuk minum." Ujar buk Yulianti kembali mengusap kepala anaknya.
__ADS_1
Diujung suara buk Yulianti terdengar Suara Bayu dan membuka matanya.
" Ibu, kenapa aku tertidur disini." Ujar Bayu berusaha bangun sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing.
"Kamu kecapean nak, ini minum air nya dulu agar pikiran mu bisa segar kembali." Ujar ibuk Yulianti sambil menyodorkan minuman yang diambil buk Rahmi tadi. Bayu meminumnya perlahan, sambil berusaha menenangkan pikiranya.
"Kamu tidak apa-apakan nak, ada yang terasa sakit?." Ujar buk Yulianti lagi.
"Tidak apa-apa kok buk, hanya kepalaku saja sedikit berat." Ujar Bayu pelan.
"Nak Bayu, kamu jangan kuat berpikir dulu ya. Kamu istirahat dan kuatkan tenagamu dulu ya." Ujar buk Farhan sambil menyodorkan piring yang berisi nasi dan lauk. "Ini kamu makan sedikit agar ada tenagamu. Tadi kamu hanya makan goreng pisang takutnya tidak ada tenaga." Ujar buk Farhan yang menuangkan perhatian terbaik pada anak angkatnya.
Sendokan demi sedokan nasi diterima Bayu. Semua mata tertuju pada Bayu yang makan untuk mengisi tenaga.
"Ternyata bisa juga mas bro kita ini drop ya." Ujar Hendra menimpali becanda.
"Hussss Hen, kamu ini jangan becanda dulu. Kasian nak Bayu masih kelelahan." Ujar buk Farhan mencubit kaki Hendra mendekat.
"Aduuuuhhh,,, ibuk sakit sekali." Ujar Hendra kesakitan.
"Kamu tuh kebiasaan becanda. Jangan ganggu abangmu dulu." Tambah buk Rahma menimpali.
Bayu yang melihat Hendra di omeli para ibunya tersenyum sambil ia mengunyah makanan suapan ibunya.
" Eeehhh liat tuh Bayu senang melihat aku kesakitan dan diomeli." Ujar Hendra melihat Bayu tersenyum.
__ADS_1
"Semua ikut tersenyum melihat ulah Hendra yang berusaha bercanda walau diomeli.