
Bayu sangat khawatir dengan Nita atas musibah yang menimpanya. Sebab karena itulah Bayu sering mengunjungi Nita kerumahnya. Lain hal itu tetangga dari dulu membicarakan hubungan Nita yang sering mengunjunginya. Hanya dijawab singkat sama Ibu rahmi "akan disegerakan setelah suasana duka ini", karna Ibu Nita telah mendengar Bayu melamarnya.
Tingga minggu berlalu setelah keadaan sudah mulai normal Nita membicarakanya pada ibunya mengenai hubunganya. Lantas karena Bayu selalu menanyakan hal tersebut. Ibu Nita sepakat bulan depan ia akan mengadakan pertemuan keluarga dirumah Nita. Mendengar kabar tersebut di telepon dari Nita, Bayu merasa senang dan merasa tidak sabar lagi untuk menanti hari itu.
Keesokan harinya seperti biasa Nita di jemput Bayu kerumahnya untuk bekerja. Tak lupa berpamitan dengan Ibu Rahmi mereka melenggang seperti sepasang kekasih bahagia. Tak lupa juga di iringi doa ibu Rahmi atas hubungan mereka.
Mereka sudah saling akrab sama keluarganya. Akan tetap kedua keluarga belum di pertemukan. Bayu sudah mengatur waktu bulan depan untuk acara pertemuan itu dengan orang tuanya sesuai pesan ibu Rahmi.
Sesaat tiba di rumah sakit saat perbincangan sarapan Nita merasa pusing, dan terlihat jelas oleh Bayu.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Bayu.
"Aku pusing banget sayang. Juga merasa ga enak badan, dari semalam aku rasakan tapi kenapa belum juga sembuh." Ujar Nita.
"Kamu sudah minum obat?" Ucap bayu yang menyenderkan Nita di bahunya sambil mengusap keningnya.
"Sudah, tapi kok makin menjadi-jadi pusingnya". Jelas Nita dengan suara terbata-bata.
"Uuuhhhuuuuweeeeeekkk" Nita seperti mau muntah sambil menahan tangannya ke mulut.
Bayu sangat panik dan memapah Nita ke westafel untuk muntah. Tak lama berdiri di westafel Nita jatuh pingsan di pangkuan Bayu. Bayu yang begitu panik langsung menggendong Nita dan memanggil salah satu dokter untuk memeriksanya.
Dokter yang memeriksa Nita menghela nafas dan tersenyum. "Mas Bayu, Nita mungkin hamil. Tapi lebih akuratnya diperiksakan ke dokter kandungan" ujarnya.
"Apa Benar dok? Baguslah kalau begitu". Ucap bayu yang disambut ekspresi senang. Dokter juga sebagai teman nita hanya mengangguk tersenyum.
Setelah Nita sadar bayu memegang tangan Nita begitu erat. Tak lupa dia menyediakan makanan yang baru dibelinya sekitar rumah sakit untuk persediaan calon istrinya itu.
"Mas,, aku dimana? Kenapa aku disini?" Ujar Nita.
"Kamu tenang ya sayang, kamu harus banyak istirahat. Tadi Dokter nindi memeriksamu bahwa keadaanmu baik-baik saja". Ucap Bayu disertai senyum bahagia.
"Ya udah kalo aku baik-baik saja aku masuk kerja ya, kamu bisa balik lagi kerja." Ucap Nita biasa saja karna merasa sedikit membaik.
__ADS_1
"Ga ga ga, kamu hari ini ga usah masuk kerja. Kamu jangan banyak bekerja juga berfikir. Kamu ga boleh capek sayang". Ucap Bayu. "Kamu hamil sayang, kamu hamil anak kita". Ucap bayu begitu menunjukan bahagianya.
"Apa??? Aku hamil?? Astaga iya,,, aku sudah seminggu telat, kenapa aku bodoh sekali sih menyadarinya". Ucap Nita terkejut.
"Sayang jangan berpikir aneh-aneh, kamu harus jaga kesehatan agar dedek bayinya sehat". Ujar bayu menenangkan.
"Iya aku tau, tapi kalo kita undur pertemuan dan kita nikah 2 bulan lagi pasti nantinya orang-orang akan tau kalau aku hamil diluar nikah sayang, ibu dan aku pasti malu dengar omongan orang". Jawab Nita.
"Iya juga ya,,, hmmm gimana kalau kamu minta cuti 2 hari ini kita ngomong ke ibu untuk ke rumah orang tuaku di kampung. Biar kita bicarakan agar kita segera nikah?". Ujar bayu mengeluarkan pendapat.
"Ga apa-apa sih, tapi apa ga terlihat tergesa-gesa, nanti itu yang membuat orang-orang pada curiga". Jelas Nita lagi "Lagian kamu sih, bikin acara lamaran mau Nikah di hotel segala. Sekarangkan jadi ribet gini jadinya". Ungkap Nita kesal ke Bayu.
"Udah jangan dibahas lagi, kita hadapi bersama ya. Yang penting aku sayang kamu dan bertanggung jawab atas ini semua" Jelas bayu dan akhirnya diberi anggukan oleh Nita.
Tidak butuh waktu lama Nita langsung mengajukan cutinya untuk libur pada pihak rumah sakit dan segera pulang bersama Bayu untuk menemui ibu Rahmi.
Sesampai dirumah Nita dan Bayu mengungkapkan semuanya. Awalnya ibu Rahmi marah dan kecewa akan tetapi Bayu berhasil membujuknya dan langsung berankat ke kampungnya.
Sesampai di kampung Bayu Nita dan ibunya di antar kepenginapan dulu sebelum kerumahnya. Karena takut ada pihak keluarga luar curiga atas kedatangan Nita yang mendadak juga pihak perempuan kerumah laki-laki akan menentang proses adat dikampungnya. Namun sebelumnya Bayu itu telah mengabari kedua orang tuanya atas kedatangan mereka walau mereka bertanya-tanya.
"Buk, Ayah mana?". Tanya Bayu saat ibunya datang dari dapur membawa minuman.
"Ada lagi mandi tadi, soalnya dari kebun ia bergegas pulang saat mengabari kamu membawa Nita juga ibunya kesini". Jelas ibu Yulianti. "Ayo diminum Nita dan ibuny, ga usah sungkan". Ujar ibu Yulianti hangat pada tamunya itu.
"Rahmi....."
Deeeeeeggggggggg
Pandangan bertemu pandang antara pak Yulianto dan Ibu Rahmi seketika diam dengan mata terbelalak mencekam membuat ibu Yulianti,Nita,dan Bayu terdiam dan kaget bertanya-tanya.
"Papa kenal sama ibu Rahmi?" Tanya Bayu.
"Ibu Rahmi adalah calon mertuaku yah. Beliau orang baik dan membesarkan calon istriku sendiri tanpa seorang ayah." Jelas Bayu yang menyangka ayahnya berkenal sama bu Rahmi seperti kenalan biasa masa lalu.
__ADS_1
"Kamu tidak boleh menikah dengan Nita, Bay" ucap pak Yulianto.
"Kenapa yah, kami saling mencintai yah. Kami membicarakan ini dengan ini". Ujar bayu menentang ayahnya.
Seketika ibu Rahmi tertunduk dan menangis terisak kemudian di peluk Nita sambil menyimak pak Yulianto bersitegang dengan Bayu. Ibu bayupun terdiam menerka-nerka apa yang terjadi di pikiranya.
"Pokoknya kamu tidak boleh menikah dengan Nita Bay, tolong dengarkan ayah". Jawab pak Yulianto dengarln suara bergetar menghardik anaknya.
"Tidak bisa bagaimana yah, Nita tengah mengandung anak ku yah" ujar bayu tak mengalahkan suara ayahnya.
Deeeegggg
Seketika semua terdiam dan berhenti berputar. Bapak Yulianto mendengar pernyataan tersebut terasa menelan pahit karma yang ia dapatkan.
Dengan mata terbelalak pak Yulianto menggeleng tak percaya "tidak Bay,, tidak mungkin ini terjadi. Nita adikmu Bay, ayah adalah ayah dari Nita." Ucap Pak Yulianto terbata seperti menahan tangis penyesalan.
Deeeggggg
Untuk kesekian kalinya keterkejutan memukul Bayu,Nita juga ibu Yulianti.
"Apa??? Jadi ibu Rahmi adalah istri yang bapak nikah siri 25 tahun lalu?". Ungkap ibu Yulianti terkejut melihat pernyataan suaminya.
"Tidak munkin yah, munkin ayah salah. Nita mengandung anakku yah. Aku sangat mencintainya". Jelas bayu menangis di kaki ayahnya.
"Kamu bisa pastikan pada ibu Rahmi untuk kepastianya. Nita hanya Diam terpana menyimak pernyataan orang-orang sekitarnya seakan tidak percaya. Semua orang beralih pandang pada bu Rahmi kecuali Nita yg merasa tidak ingin mendengar pernyataan ibu yang di peluknya iyu.
"Astagfirullahalazimmm,,, kenapa ini terjadi" ibu Rahmi tertunduk dan menangis "kenapa anaku sampai dihamili oleh kakaknya yang satu ayah" pernyataan bu Rahmi terbata bata di sela tangisnya.
Nita mendengar ungkapan begitu jelas menjadi lemes dan merasa tak percaya.
"Apa ini semua benar buk yang dikatakan bpak Yulianto. Apa benar dia ayah kandungku?" Tanya Nita yang terbangun dari diamnya untuk memastikan.
Ibu Rahmi membalas dengan anggukan yang disaksikan semuanya. Nita yang terlihat syok merasa lunglaibdan tak bergeming melihat ibunya. "Aku tidak percaya ini terjadi padaku. Aku mengandung anak abangku sendiri" ucap Nita dan berdiri. " Ini salah kalian, bukan salahku. Kenapa kalian berbahong tidak menceritakan masa lalu kalian. Aku merasa sangat tersakiti gara-gara kalian, aku benci semua ini... Aku benci..." Ucap Nita dan berlari keluar rumah. Tak seorang mengejarnya karena semua dalam keadaan lemes tak berdaya.
__ADS_1
Nita menuju hotel mengunci dirinya dikamar hotel. Ia menangis sendu membayangkan kejadian yang barusan terjadi seakan mimpi buruk yang begitu nyata. Nita berdiri di depan kaca dan melempar kaca hotel tersebut. Lalu nita mengambil sebilah kaca dan mengunci dirinya di kamar mandi.