
Di pagi harinya dokter memeriksa keadaan terkini bapak angkatnya itu. Sudah lebih dari 24 jam bapak Farhan belum juga terbangun. Dokter memeriksa kelanjutan kondisi bapak Farhan. Bayu melihat proses pemeriksaan itu terlihat gelisah dan panik.
"Tenang Bay, kamu mondar mandir kayak setrikaan. Kamu tenangkan pikiran mu Bay." Ucap Hendra yang duduk tengah menghawatirkan Bayu juga.
"Aku tidak bisa diam Hen, aku takut bapak kondisinya memburuk." Ujar Bayu terbawa suasana khawatirnya.
"Kita cuma bisa bantu doa Bay, dari pada kamu mondar-mandir tak menentu, mending kamu berdoa Bay." Ujar Hendra.
"Astagfirullahalazim, benar katamu Hen." Ucap Bayu menyadari dan duduk sebelah Hendra dengan mulai membaca zikir dan berdoa.
Tak lama kemudian Dokter keluar setelah pemeriksaan lanjutanya. Bayu dan Hendra sontak berlari ke arah Dokter untuk menanyakan keadaan kondisi bapak angkatnya itu.
"Dok, gimana keadaan bapak saya dok? Apakah beliau baik-baik saja?." Ujar Bayu dengan raut cemas dan tergesa-gesa.
"Kalian tenang saja, semua baik-baik saja. Sedikit benturan dikepala dan patah kaki kami menambah dosis penenang agar beliau sadar nanti kondisi tulangnya telah di tempatnya. Berkemungkinan beliau akan sadar 6-8 jam dari sekarang." Ujar Dokter menyampaikan informasi kondisi bapak Farhan.
"Oh syukurlah Dok, saya cemas tadi bapak saya sudah lewat kritis tapi belum sadar. Mohon bantuan terbaik buat bapak saya ya dok." Ucap Bayu sedikit lega dengan penjelasan Dokter.
"Baiklah, kami akan selalu lakukan yang terbaik buat beliau. Mohon jangan pengaruhi hal buruk atau semacamnya dipikiran beliau ya. Kepala beliau nanti setelah sadar dalam kondisi labil." Ucap dokter menerangkan lagi.
"Iya Dok, kami akan sembunyikan berita buruk ini dulu dari bapak saya. Terima kasih ya Dok." Ucap Bayu menjawab perkataan Dokter dan Dokter ijin pamit memeriksa pasien lainya.
Setelah melihat kondisi terbaru bapak angkatnya itu dia sedikit lega karena Dokter menjelaskan kondisi bapaknya akan baik-baik saja. Tapi Bayu merasakan ada yang janggal dihati jika tidak menemukan pelaku yang membuat keadaan seperti ini.
"Hen, aku merasa ini tidak adil, aku akan ke kantor polisi untuk menanyakan kasus tabrakan ini. Kamu jaga bapak disini ya Hen." Ujar Bayu menahan kekesalanya tiba-tiba terpikirkan hal itu.
__ADS_1
"Tapi Bay, aku tidak bisa biarkan kamu bertindak sendiri. Aku takut pikiran kamu melayang lagi seperti kejadian waktu itu." Tegas Hendra.
"Aku tidak apa-apa Hen, aku cuma menanyakan kondisi kasus ini dan gimana penyelidikanya." Ujar Bayu meyakinkan Hendra.
"Bener Bay, habis itu kamu balik kesini lagi ya." Tekan si Hendra.
"Iya Hen, aku berusaha jaga diri baik-baik kok. Aku akan berusaha tenang walau kadang emosi memuncak." Jelas Bayu.
"Yaudah, saya pamit ya. Asalamualaikum." Ujar Bayu dan langsung berjalan menjauhi Hendra untuk melakukan tujuanya ke kantor polisi.
Tak butuh waktu lama Bayu sudah sampai kekantor polisi dan menanyakan kasus sejauh mana penyelidikanya. Usut punya usut Bayu mencurigai bahwa polisi bersikap santai atas kasus ini. Tapi Bayu berusaha mengikuti alur permainan jika ini memang ada kecurangan.
"Baiklah pak, kami akan tunggu kelanjutan berita siapa pelakunya. Saya akan tunggu informasi dari bapak." Ucap Bayu sambil bersalaman dengan aalah satu polisi yang menjelaskan tadi.
Bayu telah keluar dari kantor polisi, ia berfikir ada yang janggal dengan hal ini. Bayu berfikir bahwa ada sesuatu yang telah dilakukan pelaku agar kasus ini diperpanjang.
Setelah berfikir lebih jauh dengan terbawa emosi Bayu mengeluarkan ponselnya dan menelpon Hendra untuk menelpon seorang Detektif yang ia kenal dari kota asalnya. Hendra langsung menyetujui ide Bayu dan melaksanakan perintah Bayu.
Sebelum kerumah sakit Bayu menyempatkan diri untuk pergi ke tempat perkara dimana kecelakaan yang merenggut adik angkatnya itu. Bayu menanyakan orang-orang sekitar sana dan tak ada satupun orang disana mengakui melihat kecelakaan itu. Memang tempat kejadian dijalanan agak sepi, tapi disekitar ada pemukiman penduduk. Kecurigaan Bayu bertambah Bahwa pelaku berusaha menghilangkan jejak.
Dengan hasil yang tidak memuaskan Bayu kembali kerumah sakit dengan menenteng beberapa makanan buat Hendra. Sesampai dirumah sakit ternyata ketiga ibunya sudah berkumpul dengan Hendra. Terlihat Hendra berusaha tersenyum supaya raut sedih tidak terlihat lagi pada ibu-ibunya.
"Asalamualaikum,, ternyata para ibuku sudah disini. Ini aku bawakan makanan dan cemilan untuk kita." Ujar Bayu berusaha sedikit tersenyum di depan ibu-ibunya.
Buk Yulianti dan bu Rahmi berusaha antusias dengan apa yang dibawa Bayu, tapi tidak dengan ibuk Farhan.
__ADS_1
"Kamu dari kantor polisi ya Bay?." Ucap ibuk Farhan dengan wajah datar mendekati Bayu.
"Mmm iya buk, saya dari kantor polisi menanyakan perkembangan kasus kecelakaan ini." Ujar Bayu pelan dan menunduk.
"Terus gimana perkembangan kasusnya, apa orang yang sengaja menabrak itu sudah ditemukan." Sambung ibuk Farhan.
"Belum buk, tapi tenang saja kita akan temukan pelakunya. Walau tanpa bantuan polisi kita juga akan menyelidikinya, kami telah merencanakan sesuatu." Ujar Bayu menjelaskan dan berusaha tenang.
"Iya Bay, lakukan yang terbaik ya Bay demi Farhan." Ujar Ibuk Farhan sedikit tenang.
"Iya buk, Bayu dan Hendra akan lakukan yang terbaik demi Farhan dan Bapak. Mereka harus mempertanggung jawabkan semua ini." Jelas Bayu yakin. "Bagaimana kondisi bapak Hen, apakah ada tanda-tanda akan siuman?." Ujar Bayu memalingkan topik pembicaraan.
"Terlihat membaik dari monitor Bay, mudah-mudahan dalam waktu dekat bapak akan sadar." Ucap Hendra menjelaskan.
" Oh iya buk, semuanya. Kita sembunyikan informasi kepergian farhan pada bapak ya. Soalnya benturan dikepala bapak sedikit tergoncang terang dokter." Ujar Bayu berusaha terlihat tegar menyampaikanya dan hanya dibalas anggukan semua ibunya. Ibu Farhan terlihat lebih berusaha tegar karena sangat menyakitkan dengan kenyataan untuk mengatakan bahwa Farhan baik-baik saja pada suaminya.
"Baiklah, kita akan lihat kondisi bapak bersama-sama. Ayok buk." Ujar Bayu merangkul para ibunya itu.
Sesampai diruangan yang tersambung dan banyak kabel terlihat bapak tua yang menganga dengan beberapa selang ditancapkan mulutnya. Disana hati Ibu Farhan terasa teriris menerima kenyataan itu suaminya.
"Pak, cepat sadar ya pak. Cepat pulih, ibuk butuh bapak juga ingin menangis dipelukan bapak." Ucap ibuk Farhan menahan kesedihanya.
"Sabar ya buk, kita semua mendoakan yang terbaik buat bapak." Ucap Bayu mengelus pundak ibuk farhan hangat.
"Iya buk, lagian kami disini semua ada untuk ibuk dan suami ibuk. Semua adalah jalan tuhan agar kita lebih baik lagi." Ujar buk Yulianti ikut menenangkan.
__ADS_1
"Iya buk, terima kasih kalian telah membantu kami. Aku tidak tau cara agar berterima kasih ke kalian." Ucap ibuk Farhan.