
Dihari yang Naas menimpa keluarganya itu membuat ibu Farhan sangat terpukul dan Histeris. Farhan dan bapaknya dilarikan kerumah sakit setelah setengah jam tergeletak di tengah jalan raya itu. Sesampai di rumah sakit langsung ditangani Dokter. Ibu Farhan sudah memikirkan hal yang tidak-tidak saat melihat putranya tidak bergerak sedikitpun juga pendarahan dikepala begitu banyak.
"Ya Allah, jangan kau ambil putraku secepat ini. Astagfirullahalazim". Ucap ibu Farhan yang duduk di lantai bersandar kursi tunggu di depan ruang ICU itu.
'Dikampung Bayu'
"Hen, kenapa perasaanku tidak enak ya? Semalam aku bermimpi gigiku lepas, mimpiku terlihat nyata". Ujar Bayu yang duduk memakan sepotong roti disalah satu cafenya di kota.
"Perasaan kamu saja itu bro, jangan memikirkan hal yang tidak-tidak bro. Kita focus saja untuk persiapan lounching cabang kita yang baru". Ujat Hendra menenangkan.
"Driiiiiiiiiiinnggggg" ponsel Bayu berbunyi, dan dilihatnya telpon itu dari Farhan. Bayu segera mengangkatnya.
"Halo, asalamualaikum Han?". Jawab Bayu. "Oh ibuk, kenapa buk? Kok ibuk menangis?". Jawab Bayu yang mendengar sesegukan ibuk tak karuan.
"Ibuk tenang dulu, dan jelaskan pada Bayu ada apa?" Ujarnya lagi. "Iya kenapa Farhan dan Bapak?" Tanya Bayu yang mendengarkan benda pipih itu. "Apa??? Farhan dan Bapak kecelakaan?? Dan orang yang menabrak lari?? Astaga..." Ucab Bayu. Dengan segera Bayu menyuruh Hendra untuk ambil ticket penerbangan secepatnya. Ia harus datang segera kesana karena khawatir. "Bro, ticket yang tersisa cuma satu dan keberangkatan dua jam lagi" ujar Hendra yang mencheck penerbangan.
"Tidak apa-apa, aku akan berangkat sendirian. Kamu tolong bilang sama ibu dan ibu Rahmi ya. Saya akan segera ke tangerang, Farhan membutuhkan aku" ujar Bayu sambil melangkah menuju mobil yang akan dilajukan ke bandara.
Sesampai di bandara Bayu mengurus semuanya dan tepat waktu untuk check in tanpa ada persiapan.
"Kamu hati-hati ya bro, dan kabari kami jika terjadi sesuatu dengan adik angkatmu itu". Ujar Hendra mengucapkan perpisahan pada Bayu.
"Iya bro, mudah-mudahan mereka akan baik-baik saja. Amiin.." ucap Bayu dan langsung meninggalkan Hendra.
__ADS_1
Hendra memandang kepergian Bayu, ia merasa begitu sedih melihat teman yang dianggap saudaranya itu dirundung musibah lagi. Hendra sangat khawatir pada mental Bayu. Dan sekarang ia baru pulih dari kesedihan, kejadian naas ini membuat Bayu panik lagi.
Penerbangan satu jam empat puluh lima menit di udara terasa lama karrna Bayu tidak sabar ingin cepat sampai ke tangerang.
'Ya Allah, lindungilah adik hamba yang baik, yang sabar, penyemangatku dan kekuatan kedua orang tuanya. Aku mohon ya Allah. Kuasamulah uang bisa membantu kami'. Batin Bayu tak hentinya berdoa untuk adik angkatnya itu.
Kejadian yang begitu tiba-tiba ini membuat Bayu sangat terpukul dan seakan belum bisa menerima apabila terjadi sesuatu pada Farhan.
Pesawat tepat waktu mendarat di bandara bandara soekarna-hatta. Bayu langsung memesan taksi online tujuan ke rumah sakit yang di sebutkan ibu Farhan. Dua jam perjalanan lebih membuat Bayu merasakan lama perjalanan karena perasaan tidak bisa diungkapkan.
Sesampai di rumah sakit Bayu langsung bertanya ke resepsionis rumah sakit mencari keberadaan Farhan dan bapaknya. Setelah mendapat informasi dimana mereka berada Bayu bergegas kesana.
Dari ujung koridor ruangan rumah sakit menuju ICU Bayu tiba-tiba berdiri mematung. Ia melihat ibu Farhan menangis histeris tersendu-sendu. Bayu sudah merasakan hal yang tidak mengenakan akan terjadi.
"Ibuk,, ini Bayu buk. Bagaimana keadaan Farhan dan bapak?". Ucap Bayu pelan kepada ibu Farhan.
Dengan sesegukan susah payah ibu Farhan mengeluarkan suaranya.
"Bapak sudah sadar, dan..."ibuk pun tak sanggup berucap.
"Dan apa buk, apakah Farhan juga sudah siuman?" Tanya Bayu yang berusaha berpikir positif.
Ibuk berusaha mengungkapkan. "Farhan...hiiiiiiiiihiiiiii.. Farhan sudah tidak bernyawa lagi Bay."
__ADS_1
Deegggg
Bayu langsung terduduk lemas dan tak percaya apa yang terjadi sama Farhan. Lama bayu terdiam dengan tatapan tidak percaya hingga ia berucap.
"Tidak munkin buk, tidak munkin. Farhan baru semalam menelfonku dan ia masih baik-baik saja. Ibu jangan becanda buk, tidak lucu buk" ucap Bayu yang menolak pernyataan ibuk angkatnya itu.
"Kamu tenang ya nak, kalian iklaskan ya. Tadi dokter sudah menyampaikan ke kami bahwa Farhan tidak bisa diselamatkan lagi, pendarahan dikepalanya begitu parah". Ucap seoramg laki-laki tetangga Farhan yang ikut kerumah sakit karena musibah ini.
"Tidak munkin pak, Farhan tidak munkin meninggal. Ia masih muda dan sangat sayang keluarganya." Ucap Bayu disertai histeris Bayu.
Memang sulit untuk menerima musibah seperti ini, namun ini tetaplah ujian yang Allah berikan pada Bayu. Musibah ini juga kembali mengguncang Bayu tak kala pedih yang ia rasakan waktu Nita dan Ayahnya juga meninggalkanya secara tidak wajar itu.
Bayu terduduk bersandar tak jauh dari ibu Farhan. Ia meratapi apa yang ia rasakan saat ini. Warga yang datang membiarkan Bayu dan ibu angkatnya itu menangis untuk melepaskan rasa sedih yang dirasakan.
Hampir setengah jam Bayu terduduk dengan kesedihanya, ia mulai sadar akan ibu farhan yang tak hentinya menangis. Ia hapus air matanya dan didekapi ibu angkatnya itu.
"Ibuk,,, jangan menangis ya. Ibuk harus jaga kesehatan ibuk. Memang kejam cara Allah mengambil Farhan dari kita. Tapi kita tidak bisa pungkiri bahwa Farhan harus meninggalkan kita." Ujar Bayu menenangkan ibu angkatnya itu.
"Dari kecil ibu membesarkan dia dengan kasih sayang nak, ibu selalu memberikan yang terbaik padanya. Baru-baru ini ia merasakan hidup enak setelah memulai usaha denganmu, ibu sangat senang melihat dia semangat sekali dalam berusaha. Selama ini Farhan tidak mendapatkan kehidupan layak seusianya karena ibu dan bapak orang yang tak berpunya. Tapi kenapa setelah ia mulai membangkitkan keuangan keluarga ini Farhan diambil oleh Allah nak. Farhan anakku,, kenapa kau tinggalkan ibuk nak". Ratap ibuk Farhan dipelukan Bayu.
"Ia buk, Farhan anak yang sangat baik. Farhan anak yang penyabar, penyayang, sholeh, juga pekerja keras. Wajar kita belum bisa menerima atas kepergianya buk, tapi kita tak punya kuasa untuk membuat Farhan kembali". Ucap Bayu menenagkan ibuk. "Kita harus iklaskan kepergian Farhan buk, kita harus kuat. Farhan akan sangat bahagia disana kalau ibuk kuat. Dan sekarang kita harus mengurus Farhan untuk terakhir kalinya ya". Sambung Bayu sambil menyeka air mata ibuk angkatnya itu. Namun ibuk angkatnya itu makin histeris mengeluarkan tangisanya itu. " Ibuk gak kuat Bay, ibuk gak kuat... Andai bisa ditukar dengan nyawa ibuk tidak apa-apa Bay. Farhan adalah anak satu-satunya dari darah daging ibuk Bay, Ibuk tidak sanggup." Ucapnya histeris.
"Ibuk,, nyebut buk. Istiqfar buk, ibuk harus kuat. Kita tidak bisa menyalahkan Allah karena semua ini adalah rencananya buk. Bayu juga belum bisa terima, tapi Bayu harus berbuat apa. Semua telah terjadi buk, kita harus kuat". Ucap Bayu menenangkan dan emeluk erat ibuk angkatnya itu.
__ADS_1