
Pemeriksaan akhir dokter mengatakan bapak Farhan sudah membaik sehingga sudah bisa diperbolehkan pulang. Hanya tinggal pemulihan kakinya yang patah juga disarankan untuk kontrol sekali dua minggu. Untuk sementara bapak Farhan dianjurkan pakai kursi roda terlebih dahulu. Bayu juga beserta keluarga yang lainya senang mendengar kabar bahwa bapak sudah di izinkan pulang.
Di rumah sakit Bayu dan Hendra mengurus administrasi dan bersiap akan kepulangan bapaknya. Sedangkan para Ibunya dirumah sudah bersiap penyambutan bapak pulang kerumah.
Setelah pengurusan administrasi Bayu menyiapkan kursi roda sedangkan Hendra mengemasi barang-barang di ruangan rumah sakit.
"Ayok pak, kita sudah diizinkan pulang. Untuk sementara bapak duduk dikursi roda dulu ya." Ujar Bayu yang mulai memapah bapak angkatnya ke kursi roda.
"Iya nak, semoga kursi rodanya bisa bersahabat dengan bapak." Ujar bapak dengan candaan terlihat semangat.
"Ya pasti bersahabat donk. Dengan kursi ini bapak bisa mengeliligi rumah juga nanti bapak bisa ziarah ke pusara Farhan." Ujar Bayu dengan semangat, tapi bapak langsung tertegun.
"Pak, bapak sedih ya Bayu menyinggung Farhan." Timpal Bayu lagi.
"Tidak,, bapak cuma tidak menyangka dan masih kemaren bertemu Farhan, sekarang dia sudah tiada di sisi kita." Ujar bapak menutupi kesedihanya.
"Pak, kita semua wajar bersedih ditinggal orang yang disayang. Tapi semua kehendak Allah pak, dan bapak masih punya Bayu, hendra juga keluarga kita." Ujar Bayu menenangkan bapaknya itu. "Sekarang bapak sudah bisa menghirup udara bebas, tidak terkurung lagi di ruangan ini." Ujar Bayu lagi.
"Iya nak. Alhamdulillah." Jawab bapak.
Hendra berdiri di ambang pintu dan tersenyum melihat bapak siap untuk pulang.
"Mobilnya sudah siap dilobi Bay, ayok kita pulang pak. Para bidadari kita sudah menunggu di rumah." Ujar Hendra dengan nada semangat. Dibalas anggukan beserta senyuman oleh bapak dan Bayu.
__ADS_1
Semua berjalan lancar, proses kepulangan bapak disambut keluarga juga tetangga dirumahnya. Terlihat senyuman yang menghampiri bapak tanda memberi semangat pada bapak. Begitu juga Ibuk Farhan yang sudah membiasakan senyuman dan menepikan kesedihanya.
"Alhamdulillah semua sudah berkumpul lagi dirumah yang sederhana ini." Ujar Ibuk Farhan sambil memegang tangan suaminya.
"Iya buk, kita memang kehilangan Farhan tapi kita kedatangan keluarga Bayu yang sangat baik-baik semua." Ujar bapak.
Semua terlihat hangat pada perbincangan penyambutan kepulangan bapak dari rumah sakit. Terlihat dari raut para Ibu Bayu juga terlihat senyuman yang merekah seakan juga memberi semangat pada Bayu untuk menata keluarganya kedepanya.
Sorenya semua keluarga ikut Berziarah ke pusara Farhan yang tak jauh dari rumahnya. Kesedihan juga terukir saat mereka berkunjung ke pusara tersebut. Bukan hanya kesedihan, semuanya juga melantunkan doa seraya berdoa berdoa bersama untuk mendoakan yang terbaik untuk Farhan adik angkat Bayu itu.
"Ternyata kamu yang duluan disini nak. Ternyata Allah lebih sayang kamu dari pada kami. Semoga engkau tenang di alam sana ya nak dan diberikan ditempat terindah disisi Allah." Ujar bapak berkata dengan keiklasan hatinya.
Bayu mengusap bahu bapak angkatnya juga seketika suasana hening mengenang Farhan dimasa hidupnya.
"Lihatlah pak, semua orang sayang pada Farhan. Pusara Farhan terlihat bersih dan rapi juga banyak yang berkunjung kesini waktu kita dirumah sakit. Itu menandakan Farhan banyak berbaur dan menebar kebaikan selama semasa hidupnya. Kita harus bangga pada Farhan ya pak." Ujar Bayu menghibur bapak angkatnya itu.
Setelah sejam lebih dipusara dan mentari sudah mulai bergeser dari posisinya semula menandakan akan datangnya malam. Semua keluarga pergi meninggalkan pusara Farhan dengan luahan kesedihan mengenang Farhan.
Sesampai dirumah semua anggota keluarga melaksanakan sholat magrib berjamaah juga melantunkan doa bersama. Setelah selesai sholat semua berkumpul di meja makan untuk makan malam.
"Alhamdulillah,,, kita berkumpul lagi di meja makan ini ya pak. Dimana disini momen-momen kita sangat indah dulu ya pak." Ujar Bayu membuka kata.
"Iya Bay,, bapak sangat ingat sekali celatukkan Farhan dikala makan juga kesigapanya membantu Ibunya." Ujar Bapak mengenang anaknya. Ibuk Farhan juga ikut tersenyum walau tergenang air mata. "Disini juga Bayu dikenalkan pada Bapak oleh Farhan. Meja makan ini saksi bahwa Farhan adalah anak Ibuk yang sangat sayang keluarganya." Ujar Ibuk Farhan.
__ADS_1
Ibuk Yulianti memegang pundak Ibu Farhan tujuan menguatkannya.
"Sekarang kita hanya bisa mengenang dan mendoakanya. Kita harus Iklas dengan takdir Allah pada kita." Ujar Ibuk Yulianti.
"Iya buk Yul, aku bangga pada Ibuk dan buk Rahmi selalu menghiburku disaat bapak dirumah sakit." Ujar ibuk Farhan.
"Itu semua kami juga seorang Ibu buk, kita sudah sama-sama merasakan kehilangan orang yang disayang." Ujar Ibuk rahmi menimpali. " Maka dari itu keiklasan hati juga lapang hati akan menjaga bathin kita agar tetap pada yang satu." Sambungnya.
"Lihatlah para bidadariku pak, aku beruntung banget mempunyai tiga orang Ibu yang lembut juga saling menyayang." Ujar Hendra yang datang menimpali.
"Apa kamu bilang Ibumu saja, mereka adalah ibuku." Ujar Bayu membuka candaan agar tergelak tawa.
"Hmmm... Sekarang sudah dimulai meja perang oerebutan tahta dihati para ibu nih." Ujar Hendra menyipitkan mata juga memencongkan bibirnya memberi cemoohan pada Bayu.
"Kami adalah Ibu kalian, dan kami bersyukur punya anak-anak seperti kalian." Ujar Ibu Rahmi menimpali untuk melerai candaan Bayu dan Hendra.
Semua makan bersama terlihat hangat walau dilanda kesedihan. Bayu juga keluarga dari kampungnya berusaha memberikan kenyamanan agar semua yang ditinggal Farhan tidak berasasedih lagi.
Hendra sudah mengatur doa tahlilan juga syukuran atas pulangnya bapak Farhan dari rumah sakit. Sesuai perintah Bayu Hendra mengundang 50 orang anak yatim untuk mendoakan Farhan. Hari tahlilanya itu dilaksanakan esok harinya oleh Bayu dan keluarga sudah menyetujuinya. Hendra sudah mempersiapkan dengan cepat. Junot juga ikut andil untuk membantu Bayu untuk urusan cathring juga mendirikan tenda dirumah Farhan.
Karena Bayu ingin melakukan yang terbaik buat keluarga angkatnya terutama untuk Farhan, Bayu dipandang berlebihan oleh orang tua Farhan. Karena tenda juga cathering yang dipesan Bayu adalah yang terbaik didesa itu, semua warga tercengang acara tahlilanya dilakukan besar-besara. Ada yang berkomentar negatif juga ada yang berkomentar positif pada acara tahlilan yang diadakan keluarga Farhan. Ibu Farhan yang mendengar omongan dari salah satu tetangga emosi mendengarnya. Info yang beredar dan sampai ketelinga Ibu angkat Bayu itu adalah info yang bukan sebenarnya terjadi.
Pgi harinya sebelum tahlillan digelar banyak pekerja berlalu lalang mempersiapkan acara tersebut. Ibu Bayu yang duduk melihat pekerja seakan merasa omongan tetangga benar bahwa yang diomongin tetangga itu ada benarnya.
__ADS_1
"Buk, kenapa mata ibuk berkaca-kaca." Ujar Bayu yang melihan Ibunya melamun.
"Tidak nak, Ibu hanya sedih saja tadi bu rosnah tetangga kita menyampaikan ada isu bahwa kita mengadakan tahlilan ini untuk karena Juan tertangkap. Mereka beranggapan ini syukuran balas dendam kita." Ujar Ibu Farhan menyampaikan.