
Tak lama kemudian juan menghampiri meja kasir dimana Bayu sedang bekerja.
"Bang,, pelayan bernama Farhan mana? Saya mau pesan pisang goreng keju dan ubi balado manisnya satu, tapi harus farhan yang antarkan ya." Ucapnya sedikit angkuh.
Bayu sedikit menahan emosi mendengar hinaan pada adik angkatnya itu. "Maaf Farhan bukan pelayan, dia pemilik cafe ini. Kamu anak muda tolong jaga omongan dan jangan menghina Farhan ya, alangkahnya baiknya kamu bersifat sopan supaya kamu beretika". Jelas Bayu datar.
"Eee kamu sok mengajarkanku. Dan ga mungkin Farhan punya cafe seperti ini, rumahnya saja seperti gubuk bambu yang mau roboh. Mimpi kamu?". Jelas juan dengan nada cemooh.
"Baiklah pesanan kamu akan kami sediakan, tapi bukan Farhan yang mengantarkanya". Jawab Bayu.
"Aku mau dia yang mengantarnya, kalau tidak saya tidak jadi pesan". Ucap Juan mengancam.
"Ga jadi pesanpun tidak apa-apa. Lebih baik kamu cepat pergi setelah selesai dengan urusanmu disini". Jelas Bayu
"Tidak bisa gitu donk, saya adalah pembeli disini. Pembeli adalah Raja". Jelas Juan menantang.
Tiba-tiba Farhan menghampiri karna mendengar suara Juan sedikit kantang.
"Baik, aku akan mengantarkan pesanan anda. Silahkan kembali kemeja anda". Sela Juan dan memegang lengan Bayu ya hendak menjawab sedikit terbawa emosi.
"Udah mas, biarin saja. Nanti pada ribut disini." Jelas Farhan berbisik pada Bayu.
"Baik, saya tunggu ya pelayan Farhan. Haha. Pelayan yang sok mengakui cafe pulak. Mana nyuruh temanya bilang dia pemilik cafe, kamu pikir aku orang bodoh". Ujar Juan dengan senang.
"Eehh anak kemaren sore, kamu bangga dengan menadah tangan dan menghabiskan jerih payah orang tuamu. Seharusnya kamu mikir untuk dirimu yang selalu menghina orang." Jelas Bayu.
"Kamu bilang apa?? Kamu berani menantangku??". Jelas Juan menantang Bayu.
"Kamu kira aku takut?? Bahkan kamu anak presiden pun aku bakalan tidak takut denganmu". Tantang Bayu sambil melipat kerah lengan bajunya.
"Sudah sudah mas, aku mohon anda kembali ke meja anda. Aku akan antarkan pesanan anda segera". Jelas Farhan sedikit melerai mereka.
"Baiklah aku tunggu, ingat harus kamu yang antarkan. Kalau tidak aku tidak akan bayar disini". Ancam Juan dan berlalu pergi kembali ke mejanya.
"Astaga, ada ya orang sombong seperti ini. Kalau dia adiku udah kupatahkan lehernya". Ucap Bayu terlihat kesal.
__ADS_1
"Biarkan saja mas, yang penting dia ga bikin keributan disini mas. Kita orang waras ngalah saja mas". Jelas Farhan menenagkan Bayu dan berlalu pergi menyiapkan pesanan Juan.
Setelah selesai menyiapkan pesanan Juan, Farhanpun mengantarkan ke mejanya.
"Ini pesananya, silahkan dinikmati". Ucap Farhan sambil meletakkan di meja Juan dan temanya duduk.
"Hahaha,, berbakat juga lu ya jadi pelayan. Mana nyuruh temanya ngakuin jadi pemilik usaha lagi." Ujar juan dan farhan tidak bergeming dengan ucapan Juan.
"Saya tinggal ya, kalau butuh yang lainya boleh panggil saya saja nanti". Jelas Farhan tetap ramah dan di meja kasir Bayu tetap mengawasi.
Juan sengaja menyenggol gelas di tepi meja dan pecah.
Prennnnnnkkkkksss
"Oopss jatuh, aku tidak sengaja. Tolong kamu bersihkan ya pelayan, nanti aku akan kasih tips untuk itu". Ujar Juan dengan sengaja.
"Sebentar saya ambil kain pel untuk membersihkanya". Ujar Farhan berusaha sabar tapi Bayu terlihat merah muka memandang kejadian itu.
"Ga perlu ambil kain pel, kamu lap saja pakai seragam yang kamu pakai. Katanya cafe ini milik kamu, ya bebas donk ngelakuin apa saja agar pengunjung seperti kami senang". Ujar Juan dengan nada menghina. Semua. Pengunjung terlihat menoleh pada mereka.
"Saya harap anda enyah dari sini sekarang juga. Atau akan aku patahkan leher anda". Jelas Bayu dengan muka memerah terlihat murka.
"Mas Bayu, jangan mas,,, istiqfar mas Bayu". Juan menahan Bayu agar tidak gegabah.
"Lepaskan,, kamu berani pada saya?? Haaaa...". Farhan membalas dengan emosi dan menghantam kursi yang didudukinya ke belakang.
Praaaaakkk
Junot mendekat dan menahan juan.
"Bro,, sudah bro... Kamu jangan bertingkah berlebihan seperti ini. Malu banyak orang memperhatikan kita bikin keributan disini". Ujar Junot.
"Lepaskan saya Junot, saya tidak terima laki-laki ini berani pada anak kecil. Mereka belum tau siapa saya, sudah bosan hidup nih orang". Tantang Juan dengan angkuhnya.
"Apa kamu bilang, kamu mengancamku?? Sepuluh orang kaya kamu akan aku hadapi. Kamu kira aku takut ancamanmu". Tantang Bayu yang ditahan Farhan.
__ADS_1
Tak berpiki panjang Juan menghantam kearah Bayu, tapi yang terkena Farhan sampai farhan terduduk meringkuk kesakitan.
Plaaaakkk "aduuuuhhh" jerit Farhan. Bayu melihat kejadian itu langsung memuncakkan emosi dan langsung memegang tangan Juan dan memelintir kebelakang dan tangan kiri mengapit dengan sikutnya seakan mau smakdown ala Kane.
"Bayuuuu... Jangan nak,, jangan,, kamu jangan apa-apakan anak orang nak. Lepaskan Bay,, istiqfar Bayu". Ucap Ibuk berlari dari dapur cafe juga menahan pergerakan Bayu.
"Buk, anak ini harus diberi pelajaran buk. Dia sudah kelewatan menghina adiku Farhan". Ucap Bayu tengah emosi tetap melilitkan tanganya dileher Juan. Junot pun berusaha menahan tangan Bayu. Tanpa disadari Juan hendak menyikut Bayu dan mengayunkan tanganya untuk membalas Bayu, tapi dengan tidak sengaja meninju Junot yang berada di depanya.
Buuuukkkk "Ahhhh sakit". Ujar Junot kesakitan.
Bayu yang merasa pergerakan melemparkan Bayu kedepan hingga tertelungkup.
"Kamu ga apa-apa Junot". Ujar temanya bernama Rendi.
Pengunjung mulai berkerumun menonton keributan itu. Ada salah satu orang berpakaian Formal mengeluarkan suara.
"Apa-apaan ini, kenapa kalian bertengkar?". Ujar lelaki berpakaian Formal itu.
"Anak ini sudah berani kurang ajar di cafe kami. Dia menyuruh adikku melap lantai dengan seragamnya. Bahkan minuman yang ia tumpahkan dengan sengaja. Ia menghina adikku, mang pantas dia dikasih pelajaran". Ujar Bayu menjelaskan berusaha menahan emosinya.
"Juan,, kamu mang benar-benar onar keributan ya. Ga di kampus, disinipun kamu bikin keributan". Ujar pria itu mengenal Juan.
Juanpun tertunduk memalingkan wajahnya pada prianya itu.
"Bapak kenal dengan anak ini?". Tanya Bayu.
"Dia adalah salah seorang siswaku. Juan sering bikin keributan di kampus dan bersikap semaunya". Ujar pria itu mengaku salah satu dosen kampus Juan.
Juan berdiri dan berlari antara malu dan kesal atas ucapan dosenya itu, ia berlalu pergi.
"Juan... Juan..." Panggil dosenya tapi percuma.
"Sudah pak, biarkan dia pergi. Ia memang seperti itu kalau tidak bisa mengendalikan dirinya". Ujar Junot sambil memegang perutnya tengah berusaha berdiri di bantu Rendi.
"Ini tidak boleh dibiarkan Junot, dia akan bersikap semena-mena pada orang lain kalau dibiarkan". Jelas Dosen itu.
__ADS_1
"Ia pak, nanti aku bicara padanya." Dan berpaling pada Farhan "Kamu tidak apa-apa Han?" Tanya Junot pada Farhan yang di pangku ibunya.