
Kring,,,,,kring,,,,, ponsel Bayu berbunyi. Terlihat di layar telponya bahwa yang menelpon adalah Detektif, Bayu lanagsung mengangkatnya.
"Hallo,, ya bro. Apa ada informasi?." Ucap Bayu to the poin pada Detektif.
"Bagus,,, kirim kesaya copyan rekaman cctvnya. Aku akan mencari keberadaan mobil itu juga sebagai barang bukti." Ujar Bayu.
"Baik, lakukanlah. Terima kasih infonya." Sambung Bayu bicara dengan benda pipih tersebut, setelah itu menutup pembicaraan dari ponselnya.
Hendra dan Junot yang memperhatikan Bayu menerima telepon menatap kepo pada Bayu.
"Bro Detektif mendapatkan rekaman sebuah mobil pick up mencurigakan yang ugal-ugalan kencang melintasi jalan di depan salah satu mini market yang tidak jauh dari lokasi kecelakaan Farhan. Diduga mobil pick up itu yang menabrak Farhan. Disana terlihat jelas berapa plat nomor mobil pick up itu." Ujar Bayu sambil menunggu kiriman vidio dari Detektif.
Junot dan Bayu duluan didandani pegawai salon sesuai intruksi mama Iron. Sedangkan Bayu asik melihat rekaman yang di kirim Detektif berulang-ulang. Ternyata Bayu menemukan hal yang meyakinkan terlihat Tiga orang didalam mobil itu yang satunya pria berbaju biru diposisi menyetir. Bayu meperhatikan samar-samar vidio itu pria berbaju biru seperti raut wajah Juan. 'Sekarang aku sudah lebih yakin kamu yang menghabisi Farhan. Awas kamu Juan, aku akan menerkammu di penjara juga yang bersekongkol denganmu karena telah membuat keluarga Farhan menderita.' Batin Bayu menggenggam tanganya menahan emosi.
"Ayok mas ganteng, sekarang giliran mas ganteng." Ujar pegawai salon menyadarkan Bayu untuk di dandani.
"Oh baiklah." Bayu berjalan menuju kursi yang akan membuat dia menjadi wanita jadi-jadian.
Sudah satu setengah jam lamanya tiga orang pria tampan itu diubah menjadi wanita cantik. Nyaris tidak terlihat bentukan laki-lakinya karena karyawan mama iron sangat profesional mengubah penampilan mereka.
"Hahaha,,, kamu cantik banget bro,,, lebih cantik dari pada Nita." Ujar Hendra sembarangan.
Deeeegggggg,,,, Bayu seolah berhenti bernafas mendengar nama itu. Hati Bayu tiba-tiba terasa perih teringat masa lalunya.
Hendra yang menyadari itu keceplos dari mulutnya langsung merasa bersalah.
"Bro, maaf, maaf aku tidak sengaja dan menyebut asal nama wanita yang aku ingat. Bro,,, maafin aku." Ujar Hendra dengan rasa bersalah.
"Hmmm tidak apa-apa. Tapi kedepanya jangan sebut namanya lagi, dia sudah tenang disana." Ujar Bayu dengan ekspresi sedikit sesak. Junot hanya diam seperti bingung harus berbuat apa, karena dia tidak tau siapa itu Nita.
__ADS_1
Bayu duduk sebentar di sofa ruang make up salon itu menenangkan diri sebentar. Tegukan air minum yang di sodorkan Hendra sedikit mulai terasa tenang. Hendra juga berusaha mengalihkan oembicaraan kepada hal lain.
"Jun, kira-kira mobil yang menabrak Farhan dan bapaknya disembunyikan dimana ya?. Ujar Hendra.
"Itulah yang ingin aku cari tau sebenarnya makanya aku mengajak kebangunan tua itu. Soalnya aku tidak diperbolehkan kesana oleh Juan semenjak setelah kejadian." Ujar Juan menerangkan.
Bayu menyimak percakapan mereka sambil menenangkan pikiranya.
"Mereka pasti menutup rapat bukti. Jika tidak ia musnahkan berarti ia menyembunyikan mobilnya." Ujar Bayu pelan memijat kepalanya.
"Kalau memusnahkan kemunkinan tidak mas Bayu. Munkin disembunyikan disuatu tempat. Dan aku juga tau arah ruangan rahasia mereka dibangunan tua itu. Aku juga penasaran sama ruangan itu sehingga setiap aku kesana dulu tidak diijinkan masuk." Ujar Junot.
"Baiklah, kita akan cari tau itu juga. Mudah-mudahan kita bisa mengumpulkan bukti lebih kuat untuk mereka supaya mendekam dipenjara." Ujar Bayu duduk dengan semangat seperti mendapatkan asupan energi.
Mama Iron datang "waaaahhhh sudah selesai dandanya ya. Ternyata kalian cantik didandani seperti wanita seperti ini, coba kalo ga ada jakunya pasti mirip seperti wanita." Ujar mama Iron.
"Tenang saja, aku percaya kok sama kalian. Lagian untuk apa sama kalian gaun-gaun juga akribut seperti ini." Jelas mama Iron, dan mereka tertawa bersama.
"Baiklah mama Iron, kami pamit ya, doakan penyamaran kami lancar." ujar Hendra.
Setelah pamit pada mama Iron tiga wanita jadi-jadian itu yang memasuki mobil untuk diam-diam ke markas yang dimaksud juan. Diperjalanan Hendra menerangkan agar suaranya dilembutkan saja seperti banci. Penyamaran dengan konsep berfoto dibangunan tua akan dimulai.
Benar kata Junot, diperjalan mereka di cegat sebelum memasuki persimpangan lokasi.
Tok,,,tok kaca mobil depan diketok oleh dua orang pria berbadan tegap. Bayu diposisi menyetir membuka perlahan dan berusaha berakting seperti wanita jadi-jadian sungguhan.
"Halooo.. mas. Ada apa ya." Ujar Bayu berusaha centil.
"Waaawww mas ini sangat menggoda. Apa mas mau mencumbui kami?. Ujar Hendra yang seperti wanita penggoda juga pandai memaikan mata centilnya.
__ADS_1
"Iya,,, rawa-rawa kami sudah lama becek loh mas." Ujar Junot berusaha centil juga dan melembutkan suaranya.
"Apa-apaan kalian ini. Mau apa kalian ke daerah sini?." Ujar salah satu pencegap itu.
"Kami hanya hunting berfoto dibangunan tua di ujung jalan ini mas. Kami adalah tiktokers para waria cantik yang lagi ngehits, mas-mas ga ngenalin kami?. " Ujar Hendra menjawab.
"Kami tidak peduli kalian siapa. Tapi kalian tidak boleh kesana tanpa seizin kami." Ujar lelaki berbadan tegap itu lagi.
"Kok ga boleh mas,, kan bangunan itu didirikan oleh pemerintah untuk pembangunan sebuah aula pertemuan. Apa perlu aku telpon papaku seorang sekretariat daerah untuk memastikanya." Ujar Hendra mengancam.
Terlihat dua orang pencegap itu beradu pandang juga sedikit anggukan.
"Tapi apa benar kalian hanya berfoto?." Ujar salah satu pria berbadan tegap itu.
"Iya mas, kami hanya hunting untuk konten kok. Lagian apa haknya mas melarang kami. Nanti setelah kami dari sana akan aku berikan ciuman untukmu." Ujar Hendra dengan merayu persis seperti wanita penggoda.
"Iiihhhh ogah, ya sudah kalian boleh lewat. Lama-lama melihat kalian aku bisa gila. Dasar banci kaleng." Ujar penyegat tersebut mendumel.
"Ya udah mas, sampai jumpa lagi...." Ujar Hendra centil melambai kecentilan dan Bayu langsung menekan gas mobilnya.
Dua lelaki itu percaya dengan bahwa banci yang ia temui hanya sekedar hunting. Sebelumnya juga banyak orang-orang yang pergi berfoto karena suasana disana sangat bagus dijadikan latar foto.
Bayu, Hendra dan Juan tertawa lepas setelah melewati pencegat itu.
"Aku sangat jijik dengan aktingmu aeperti itu Hen, semoga saja tidak terjadi di dunia nyata." Ujar Bayu mengejek.
"Iya mas Hendra,, aku saja geli melihatnya." Sambung Junot.
"Hahaha,,, ternyata aku berbakat juga ya jadi banci penggoda. Biasanya aku yang sering digoda banci." Ujar Hendra keceplosan yang membuat Bayu juga Junot tertawa lepas.
__ADS_1