Akibat Kebohongan Ayah

Akibat Kebohongan Ayah
Kejadian tragis Farhan


__ADS_3

Dikediaman Farhan


'Maafin aku mas Bayu, mungkin kali ini aku harus berbohong padamu' batin Hendra dikala setelah panggilan vidio dengan Bayu dikampung halamanya dimatikan.


"Kenapa nak? Kok kamu terlihat sedih, bukanya kita harusnya senang melihat Bayu semakin baik dikampungnya". Ucap ibu Farhan yang melihat ekspresi Farhan sedih.


"Anak bapak pasti sedih karna nak Bayu masih lama kesininya. Bapak senang melihat keakraban kalian, Bapak juga senang akhirnya kamu mempunyai sodara, satu pemikiran lagi. Tapi kamu jangan berpikiran tidak-tidak ya. Doakan saja yang terbaik". Ucap Bapak menasehati anaknya.


"Iya pak, Farhan tidak sedih kok. Cuma kangen suasana bersama saja pak". Ucap Farhan meyakinkan kedua orang tuanya.


'Maafin Farhan ya pak,buk. Farhan tidak mau jujur pada kalian, Farhan takut kehilangan kalian semua.' Batin Farhan lagi.


"Yaudah kamu istirahat sana, besok harus bangun pagi untuk buka cafe. Bapak juga ibu mau istirahat." Ucap ibu mengusap kepala Farhan.


"Baik bu, asalamualaikum buk, pak" ucap Farhan pamit ke kamarnya.


Dikamar Farhan merenung merenungi sebuah ancaman yang ia bayangkan selama dua hari ini. Ancaman padanya terlihat nyata yang melibatkan kedua orang tuanya.


"Apa aku harus ngomong sama mas Bayu ya? Tapi takutnya mas Bayu juga jadi sasaran mereka". Ujar Farhan dalam kesendirian pelan hingga ia meneteskan air mata mengingat ancaman itu.


"Ya Allah kuatkan lah hamba ya Allah. Hamba tidak mau kedua orang tua dan abang angkat saya menanggung ancaman mereka". Ucap Farhan dalam doanya hingga ia terlelap karna letih berpikir diiringi berurai air mata.


Keesokan harinya seperti biasa rutinitas dipagi hari Farhan dan bapaknya menuju ke mesjid untuk melaksanakan sholat shubuh berjamaah. Farhan merasa sejuk dan teduh mendengar ceramah pak ustad di saat setelah sholat. Bahkan ia merasa senang dan tersenyum akan kesempatan yang sering ia lakukan ini. Tapi kali ini Bapak melihat Farhan terlalu amat senang terlihat dari ekspresi wajahnya, sehingga bapak juga ikut tersenyum melihat anak tercintanya semakin suka dengan ceramah agama.

__ADS_1


Sesudah sholat Farhan dan Bapak beriringan berjalan pulang. Di tengah jalan bapak mengungkapkan apa yang ia pikirkan waktu di masjid tadi.


"Anak bapak terlihat senang banget mendengar ceramah pak ustad tadi, padahal kajianya seperti biasa Han. Apa yang kamu pikirkan nak?". Ucap bapak.


"Farhan selalu senang pak, juga kajian pak ustad tentang kasih sayang orang tua membuat Farhan beruntung pak. Farhan sudah merasa puas dengan pencapaian Farhan saat ini. Farhan sayang Bapak". Ujar Farhan dan langsung memeluk bapaknya hingga bapak terlihat heran melihat tingkah laku Farhan.


"Iya bapak juga sayang sama kamu. Dari dulu sampai sekarang rasa sayang bapak ke kamu tidak berubah nak. Bapak juga beruntung punya kamu. Lihatlah anak bapak sudah besar dan sekarang sudah merintis usaha yang benar. Masih banyak yang bisa kamu capai nak. Jangan pernah puas ya, apakah kamu tidak ingat ingin membuat ibumu bahagia? Dan bapak juga ibuk ingin melihat kamu bahagia nantinya". Ujar bapak yang merasa ada yang aneh dari anaknya.


"Iya pak, Cuma Farhan merasa sangat bahagia saja bisa melindungi bapak dan ibuk. Yok pak kita harus segera sampai rumah dan makan pisang goreng buatan ibuk". Ucap Farhan sedikit menyeret bapaknya. Bapak Farhan sedikit mencurigai ada yang janggal dengan ucapan Farhan tadi, tapi bapak berusaha tidak mau mencurigai anaknya. Karena bapak Farhan tau betul bagaimana anaknya itu.


Sesampai dirumah Farhan antusias langsung duduk setelah mengucap salam dan menyalami ibunya.


"Pelan-pelan nak, tidak usah terburu-buru. Ibu sengaja goreng banyak kok buat kamu". Ujar ibu melihat anaknya tak biasanya seperti itu.


"Kamu kenapa nak, ibu lihat semalam kamu sedih sekarang senang. Ada apa sama kamu nak?". Ujar ibuk sedikit heran.


"Tidak apa-apa buk, Farhan merasa senang saja ingin menikmati waktu kita buk. Kita ga taukan waktu ini bisa terulang kembali atau tidak, jadi selagi waktu ini ada kita nikmati donk buk". Ucap Farhan membuat ibuk dan bapak merasakan makin keanehan.


"Husss nak, kamu ngomong apa sih. Ibuk ga mau kamu ngomong seperti itu. Kita akan selalu bersama dan kita berdoa panjang umur pada Allah nak". Ucap ibuk yang tidak terima ucapan Farhan.


"Iya buk. Farhan paham kok buk". Jawab Farhan santai.


Bapak melihat putranya merasakan ada yang aneh pada anaknya. Ia memperhatikan Farhan dengan lahap memakan hidangan pagi yang disediakan ibunya. Tapi bapak hanya diam dan berdoa agar tidak terjadi pada keluarga terutama pada anaknya Farhan.

__ADS_1


Matahari mulai menyingsing naik dengan indah. Tepatnya jam 09.45 Farhan dan kedua orang tuanya siap berangkat menuju cafe Fb family. Ibuk berangkat dengan naik gojek langganan, sedangkan bapak dan Farhan mengendarai motor bututnya itu.


Disepanjang jalan Farhan berbincang hangat dengan bapaknya. Dengan kecepatan sedang laju motor menerobos kemacetan hingga tiba di jalan sepi hampis sampai di cafe miliknya itu. Tiba-tiba di lawan arah ada sebuah mobil pick up tua melaku kencang yang tampaknya sengaja melajukan tepat di depan motor yang dikendarai Farhan.


Dubbbrrraaaaakkkkkklkkrakrak.. Dunia seakan berhenti berputar, Farhan yang terlihat spontan melindungi kepala ayahnya hingga tergeletak di aspal.


Ngiiiinggggggggggg dengungan dan pekikan mulai menggema tak berirama. Suara panggilan nama Farhan bercampur tangisan tak berirama sudah mulai terdengar, tapi suara itu perlahan hilang dirasakan Farhan. Ashaduallailahailawllah, wa ashaduanamuhammad darasullah seakan ucapan itu diyakini Farhan menenagkanya disaat yang sulit untuk dijabarkan.


Ibu Farhan yang menaiki ojek langganan mengendarai dibelakan motor Farhan tadi. Ia melihat persis dan langsung histeris melihat kejadian tragis kepada kedua orang yang disayanginya itu.


"Farhan,,, suamiku... Ya Allah..." Ucap ibu Farhan segera turun dan menghampiri kecepakaan yang belum dikerumuni orang.


"Farhan, bapak,, bangun,, ya Allah darah banyak sekali". Ucap ibu Farhan yang memangku kepala Farhan dan merasakan cairan segar telah membanjiri tanganya. Terdengar lirih suara Farhan menyebut dua kalimah syahadad oleh ibu tak hentinya.


"Tolonggg... Tolong pak Bawa anak dan suamiku kerumah sakit". Ucap ibu Farhan Histeris pada orang yang melewati jalan tersebut.


Orang-orang sudah mulai berdatangan. Sebagian orang berkerumun membincangkan mobil pick up yang menabrak motor yang di kendarai Farhan tidak bisa di ikuti juga kehilangan jejak. Tapi ibu Farhan tidak menghiraukan itu, ia memikirkan agar anak dan suaminya selamat.


Hampir tiga puluh farhan dan Bapaknya belum sadarkan diri menunggu ambulan datang yang di telpon warga. Ibu sedikit panik Histeris tak henti memeluk kedua orang yang dia sayanginya tanpa menghiraukan darah melumuri dirinya.


"Uhukk,,, ibuk.... Farhan dimana". Akhirnya bapak sadarkan diri melihat kearah istrinya itu.


"Bapak-bapak, syukurlah bapak sadar. Kita akan cepat kerumah sakit, semua akan baik-baik saja pak". Tangis ibuk terisak hingga kejadian tragis itu menguras habis air mata ibu Farhan.

__ADS_1


__ADS_2